
✨Tes DNA ✨
Setelah malam itu, dimana ayah Rama menanyakan beberapa pertanyaan, membuat bu Maryam lebih sering berdiam diri dikamar. Bu Maryam tak akan keluar dari jika bukan karena Nanda yang mengajaknya.
Tiga hari telah dilalui begitu cepat. Seakan hari berubah menjadi jam, jam menjadi menit, dan menit menjadi detik. Itu yang sekarang dirasakan oleh Nanda dan Idris.
"Mas, bagaimana kalau aku tes DNA?" tanya Nanda sambil melihat ke langit dimana disana ada bintang yang bertaburan menghiasi langit malam.
"Boleh... Tapi kita juga harus meminta persetujuan dari ayah sama Omah..." jawab Idris yang berdiri disamping Nanda.
"Aku udah yakin banget... Kalau bu Maryam itu adalah bunda, mas..." ucap Nanda lalu beralih menatap Idris.
"Aku juga merasa begitu... Tapi lebih baik kita pastiin dulu... Jangan terburu-buru..." nasihat Idris.
Mata Nanda kembali memandang ke atas langit. Berganti dengan Idris yang sekarang memilih untuk mengusap pelan kepala istrinya yang tertutup hijab.
"Aku tau perasaan kamu... 22 tahun kamu berpisah sama bunda... Dan nggak pernah sama sekali melihat dia... Bahkan mamah yang kamu anggap sebagai ibu kandung kamu... Justru pada kenyataannya adalah ibu angkat... Rindu yang sekarang kamu rasakan... Aku pun ikut merasakan... Lebih baik kamu banyak berdoa, semoga apa yang kamu rasakan saat ini adalah benar adanya..." ucap Idris membuat menyandarkan kepalanya di bahunya.
Tangan Idris beralih mengusap lengan Nanda. Kata-kata itu terngiang di kepala Nanda saat ini. Begitu sejuk dan mendamaikan di hati Nanda. Belum pernah Nanda rasakan kehangatan seperti yang baru saja ia dapatkan dari suaminya.
"Terima kasih mas... Udah menasihati aku... Kamu udah seperti bunda bagi aku... Selalu ada disamping aku baik dalam keadaan senang maupun susah... Walau pertemuan kita tak pernah terbayangkan sekali pun... Tapi aku bersyukur bisa bertemu orang seperti kamu..." ucap Nanda dengan senyum manis terukir dibibirnya.
"Sama-sama... Aku sebagai suami harus selalu ada disamping istrinya... Mau susah dan senang, pasti harus selalu ada... Kita bukanlah manusia yang sempurna... Tetapi kita akan berusaha saling melengkapi menuju kata sempurna..." balas Idris lalu mengecup puncak kepala Nanda.
Keesokan harinya Nanda pergi ke kamar ayah Rama untuk membicarakan suatu hal yang penting. Sebagai ayah angkat tentu saja ayah Rama akan mengizinkan anaknya. Begitu pula dengan Omah, ia juga merasakan apa yang cucunya rasakan saat ini. 22 tahun bukanlah waktu yang singkat. Tak pernah sekali pun Nanda melihat wajah ibu kandungnya. Ibu yang telah berjuang melahirkannya ke dunia.
"Terima kasih atas izinnya ayah... Nanda sayang ayah..." ucap Nanda lalu memeluk pria yang 22 tahun ini selalu menemaninya. Bahkan peran ayah pun selalu ayah Rama utamakan demi Nanda.
"Sama-sama nak... Semoga hasilnya seperti apa yang kamu minta..." balas ayah Rama dengan lembut.
Setelah mendapat persetujuan dari ayah Rama dan Omah, Nanda segera pergi ke kamar bu Maryam. Orang yang akan ia ajak untuk melakukan tes DNA. Tentu saja. Tanpa bu Maryam tes tersebut tak akan pernah terlaksanakan.
"Ibu..." panggil Nanda sambil mengetuk pintu.
Perlahan pintu terbuka. Bu Maryam tersenyum melihat siapa yang ada didepan pintu kamarnya. Lalu bu Maryam mempersilahkan Nanda untuk masuk ke dalam.
"Nanda kemari ingin mengatakan sesuatu pada ibu..." ucap Nanda mengawali.
"Silahkan nak..." ucap bu Maryam.
__ADS_1
Nanda menarik dalam lalu menatap bu Maryam dengan seksama. Mata hitam yang begitu meneduhkan ketika bertatapan. Wajah yang begitu menyejukkan ketika dipangan membuat Nanda tersenyum seketika.
"Ibu mau kan melakukan tes DNA sama Nanda?" tanya Nanda sekaligus mengajak.
"Tes DNA?" tanya bu Maryam.
"Iya bu... Nanda ingin memastikan jika ibu adalah ibu kandung Nanda... Itu saja..." jawab Nanda.
"Baiklah nak... Ibu setuju..." ucap bu Maryam yang juga sebenarnya ingin mengetahui siapa Nanda sebenarnya. Apakah Nanda adalah bayinya yang ia taruh ditempat sampah 22 tahun yang lalu?.
"Terima kasih bu... Besok kita akan pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA..." ucap Nanda dengan hati yang bahagia.
"Sama-sama..." balas bu Maryam dengan anggukan kepala. Tak terasa tangan bu Maryam terjulur mengelus wajah cantik Nanda. Membuat Nanda merasakan terdiam. Senyum bu Maryam pun terukir jelas dibibirnya. Manis seperti senyum milik Nanda.
***
Hari yang ditunggu oleh Nanda pun telah tiba. Dua mobil telah siap untuk digunakan disiang hari yang tak begitu terik. Satu mobil untuk Idris, Nanda dan bu Maryam. Dan satu mobil lainnya untuk Alex, Naya, Omah dan ayah Rama. Mereka semua telah siap didalam mobil.
Idris yang sudah siap langsung saja menginjak pedal gas. Membuat mobil perlahan mulai bergerak meninggalkan terasa rumah yang mewah. Dan diikuti oleh mobil yang dikendarai oleh Alex pun mulai bergerak mengikuti mobil kesayangan Nanda.
45 menit berlalu dengan cepat. Akhirnya mereka tiba dirumah sakit tempat Nanda dulu dirawat. Semua keluarga berkumpul lalu masuk bersama ke dalam rumah sakit.
"Aku juga..." balas Idris sambil melirik sebentar ke arah istrinya.
Pintu lift terbuka lebar. Lalu seluruh keluarga masuk, setelah itu Idris memencet angka 3. Tak berapa lama akhirnya mereka sampai dilantai 3, langsung saja seluruh keluarga mengikuti kemana Idris pergi.
"Apa kamu sudah siap?" tanya Idris sebelum masuk ke dalam ruangan dokter Via.
"Insya Allah aku sudah siap..." jawab Nanda dengan anggukan kepala.
Ruangan dokter Via begitu luas, sehingga mampu memuat seluruh keluarga Firma. Dokter Via menyambut kedatangan pasiennya dengan ramah. Lalu Idris, Nanda dan bu Maryam duduk berhadapan dengan dokter Via. Sedangkan yang lain duduk dikursi yang tak jauh dari tempat duduk Idris.
"Jadi, apakah keduanya sudah siap?" tanya dokter Via.
"Sudah dok..." jawab Nanda.
"Lalu bagaimana dengan ibu?" tanya dokter Via.
"Saya sudah siap..." jawab bu Maryam dengan anggukan kepala.
__ADS_1
Lalu tes DNA pun dilakukan. Semua keluarga menunggu di luar ruangan seperti yang diminta oleh dokter Via. Setelah 2 jam berlalu, akhirnya tes pun selesai. Seluruh keluarga kembali masuk ke dalam ruangan setelah dipersilahkan.
"Alhamdulillah... Semua berjalan dengan lancar... Tinggal menunggu hasilnya..." ucap dokter Via.
"Berapa lama harus menunggu hasilnya keluar, dok?" tanya Nanda.
"Kurang lebih 2 minggu... Karena tes DNA ini membutuhkan banyak ketelitian dan juga keseriusan... Jadi mohon bersabar..." jawab dokter Via.
"Baik dok... Terima kasih atas jasa dan informasinya..." balas Nanda.
Lalu seluruh keluarga keluar dari ruangan. Idris segera membayar biaya tes DNA di kasir yang terletak dilantai 1. Setelah semua beres, semua keluarga kembali ke kediaman Firma. Ditengah jalan, Nanda meminta untuk berhenti direstoran yang cukup terkenal di kotanya.
"Mas, mampir dulu yuk direstoran..." ajak Nanda.
"Tumben kamu pengen ke restoran..." ucap Idris penasaran.
"Aku pengen makan diluar bareng keluarga... Itu aja kok... Mau yah?" ucap Nanda dengan manja.
"Iya iya..." balas Idris yang membuat senyum Nanda terukir cantik dibibirnya.
Alex yang menyetir mobil hanya mengikuti kemana perginya mobil kesayangan Nanda. Dan akhirnya mereka sampai direstoran yang diinginkan oleh Nanda. Restoran yang dibuka baru beberapa hari sudah dipenuhi oleh orang-orang. Ramai. Tentu saja. Banyak yang mengatakan jika masakan direstoran itu sangat enak. Apalagi seluruh masakan khas tersedia direstoran. Baik negeri maupun luar negeri.
"Tumben nak kamu pengen makan direstoran?" tanya Omah ketika sudah duduk didalam restoran.
"Hehe... Nanda cuman pengen nyobain aja Omah..." jawab Nanda.
"Kakak pilihannya bagus juga yah..." ucap Nanda meledek.
"Baru dibuka beberapa hari dek..." balas Nanda.
Kemudian semua orang memesan seperti yang diminati masing-masing. Nanda dan Idris memesan makanan yang sama. Yaitu ayam bakar khas Kelaten dan jus alpukat. Tak lupa pula ada salad buah segar untuk menjadi makanan penutup nanti.
Semua orang tertawa bahagia. Bahkan bu Maryam terlihat lebih terbuka hari ini. Senyum yang jarang ia perlihatkan pada orang lain, membuat semua orang terpaku. Senyum yang begitu manis sama seperti senyum yang selalu Nanda perlihatkan pada seluruh anggota keluarga.
✨Hallo gaes👋✨
Maaf yah kemari itu benar-benar Author ngga tau kenapa bisa jadi double up. Sekarang udah diganti deh sama Author. Jangan lupa like dan Vote yah... Semoga terhibur... Tunggu terus kelanjutan kisahnya... 🤗
✨Dahhhh👋✨
__ADS_1