Istriku Seorang CEO

Istriku Seorang CEO
Episode 56


__ADS_3

✨Hasil dan memori✨


Setelah 2 minggu dilalui dengan banyak hal, kebersamaan dan kekeluargaan pun dirasakan oleh Bu Maryam. Begitu hangatnya berada didalam keluarga Firma. Banyak orang berpikir jika para petinggi perusahaan biasanya mempunyai keluarga yang kurang harmonis. Dan semua itu tak berlaku bagi keluarga Firma.


"Semoga hasilnya seperti apa yang kita harapkan yah mas..." ucap Nanda.


"Amin... Bismilah yah..." balas Idris.


Semua orang terlihat sudah siap diruang tamu. Termasuk bu Maryam yang sekarang sedang duduk disamping Omah. Mereka berdua tengah berbincang dengan disela tawa. Alex dan Naya pun ada disana bersama ayah Rama.


"Ternyata semua sudah berkumpul..." ucap Nanda ketika kakinya menapaki tangga dengan tangan yang saling berkaitan dengan Idris.


"Kami menunggu kalian..." balas Omah.


Lalu semua orang keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil. Kedua mobil melaju dengan kecepatan sedang dijalan raya yang lumayan ramai. Sinar matahari tak begitu terik, ditambah dengan langit yang bersih berwarna biru dan awan yang ikut melengkapi.


Sesampainya di rumah sakit, seluruh keluarga langsung saja masuk ke dalam life. Dalam beberapa menit saja, pintu life pun terbuka. Seluruh keluarga mengikuti langkah Idris hingga sampai di ruangan yang dua minggu ini mereka masuki.


"Silahkan duduk..." ucap dokter Via seperti biasa.


"Terima kasih..." balas seluruh keluarga.


Dokter Via pun mengambil selembar kertas putih yang sudah ia siapkan beberapa hari yang lalu. Seluruh keluarga terutama Nanda, Idris dan bu Maryam merasakan degup jantung yang begitu cepat dari biasanya.


"Biar saya bacakan hasilnya. Apa semuanya sudah siap?" tanya dokter Via memastikan.


"Sudah dok..." balas Nanda dengan menggenggam tangan Idris lebih kuat.


"Hasil dari tes DNA yang dilakukan dua minggu yang lalu.... Memberikan hasil..." ucap dokter Via menggantung.

__ADS_1


"Positif..." lanjut dokter Via dengan diakhiri senyuman.


Air mata Nanda lolos sebegitu saja mendengar penuturan dokter Via. Ternyata dugaannya benar. Bu Maryam adalah ibu kandungnya. Bunda yang selalu ia rindukan setiap malam.


Seakan sama seperti yang Nanda rasakan, bu Maryam pun menangis. Ada rasa bahagia karena telah bertemu anaknya yang selama ini ia rindukan juga. Dan ada rasa bersalah karena telah menjauhkan anaknya dari dirinya sendiri.


"Tes DNA ini menyatakan jika bu Maryam adalah ibu kandung dari Nona Nanda..." ucap dokter Via sembari menyodorkan kertas yang baru saja ia bacakan.


Seluruh keluarga yang mendengar hal tersebut ikut menangis haru. Terutama Omah, yang tak percaya dengan kenyataan yang baru saja dokter Via katakan. Ayah Rama bangkit dan berjalan menuju tempat duduk dokter Via. Lalu tangannya terulur mengambil kertas putih yang berada diatas meja.


Positif.


Ternyata benar dugaan ayah Rama. Bu Maryam adalah wanita yang ia lihat 22 tahun yang lalu. Dimana wanita itu menaruh bayinya ditempat sampah sebelum akhirnya hujan turun dengan deras. Senyum terukir dibibir ayah Rama. Melihat Nanda yang tengah berpelukan dengan bu Maryam sambil mengeluarkan tangis kebahagiaan.


"Bunda..." ucap Nanda.


"Anakku..." ucap bu Maryam.


"Terima kasih ayah..." ucap Nanda.


"Sama-sama nak..." balas ayah Rama.


Kemudian dokter Via memberikan kertas hasil tes DNA dengan map yang sudah dipersiapkan dengan rapi. Lalu seluruh keluarga keluar dari ruangan dokter Via dengan keadaan yang begitu bahagia.


***


Sesampainya dikediaman Firma, seluruh keluarga berkumpul diruang tamu. Disitu bu Maryam akan menceritakan kejadian 22 tahun yang lalu seperti yang ayah Rama minta. Agar semua orang tau maksud dirinya membuang Nanda ditempat sampah.


"Maaf sebelumnya... Saya tidak menyangka jika Nanda adalah benar anak saya... Disini saya akan menceritakan memori tentang kejadian 22 tahun yang lalu..." ucap bu Maryam mengawali. Semua orang mendengarkan setiap penuturan dari bu Maryam dengan seksama.

__ADS_1


"Dulu... Satu bulan sebelum saya melahirkan Nanda... Suaminya saja mengatakan jika ia memiliki banyak hutang... Orang yang di hutangi oleh suami saya meminta ganti rugi dengan cara menjual bayi yang masih ada di dalam perut saya waktu itu... Mendengar hal tersebut hati saya hancur... Saya benar-benar tidak rela jika bayi yang saya kandung selama 9 bulan harus dijual demi melunasi hutang..." lanjut bu Maryam dengan tangis yang mulai terdengar.


"Waktu itu... Saya melahirkan Nanda dirumah... Karena biaya yang ditanggung sangat mahal bagi saya dan suami... Saya memaklumi itu... Setelah seminggu saya teringat sesuatu... Jika bayi yang ada didalam perut saya lahir... Tak lama lagi suami saya akan menjual Nanda... Dan saya berpikir untuk kabur dan membawa Nanda agar aman..." lanjut bu Maryam yang membuat tangis Nanda ikut terdengar.


"Lalu saya memutuskan untuk menaruh Nanda ditempat sampah yang berada diluar gerbang rumah mewah... Kemudian saya berlari untuk bersembunyi dibawah pohon yang tak jauh dari gerbang rumah... Hujan turun dengan derasnya... Membuat tangis Nanda terdengar sampai ditelinganya saya... Sungguh saya tidak tega mendengar tangis itu... Tapi apalah daya saya..." tangis bu Maryam semakin terdengar. Lalu Nanda kembali memeluk bu Maryam untuk beberapa saat. Hingga tangisnya mulai mereda.


"Tak berapa lama mobil mewah datang dan berhenti tepat didepan gerbang. Lalu seseorang dengan jas hitam keluar dan berjalan menuju tempat sampah... Saya melihat Nanda digendong oleh pria itu... Kemudian pria itu masuk kedalam mobil..." lanjut bu Maryam.


"Setelah itu saya kembali ke rumah... Ternyata suami saya belum pulang... Ketika suami saya pulang pada pukul 12 malam, ia langsung menceraikan saya malam itu juga... Dan setelah bercerai saya tinggal bersama ayah... Tak lama setelah itu juga ayah meninggal dunia... Saya hidup sendiri... Hingga 22 tahun terlewati tanpa ada siapa-siapa disamping saya..." ucap bu Maryam sambil mengusap air mata yang sedari tadi mengalir.


Semua orang terharu mendengar memori 22 tahun yang dilalui oleh bu Maryam. Ayah Rama pun ikut terkejut, didalam hatinya ada rasa kasihan. Waktu pertama kali ia tahu jika bu Maryam adalah ibu kandung Nanda, sempat ayah Rama ingin melaporkan hal tersebut pada pihak kepolisian. Tetapi setelah mendengar kejujuran dari bu Maryam, semua itu ayah Rama urungkan.


"Bunda... Makasih udah selamatkan Nanda..." ucap Nanda sambil memeluk bu Maryam.


"Maafkan bunda yah nak... Sudah membuat kamu jauh dari bunda... Tapi itu semua demi kebaikan dan masa depan kamu..." balas bu Maryam sembari mengecup kepala anaknya.


Bunda yang selalu Nanda rindukan sekarang sudah ada didepannya. Bahagia. Itu jelas Nanda rasakan. 22 tahun telah dilalui dengan liku-liku, akhirnya ibu dan anak itu dipertemukan.


"Maaf telah menuduh mu yang tidak-tidak bu Maryam..." ucap ayah Rama ketika bu Maryam dan Nanda selesai berpelukan.


"Tidak apa-apa... Saya juga berterimakasih karena kalian semua telah merawat dan menjaga anak saya hingga dewasa..." balas bu Maryam dengan senyum manisnya.


Naya dan Alex pun merasa tak percaya dengan yang terjadi. 22 tahun adalah waktu yang tak singkat. Sungguh semuanya pasti butuh perjuangan dalam melewatinya. Pikir Naya dan Alex.


"Ujian hidup hanya tentang seberapa yakin kita berdoa, dan seberapa kuat kita berusaha."


By : Ananda Maryam


✨Gaes ketemu lagi nihh👋✨

__ADS_1


Gimana sampai sini? Tambah seru nggak?. Jangan bosan deh pokoknya akan ada banyak cerita yang bakal kalian baca di episode selanjutnya... Tetap setia donk... Tinggalkan kenangan berupa like dan Vote... Buat Author lebih semangat lagi... Dadahhh👋


✨Sampai ketemu lagi yah👋🤗😊✨


__ADS_2