Istriku Seorang CEO

Istriku Seorang CEO
Episode 88


__ADS_3

✨Dua kebahagiaan ✨


Acara selesai dengan diakhiri makan-makan. Setelah itu semua orang kembali ke ruang tamu untuk bersantai terlebih dahulu. Nanda tak henti-hentinya tersenyum memandangi wajah tampan Idris. Mereka ikut duduk di ruang tamu yang besar dan mewah.


"Sebaiknya kalian berdua menginaplah dulu disini..." ucap bu Maryam yang diangguki oleh ayah Rama dan Omah.


"Bagaimana mas?" tanya Nanda meminta pendapat.


"Iya udah kita nginep dulu disini besok pagi kita pulang..." jawab Idris.


"Karena sudah pukul sepuluh malam, ayah sama bunda pamit yah..." ucap ayah Rama sembari bangkit.


Semua orang kembali ke kamar masing-masing mengikuti ayah Rama. Nanda dan Idris tidur terlebih dahulu di kamar yang dulu mereka tempati. Rasanya begitu banyak kenangan di kamar itu bagi Nanda dan Idris.


"Aku rindu kamar ini mas..." ucap Nanda ketika pintu terbuka.


"Aku juga..." balas Idris.


Keduanya bersih-bersih terlebih dahulu lalu tidur bersama di ranjang yang empuk. Nanda tidur dengan dipeluk oleh Idris. Mereka langsung tertidur karena sudah sangat lelah dan mengantuk.


Tepat jam tiga pagi, Nanda terbangun karena merasakan sakit di bagian perutnya. Nanda segera membangunkan Idris karena rasa sakitnya terus bertambah.


"Mas... Ayo bangun..." ucap Nanda menggoyangkan tubuh Idris karena sudah tak tahan lagi.


Idris segera terbangun karena mendengar suara rintihan. Ia langsung panik sekaligus khawatir melihat Nanda yang tengah merintih sambil memegang perutnya. Nanda menitikkan air mata karena menahan sakit diperutnya.


"Ayo kita ke rumah sakit..." ucap Idris lalu bersiap dan menggendong Nanda keluar dari rumah.


Idris dengan cepat berlari menuruni tangga dan menuju pintu utama. Karena posisi rumah yang gelap, Idris menabrak seseorang ketika baru sampai ruang tamu.


Bruk.

__ADS_1


"Kakak ipar? Kak Nanda kenapa?" tanya Naya ketika ia menyalakan lampu.


"Sepertinya kakak kamu mau lahiran... Kakak mau ke rumah sakit dulu yah... Nanti kamu bilang sama ayah dan bunda..." jawab Idris dengan cepat.


Naya yang tadinya hendak mengambil minum, segera kembali ke kamar untuk membangunkan Alex. Setelah itu ia juga membangunkan ayah Rama dan bu Maryam. Dan yang terakhir membangunkan Omah.


Idris mengendarai mobilnya secepat mungkin. Untung saja, jalan raya masih sangat sepi. Nanda meringis menahan sakit di perutnya dengan terus membaca doa disepanjang jalan.


"Sus tolong periksa istri saya..." ucap Idris ketika ia sampai di rumah sakit.


Nanda dibaringkan di kasur yang tersedia di sebuah ruangan. Dokter kandungan yang baru saja menangani pasien, segera memeriksa kondisi Nanda. Benar saja, Nanda akan melahirkan.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Idris ketika dokter Nila keluar ruangan.


"Istri bapak akan melahirkan... Jadi silahkan temani dia didalam... Karena saat ini istri bapak membutuhkan bapak..." jawab dokter Nila sesuai dengan nametag yang menempel di jas putihnya.


Idris segera masuk dan menghampiri Nanda yang tengah tersenyum walau ia sedang menahan rasa sakit yang amat sangat. Idris mengecup kening Nanda. Ia merasa khawatir karena Nanda harus melahirkan lebih awal dari perkiraan.


"Mas jangan khawatir... Aku baik-baik aja kok... Mungkin anak kita pengen bikin kejutan di hari ulang tahun aku mas..." ucap Nanda dengan tersenyum karena melihat raut wajah Idris yang sangat khawatir.


"Bismillah yah bu..." ucap dokter Nila bersiap.


Nanda mengangguk. Ia menarik napas dalam-dalam dan menggenggam tangan Idris sekuat tenaga. Tepat ketika adzan subuh, suara tangis bayi terdengar memenuhi ruangan.


"Alhamdulillah mas..." ucap Nanda dengan air mata mengalir bahagia.


Idris juga ikut meneteskan air matanya ketika mendengar tangis sang anak. Dokter Nila membersihkan bayi yang baru lahir lalu memberikannya kepada Nanda.


"Selamat bayinya perempuan... Dia sehat dan cantik seperti ibunya..." ucap dokter Nila.


"Terima kasih dokter..." balas Nanda dan Idris bersamaan.

__ADS_1


Nanda mengecup bayinya lalu mendekapnya untuk memberikan kehangatan. Senyum manis terukir jelas di bibir Nanda. Kelahiran anak pertama mereka membuat Idris merasa sangat bahagia. Sekarang ia dan Nanda sudah menjadi orang tua.


"Aku adzanin dulu yah..." ucap Idris sembari menggendong sang anak dengan hati-hati dan meletakkannya di kasur yang terletak di samping Nanda.



Idris mengumandangkan adzan seperti yang dulu papahnya lakukan ketika ia lahir. Bayi mungil itu terus memandang wajah Idris. Nanda tersenyum melihat bayinya yang sudah tenang.


"Anak manis..." ucap Idris ketika ia selesai mengumandangkan adzan. Lalu ia mengecup kening sang anak.


Keluarga Firma segera menuju rumah sakit setelah Naya memberitahu. Bu Maryam dan Omah begitu khawatir dengan kondisi Nanda saat ini. Karena jadwal persalinan Nanda seharusnya dilaksanakan sembilan hari lagi.


"Semoga Nanda dan bayinya baik-baik saja Omah..." lirih bu Maryam sembari memeluk Omah di dalam mobil.


Setelah pemeriksaan dilakukan, Nanda dipindah ke ruang VIP. Bayi perempuan itu begitu mirip dengan Idris. Cantiknya pun mewarisi kecantikan milik Nanda.


Setibanya di rumah sakit seluruh keluarga Firma segera pergi menuju ruangan yang sudah Idris beritahu. Ruangan itu terletak di lantai tiga. Omah lebih dulu masuk ke dalam bangsal yang bertuliskan Kamboja nomer tiga.


"Assalamualaikum..." ucap Omah.


"Waalaikum salam..." balas Nanda dan Idris sembari menoleh ke arah sumber suara.


"Ya Allah... Cicit ku..." ucap Omah sembari mendekat ke arah Nanda yang tengah menggendong bayi mungilnya.


"Dia laki-laki atau perempuan nak?" tanya bu Maryam yang ikut mendekat untuk melihat cucunya.


"Dia perempuan bunda..." jawab Nanda.


Semua orang terlihat bahagia dengan kehadiran si bayi. Sekarang Nanda mendapat dua kebahagiaan sekaligus. Tadi malam, ia mendapat kejutan dari sang suami, dan sekarang ia mendapat kejutan kedua kalinya dari sang buah hati.


✨Hallo gaes👋✨

__ADS_1


Alhamdulillah hari ini bisa up. Gimana nih? Tambah seru ngga? Si debay udah lahir lho?. Jangan lupa like and vote sebanyak-banyaknya yah. Makasih banget buat kalian yang udah setia baca sampai episode ini. Semoga kebaikan kalian dan kesetiaan kalian terbalas oleh Allah SWT. Makasih juga yang udah koment buat novel ini. Author memang harus belajar lagi kedepannya. Insya Allah season 2 bakal lebih bagus dan nantikan dari ini. Sampai jumpa di episode selanjutnya. Jumat berkah, perbanyak like and vote yah. Sholawatnya donk jangan lupa.


✨Semoga terhibur 😊👋✨


__ADS_2