Istriku Seorang CEO

Istriku Seorang CEO
Episode 36


__ADS_3

✨Ancaman✨


Nanda...


"Bagaimana?" tanya Nanda ketika Idris masuk ke dalam bangsal.


"Kasus ini akan segera ditangani oleh polisi secepatnya... Kita bantu dengan doa agar ayah bisa cepat ditemukan..." jawab Idris yang terduduk lesu dikursi kosong samping ranjang Nanda.


"Hiks... Hiks..." tangis Nanda kembali pecah ketika mendengar hal tersebut. Ia teringat betapa cintanya Rama pada dirinya hingga lebih memilih anak angkat daripada anak kandung sendiri. Dan sekarang dimana dia berada?. Bagaimana keadaannya saat ini?. Apakah baik-baik saja atau tidak?.


Idris yang melihat Nanda menangis tentu saja tak tega. Dipeluknya sang istri agar membuatnya lebih tenang.


"Sudah... Sudah... Jangan menangis lagi..." ucap Idris sambil mengelus punggung Nanda dengan lembut.


Tak sengaja mata Idris melihat ada sepiring nasi dan lauk yang masih utuh diatas meja. Pertanda Nanda belum makan sejak ia pergi tadi pagi. Munculah rasa bersalah dibenak Idris.


Dilepaskannya pelukan itu dengan perlahan. Nanda masih menunduk dengan wajah yang basah akibat tangisnya. Ditangkupnya wajah cantik Nanda dengan kedua tangan Idris. Mata berair itu saling tatap selama beberapa saat.


"Kenapa kamu belum makan?" tanya Idris lembut.


Nanda tak bisa berkata apapun saat ini. Ia hanya menggelengkan kepalanya dengan artian tidak. Tangan Idris pun kembali turun dari wajah Nanda. Lalu terjulur untuk mengambil nampan yang berisi sepiring nasi, lauk dan juga segelas air putih.


"Ayo kamu harus makan... Biar kamu cepat sembuh... Ayah pasti senang kalau kamu sembuh..." ucap Idris dengan lembut.


Tak tau kenapa setiap Idris meminta pasti Nanda tak bisa menolaknya. Mulut Nanda terbuka dengan perlahan untuk menerima suapan demi suapan dari Idris.


Diwaktu yang sama seorang laki-laki sedang duduk dengan kepala ditutup dengan kain dan juga kedua tangan dan kaki yang terikat dikursi.Tak berapa lama seseorang masuk dari salah satu pintu dengan pakaian putih ditambah dengan setelan jas seperti seorang CEO perusahaan.


"Bangun!" gertak orang tersebut dengan kasar.


Laki-laki yang duduk di bangku pun tersadar dari tidurnya. Dibukanya kain hitam yang menutupi kepalanya dengan kasar. Dan memperlihatkan seringainya pada laki-laki yang sedang duduk dikursi tersebut.


"K-kau?" ucap laki-laki tersebut ketika melihat orang yang berdiri didepannya saat ini.


"Ya? Kamu masih ingat aku?" tanya laki-laki tersebut dengan sudut bibir yang terangkat sebelah.


"Gilang..." jawab laki-laki tersebut dengan tepat.


"Iya Rama... Aku Gilang... Anak dari orang yang telah ayah mu buat Dia menjadi gila..." ucap Gilang dengan sinis.


"Kamu salah paham..." ucap Rama berusaha menjelaskan.

__ADS_1


"Apa? Salah paham? Oh no! Aku ingin balas dendam terhadap mu karena telah membuat ayah ku gila..." balas Gilang tak mau kalah.


"Asal kamu tau... Itu semua salah paham..." bela Rama.


"Diam kau!" ucap Gilang dengan penuh emosi.


Kejadian lima tahun yang lalu dimana dua perusahaan saling bersaing dengan sengit. Hingga pada akhirnya salah satu perusahaan bangkrut karena tidak dapat menampung jumlah pengeluaran yang begitu besar.


Gilang yang sekarang adalah suami baru Rini. Dia adalah anak satu-satunya dari pemilik perusahaan yang bangkrut tersebut. Ayah Gilang terlalu berambisi untuk bisa menjadikan perusahaannya lebih terkenal dan maju dibandingkan dengan Firma Group. Meski ayah Gilang tau jika hal itu tidak mungkin. Dan semuanya berakhir nihil dimana perusahaan tersebut bangkrut dan ditutup selama satu tahun karena hutang yang menumpuk dan tak bisa dilunasi.


Hal tersebut yang membuat ayah Gilang menjadi gila. Dan sekarang Gilang lah yang akan membalas dendam terhadap keluarga Firma. Tentunya itu semua adalah kesalahpahaman belaka. Gilang mengira jika semua ini adalah ulah dari ayah Rama dan kenyataannya adalah ayahnya sendiri yang terlalu berambisi.


"Apa kamu tau? Ini semua aku lakukan untuk membalaskan dendam terhadap keluarga Firma!" ucap Gilang dengan keras.


"Semua adalah kesalahpahaman Gilang..." ucap Rama ingin menjelaskan yang sebenarnya.


"Kamu berbohong! Ayah mu itu yang telah membuat perusahaan ayah ku menjadi bangkrut! Dan sekarang kamu harus menggantikan semuanya! Ayah ku gila! Kau tau itu???" ucap Gilang yang lalu memerintahkan salah satu bodyguardnya untuk mengambilkan surat peralihan perusahaan.


"Sekarang kamu tanda tangan disini! Cepat!" ucap Gilang menerima surat peralihan tersebut dan langsung menyodorkannya pada Rama dengan pena diatasnya.


"Aku tidak akan pernah tanda tangani surat peralihan itu..." balas Rama.


"Apa maksud mu Gilang?" tanya Rama balik.


"Jika kamu tidak mau menandatangani surat peralihan ini maka aku akan mencelakai anak sampah itu atau pun anak kandungmu..." jawab Gilang dengan santai.


"Jangan pernah menyakiti kedua anakku..." ucap Rama yang langsung teringat dengan Nanda yang dirawat dirumah sakit dan juga Naya yang jauh dari jangkauannya saat ini.


"Hahahaha... Apa aku sebodoh itu Rama? Cepat tanda tangani surat ini atau keduanya akan ku celakai..." ucap Gilang dengan seringainya.


"Aku tidak akan menandatangani surat itu..." balas Rama yang tentu saja membuat Gilang marah.


Bruk.


Satu pukulan tepat mengenai wajah Rama yang membuat darah segar keluar dari sudut bibirnya. Rama meringis menahan perihnya luka segar yang baru didapat dari Gilang.


"Apa itu masih kurang agar kamu mau menandatangani surat peralihan ini???" tanya Gilang yang dipenuhi emosi.


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah tanda tangani surat peralihan itu..." jawab Rama dengan bibir sedikit bergetar.


"Baiklah kalau itu yang kamu mau... Tunggu saatnya kamu akan menyesal tidak menandatangani surat peralihan ini Rama..." ucap Gilang yang lalu keluar dengan diikuti oleh para bodyguard dibelakangnya.

__ADS_1


Rama terpaksa tidak menandatangani surat peralihan tersebut karena perusahaan Firma Group adalah wasiat dari ayahnya. Perjuangan keras dari keluarga Firma yang sekarang menjadi tanggung jawab Rama. Walau semua sudah dialihkan kepada Nanda tapi Rama masih mempunyai kewajiban untuk membantu dan memantau Firma Group.


Di satu sisi yang lain seorang gadis cantik tengah menonton TV diruang tamu sendirian. Ditekannya tombol remote berkali-kali karena bosan. Jari-jarinya terhenti ketika mendapati sebuah siaran TV yang membuatnya terkejut.


"Ayah..." ucap gadis cantik tersebut yang tentunya adalah Naya.


"Itu mobil ayah..." ucap Naya ketika melihat plat nomor yang tertera di mobil.


Dengan cepat Naya bangkit dari sofa menuju kamar ibunya yang tak jauh dari ruang tamu.


Diketuknya kamar tersebut dengan cepat.


"Masuk..." ucap seseorang dari dalam kamar.


Masuklah Naya ke dalam kamar Rini yang cukup mewah. Dihampirinya sang ibu lalu duduk disebelahnya.


"Ada apa nak?" tanya Rini yang melihat Naya menatapnya dengan tatapan tak bisa diartikan.


"Apa ibu yang melakukan semua ini pada ayah?" tanya Naya balik.


"Apa maksud kamu menanyakan itu?" tanya Rini yang tak tau maksud dari Naya.


"Mobil ayah ditemukan dipinggir jalan dengan pintu terbuka dan juga kaca sedikit pecah... Tapi ayah tidak ada disana... Hanya ada kartu identitas dan juga ponsel yang ditemukan oleh warga..." jawab Naya menjelaskan ap yang tadi ia lihat di TV.


"Tau dari mana kamu?" tanya Rini kembali.


"Dari TV..." jawab Naya.


"Jadi kamu nuduh ibu yang melakukan semua ini?" tanya Rini sambil menatap Naya.


"Bukan seperti itu ibu... Aku takut ibu yang melakukan semua ini pada ayah..." jawab Naya menundukkan kepalanya.


"Ibu tidak sekejam itu..." balas Rini yang langsung memeluk anaknya.


Pasalnya Rini pun terkejut ketika mendengar hal itu. Banyak pertanyaan yang muncul dibenaknya saat ini. Siapa yang melakukan semua ini?. Rini memang pernah menyuruh anak buahnya untuk membunuh Rama tapi hal itu ia urungkan karena kasihan pada Naya. Dia tak tega jika Naya tau semua ini adalah perbuatannya. Apakah dia pantas disebut ibu?.


✨Salam Author 👋✨


Selamat malam semuanya... Maaf yah up nya lama... Jangan bosan-bosan yah nunggu kelanjutan kisah Idris dan Nanda... Masih banyak kok kisah setelah ini yang tentunya masih dirahasiakan oleh Author untuk kalian para pembaca setia ku... Jangan lupa like, koment dan Vote yah... Buat Author lebih semangat lagi... 💙💙💙


✨See you👋✨

__ADS_1


__ADS_2