
✨ Kecurigaan✨
Semakin hari kondisi Idris semakin membaik. Semua orang bersyukur melihat perkembangan Idris yang cukup pesat. Terutama Nanda yang selalu setia dan semangat menemani sang suami yang masih dalam kondisi pemulihan.
"Alhamdulillah mas... Kondisi kamu sudah mulai membaik kata dokter..." ucap Nanda selesai menyuapi Idris makan pagi.
"Alhamdulillah... Makasih yah udah setia nungguin aku setiap waktu..." balas Idris dengan senyum manisnya.
"Sama-sama mas... Itu udah menjadi kewajiban aku sebagai istri..." ucap Nanda sambil meletakkan mangkuk yang tadinya berisi bubur di atas nakas.
"Bagaimana keadaan kandungan kamu?" tanya Idris mengusap perut Nanda yang masih rata.
"Alhamdulillah kata dokter baik-baik aja mas..." jawab Nanda sembari mengelus tangan Idris.
Kemudian Idris mencium perut Nanda karena bahagia. Tak lama lagi ia akan menjadi seorang ayah. Entah perempuan ataupun laki-laki Idris akan menerima dengan sepenuh hati. Ia juga berjanji akan selalu membahagiakan keluarga kecilnya itu.
"Jangan nakal didalam yah sayang... Kasihan bunda..." ucap Idris yang membuat keduanya tertawa.
"Aku ngga bakal nakal ayah... Aku kan sayang bunda..." balas Nanda dengan nada dibuat seperti anak kecil.
Keduanya tertawa bahagia setelah beberapa hari terisi oleh tangisan. Tangan Idris mencubit pipi Nanda yang semakin berisi setiap hari. Terkadang Idris merasa sedih ketika ia tidak bisa selalu berada di sisi istrinya. Mengingat tiga hari yang lalu dimana ia koma. Tentu saja tak bisa dibayangkan berapa khawatirnya Nanda terhadap dirinya.
"Mas... Jangan melamun..." ucap Nanda yang membuat Idris tersadar akan lamunannya.
"Oh ya, Maaf..." ucap Idris dengan menampilkan senyum.
"Aku nggak pernah menyangka mas... Mimpi yang dulu waktu di Bali menjadi nyata... Aku takut kehilangan kamu..." ucap Nanda memeluk Idris dengan sekuat tenaga.
"Allah punya rencana yang nggak pernah kita ketahui sayang... Selalu bersyukur walau itu adalah cobaan... Percaya sama Allah bahwa setiap ujian pasti ada keberkahan...." ucap Idris ikut memeluk istrinya dengan erat.
"Aku bersyukur bisa lihat kamu tersenyum lagi... Waktu pertama kali aku liat kamu di IGD aku udah nggak punya harapan lagi... Aku takut kamu pergi ninggalin aku sama anak kita..." ucap Nanda dengan air mata yang membasahi baju pasien Idris.
"Alhamdulillah Allah masih memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya dan bisa berkumpul bareng lagi sama kamu..." balas Idris dengan lembut.
Tok...tok...tok...
Suara ketukan pintu membuat Nanda dan Idris terkejut. Mereka segera melepaskan pelukannya. Kemudian Nanda berjalan ke arah pintu bangsal dan membukanya. Terlihat dua orang polisi sedang berdiri tepat di depan pintu.
"Selamat pagi menjelang siang Bu..." ucap kedua polisi dengan ramah.
__ADS_1
"Siang... Silahkan masuk..." balas Nanda dengan ramah pula.
Kedua polisi masuk ke dalam bangsal. Idris tersenyum ramah ketika mendapat uluran tangan dari kedua polisi tersebut. Setelah selesai berjabat tangan, kedua polisi tersebut lantas duduk di kursi yang tersedia disamping ranjang.
"Jadi begini pak, bu... Kami kemari hanya untuk memberikan informasi terkait kecelakaan yang terjadi beberapa hari yang lalu... Dimana kejadian itu begitu janggal bagi kami pihak kepolisian... Pasalnya setelah di periksa mobil yang menabrak mobil pak Idris ini tidak orang di dalamnya... Setelah kami periksa CCTV yang ada di salah satu rumah, ternyata pengemudi mobil loncat sebelum terjadinya kecelakaan..." jelas polisi 1 dengan rinci.
"Bagaimana bisa begitu pak?" tanya Idris yang ikut penasaran.
"Kami juga tidak tau... Kami akan terus berusaha menyelidiki kasus ini pak..." jawab polisi 2.
Mendengar penjelasan kedua polisi tersebut, membuat Nanda dan Idris bertanya-tanya. Kejadian kecelakaan begitu janggal bagi keduanya. Pihak kepolisian pun masih melakukan penyelidikan hingga sekarang. Belum terungkap siapa orang yang sengaja menabrakkan mobilnya hingga terjadi kecelakaan beruntun.
"Baiklah kalau begitu pak... Itu yang dapat saya sampaikan untuk saat ini... Terima kasih atas waktunya..." ucap polisi 1.
"Sama-sama pak... Saya juga berterimakasih karena telah membantu mencari pelaku yang menyebabkan kecelakaan tersebut..." balas Idris.
"Kami pamit pak, Bu... Semoga cepat sembuh... Mari..." ucap polisi 2.
Kedua polisi tersebut bangkit dari kursi dan keluar dari bangsal. Sekarang bergantian Nanda yang duduk di salah satu kursi.
"Mas... Kenapa yah, ada yang tega melakukan itu sama kamu?" tanya Nanda dengan raut wajah khawatir.
"Iya mas..." ucap Nanda tersenyum.
Hari pun berganti menjadi malam. Walau Idris sedang sakit tetapi ia tak pernah lupa akan segala kewajibannya. Termasuk melaksanakan sholat lima waktu.
"Kamu udah sholat isya?" tanya Idris.
"Udah tadi mas..." jawab Nanda.
Idris menghela napas lega. Jika ada waktu, Idris pasti akan selalu bertanya soal sholat, makan dan apapun yang bersangkutan dengan istrinya. Idris tidak akan pernah egois menjadi suami. Istrinya pun butuh perhatian lebih sekarang. Dia sedang mengandung buah hatinya yang selalu ia tunggu-tunggu sejak lama.
"Mas... Sebenarnya aku curiga sama seseorang..." ucap Nanda sambil menunduk.
"Nda... Kamu ngga boleh su'udzon sama seseorang..." nasihat Idris.
"Tapi aku yakin mas... Dia yang ngelakuin itu buat celakain kamu..." ucap Nanda menatap sendu wajah suaminya.
"Hussst... Udah ngga usah dipikirin... Nanti buat kamu jadi kepikiran gimana? Kamu ngga kasihan sama anak kita?" tanya Idris yang membuat Nada terdiam.
__ADS_1
"Iya iya... Aku ngerti... Cuman firasat aja..." jawab Nanda.
Idris melirik jam bundar yang menempel di dinding. Ternyata sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Kemudian Idris menatap wajah istrinya yang tengah menunduk. Tangan Idris terulur menyentuh wajah istrinya. Mata keduanya bertemu untuk beberapa saat.
"Kenapa?" tanya Nanda.
"Kamu nggak ngantuk?" tanya Idris balik.
"Lumayan..." jawab Nanda.
"Iya udah sini tidur..." ajak Idris.
"Nanti aja..." ucap Nanda.
"Pokoknya sekarang kamu tidur di samping aku..." ajak Idris.
"Kasihan kamu nanti..." ucap Nanda yang tak tega jika harus berbagi ranjang dengan suaminya.
"Aku rindu sama kamu... Mau yah?" ucap Idris yang membuat Nanda luluh.
"Ngga papa?" tanya Nanda ragu.
"Ngga papa... Ayo..." jawab Idris dengan anggukan kepala.
Nanda bangkit dari kursi dan berjalan menuju pintu. Lalu menguncinya dan kembali menghampiri sang suami. Idris tersenyum ketika Nanda sudah duduk disampingnya. Dibelainya wajah cantik Nanda dengan lembut.
"Kamu tambah cantik..." puji Idris yang sukses membuat Nanda bersemu.
"Alhamdulillah tambah cantik dimata kamu..." balas Nanda menunduk karena tak kuat memandang mata suaminya.
"Kamu akan selalu bertambah cantik di mata aku..." ucap Idris lagi.
"Kamu juga mas... Tambah tampan dimata aku..." balas Nanda dengan malu-malu.
Idris tersenyum mendengar balasan dari orang yang ia cintai sepenuh hati. Kemudian Idris merebahkan tubuhnya ke ranjang lalu disusul oleh Nanda disampingnya. Ranjang yang lumayan lebar, muat untuk Nanda dan Idris tidur bersama. Saling berpelukan dan memberikan kehangatan yang beberapa hari hilang begitu saja.
✨Hallo semuanya 👋✨
Masih setia nggak nih?. Alhamdulillah hari ini bisa up. Cuman episode ini Author sedikit halu yah. Hehehe. Jangan lupa tinggal kenangan. Biar Author bisa lebih kenal kalian. Gampang kok caranya tinggal Like dan Vote. Biar Author tambah semangat donk nulisnya. Hehehe. Makasih buat semuanya. Sampai ketemu di episode selanjutnya. Pokok yang setia. Dan jangan lupa masuk ke grup Author yah. Ramaikan donk. Disana kalian bisa tanya-tanya tentang novel ini. Insya Allah Author bakal jawab.
__ADS_1
✨Babay semuanya👋🤗✨