
✨ Mewah dan Indah✨
Sidang sudah dilalui dengan lancar. Rio menjalani hukuman sesuai yang sudah ditetapkan. Sedangkan Serli setiap tiga hari sekali akan mengunjungi suaminya yang berada dipenjara. Walau terkadang Rio tak ingin Serli menemuinya. Karena ia merasa malu jika bertemu. Mengingat segala perilaku yang kasar membuatnya selalu tak tenang ketika bertemu dan melihat Serli.
"Sabar Serli... Ini jalan terbaik yang harus kamu lalui bersama calon anak kamu..." ucap Nanda ketika keluar dari ruang sidang.
"Iya nyonya... Saya akan berusaha menjalaninya dengan sebaik mungkin..." balas Serli.
"Baik kalau begitu... Aku dan mas Idris pamit... Assalamualaikum..." ucap Nanda lalu memeluk tubuh Serli.
"Waalaikum salam..." balas Serli yang ikut memeluk tubuh ramping Nanda.
Itu adalah percakapan terakhir, sebulan yang lalu setelah sidang. Tepat hari ini suasana kediaman Firma begitu ramai. Banyak orang dari kalangan atas sampai biasa ada didalam rumah. Panggung yang sudah disiapkan oleh panitia berdiri dengan megahnya.
Nanda sedang bersiap di dalam kamar. Ada sekitar lima orang yang ada didalam kamar untuk merias wajah cantiknya. Sedangkan bu Maryam dan Naya ada dikamar masing-masing. Begitu juga dengan Idris, Alex dan ayah Rama. Mereka ada di kamar kosong yang dijadikan sebagai ruangan khusus untuk merias.
"Masya Allah nyonya... Anda sangat cantik..." puji MUA 1 yang merias wajah cantik Nanda.
"Iya nyonya... Saya juga kagum dengan anda..." balas MUA 2.
Nanda tersenyum dengan manis. Gaun pengantin berwarna berwarna putih sudah melekat ditubuhnya. Terlihat begitu indah dan menawan. Sedangkan Naya sudah selesai dirias oleh MUA juga. Nanda bangkit dengan dibantu oleh MUA dibelakangnya. Gaun putih itu tampak bersinar terang ketika terkena cahaya. Nanda mengusap lembut perutnya yang lumayan membuncit.
"Mari nyonya..." ucap MUA yang langsung diangguki oleh Nanda.
Rasa bahagia hinggap di hati Nanda. Ia merasa bahagia sekali sekarang. Nanda turun dari tangga dengan bantuan MUA dibelakang dan disampingnya. Gaun putih itu menyentuh tangga hingga lantai dasar. Semua orang langsung tertuju kepada sosok perempuan yang sedang berjalan sambil menampilkan senyum yang begitu manis.
"Dia nyonya Nanda?" tanya seorang pria ketika melihat Nanda berjalan di tangga.
"Iya... Dia sangat cantik ternyata..." jawab teman sebangkunya.
Tak lama kemudian Naya dan Bu Maryam muncul dari dua arah yang berbeda. Mereka sama-sama menggunakan gaun berwarna putih. Hanya saja dengan motif dan model yang berbeda.
Tepuk tangan pun terdengar memenuhi ruangan yang besar dan mewah. Tiga orang pengantin wanita sudah berdiri diatas panggung dengan senyum tak pernah lepas sedikit pun. Tak berapa lama pula tiga orang pengantin pria muncul dari satu arah.
"Wah...! Sungguh pernikahan yang sangat mewah dan menarik..." ucap seseorang dengan jas berwarna hitam.
Idris menghampiri sang istri yang sedang menunggunya di atas panggung. Begitu juga dengan ayah Rama dan Alex. Tiga pengantin tersebut sudah berdiri dengan pasangannya masing-masing. Tak lupa moment itu diabadikan sebanyak mungkin oleh orang yang sudah ditugaskan.
"Kamu cantik..." ucap Idris ketika ia duduk disamping istrinya.
"Kamu juga tampan mas..." balas Nanda dengan senyum yang membuat Idris bahagia.
"Terimakasih..." ucap Idris.
"Sama-sama..." balas Nanda sembari mengaitkan tangannya ke jari-jari kekar Idris.
Acara berjalan dengan lancar. Hingga di penghujung acara Nanda dan Idris bangkit lalu berjalan ke depan panggung. Suasana menjadi hening seketika. Nanda dan Idris saling bertatapan selama beberapa saat.
"Assalamualaikum wr.wb. semuanya... Disini saya dan suami tercinta saya akan menyanyikan sebuah lagu... Jika ada yang pernah mendengar saya menyanyikan lagu itu, maka kalian akan mendengarnya lagi..." ucap Nanda dengan tangan masih bergandengan.
Alunan musik mulai terdengar. Semua orang menikmati dan meresapi setiap nada yang mereka dengar.
Aku tak pernah meminta...
Sosok pendamping sempurna...
Cukup dia yang selalu...
Sabar menemani dalam kekuranganku...
Namun Tuhan menghadirkan...
Kamu laki-laki terhebat...
Kuat tak pernah mengeluh...
Bahagiaku selalu bersamamu...
Andai ada keajaiban...
Ingin ku ukirkan bersama...
Namamu diatas bintang-bintang angkasa...
Agar semua tau...
Kau berarti untukku...
__ADS_1
Selama-lamanya kamu milikku...
Kini telah ku buktikan...
Kamu pendamping setia...
Kuat tak pernah mengeluh...
Bahagiaku selalu bersamamu...
Andai ada keajaiban...
Ingin ku ukirkan...
Namamu diatas bintang-bintang angkasa...
Agar semua tau...
Kau berarti untukku...
Selama-lamanya kamu milikku...
Namun ku sadari diriku...
Takkan mampu selalu...
Bahagiakan kamu...
Tapi akan ku perjuangankan...
Untukmu yang terhebat...
Kekasih impian...
Andai ada keajaiban (andai ada keajaiban)...
Ingin ku ukirkan...
Namamu diatas bintang-bintang angkasa...
Agar semua tau...
Kau berarti untukku...
Selama-lamanya kamu milikku...
Suamiku...
Tanpamu aku tidak akan bisa berdiri seperti ini...
Terima kasih atas semua perjuangan mu...
Aku tak pernah menyesal menikah dengan mu...
Justru kamu yang membuat ku menyesal jika kita tidak bisa bersama lagi...
...I Love You, Suamiku......
Idris langsung memeluk istrinya dengan erat didepan semua orang. Tangis Nanda langsung pecah. Semua orang pun merasa terharu melihat adegan yang ada dipanggung. Setelah itu Idris melepas pelukannya. Ia beralih mengambil microfon yang tadi dipakai oleh istrinya untuk bernyanyi.
Lagu ini. Ya. Lagu yang Idris nyanyikan ketika mereka berdua ada di Bali. Lagu favorit yang tak akan membuat Idris bosan ketika menyanyikannya.
Rasa... Ini hadir begitu cepatnya...
Jawaban dari kesabaran hati yang percaya...
Dan kau... Oh Tuhan hadirkan...
Tuk mengisi dan menemani...
Hidupku...
Tiba masanya mendung pun berpelangi...
Kesendirian pun berganti bahagia...
Ku pun menikah denganmu...
__ADS_1
Kau bidadari surgaku...
Tuhan hadirkan cinta yang tak biasa...
Yang tak biasa...
Habiskan waktu bersama...
Hingga raga tak bernyawa...
Kita kan selalu bersama... huuu...
Kita kan selalu bersama...
Hingga nanti cinta kita mengenal di surga...
Tiba masanya mendung pun berpelangi...
Kesendirian pun berganti bahagia...
Ku pun menikah denganmu...
Kau bidadari surgaku...
Tuhan hadirkan cinta yang tak biasa...
Yang tak biasa...
Habiskan waktu bersama...
Hingga raga tak bernyawa...
Kita kan selalu bersama... huuu...
Kita kan selalu bersama...
Hingga nanti cinta...
Mengekal di surga...
Idris mengusap air mata istrinya dengan lembut sambil bernyanyi. Semua orang begitu kagum mendengar suara sepasang suami istri itu. Senyum Nanda terukir dengan jelas.
Apapun yang terjadi...
Aku selalu berdoa agar kita bisa terus bersama...
Takdir Allah memang yang terbaik...
Jalani alur itu...
Jangan pernah menyerah...
Karena...
Aku mencintaimu...
Bidadari surgaku...
Tepuk tangan kembali terdengar. Ribuan orang yang hadir memberi selamat secara bergantian ketika acara resepsi selesai. Hari itu adalah hari yang paling bersejarah bagi keluarga Firma. Kebahagiaan datang secara bersamaan. Walau mereka tak tau apa yang Allah rencana untuk kedepannya. Meraka hanya bisa mengikuti seperti halnya air yang mengalir.
Fotografer mengabadikan moment tersebut. Senyum pun selaku terukir dari ketiga pengantin yang berada di atas panggung. Acara selesai pada jam sebelas malam.
"Kamu pasti lelah kan?" tanya Idris yang khawatir.
"Ngga kok... Aku bahagia bisa ada disini... Lelah itu hilang kalau ada kamu disamping aku..." balas Nanda.
Tangan Idris terulur menyentuh perut Nanda. Mengusapnya dengan perlahan sembari tersenyum menikmati. Idris pun tak percaya jika akhirnya ia bisa bersama dengan wanita yang dulu tidak ia cintai. Semua karena Allah yang maha kuasa. Berkuasa atas segala yang ada di bumi. Menyatukan dua manusia baginya begitu gampang.
"Terima kasih ya Allah... Jagalah istriku dan calon anakku selalu..." ucap Idris mencium perut Nanda.
"Amin..." balas Nanda.
Tengah malam semua orang kembali ke kamar masing-masing. Nanda merasa benar-benar lelah hari ini. Lalu Nanda merebahkan tubuhnya yang masih terbalut gaun pengantin berwarna kecoklatan. Hari ini Nanda berganti pakaian sebanyak tiga kali. Semua sudah berpasang-pasangan. Karena yang memilih gaun tersebut adalah Omah. Tak dapat diragukan lagi jika Omah yang memilihnya. Karena dulu Omah adalah seorang desainer yang terkenal.
✨Hallo semuanya 👋✨
Alhamdulillah hari ini bisa up. Jangan lupa tinggalkan kenangan. Like dan Vote sebanyak-banyaknya. Jangan lupa masuk group Author yah. Ramaikan. Makasih untuk semuanya.
__ADS_1
✨Sampai jumpa👋✨