
✨ Kejutan✨
Pagi harinya Nanda bersiap untuk pergi ke perusahaan Argo bersama dengan Idris. Disana akan dilaksanakan acara penutupan pengawasan proyek. Pada jam sembilan keduanya telah siap dengan pakaian yang serasi.
"Udah siap?" tanya Idris ketika Nanda berdiri dihadapannya.
"Udah... Yuk berangkat..." jawab Nanda dengan semangat.
"Tumben kamu semangat banget..." ucap Idris sambil beranjak dari sofa.
"Aku cuma senang aja si sebentar lagi pulang ke rumah... Dan lebih tepatnya kamu nggak ketemu lagi sama Nona seksi itu..." balas Nanda yang membuat Idris gemas.
Ingatan tentang mimpi tadi malam berusaha Nanda lupakan. Walau sebenarnya Nanda masih begitu ingat dengan mimpinya itu. Dan sekarang Nanda harus terlihat bersemangat didepan suaminya agar tidak membuatnya khawatir lagi.
"Menurut kamu Nona seksi itu cantik nggak si?" tanya Idris meledek.
"Kalau cantik, kamu mau apa?" jawab Nanda dengan bibir yang dimajukan.
"Mau aku makan..." jawab Idris.
"Ya udah sana..." ucap Nanda sambil pergi meninggalkan Idris.
Tawa Idris langsung pecah melihat istrinya bertingkah lucu seperti itu. Langkah kaki Nanda terhenti ketika mendengar tawa yang jarang sekali ia dengar. Lalu tubuh Nanda berbalik dan memandang laki-laki yang selalu menemaninya setiap hari.
"Nggak mungkin juga aku makan manusia..." ucap Idris disela tawanya.
"Udah lah... Ayo buruan berangkat..." ucap Nanda sambil menggandeng tangan Idris keluar dari kamar.
Keduanya keluar kamar sambil bergandengan tangan. Lalu masuk ke dalam lift yang tersedia tak jauh dari kamar. Ada petugas di depan lift yang menyambut Nanda dan Idris dengan ramah.
Tak butuh waktu yang lama, akhirnya Nanda dan Idris sampai di lantai dasar. Seperti biasa pak Hendi sudah on time di lobi. Pak Hendi menyapa dengan ramah ketika Nanda dan Idris sampai di lobi.
"Mari pak... Bu... Silahkan..." ucap pak Hendi mempersilahkan.
"Terimakasih..." ucap Nanda dan Idris bersamaan.
Mobil mulai bergerak meninggalkan lobi hotel. Membelah jalan raya yang mulai ramai oleh mobil dan juga motor. Udara yang sejuk membuat Nanda betah berlama-lama di Bali. Tetapi ketika mengingat Ameera rasanya Nanda ingin segera pergi. Semua itu membuat Nanda bingung.
"Jangan melamun..." nasihat Idris yang membuyarkan lamunan istrinya.
"Aku nggak melamun kok..." sanggah Nanda.
"Kamu pengen jalan-jalan lagi nggak?" tanya Idris mengalihkan pembicaraan.
"Kemana?" tanya balik.
"Terserah kamu... Aku ngikut aja..." jawab Idris yang membuat senyum Nanda langsung terukir.
Didepan pak Hendi hanya tersenyum sembari mencuri pandang ke belakang lewat spion. Ternyata bos barunya itu cukup humoris dan romantis. Lalu kembali fokus ke jalanan agar cepat sampai.
Suasana didalam mobil begitu hidup. Canda tawa sering terdengar. Keduanya sibuk bercerita sampai tak sadar jika mereka sudah sampai di tempat tujuan.
"Sudah sampai pak..." beritahu pak Hendi.
"Ayo sayang..." ajak Idris untuk turun.
"Ayo..." balas Nanda.
Keduanya turun dengan di sambut oleh petugas yang ada di depan lobi. Semua mengenakan pakaian serba hitam. Memang semua itu sudah biasa untuk orang kantoran. Pakaian berwarna putih lalu terbalut dengan jas hitam. Sudah sangat biasa.
Petugas mengarahkan kemana Nanda dan Idris harus pergi. Mereka berdua sampai di tempat yang luas dengan dekorasi yang cukup mewah. Tetapi masih bersifat formal. Sudah banyak orang di dalam ruangan. Tentunya semua orang mengenakan jas hitam atau baju putih untuk para bawahan.
__ADS_1
"Silahkan duduk pak Zafran..." ucap seorang wanita yang sudah Idris ketahui.
"Terima kasih..." balas Idris.
"Maaf nyonya anda tak seharusnya duduk di samping tuan Zafran..." ucap Ameera yang tak punya malu.
"Kenapa istri ku tak boleh duduk disamping ku?" tanya Idris.
"Itu hanya untuk tamu penting saja tuan Zafran..." jawab Ameera yang belum tau identitas Nanda.
"Tamu penting? Bahkan dia lebih penting daripada tamu yang terpenting sekali pun..." ucap Idris dengan penuh penekanan.
Nanda hanya terdiam tak membalas. Untuk saat ini Nanda akan membiarkan sejauh mana nona seksi itu berhasil menggoda suaminya. Rasanya Nanda ingin tertawa ketika mendengar hanya tamu penting saja yang boleh duduk. Hampir seluruh perusahaan menginginkan seorang Nanda untuk duduk di bangku terdepan tetapi wanita ini sungguh merendahkannya.
"Nyonya Firma..." ucap petinggi perusahaan Argo terkejut.
"Saya tidak percaya jika nyonya akan datang ke perusahaan Argo..." ucap petinggi perusahaan yang membuat Ameera bertanya-tanya.
"Saya kemari bersama dengan suami saya..." balas Nanda dengan senyuman yang membuat orang luluh.
"Pak Zafran maksud nyonya?" tanyanya.
"Betul sekali... Dia adalah suami saya..." jawab Nanda sambil memandang Idris.
Kemudian Nanda dan Idris dipersilahkan untuk duduk. Mata Ameera tak berhenti berkedip ketika melihat bos nya mempersilahkan wanita yang ada di sebelah Idris. Ameera teringat perkataan bosnya yaitu nyonya Firma. Perusahaan Firma adalah perusahaan paling terkenal di negara Indonesia. Teringat dengan itu Ameera menelan ludahnya dengan kasar. Ternyata dia salah lawan. Tak mungkin bawahan sepertinya bisa menandingi seorang CEO perusahaan terkenal.
"Ameera!" ucap petinggi perusahaan menyadarkan lamunan Ameera.
"Ah! Iya pak?" ucap Ameera salah tingkah.
"Jangan melamun... Cepat kerjakan tugas mu..." perintah petinggi perusahaan.
"Baik pak..." balas Ameera kemudian berlalu.
Semua orang tertuju dengan CEO muda baru yang sekarang sedang berada di atas panggung. Kemudian Idris mengambil microfon yang tersedia. Sebenarnya Idris telah mempersiapkan semuanya sebelum hari ini. Idris memerintahkan pak Hendi agar menyiapkan kejutan seperti yang Idris inginkan.
"Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih untuk semuanya... Karena telah mengizinkan saya untuk berdiri disini... Dan berdirinya saya disini untuk memberikan sebuah kejutan untuk seseorang yang selalu menemani saya di kala senang maupun susah..." ucap Idris mengawali.
Prok..prok...prok...
Semua orang yang berada di dalam ruangan bertepuk tangan. Nanda hanya terdiam menyaksikan apa yang akan suaminya lakukan di atas panggung. Tetapi senyumnya terus terukir ketika pandangan keduanya bertemu.
Lalu alunan musik pun mulai terdengar. Semua orang menghayati setiap nada hingga akhirnya suara Idris pun terdengar memenuhi ruangan.
***
*Rasa... Ini hadir begitu cepatnya...
Jawaban dari kesabaran hati yang percaya...
Dan kau... Oh Tuhan hadirkan...
Tuk mengisi dan menemani...
Hidupku...
Tiba masanya mendung pun berpelangi...
Kesendirian pun berganti bahagia...
Ku pun menikah denganmu...
__ADS_1
Kau bidadari surgaku...
Tuhan hadirkan cinta yang tak biasa...
Yang tak biasa...
Habiskan waktu bersama...
Hingga raga tak bernyawa...
Kita kan selalu bersama... huuu...
Kita kan selalu bersama...
Hingga nanti cinta kita mengenal di surga...
Tiba masanya mendung pun berpelangi...
Kesendirian pun berganti bahagia...
Ku pun menikah denganmu...
Kau bidadari surgaku...
Tuhan hadirkan cinta yang tak biasa...
Yang tak biasa...
Habiskan waktu bersama...
Hingga raga tak bernyawa...
Kita kan selalu bersama... huuu...
Kita kan selalu bersama...
Hingga nanti cinta...
Mengekal di surga*...
***
Kembali terdengar tepuk tangan dari semua orang setelah Idris selesai bernyanyi. Tak ada yang menyangka jika Idris mempunyai suara sebagus itu. Nanda tak bisa lagi menahan laju air matanya. Teringat kembali mimpi tadi malam.
"Terima kasih..." ucap Idris lalu menaruh microfon ke tempat seperti semula.
Detik berikutnya Idris memeluk Nanda di depan semua orang. Tangis Nanda pecah seketika di pelukan suaminya. Semua yang hadir pun ikut terharu menyaksikan adegan yang begitu langka. Bahkan ada yang ikut menangis melihat Nanda yang menangis di pelukan Idris.
"Aku cinta sama kamu..." ucap Idris sambil mencium puncak kepala Nanda.
"Aku juga mas..." balas Nanda.
Acara penutupan yang paling berbeda bagi seluruh perusahaan. Ya. Tak pernah ada seperti yang Idris lakukan. Sangat langka.
"Aku jadi teringat dengan istri ku..." ucap salah satu petinggi perusahaan.
"Aku juga..." balas petinggi yang lain.
Setelah itu pelukan keduanya terlepas. Idris menghapus air mata Nanda dengan ibu jarinya. Usapan itu terasa begitu lembut bagi Nanda. Senyum keduanya terukir dengan jelas.
✨Hallo semuanya 👋✨
__ADS_1
Alhamdulillah bisa ketemu lagi nih. Maaf yah baru up. Soalnya Author banyak tugas. Dan sekarang kita bisa ketemu lagi nih. Gimana menurut kalian?. Tambah seru?. Tenang aja deh. Jangan khawatir. Banyak episode yang akan kalian baca di episode selanjutnya. Yang penting tetap setia donk. Jangan lupa like dan Vote. Bikin Author lebih semangat lagi. Sampai ketemu di episode selanjutnya. Dahhh👋
✨Semoga terhibur 😊✨