
✨Lamaran dan Resepsi ✨
Hari adalah hari dimana kandungan Nanda berusia dua bulan. Kondisi Idris pun sudah membaik seperti sebelum kecelakaan. Keduanya begitu kompak dalam segala hal. Saling merawat dan menjaga satu sama lain.
Seluruh anggota keluarga Firma berkumpul di ruang tamu. Ada ayah Rama, Omah, bu Maryam, Naya, Alex dan tentunya ada Nanda dan Idris juga disana. Semua orang terlihat bahagia. Senyum pun terukir dengan jelas dibibir masing-masing.
"Sebelumnya ayah berterima kasih kepada kalian semua yang sudah mau berkumpul di ruang tamu... Disini ayah akan menyampaikan berita bagus buat kalian semua..." ucap ayah Rama mengawali.
"Besok keluarga Alex akan datang untuk melamar Naya..." lanjut ayah Rama.
Semua orang terkejut mendengar hal tersebut. Naya pun tersenyum senang. Omah pun ikut bahagia karena cucu keduanya akan segera menikah.
"Dan ayah juga akan melamar bu Maryam..." lanjut ayah Rama.
Nanda terkejut mendengar hal yang tak pernah ia pikirkan sama sekali. Omah pun sama. Dia juga terkejut mendengar hal tersebut dari putra semata wayangnya.
"Kamu tidak bercanda kan, nak?" tanya Omah.
"Tidak Omah... Rama sungguh akan melamar Maryam..." jawab ayah Rama dengan mantap.
Bu Maryam hanya menunduk. Ia juga tidak menyangka jika ayah angkat anaknya ternyata mempunyai rasa terhadapnya. Ayah Rama telah mengatakan semua rasa itu beberapa hari yang lalu. Dan ayah Rama membuktikan bahwa ucapannya tidak main-main.
"Bagaimana menurutmu, nak Maryam?" tanya Omah memandang wanita cantik yang begitu mirip dengan cucunya itu.
Semua orang tertuju kepada bu Maryam yang menunduk. Kemudian Nanda bangkit dan duduk disebelah bundanya. Tangan Nanda mengelus lengan bu Maryam dengan lembut.
"Bunda..." panggil Nanda.
"Iya nak..." balas bu Maryam memandang putrinya.
"Bunda ngga perlu sedih... Kalau pun bunda menerima lamaran ayah, Nanda juga bakal ikut senang kok..." ucap Nanda yang membuat bu Maryam tersenyum.
"Sebenarnya bunda teringat dengan ayah kamu... Entah dimana dia sekarang... Tetapi bunda sudah mengikhlaskan dia... Dan sekarang..." ucap bu Maryam terhenti.
"Kenapa Maryam?" tanya ayah Rama.
"Aku akan memulai hidup baru... Dan aku berharap masa laluku tidak terulang kembali..." jawab bu Maryam.
__ADS_1
"Jadi, apa kamu mau menjadi istri?" tanya ayah Rama.
Bu Maryam menganggukan kepalanya. Semua orang tersenyum melihat jawaban dari bu Maryam. Air mata Naya mengalir begitu saja. Dia teringat mendiang ibunya. Ibunya pasti sudah bahagia disana. Pikir Naya.
"Alhamdulillah..." ucap ayah Rama dan Omah bersamaan.
"Ayah juga mempunyai rencana untuk kedepannya... Setelah lamaran Alex dan Naya berlangsung... Kita akan mengada resepsi besar-besaran... Dan didalam resepsi itu ada tiga pernikahan yang kita rayakan bersama..." beritahu ayah Rama pada semua orang.
"Kenapa ada tiga ayah? Bukannya cuman dua pernikahan saja?" tanya Naya.
"Satu lagi adalah pernikahan kakakmu... Kemarin dia tidak mengadakan resepsi seperti pernikahan lainnya... Maka dari itu ayah berinisiatif untuk menggabungkan resepsi itu menjadi satu acara yang besar..." jawab ayah Rama.
Nanda dan Idris saling pandang dan akhirnya tersenyum bersama. Nanda tak pernah berpikir akan mengadakan acara resepsi. Apalagi sekarang resepsi itu untuk merayakan tiga pernikahan sekaligus.
"Terima kasih ayah..." ucap Nanda dan Idris kompak.
"Sama-sama..." balas ayah Rama.
Jam menunjukkan pukul sembilan malam. Semua rangkaian bangkit dan berjalan ke kamar masing-masing. Nanda dan Idris merebahkan tubuhnya ketika sudah sampai didalam kamar. Seperti biasa Nanda selalu memeluk tubuh wangi suaminya.
"Aku ngga pernah menyangka ayah bakal punya perasaan sama bunda, mas..." ucap Nanda bermain kancing kemeja Idris.
"Pasti acaranya bakalan besar dan ramai banget yah, mas?" tanya Nanda menerawang.
"Mungkin begitu... Apalagi merayakan tiga pernikahan sekaligus... Aku ngga bisa membayangkan..." jawab Idris.
Kemudian keduanya tidur bersama dengan selimut yang ikut menghangatkan. Nanda tak pernah bisa lepas dari suaminya itu. Mengingat kejadian dua bulan yang lalu membuat Nanda merasa takut kehilangan laki-laki yang sudah lama menghiasi hidupnya menjadi lebih berwarna dan berarti.
Keesokan harinya...
Keluarga Alex datang. Ada ayah, ibu dan adik laki-laki Alex. Semua orang sudah berkumpul di ruang tamu yang luas dan mewah. Acara lamaran pun berlangsung dengan lancar. Diakhiri dengan pasang cincin antara Alex dan Naya.
Alex dengan setia menunggu calon istrinya hingga wisuda nanti. Tetapi Naya justru meminta agar pernikahan dipercepat mengingat resepsi tersebut terdiri dari tiga pernikahan. Perut Nanda yang semakin hari semakin membesar membuat semua orang berpikir lagi jika pernikahannya harus dilangsungkan secepatnya.
"Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar..." ucap ayah Rama.
"Alhamdulillah..." balas semua orang.
__ADS_1
"Jadi kita sepakat melangsungkan pernikahannya bulan depan..." ucap ayah Rama.
"Bagus kalau begitu pak... Lebih cepat lebih baik..." balas ayah Alex.
Ayah dan ibu Alex berpamitan setelah acara selesai. Diikuti juga dengan adik Alex yaitu Alan. Seluruh keluarga Firma mengantar keluarga Alex hingga didepan teras rumah. Keluarga Alex diantar oleh sopir menuju stasiun.
Sedangkan seluruh keluarga Firma kembali masuk ke dalam rumah. Para pembantu membersihkan ruangan tamu yang tadi dipakai untuk acara lamaran. Tinggal menunggu waktu menuju hari pernikahan.
"Yuk ke kamar..." ajak Idris.
"Ayuk..." balas Nanda.
Semua orang kembali ke kamar masing-masing seperti biasa. Melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda. Nanda dan Idris duduk bersama di sofa kamar. Acara lamaran tadi membuat Nanda merasa cepat lelah. Dan Idris pun sama, ia juga merasa cepat lelah semenjak kecelakaan dua bulan yang lalu.
Di tempat lain seorang wanita sedang duduk di kursi pojok cafe. Tak berapa lama seorang laki-laki datang menghampirinya. Lalu duduk di kursi kosong di depan si wanita yang tengah sibuk dengan ponsel ditangannya.
"Kamu sudah lama datang?" tanya laki-laki sambil melepas topi yang menutupi rambut hitamnya.
"Belum terlalu lama..." jawab si wanita sambil meletakkan ponselnya di atas meja.
"Maaf aku datang terlambat... Tadi aku habis menghadiri acara lamaran kakakku..." ucap laki-laki tersebut jujur.
"Tak apa... Yang terpenting aku bisa bertemu dengan kamu..." balas si wanita.
Kemudian keduanya memesan beberapa menu ringan. Berbincang banyak hal yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Mereka berdua teringat pertama kali bertemu dulu. Mungkin jika diceritakan akan menjadi cerita yang lucu.
"Aku tidak menyangka jika kita akan sedekat ini..." ucap si wanita menyeruput secangkir kopi hangat.
"Aku juga... Sungguh aku tak pernah membayangkan bisa dekat dengan wanita secantik kamu... Hanya dulu gara-gara masalah sepele kita jadi bisa selalu bersama seperti ini..." balas si laki-laki mengingat kejadian sebulan yang lalu.
"Aku sungguh malu mengingat kejadian itu..." ucap si wanita yang tak lain adalah Santi.
"Tak usah malu... Lupakan kejadian konyol itu... Yang terpenting hubungan kita sekarang..." ucap si laki-laki yang bernama Alan. Ya. Dia adalah adik laki-laki Alex.
✨Siang semuanya 👋✨
Alhamdulillah bisa up hari ini. Jumat berkah. Gimana nih?. Tambah seru?. Cukup setia aja menanti kisah selanjutnya, okey?. Insya Allah Author bakal up setiap hari kalau ngga ada tugas yang numpuk. Mohon pengertiannya yah. Jangan lupa tinggal kenangan. Like dan Vote sebanyak-banyaknya biar Author tambah semangat. Jangan lupa masuk group Author yah. Biar tambah ramai. Sekian dari Author. Kalau ada yang ditanyakan masuk group aja dan tanya disana. Sampai bertemu di episode selanjutnya.
__ADS_1
✨Dahhhh👋✨