
✨Berandai bersama✨
Pagi harinya Idris berjemur ditaman yang berada di belakang rumah sakit. Tentu saja Nanda dengan setia menemani suaminya. Untuk beberapa saat Idris tak boleh berjalan terlebih dahulu. Mengingat kecelakaan tersebut membuat tubuh Idris banyak luka. Maka dari itu Nanda memesan kursi roda khusus untuk suaminya.
"Alhamdulillah masih bisa bernapas..." ucap Idris menghirup udara segar di pagi hari.
"Alhamdulillah..." balas Nanda sambil duduk di kursi kosong yang dekat dengan kursi roda.
Idris tersenyum menatap istri cantiknya. Nanda pun dengan tulus membalas senyum manis suaminya. Udara segar menerpa wajah keduanya. Begitu sejuk dan mendamaikan.
"Gimana perasaan kamu mas?" tanya Nanda.
"Alhamdulillah udah mendingan daripada kemarin..." jawab Idris.
"Badan kamu pasti sakit banget yah, mas?" tanya Nanda yang sedih melihat luka-luka yang ada di tubuh suaminya.
"Ngga kok... Ada kamu yang ngobatin rasa sakitnya jadi ngga terasa..." jawab Idris.
"Lah kamu itu... Jadi puitis..." ucap Nanda menahan tawa.
"Aku jadi puitis semenjak cinta sama kamu..." ucap Idris.
Terdengar tawa renyah dari keduanya. Mereka berdua tak menyadari jika ada yang mengintai dari jauh. Seseorang mengamati Nanda dan Idris dengan pura-pura menjadi keluarga pasien yang duduk disalah satu kursi kosong.
"Aku ngga bakal menyerah..." gumam orang dengan baju hitam dan topi yang menutupi rambutnya.
Karena hari semakin siang, Nanda dan Idris kembali ke lantai tiga. Idris pun merebahkan tubuhnya yang masih lemas. Dokter Sendi menyarankan agar Idris lebih lama berada di rumah sakit agar sembuh total.
Di lain tempat Santi sedang melamun diruang kerjanya. Santi tau atasannya tidak berangkat ke kantor karena menjaga suaminya di rumah sakit. Tugas atasannya itu digantikan sementara oleh orang yang ia cintai yaitu Alex.
"Aku mencintaimu Alex..." gumam Nanda tanpa sadar.
Tak berapa lama seseorang masuk ke dalam ruangan membuat Santi terkejut. Santi sudah mengenal orang tersebut. Seorang laki-laki menghampiri Santi yang sedang duduk di kursi kerjanya.
"Tu-tuan?" ucap Santi terbata.
__ADS_1
"Ya ini aku..." balas laki-laki tersebut sambil melepas topi hitamnya.
"Ada apa tuan kemari?" tanya Santi.
"Aku ingin memberikan penawaran pada mu..." jawab laki-laki tersebut sambil duduk di depan Santi.
Santi mengenal orang tersebut ketika ia melihat Nanda sedang berdua di ruang kerjanya. Dulu mereka terlihat begitu mesra tetapi sekarang semua berubah. Sebenarnya Santi pun terkejut ketika mendengar Nanda sudah menikah. Tetapi apakah ia pantas jika menanyakan hal tersebut pada atasannya?.
"Penawaran apa tuan?" tanya Santi hati-hati.
"Sebelumnya aku sudah tau bahwa kamu mencintai orang kepercayaan Nanda bukan?" tanya laki-laki tersebut dengan seringai.
"Iya benar tuan... Sebenarnya ada apa?" jawab Santi sekaligus bertanya.
"Aku ingin kamu membantuku merebut Nanda kembali... Jika rencana ini berhasil, maka Alex akan menjadi milikmu..." tawar laki-laki tersebut yang sudah pasti kalian semua kenal.
Ya. Dia adalah Rio. Mantan pacar Nanda. Mendengar penawaran tersebut membuat Santi terdiam. Ia bingung harus berkata apa sekarang. Di satu sisi Ia mencintai Alex dan satu sisi ia harus merusak rumah tangga bosnya. Sungguh itu adalah pilihan tersulit bagi Santi.
"Tapi nyonya Nanda sudah mempunyai suami, tuan..." ucap Santi.
"Aku sudah tau itu... Aku tak peduli... Pada intinya Nanda harus menjadi milikku..." balas Rio.
"Aku tidak akan pernah merusak rumah tangga orang lain, tuan..." ucap Santi dengan mantap.
"Bodoh! Apa kamu rela jika Alex menjadi milik orang lain?" tanya Rio.
"Kalau itu..." jawab Santi gugup.
"Aku kembali tawarkan... Jika kamu mau membantuku mendapatkan Nanda kembali, maka Alex akan dengan mudah menjadi milikmu... Pikirkan baik-baik..." ucap Rio sambil bangkit dari kursinya.
Santi tak menjawab. Ia bingung harus berbuat apa sekarang. Rio yang melihat Santi terdiam tersenyum sinis.
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu... Ingat! Pikirkan baik-baik tawaran ku ini... Jika iya maka hubungi aku dengan segera... Ini nomor WA ku..." ucap Rio menyodorkan kertas kecil putih berisi deretan nomor cantik di dalamnya lalu pergi dari ruangan Santi.
Selepas kepergian Rio, Santi mengusap wajahnya dengan gusar. Apakah dia harus menerima tawaran dari Rio agar bisa bersama dengan Alex?. Pertanyaan tersebut terngiang-ngiang di pikiran Santi.
__ADS_1
Tak lama setelah itu pintu terbuka. Menampilkan seorang laki-laki dengan pakaian serba hitamnya. Seketika tubuh Santi bergetar. Tak bisa berkata-kata ketika melihat sorot mata yang begitu tajam dan menusuk. Laki-laki tersebut masuk dan menutup pintu ruangan. Lalu menghampiri Santi yang masih duduk di kursi kerjanya.
"Apa kamu akan setega ini kepada nyonya Nanda?" tanya laki-laki tersebut yang tak lain adalah Alex.
Ya. Alex mendengar semua percakapan antara Santi dan Rio tadi. Alex berniat menyerahkan berkas penting, tetapi langkahnya berhenti ketika mendengar suara yang sudah Alex kenal. Semua percakapan antara Santi dan Rio pun terdengar jelas di telinga Alex.
"I-itu..." jawab Santi terbata.
"Santi asal kamu tau, tuan Rio pun sudah menikah... Tolong jangan rusak rumah tangga nyonya Nanda... Kasihan dia sedang hamil sekarang... Apakah kamu tega merusak hubungan nyonya Nanda hanya karena kamu mencintaiku?" jelas Alex sekaligus bertanya.
"Aku bingung harus bagaimana Alex... Aku tidak mungkin merusak rumah tangga orang yang sudah banyak membantuku... Tetapi..." jawab Santi menunduk. Tak ingin menatap mata Alex yang setajam elang.
"Tapi kamu mencintaiku?" tanya Alex menebak.
Hanya anggukan yang dapat Santi berikan sebagai tanda jawab. Detik berikutnya Alex duduk di depan Nanda. Sebenarnya Alex tak menyangka jika teman kerjanya ini bisa mencintainya.
"Oke... Aku mohon padamu... Jangan rusak hubungan nyonya Nanda... Tetapi kamu pun harus mengikhlaskan aku... Maaf sebelumnya... Cinta memang tak bisa disalahkan... Tetapi waktu yang tidak tepat sehingga kita berujung saling menyalahkan... Aku mohon dengan sangat padamu Santi..." ucap Alex dengan mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
Air mata Santi perlahan mengalir. Bagaimana mungkin ia bisa mengikhlaskan orang yang selama ini ia cintai dengan setulus hati?. Akankah mampu?. Tangis Santi mulai terdengar di telinga Alex. Membuat Alex merasa bersalah karena telah membuat temannya itu menangis.
"Santi... Aku mengerti satu hal... Semua tak bisa segampang itu bagimu... Aku memahami itu... Tapi aku sudah mencintai orang lain... Dan itu tak akan mungkin bisa tergantikan oleh siapapun..." ucap Alex menatap wanita yang masih menunduk dengan air mata yang mengalir di pipinya.
"Apakah kamu tidak akan memberiku waktu untuk berjuang Alex?" tanya Santi dengan mata yang berair.
"Kalau itu yang kamu mau aku akan memberikannya... Tetapi aku meminta satu hal padamu... Tolong jangan sampai kamu rusak rumah tangga nyonya Nanda..." jawab Alex yang membuat Santi tersenyum.
"Baiklah Alex aku berjanji tidak akan pernah merusak rumah tangga nyonya Nanda..." balas Santi sambil mengusap air matanya.
Santi akan berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan hati Alex. Walau akan berujung menyakitkan, tetapi apa salahnya jika ia mencoba dan berjuang terlebih dahulu. Berandai untuk bersama pernah terlintas dipikiran Santi. Tetapi itu semua tak segampang dengan kenyataan.
"Aku akan memberi waktu selama dua bulan... Jika kamu gagal maka aku mohon... Ikhlaskan aku... Aku akan selalu menganggapmu sebagai sahabat... Tak lebih..." ucap Alex lalu pergi dari ruangan Santi.
Oke. Sekarang Santi akan bertekad menggapai apa yang selama ini ia inginkan. Kemudian Santi membersihkan air matanya yang basah dengan tisu lalu kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
✨Hay gaes👋✨
__ADS_1
Alhamdulillah kita bisa ketemu lagi nih. Jangan lupa tinggal kenangan donk. Like dan Vote sebanyak-banyaknya. Biar Author tambah semangat nulisnya nih. Makasih buat kalian yang udah dukung karya Author ini. Sampai bertemu di episode selanjutnya. Jangan pernah bosan pokoknya.
✨Salam halu dari Author🤗✨