Istriku Seorang CEO

Istriku Seorang CEO
Episode 52


__ADS_3

✨ Rindu✨


"Mas, kamu ngerasa aneh nggak si sama ibu-ibu tadi?" tanya Nanda ketika dalam perjalanan pulang.


"Aneh gimana?" tanya Idris balik.


"Iya jelas aneh lah... Masa tiba-tiba dia menghilang gitu aja si..." jawab Nanda yang sebenarnya merasa khawatir.


"Udah... Jangan terlalu dipikirin... Nggak baik..." ucap Idris menasihati.


"Aku nggak bisa nggak mikirin ibu-ibu tadi..." ucap Nanda semakin gelisah.


Idris yang melihat hal itu langsung menepikan mobilnya.


"Lah sekarang kamu pengennya apa?" tanya Idris.


"Kamu mau kan balik lagi ke tempat tadi?" tanya Nanda dengan wajah yang membuat hati Idris luluh.


"Tapi ini udah sore Nda..." jawab Idris sambil melirik jam tangannya.


"Iya udah lah... Kita pulang aja... Sebentar lagi adzan maghrib..." ucap Nanda yang menyadari hari sudah sangat sore.


"Kamu nggak papa?" tanya Idris yang ikut khawatir.


"Iya nggak papa..." jawab Nanda.


Idris kembali melajukan mobilnya. Tepat saat adzan maghrib, akhirnya mereka sampai dikediaman. Rumah dengan cat berwarna putih terlihat sangat megah dan mewah. Ditambah dengan pancaran lampu berwarna kuning tak terlalu terang yang ditutup oleh wadah seperti balon. Menambah kemenarikan pada bangunan mewah tersebut.


"Kamu mandi dulu aja..." perintah Idris sambil merebahkan tubuhnya di ranjang dengan seprei berwarna abu-abu.


"Nggak bareng?" tanya Nanda yang membuat mata Idris yang tadinya terpejam sekarang terbuka lebar.


"Beneran?" tanya Idris sambil duduk.


"Iya udah ayo... Keburu waktu sholatnya habis..." jawab Nanda yang langsung meraih handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.


Idris segera beranjak dan menyusul Nanda masuk ke dalam kamar mandi. Setelah 15 menit akhirnya pasangan tersebut keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar.


Sama-sama hanya terbalut handuk putih, Nanda berjalan menuju lemari dan mengambil baju untuk dirinya dan juga suaminya. Dirasa sudah pas, Nanda menghampiri Idris yang sedang duduk disofa dan memberikan pakaian yang tadi ia pilih.


"Kamu udah siap?" tanya Idris sambil membenarkan pecinya.


"Udah..." jawab Nanda.


Sebagai seorang imam, Idris segera memimpin jamaah sholat Maghrib. Walau hanya berdua tetapi kebersamaan seperti itulah yang membuat rumah tangga keduanya semakin harmonis.


Assalamualaikum warahmatullah...


Ucap Idris sambil menengok ke kanan lalu bergantian ke kiri. Nanda yang sebagai makmum hanya mengikuti semua gerakan dari Idris.


Selesai dengan sholat Maghrib berjamaah, Nanda mencium tangan Idris. Tak lupa pula Idris pun membalas dengan mencium puncak kepala Nanda.

__ADS_1


"Mas, aku masih kepikiran ibu-ibu yang tadi..." ucap Nanda.


"Udah jangan dipikirin terus..." nasehat Idris.


"Tapi aku ngerasa kalau dia dalam bahaya aja..." ucap Nanda yang teringat wajah melas dari wanita tua tadi.


"Udah kamu tinggal berdoa supaya ibu-ibu tadi diberi keselamatan sama Allah..." ucap Idris sambil mengelus tangan Nanda untuk memberikan ketenangan.


Nanda yang mendengar hal tersebut langsung memeluk Idris. Entah kenapa hati dan pikirannya terus berada pada wanita yang tadi. Apa arti dari semua ini?. Pikir Nanda dalam hati.


Berkali-kali Idris mencium puncak kepala Nanda agar terus membuat istrinya tenang. Idris pun sebenarnya merasakan hal yang sama. Ia merasa jika wanita tua tadi begitu mirip dengan istrinya.


"Kita makan yuk..." ajak Idris.


"Ayuk..." balas Nanda lalu bangkit dan melepas mukenanya.


Selang beberapa menit Idris dan Nanda turun untuk makan malam bersama. Di sana semua orang begitu menikmati makanan masing-masing, tetapi berbeda dengan Nanda. Dia terlihat tak berselera makan membuat Idris yang ada disampingnya langsung memegang tangan Nanda.


"Sini aku suapi..." ucap Idris tak tega.


"Ngga usah... Aku mau ke kamar aja..." ucap Nanda yang membuat semua orang bertanya-tanya.


"Oke deh aku ikut..." ucap Idris.


"Nggak usah... Kamu makan aja... Kamu pasti capek kan?" tanya Nanda yang tak mau merepotkan suaminya.


"Iya udah... Nanti aku nyusul..." jawab Idris mengalah.


"Sebenarnya ada apa nak?" tanya ayah Rama yang ikut khawatir.


"Nggak papa yah... Nanda cuman nggak enak badan..." jawab Idris.


Semua orang kembali ke kamarnya masing-masing. Termasuk Idris yang langsung naik ke lantai dua dengan tangan membawa nampan berisi sepiring makanan dan segelas air putih.


"Nda... Jangan siksa diri kamu gitu... Kamu juga harus makan... Ayo aku suapi..." ucap Idris dengan lembut sambil meletakkan nampan.


"Tapi aku nggak selera..." balas Nanda sambil menangkup wajahnya.


"Nggak selera gimana... Pokoknya kamu harus makan... Aku nggak mau kamu sakit..." ucap Idris.


"Tapi..." ucap Nanda.


"Atau aku bakal marah sama kamu lagi..." ucap Idris yang membuat Nanda langsung terdiam.


Kemudian Idris menyuapi Nanda dengan telaten. Setelah itu Nanda duduk di balkon kamar sambil melihat bintang dan bulan yang menghiasi langit malam.


"Bunda..." ucap Nanda dengan air mata yang mengalir.


Dari belakang Idris langsung memeluk Nanda. Tangis Nanda semakin terdengar. Disela-sela tangisnya Nanda mengucapkan kata "Bunda".


"Aku kangen sama bunda mas... Dimana dia sekarang..." ucap Nanda yang terus menangis.

__ADS_1


"Dia baik-baik aja... Allah selalu melindungi bunda kok..." ucap Idris sambil membalikkan tubuh Nanda dan kembali mendekapnya.


"Mas... Aku pengen ketemu bunda..." ucap Nanda.


"Sabar Nda... Sebentar lagi kamu bakal ketemu kok... Kamu berdoa aja semoga bunda baik-baik aja... Dimana pun bunda sekarang, Insya Allah bunda bakal dilindungi sama Allah..." ucap Idris yang membuat tangis Nanda mereda.


Nanda melepas pelukannya dan menatap laki-laki yang sekarang ada didepannya. Tangan Idris terjulur menghapus air mata Nanda yang mengalir. Kemudian senyum keduanya terukir.


"Makasih mas selalu ada disisi aku..." ucap Nanda.


"Sama-sama..." balas Idris dengan bibir yang terus menampilkan senyum.


"Allah memang baik, udah ngirim kamu buat sama aku..." ucap Nanda.


"Allah juga baik udah mempertemukan kita..." balas Idris.


Dibawah bulan yang terang dengan bintang yang ikut melengkapi gelapnya malam, Idris dan Nanda saling berpelukan. Saling menguatkan satu sama lain untuk menghadapi semua yang akan terjadi bersama. Desir angin berhembus menerpa tubuh keduanya. Membuat pelukan itu semakin erat.


Disisi lain seorang wanita tua sedang duduk menyendiri disebuah gubuk. Dia memandangi langit yang terang dan juga bintang yang ikut menyertainya disana. Wanita tua itu teringat dengan gadis yang menolongnya tadi sore. Ada rasa nyaman ketika ia berada didekat gadis tersebut.


"Kenapa aku terus memikirkannya?" tanya wanita tua itu.


"Aku rindu dengan anakku, wahai sang pencipta..." ucap wanita tua sambil menengadah ke langit.


"Aku berjanji padamu... Jika aku bertemu anakku nanti, maka engkau berhak mengambil jiwa dan ragaku ini Ya Allah..." ucap wanita tua dengan lelehan air mata.


Flashback back


Dimalam yang bersih tanpa ada bintang dan bulan disana, memperlihatkan seorang wanita yang tengah berjalan sembari mendekap bayinya. Kakinya terus berjalan menyusuri jalanan yang lumayan sepi.


"Kamu akan aman nak... Bunda nggak akan rela jika kamu dijual sama ayah kamu..." ucap wanita itu sambil mencium pipi mungil bayinya yang tengah terlelap.


Sesampainya didepan rumah mewah dan megah, wanita itu berhenti. Memandangi wajah bayinya lalu mengecupnya selama beberapa saat. Kemudian dia membawa bayinya ke tempat sampah didepan rumah mewah. Air matanya mengalir sembari menaruh bayi mungilnya didalam tempat sampah.


Seketika itu juga suara petir menggelegar, pertanda tak lama lagi akan hujan. Dengan segera wanita itu berlari sebelum ada yang melihatnya. Dan benar saja hujan turun dengan derasnya, membuat bayi yang ada ditempat sampah menangis dengan kencang.


Tak berapa lama mobil mewah berhenti tepat didepan gerbang. Pintu mobil terbuka lebar. Dan keluarlah pria dengan jas hitam melekat ditubuhnya. Pria itu berjalan ke arah tempat sampah. Detik berikutnya pria itu menggendong bayi yang menangis kencang. Lalu kembali masuk ke dalam mobil mewahnya.


Satpam yang mendengar suara klakson segera membuka pintu gerbang. Kemudian masuklah mobil mewah tersebut ke dalam rumah. Membuat wanita yang berstatus sebagai ibu si bayi tersenyum dibawah pohon. Lalu wanita itu pergi entah kemana setelah bayinya dibawa masuk kedalam rumah.


Flashback off


"Cinta terbaik adalah saat kau mencintai seseorang yang membuat akhlakmu semakin indah, jiwamu semakin damai, dan hatimu semakin bijak."


By: Nanda Firmadani


✨ Assalamualaikum wr. wb✨


Alhamdulillah kita bisa bertemu kembali nih... Jangan lupa donk tinggalkan jejak yah... Like dan Vote okey... Koment juga boleh... Pokoknya kalian harus sabar terus nunggu kelanjutan ceritanya... Karena masih banyak cerita yang akan Author tulis di novel ini... Sampai jumpa di episode selanjutnya... Semoga kalian terhibur... Babay 👋 Jangan lupa bersholawat untuk nabi kita tercinta... Nabi Muhammad SAW... Semoga berkah dan barokah... SELAMAT MEMPERINGATI HARI MAULID NABI MUHAMMAD 💙


✨ Wassalamu'alaikum wr. wb.✨

__ADS_1


__ADS_2