
✨Kejutan akhir tahun✨
Seminggu sudah mereka tinggal dalam kesepian. Nanda takut jika ia akan hanyut dalam kesedihannya. Tetapi sekuat tenaga ia berusaha menjadi ibu yang kuat dan baik di depan Ainin. Sama halnya juga dengan Idris, ia pun selalu menyemangati dan menasehati Nanda diserap harinya.
"Mas, bagaimana kalau kita liburan sebentar?" tanya Nanda sembari mengelus-elus Ainin.
"Boleh... Kalau itu bisa buat kamu lebih tenang..." jawab Idris.
"Aku pengen liburan sebentar buat refreshing... Tahun baru ini yah mas?" tanya Nanda lagi.
"Oke bos..." jawab Idris dengan senyuman yang membuat Nanda senang.
Idris bersiap ke kantor seperti biasa. Mereka juga sarapan pagi bersama dengan Ainin. Selesai dengan itu, Idris pamit kepada Nanda. Sebagai istri, Nanda selalu mencium tangan suaminya itu. Sebagai balasan, Idris mencium kening Nanda dan juga kening Ainin.
"Aku berangkat yah... Assalamualaikum..." ucap Idris sembari melambaikan tangannya lalu masuk ke dalam mobil.
"Waalaikum salam... Hati-hati dijalan..." balas Nanda sembari ikut melambaikan tangannya.
Perlahan mobil mulai keluar dari gerbang rumah. Bunyi klakson terdengar ketika mobil mulai berjalan. Nanda segera masuk ke dalam rumah setelah mobil Idris tak terlihat. Ia duduk di ruang tamu sembari menonton TV.
Mata Ainin terus menatap ke atas memandang wajah cantik ibunya. Membuat Nanda tersenyum ketika mata mereka bertemu. Nanda pun mencium kening dan pipi Ainin. Yang membuat bayi mungilnya itu tertawa.
"Kamu pengen minum susu?" tanya Nanda sambil menunduk. Melihat bayi mungil yang terus menatapnya sedari tadi.
"Ya udah yuk kita ke atas... Kamu pasti lapar yah..." ucap Nanda lalu mematikan tv dan bangkit. Ia berjalan menaiki tangga menuju kamarnya yang terletak di lantai atas.
Nanda pun masuk ke dalam kamar. Ia memberikan ASI terhadap Ainin sembari duduk bersandar di atas ranjang. Perlahan mata kecil itu mulai menutup setelah beberapa menit meminum ASI.
"Bunda bakal jadi ibu yang kuat di depan kamu, sayang... Jadilah wanita yang baik yah ketika dewasa... Bunda sayang kamu..." lirih Nanda mengecup Ainin yang sudah tertidur.
__ADS_1
Ainin dipindahkan ke ranjang kecil. Nanda mengayunkan ranjang kecil itu dengan perlahan. Setelah dirasa cukup, Nanda ikut tertidur di atas ranjang karena lelah dan mengantuk.
Sore harinya, Nanda telah siap dengan baju gamis yang ia punya. Ia membawa Ainin ke lantai dasar sambil menunggu Idris pulang. Benar saja, baru lima menit Nanda duduk, terdengar deru mesin mobil. Segera Nanda bangkit dan membukakan pintu utama.
"Assalamualaikum.." ucap Idris ketika ia masuk ke dalam rumah.
"Waalaikum salam..." balas Nanda sembari mencium tangan Idris.
Idris membalas dengan mencium kening Nanda dan Ainin. Seketika Ainin tersenyum dan menatap ke arah Idris. Mereka pun masuk karena sebentar lagi adzan Maghrib.
"Aku mandi dulu yah..." ucap Idris ketika ia sampai di kamar.
"Iya ayah..." balas Nanda.
Tepat pada jam sembilan malam, Idris mengajak Nanda untuk pergi ke balkon rumah. Nanda hanya menuruti keinginan suaminya itu. Mata Nanda pun ditutup dengan kain hitam oleh Idris.
"Sebenarnya kita mau kemana si mas?" tanya Nanda heran.
"Ini udah sampai?" tanya Nanda ketika ia duduk.
"Udah..." jawab Idris sembari melepas kain hitam yang tadi dijadikan sebagai penutup.
Mata Nanda terbelalak melihat kejutan yang Idris buat. Seketika air mata Nanda mengalir di pipi putihnya. Lagi dan lagi. Kejutan yang tak pernah Nanda pikirkan sama sekali di dalam hidupnya.
"Kejutan akhir tahun!!!" ucap semua orang yang membuat Nanda terkejut.
"Kalian semua ada disini?" tanya Nanda bangkit.
"Iya aku yang mengundang mereka untuk merayakan akhir tahun ini..." jawab Idris dengan senyum manisnya.
__ADS_1
"Makasih mas..." balas Nanda lalu memeluk Idris.
"Sama-sama... Oh ya, aku juga masih ada kejutan satu lagi buat kamu..." ucap Idris yang membuat Nanda melepas pelukannya.
"Apa lagi mas?" tanya Nanda mendongak. Menatap wajah lelah nan tampan dari suaminya.
"Ayo ikut aku..." ajak Idris sembari mendekat ke arah Naya dan Alex.
Kotak besar dengan pita berwarna biru muda ada ditangan Naya. Idris pun menyuruh Nanda membukanya. Dan ternyata ketika Nanda membuka kotak tersebut isinya tiket liburan yang berjumlah 13 lembar.
"Selamat liburan kakak..." ucap Naya pada Nanda.
"Makasih semuanya... Akhirnya kita bisa liburan bersama di tahun baru..." ucap Nanda dengan senyum merekah.
"Sama-sama..." balas kelurga Firma bersamaan.
Tiket itu sengaja Idris beli untuk berlibur bersama keluarga. Masalah jangan tak Idris permasalahan. Yang terpenting adalah membuat istrinya bahagia dan tersenyum seperti biasanya.
Yang lebih membuat Nanda terkejut adalah tiket itu untuk pergi ke tempat yang dari dulu ia impikan. Tempat itu adalah negara kincir angin. Dimana disana banyak sahabat Nanda yang tengah menempuh pendidikannya dengan status mahasiswa.
Terdengar pula kembang api menghiasi malam tahun baru kali ini. Idris dan Nanda ikut memeriahkannya dengan membakar ayam di lantai bawah. Lebih tepatnya di taman belakang. Semua terlihat begitu bahagia. Ada Ainin yang tengah digendong oleh bu Maryam. Ia tak menangis ketika melihat banyaknya kembang api yang bertaburan di langit. Justru tawalah yang ia tunjukan pada semua orang.
✨ Hai👋✨
Gimana nih?. Masih mau lanjut?. Sampai akhir kisah cinta mereka?. Jangan lupa like and vote dulu donk. Hehehe. Biar Author tambah semangat nih buat nulisnya. Jangan lupa juga baca karya Author yang satu ini.
Pluto's Eight Companions.
Semoga terhibur dan bermanfaat.
__ADS_1
✨Sampai bertemu di episode selanjutnya 👋✨