Istriku Seorang CEO

Istriku Seorang CEO
Episode 76


__ADS_3

✨Dimana ayah?✨


Waktu berjalan begitu cepat bagi kedua insan yang sudah ditakdirkan menjadi calon orang tua. Usia kandungan Nanda sudah memasuki bulan ke lima. Perut yang semula rata itu pun sekarang sudah terlihat membentuk. Rasa sayang Idris pun semakin bertambah kepada istrinya dan calon anaknya.


"Mas, menurut kamu aku gendut ngga si?" tanya Nanda sembari melihat ke kaca cermin.


"Namanya juga ibu hamil... Semua pasti kaya gitu..." jawab Idris.


"Aku udah ngga cantik, yah?" tanya Nanda duduk dimeja rias.


"Kamu itu ngomong apa si sayang... Kalau pun orang lain bilang kamu ngga cantik, aku bakal yang pertama bilang kamu paling cantik pada saat itu juga..." jawab Idris mendekati istrinya.


"Beneran?" tanya Nanda mendongak menatap laki-laki yang hampir satu tahun ini menemaninya.


"Bener..." jawab Idris.


"Aku takut kamu berpaling dari aku..." ucap Nanda khawatir.


"Hahaha..." tawa Idris pecah ketika mendengar ucapan yang baru saja dilontarkan oleh Nanda.


"Aku serius..." ucap Nanda.


"Iya sayang... Aku ngga bakal berpaling dari kamu... Kamu itu wanita terbaik bagi aku setelah mamah..." ucap Idris mencium kening istrinya.


Senyum Nanda mengembang seketika. Rasanya hatinya begitu damai sekarang. Idris sudah siap dengan pakaian kantor. Nanda pun bangkit dan memakaikan dasi di kerah baju suaminya seperti biasa.


"Aku berangkat dulu yah... Jangan lupa sarapan..." ucap Idris sambil mengambil tas kerjanya yang berada di sofa.


"Iya.. Hati dijalan-jalan... Jangan lupa berdoa..." balas Nanda.


Nanda pun mencium tangan suaminya. Idris membalas perlakuan itu dengan mencium kening dan perut istrinya. Lalu keluar dari kamar dengan tas kerja ditangannya. Nanda kembali duduk di tepian ranjang. Matanya sekilas memandang bingkai foto yang menggantung di dinding. Foto pernikahannya dulu.


"Semoga kita selalu bersama... Amin..." ucap Nanda dengan senyum manisnya.


Setelah itu Nanda beranjak dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi. Sekitar sepuluh menit sudah Nanda menghabiskan waktunya untuk mandi. Terlihat wajah segar Nanda ketika ia keluar dari kamar mandi. Lantas Nanda mendekati lemari pakaian dan membukanya. Lalu memilih pakaian yang akan ia kenakan.


Selesai memilih Nanda kembali masuk ke dalam kamar mandi. Baju hadiah dari Idris pun Nanda pakai dihari yang cerah itu. Begitu cantik ketika baju itu sudah melekat di tubuh Nanda.


"Bagus juga seleranya mas Idris..." ucap Nanda ketika ia memandang ke kaca cermin.


Ranjang yang berantakan itu Nanda bereskan terlebih dahulu. Setelah itu Nanda keluar dari kamar dan berjalan menuruni anak tangga menuju ruang makan. Ternyata disana ada Omah dan bu Maryam yang tengah berbincang hangat.


"Pagi Omah, Bunda..." ucap Nanda sembari duduk di sebelah bu Maryam.


"Pagi sayang..." balas Omah dan bu Maryam bersamaan.


"Omah dan bunda udah sarapan?" tanya Nanda memastikan.

__ADS_1


"Sudah... Pasti kamu belum, kan?" jawab Omah yang begitu antusias terhadap cucunya.


"Belum Omah... Ini aku mau sarapan..." balas Nanda.


Dimeja makan terdapat bubur ayam yang dibuat khusus untuk sarapan Nanda. Nanda memakan bubur ayam itu dengan lahap. Omah dan bu Maryam tersenyum menyaksikan Nanda sarapan.


"Kamu suka?" tanya bu Maryam sembari memberikan air putih.


"Suka... Apalagi kalau Omah yang buat..." jawab Nanda.


"Dari kecil anak mu itu suka sarapan dengan bubur ayam..." beritahu Omah.


"Oh ya?" ucap bu Maryam yang baru tau.


"Iya bunda... Aku lebih suka bubur ayam... Tetapi ayah sering memarahiku karena terlalu sering makan bubur ayam... Jadi aku sekarang jarang makan bubur ayam..." balas Nanda.


"Ayah kamu itu punya niat baik... Dia ngga marah kok... Cuman nasihati kamu aja... Kebanyakan makan bubur ayam juga tidak bagus... Seperti itu..." ucap bu Maryam membenarkan.


"Iya... Nanda tau kok..." balas Nanda.


Setelah sarapan selesai Nanda meminum susu khusus ibu hamil yang sudah bu Maryam buatkan. Sedangkan Omah sudah kembali ke kamar beberapa menit yang lalu.


"Oh ya bunda, Nanda ingin tanya sesuatu sama bunda..." ucap Nanda yang teringat sesuatu.


"Tanya apa?" tanya bu Maryam.


"Ya udah, sekarang kamu mau tanya apa?" tanya bu Maryam.


"Sebenarnya ayah kandung Nanda ada dimana, bunda?" jawab Nanda sekaligus bertanya.


Pertanyaan itu sukses membuat bu Maryam terdiam. Terdengar helaan napas panjang yang dapat Nanda dengar dari bundanya. Bu Maryam menatap anak semata wayangnya dengan lekat.


"Nak... 22 tahun yang lalu ayah dan bunda bercerai... Bunda ngga tau dimana ayah mu sekarang... Tetapi bunda pernah mendengar kabar dari teman SMA bunda, kalau ayah kamu menikah dengan seorang janda kaya beranak dua..." cerita bu Maryam.


"Lalu?" tanya Nanda menyimak.


"Janda itu adalah sahabat bunda sendiri... Ternyata keduanya saling mencintai sebelum ayah dan bunda menikah... Mereka melakukan hubungan diam-diam dibelakang bunda... Bunda merasa kecewa mendengar semua penuturan dari salah satu tema dekat bunda..." lanjut bu Maryam.


"Lalu, apa bunda ingat dimana alamat ayah tinggal terakhir kali?" tanya Nanda yang berharap ia bisa menemui ayah kandungnya walau sesat.


"Iya, bunda masih ingat... Tetapi tidak tau kalau sekarang... Bisa saja mereka sudah pindah rumah..." jawab bu Maryam.


"Kalau begitu bunda kasih alamat rumah ayah... Nanda bakal cari tau nanti..." ucap Nanda dengan penuh harap.


"Kamu yakin?" tanya bu Maryam khawatir.


"Yakin bunda... Nanda akan cari tau sama mas Idris..." jawab Nanda.

__ADS_1


Bu Maryam merasa lega mendengar hal tersebut. Lalu Nanda memeluk tubuh bundanya dengan erat. Mereka saling berpelukan untuk beberapa saat. Hingga akhirnya keduanya kembali ke kamar masing-masing yang terletak dilantai dua.


Hari berganti menjadi sore. Nanda terbangun dari tidur siangnya ketika mendengar adzan berkumandang. Dengan segera Nanda bangkit dan masuk ke dalam kamar mandi. Di sana Nanda membersihkan tubuhnya dan diakhiri dengan wudhu.


Selepas mandi Nanda sholat ashar di dalam kamarnya. Nanda menikmati setiap waktu dengan bahagia. Hingga pukul lima sore Nanda keluar dari kamar untuk menunggu suaminya pulang dari kantor.


"Assalamualaikum..." ucap seseorang dari pintu utama.


Ternyata sang adik. Naya dan Alex masuk ke dalam rumah dengan tangan saling menggandeng.


"Waalaikum salam..." balas Nanda.


Selang beberapa menit kemudian, suara mesin mobil kembali terdengar. Dengan antusias Nanda bangkit dan berjalan dengan perlahan menuju pintu utama. Benar saja mobil berwarna silver itu sudah terparkir cantik.


"Assalamualaikum... Kamu udah lama nungguin aku?" tanya Idris mendekat.


"Waalaikum salam... Belum kok... Baru beberapa menit..." jawab Nanda sembari mencium tangan kanan suaminya dan membawakan tas kerjanya.


"Ini makanan kesukaan kamu..." ucap Idris memberikan box makanan yang berisi ayam bakar.


"Ya Allah... Kamu itu tau aja kalau aku lagi pengen makan ini... Makasih yah..." ucap Nanda menerima box makanan yang lumayan besar dari tangan Idris.


Keduanya masuk ke dalam kamar. Idris langsung membersihkan badannya agar segar kembali. Terlihat Nanda yang sedang menyiapkan baju santai untuk Idris.


"Kamu ngga makan?" tanya Idris ketika ia keluar dari kamar mandi.


"Nunggu kamu..." jawab Nanda.


Mendengar hal tersebut membuat Idris tersenyum. Dengan segara ia mengambil baju santai yang sudah Nanda siapkan dan memakainya di dalam kamar mandi. Setelah itu Idris duduk di samping Nanda. Box makanan yang cukup besar itu berisi dua potong ayam berukuran cukup besar pula.


"Mas, aku udah tanya ke bunda soal ayah..." beritahu Nanda sembari menyuapi Idris dengan tangan kanannya.


"Terus bagaimana?" tanya Idris sambil mengunyah.


"Bunda bakal kasih tau alamatnya... Tapi itu belum pasti... Bisa jadi ayah udah pindah..." jawab Nanda yang bergantian menerima suapan dari suaminya.


"Ya udah kita coba cari dulu aja... Siapa tau ayah belum pindah kan?" saran Idris.


"Iya... Aku juga berdoa semoga aja ayah dan istrinya belum pindah..." balas Nanda.


"Semoga aja..." doa Idris.


"Amin..." balas Nanda.


✨Hallooo👋✨


Jangan lupa tinggal kenangan buat karya Author ini. Like dan Vote sebanyak-banyaknya yah. Dan jangan bosan-bosan untuk menunggu episode selanjutnya dari Istriku Seorang CEO. Terima kasih untuk semuanya yang udah dukung karya Author ini. Sampai ketemu di episode selanjutnya.

__ADS_1


✨Semoga kalian semua terhibur 🤗✨


__ADS_2