Istriku Seorang CEO

Istriku Seorang CEO
Episode 27


__ADS_3

✨Imam sholat ku✨


Nanda...


"Nda... Ayo bangun udah adzan shubuh..." suara lembut itu terdengar di telinga Nanda untuk yang pertama kalinya.


Nanda pun mulai membuka matanya tatkala ia merasa ada sesuatu yang menyentuh lengannya dengan lembut. Untuk yang pertama kalinya Nanda dibangunkan oleh seseorang diwaktu shubuh seperti saat ini.


"Ayo sholat shubuh berjamaah..." ajak Idris pada Nanda setelah matanya benar-benar terbuka.


"I-iya..." balas Nanda yang tak mampu untuk berkata tidak.


Idris pun tersenyum mendengar jawaban dari Nanda. Kemudian ia menggelar sajadah untuk melaksanakan sholat sunnah. Nanda yang melihat itu segera bangkit dan berjalan ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Setelah bersuci Nanda mengambil mukena berwarna putih dilemari bajunya. Idris yang sudah selesai dengan sholat sunnahnya menoleh ke arah Nanda yang tengah memakai mukena didepan cermin.


"Kamu sudah siap?" tanya Idris pada Nanda yang sudah siap dengan mukena putihnya.


"Iya aku sudah siap..." jawab Nanda lalu berjalan ke arah Idris dan berdiri dibelakang sebagai makmum.


"Allahuakbar..." ucap Idris mengawali sholat shubuh berjamaah.


Nanda mengikuti semua gerakan yang Idris lakukan karena semenjak ia menjadi CEO sering kali meninggalkan sholat. Mungkinkah ia lupa? Atau karena sibuk dengan pekerjaan nya menjadi CEO?.


Entah! Sekarang Nanda hanya bisa mengikuti kemauan Idris selain dari persyaratan yang telah disepakati. Tentunya kemauan Idris berujung dengan perubahan pada diri Nanda seperti ketika ia pertama memakai hijab. Aneh rasanya tapi itu sudah menjadi kesepakatan antara dirinya dan juga Idris.


Sholat shubuh berjamaah pun telah selesai ketika Idris mengucapkan salam. Kemudian mereka berdua mengusap wajahnya dengan telapak tangan masing-masing dan menengadah ke atas untuk berdoa pada Sang Pemberi Kehidupan.


"Ya Allah ya Rabbi... Walaupun semua ini terasa begitu sakit... Tapi aku kan berusaha agar membuat nya berubah sedikit demi sedikit... Kuatkan hamba mu ini ya Allah... Amin..." ucap Idris dalam hatinya.


"Ya Allah maafkan hamba mu ini yang telah lalai dalam beribadah padamu... Apakah laki-laki didepan ku saat ini akan menjadi imam sholat ku selamanya Ya Allah?" doa Nanda sambil melihat punggung Idris yang sekarang sudah sah menjadi suaminya.


Kenapa Nanda tidak bisa membantah semua perkataan Idris padanya?. Walaupun pun Nanda yang selalu cuek justru membuat Idris semakin bersemangat untuk membuat Nanda menjadi orang periang dan ramah pada semua orang.


"Terima kasih..." ucap Nanda saat Idris selesai sujud.


"Untuk?" tanya Idris memandang Nanda yang masih duduk disajadah.


"Imam sholat ku..." jawab Nanda tanpa melihat ke arah Idris.


"Sudah menjadi kewajiban ku..." balas Idris dengan senyum yang mengembang dibibirnya.

__ADS_1


06.00


Pagi itu Nanda dan juga Idris telah bersiap pergi ke kantor masing-masing. Keluarga Firma pun berkumpul diruang makan seperti biasa. Terlihat juga Naya yang sudah duduk disebelah Rama dengan wajah yang terlihat ceria.


"Pagi ayah... Naya..." ucap Nanda berjalan ke arah meja makan.


"Pagi juga... Ayo duduk..." balas Rama sambil meminum kopi hangat.


"Pagi juga kak..." balas Naya dengan senyum yang ikut menyertai nya.


"Kamu terlihat beda nak dengan hijab... Sangat cantik..." ucap Rama memuji putrinya.


"Iya kak... Kamu terlihat berbeda dengan hijab... Terlihat sangat cantik..." ucap Naya yang ikut memuji kecantikan Nanda ketika ia memakai hijab.


"Hmm terima kasih..." balas Nanda lalu duduk berhadapan dengan Naya.


Nanda dan Idris pun ikut bergabung untuk sarapan pagi dan duduk dikursi yang kemarin malam mereka duduki. Tampak semua orang fokus dengan makanannya masing-masing tanpa ada suara yang terdengar selain dentingan sendok dan juga piring.


"Ayah aku pamit..." ucap Nanda setelah selesai sarapan pagi.


"Aku juga ayah..." ucap Idris sambil mencium tangan Rama.


"Kamu mau pergi ke kantor?" tanya Rama pada Idris.


"Oh baiklah... Sekalian antar Nanda ke kantor yah... Kamu mau kan?" ucap Rama yang membuat Idris menatap Nanda sebentar untuk meminta pendapat.


"Baik ayah..." balas Idris setelah Nanda menganggukkan kepalanya tanda iya.


"Hati-hati dijalan..." ucap Rama pada Nanda dan Idris.


"Iya ayah..." balas Nanda dan Idris kompak.


Mereka berdua pun keluar dari rumah untuk pergi ke kantor karena jam sudah menunjukkan pukul 06.30. Mobil milik Nanda sudah terparkir cantik tepat didepan teras rumah. Seperi biasa Alex akan bersiap untuk mengantar Nanda tapi berbeda untuk hari ini mungkin juga selanjutnya Idris lah yang akan mengantar Nanda ke kantor. Karena perjalanan ke RESA Group melewati perusahaan Firma Group tentunya.


Maka dari itu Rama menyuruh Idris agar sekalian mengantar Nanda. Dan juga agar anak dan menantunya itu bisa lebih dekat lagi. Alex hanya mengangguk ketika ia mendapat perintah seperti itu. Tidak ada kuasa untuk membantah ataupun menolak nya.


"Silahkan Nyonya..." ucap Alex membukakan pintu untuk Nanda.


Idris pun menerima kunci mobil dari Alex dan segera memasuki mobil setelah nya. Mobil pun mulai bergerak menjauhi teras rumah kediaman Firma yang terlihat mewah dan juga megah dari kejauhan.


"Sejak kapan kamu menggantikan pak Anton sebagai CEO di RESA Group?" tanya Nanda ketika mobil mulai membelah jalan raya kota yang ramai.

__ADS_1


"Beberapa hari terakhir sebelum kita menikah..." jawab Idris yang fokus dengan jalan raya.


"Jangan lupa jika RESA Group mempunyai hutang pada Firma Group..." ucap Nanda memperingati.


"Insya Allah aku tidak akan lupa... Tapi semuanya butuh proses untuk mengembalikan uang tersebut... Bersabarlah..." balas Idris menoleh ke arah Nanda sebentar.


"Baiklah... Akan aku tunggu..." ucap Nanda.


"Oke..." balas Idris fokus mengemudi.


Selama 30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di Firma Group. Hanya saja Idris mengantarkan Nanda tepat di lobi perusahaan tak seperti biasanya.


"Terima kasih..." ucap Nanda sebelum turun.


"Tunggu dulu..." ucap Idris ketika Nanda akan membuka pintu mobilnya.


"Ada apa?" tanya Nanda memandang ke arah suaminya.


"Jika kamu sudah selesai tolong kabari aku agar bisa menjemput mu tepat waktu..." jawab Idris.


"Oke akan aku kabari nanti..." balas Nanda lalu turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam lobi.


Setelah itu Idris kembali menjalankan mobil Nanda menuju RESA Group. Hari pun sudah mulai siang ketika Idris sampai dikantor. Sepeti biasa Idris langsung berjalan menuju lift dan naik menuju lantai dimana ruang kerjanya berada.


"Pagi menjelang siang pak..." ucap para karyawan ketika Idris berjalan ke arah ruang kerjanya.


"Pagi menjelang siang juga..." balas Idris lalu masuk ke dalam ruangan nya untuk mengerjakan berkas-berkas yang sudah menumpuk tentunya.


Dengan bimbingan dari Anton dan juga Handi, Idris sudah mulai bisa mengerjakan berkas-berkas yang menyangkut perusahaan tentunya dengan baik. Ketelitian, keseriusan dan juga kesabaran dalam mengerjakan nya membuat Anton semakin percaya bahwa Idris bisa melanjutkan perjuangannya diperusahaan.


Perusahaan Firma Group...


Karyawan yang melihat penampilan Nanda yang berbeda dari biasanya membuat mereka semua kagum. Cantik. Mungkin bisa lebih dari kata itu ketika Nanda memakai hijab.


Sangat Cantik.


Setibanya diruang kerja Nanda langsung duduk dikursi kebesarannya sambil mengecek berkas-berkas yang berada diatas kerja mejanya. Tak berapa lama ponsel Nanda berbunyi. Dengan cepat Nanda menggeser tombol hijau dan telepon pun tersambung.


"Halo?" ucap Nanda mengawali.


"......." suara dari seberang.

__ADS_1


"Apa???" ucap Nanda terkejut ketika mendengar perkataan dari orang kepercayaannya itu.


✨Halo semuanya... Ini bonus dari author yang lagi ada waktu luang... Jadi bisa tambah episode... Jangan lupa like and vote yah... Sama koment buat author lebih semangat lagi... Terima kasih... Tunggu terus kelanjutan ceritanya...✨


__ADS_2