Istriku Seorang CEO

Istriku Seorang CEO
Episode 48


__ADS_3

✨ Marah✨


Setelah mobil melaju keluar dari lobi kantor, Nanda langsung saja berbalik dan berjalan. Para karyawan menunduk hormat ketika Nanda masuk ke dalam kantor.


Ting...


Pintu lift terbuka lebar. Kaki Nanda dengan anggunnya melangkah beberapa langkah hingga masuk ke dalam lift yang khusus untuk para atasan.


"Selamat pagi Nyonya..." sapa Santi yang ikut berdiri disamping lebih kebelakang dari Nanda.


"Pagi Santi... Oh ya? Apa hari ini ada jadwal meeting?" balas Nanda sekaligus bertanya.


"Ada Nyonya... Jam satu siang ada meeting dengan klien dari Aceh..." jawab Santi dengan cepat setelah mengecek tablet besar yang ada ditangannya.


"Oke... Tentang kontrak apa?" tanya Nanda lagi.


"Pembangunan toko material Nyonya... Yang berada di Bali..." jawab Santi.


"Oke kalau begitu... Tolong ingatkan saya yah..." ucap Nanda bersamaan dengan terbukanya pintu lift.


"Iya Nyonya..." balas Santi dengan anggukan kepala.


Nanda kembali berjalan menuju ruangannya. Santi yang berstatus sebagai sekretaris pribadi ikut masuk pula ke dalam ruangan Nanda. Karena tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam ruangan Nanda. Kenapa?.


Jawabannya karena cara agar bisa masuk ke dalam ruangan harus dengan kartu yang sudah terdaftar. Hanya orang-orang tertentu yang mempunyai kartu itu.


Sedangkan Idris sudah sampai di RESA Group. Dia segera pergi menuju ruangannya. Tak disangka ternyata pak Anton tengah menunggunya diruang kerja.


"Papah..." ucap Idris ketika ia membuka pintu.


"Oh kamu sudah datang rupanya?" tanya pak Anton sambil menutup berkas yang baru saja ia baca.


"Sudah pah... Baru saja..." jawab Idris meletakkan tas kerjanya diatas meja.


"Oke kalau begitu... Maksud kedatangan papah kesini hanya untuk memberi kabar..." ucap pak Anton.


"Kabar apa pah?" tanya Idris penasaran.


"Hutang perusahaan RESA Group sudah hampir terlunasi... Dan papah senang kamu bisa menjalankan kontrak dengan klien yang penting bagi perusahaan ini..." jawab pak Anton.


"Alhamdulillah pah... Semua juga berkat bantuan pak Hendi..." balas Idris dengan senyuman yang tipis.


"Alhamdulillah... Ya sudah kalau begitu papah pamit pulang... Pasti mamah kamu sudah menunggu..." ucap pak Anton sambil membenarkan jas biru donkernya.


"Iya pah... Hati-hati dijalan... Salam untuk mamah..." balas Idris sambil mencium tangan pak Anton.


"Assalamualaikum..." ucap pak Anton lalu berjalan ke arah pintu.


"Waalaikum salam..." balas Idris.


15.00


"Terima kasih Nyonya karena telah mau bekerjasama..." ucap pria dengan jas berwarna biru muda.

__ADS_1


"Sama-sama... Saya juga berterimakasih karena mau bekerjasama..." balas Nanda sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dada.


Selesai dengan acara meeting yang begitu melelahkan, Nanda kembali ke ruangannya dengan diikuti oleh Santi. Nanda duduk dengan kepala bersandar ke kursi yang dua tahun ini ia duduki sebagai petinggi perusahaan.


"Santi apa kamu membawa mobil?" tanya Nanda dengan mata yang terpejam.


"Iya Nyonya..." jawab Santi.


Sebenarnya mobil yang dimiliki Santi adalah hadiah ulang tahun dari Nanda. Sebagai sekretaris pribadi dan juga teman bagi Nanda ketika dikantor. Maka dari itu Nanda berinisiatif menghadiahkan apartemen dan mobil khusus untuk Santi.


"Bisa kamu antar aku, Santi?" tanya Nanda.


"Kemana Nyonya?" tanya Santi balik.


"Ke rumah mertua ku..." jawab Nanda.


"Bisa Nyonya... Tapi saya tidak tahu alamatnya..." balas Santi.


"Tak apa... Aku akan bertanya pada Alex..." ucap Nanda yang membuat Santi tersenyum.


"Baik Nyonya..." balas Santi.


Santi tak tau jika Alex sudah mempunyai seorang kekasih. Pasalnya Santi menyukai Alex sudah sejak lama. Mungkin sejak pertama kali ia bekerja menjadi sekretaris pribadi Nanda. Dua tahun yang lalu.


"Santi!" panggil Nanda membuyarkan lamunan Santi.


"Eh iya Nyonya? Maaf... Maaf..." ucap Santi terkejut dari lamunannya.


"Jangan melamun... Itu tak baik..." ucap Nanda memperingati.


"Ayo kita berangkat..." ucap Nanda ketika ia sudah mendapatkan alamat dari Alex.


"Alamatnya Nyonya?" tanya Santi.


"Akan ku kirim..." jawab Nanda yang kemudian diangguki oleh Santi.


Mereka berdua pergi bersama ke parkiran dimana mobil Santi terparkir. Dengan perasaan bahagianya Santi masuk ke dalam mobil disusul oleh Nanda yang duduk disampingnya.


Dengan lihainya Santi mengendarai mobilnya dijalan raya. Beberapa kali menemui lampu merah dan akhirnya mereka sampai di alamat tujuan.


"Sudah sampai Nyonya..." ucap Santi tepat ketika mobil berhenti didepan rumah yang tak begitu mewah seperti kediaman Firma.


"Aku hampir lupa... Aku dan Alex dulu pernah kesini..." ucap Nanda sambil melepas sabuk pengaman.


"Oh ya Santi? Kamu boleh pulang terlebih dahulu... Takutnya akan lama..." ucap Nanda sebelum turun.


"Baik Nyonya... Hati-hati..." balas Santi dengan senyum yang mengembang.


"Terima kasih..." ucap Nanda lalu turun dari mobil.


"Sama-sama Nyonya..." balas Santi.


Nanda masuk ke dalam gerbang yang sedikit terbuka. Tepat saat itu Fika baru saja pulang dari sekolah karena ada jam tambahan.

__ADS_1


"Kakak ipar?" ucap Fika sambil membuka kaca helm.


"Fika yah?" ucap Nanda balik.


"Iya kak... Ayo masuk dulu..." ucap Fika sambil menuntun motor kesayangan Idris.


"Iya ayo..." balas Nanda.


Setelah memarkirkan motornya didalam garasi, Fika mengajak Nanda masuk ke dalam rumah. Fika pun mempersilahkan Nanda untuk duduk terlebih dahulu, lalu membuatkan minuman segar di dapur.


"Kakak sendirian?" tanya Fika sambil meletakkan gelas diatas meja.


"Iya Fika... Tapi kamu jangan bilang yah ke mas Idris..." jawab Nanda.


"Asiyapppp... Silahkan diminum kak... Aku ke kamar dulu yah mau ganti baju... Sebentar lagi mamah pulang kok..." ucap Fika lalu pergi meninggalkan Nanda disofa ruang tamu dengan segelas minuman segar berwarna hijau. (Marjan rasa melon).


"Oke..." balas Nanda sambil melihat-lihat seisi ruangan.


Beberapa menit kemudian terdengar deru mesin mobil memasuki garasi rumah. Pak Anton dan bu Irma masuk ke dalam rumah. Mereka juga terkejut dengan kedatangan menantunya.


"Assalamualaikum..." ucap pak Anton dan bu Irma bersamaan.


"Waalaikum salam..." balas Nanda sambil bangkit dan menyalami kedua mertuanya.


"Kamu sendirian? Dimana Idris?" tanya Bu Irma.


"Nanda sendirian mah... Mas Idris nggak ikut... Dia ada dikantor..." jawab Nanda.


"Aku ke kamar dulu yah mah..." ucap pak Anton yang diangguki oleh bu Irma.


Bu Irma menyuruh Nanda untuk duduk kembali disofa. Mereka berbincang-bincang cukup lama. Dan Nanda memulai tujuannya datang ke rumah mertuanya.


"Mah... Maksud kedatangan Nanda kemari mau tanya-tanya sama mamah tentang mas Idris... Boleh kan?" mulai Nanda.


"Kamu berhak bertanya banyak tentang suami kamu nak..." balas bu Irma dengan lembut.


"Dulu waktu mas Idris marah, mamah ngapain supaya mas Idris ngga marah lagi?" tanya Nanda to the point.


"Nak... Asal kamu tau... Idris nggak pernah marah sama mamah... Cuman dulu terakhir waktu dia berusia 5 tahun... Itu terakhir kali... Pas itu Idris pengen dibeliin permen tapi ngga boleh sama papahnya karena waktu itu dia sakit gigi... Eh malah dia marah..." jawab Bu Irma sekaligus bercerita.


"Terus gimana lagi mah?" tanya Nanda yang mulai penasaran.


"Mamah buat kan dia kue coklat... Terus Idris nggak marah lagi... Tapi setelah itu Idris justru nangis gara-gara sakit giginya kambuh lagi... Hahahaha..." jelas bu Irma yang diakhiri dengan tawa.


"Jadi cara buat mas Idris ngga marah lagi buatin dia kue coklat mah?" tanya Nanda memastikan.


"Betul sekali... Soalnya dia suka banget kue coklat... Kamu mau belajar buat?" jawab bu Irma dengan anggukan kepala.


"Boleh donk mah..." balas Nanda.


"Oh ya mamah hampir lupa... Tiga hari lagi Idris ulang tahun yang ke 26 tahun..." ucap bu Irma yang teringat dengan ultah anak pertamanya.


✨Hallo semuanya👋✨

__ADS_1


Selamat malam Minggu... Semoga bahagia selalu... Terima kasih yah yang udah setia membaca novel ini... Dan makasih juga buat yang udah Like dan Vote... Tunggu deh sampai tamat pokoknya... Jangan lupa tinggalkan Like dan Vote... Koment boleh kok... Sampai ketemu di episode selanjutnya... Babay😊👋


✨See you💙🤗✨


__ADS_2