Istriku Seorang CEO

Istriku Seorang CEO
Episode 95


__ADS_3

✨Negara kincir angin ✨


Persiapan tahun baru telah selesai dengan baik. Semua keluarga telah siap menyambut tahun baru kali ini. Nanda dan Idris pun semakin bersemangat dan tambah saling menyayangi satu sama lain. Hingga pada akhirnya tibalah tanggal dimana mereka semua terbang ke negara asing.


"Bismillah mas..." ucap Nanda menggenggam tangan Idris ketika mereka menaiki pesawat.


Keluarga Idris dan keluarga Firma berkumpul bersama di satu pesawat khusus. Ada Mak Ijah dan Bi Anik yang ikut pula dalam penerbangan. Pesawat mulai berjalan dan akhirnya terbang tinggi melewati awan-awan yang indah.


"Mas... Makasih atas semua perjuangan kamu... Aku cinta sama kamu..." ucap Nanda sembari menatap wajah Idris.


"Sama-sama... Terima kasih juga atas pengorbanan kamu karena sudah menjadi istri terbaik dan ibu yang baik bagi Ainin..." balas Idris dengan senyum yang membuat siapapun meleleh.


Ainin menatap ke atas. Menatap kedua orang tuanya yang tengah berbincang. Tangan Ainin sudah mulai bergerak meraih wajah cantik Nanda. Membuat siapapun yang melihatnya tertawa.


"Anak ayah... Kamu pengen main sama bunda?" tanya Idris sembari menatap wajah mungil Ainin.


Seketika tangan Ainin berhenti menepuk wajah Nanda. Sekarang bergantian mata kecil itu menatap wajah ayahnya. Mereka saling terdiam satu sama lain. Tak lama dari itu Ainin tersenyum lalu tertawa.


"Dia ketawa tuh..." ucap Idris menggelitik perut Ainin.


"Anak bunda sama ayah udah pinter main, ya?" ucap Nanda lalu mencium kening Ainin.


Idris mendekap istri sekaligus buah hati mereka. Kehangatan keluarga begitu terasa sekarang. Cinta terhadap keluarga membuat Idris percaya bahwa yang Kuasa akan selalu memberikan jalannya.

__ADS_1


Dimana ia dulu berusaha keras untuk mencairkan hati yang dingin hingga sekarang menjadi lembut. Semua perjuangan itu akan selalu terkenang dalam benak dan pikiran Idris. Ditambah dengan Ainin yang hadir diantara mereka membuat Idris semakin menyayangi keluarga kecilnya.


"Sini ayah gendong..." ucap Idris.


"Kamu udah pinter yah sekarang? Ketawa lagi..." ucap Idris menghibur Ainin.


Semua orang yang menyaksikan kemesraan tersebut tersenyum ketika melihatnya. Mereka berdoa agar selalu dijauhkan dari marabahaya dan musibah yang tak tau akan datang kapan saja. Tawa bayi mengiringi kepergian mereka menuju negara asing.


Penerbangan kali ini berjalan dengan lancar seperti biasa. Mereka sampai dengan keadaan selamat. Setelah pesawat landing, semua segera turun. Menghirup udara segar di negara asing. Mungkin salah satu diantara mereka kebanyakan adalah pertama kali naik pesawat dan berlibur ke luar negeri.


"Sejuk sekali udaranya... Aku jadi betah kalau tinggal disini..." ucap Naya ketika ia turun dari pesawat.


Semua orang berkumpul di tempat tunggu. Mereka menunggu mobil yang sudah disiapkan oleh pihak hotel yang sudah Idris pesan via online. Benar saja, tak berapa lama 4 mobil berwarna hitam datang secara bersamaan. Tiga mobil untuk penumpang dan satu lagi untuk barang-barang.


"Silakan nyonya dan tuan..." ucap pegawai hotel yang menggunakan baju berwarna hitam.


Semua keluarga masuk ke mobil masing-masing. Empat mobil itu segera melaju ke hotel yang sudah Idris pesan. Dalam waktu sepuluh menit, akhirnya mereka sampai di hotel mewah.


Pegawai yang ditugaskan datang untuk mengarahkan tamu menuju tempat peristirahatan. Enam kamar mewah sudah siap untuk ditempati. Pegawai cantik menunjukkan satu persatu kamar.


"Silakan nyonya dan tuan... Selamat menikmati..." ucap pegawai perempuan menggunakan bahasa Belanda.


"Terima kasih..." balas Idris lalu masuk setelah mendapat kartu yang berguna sebagai kunci masuk.

__ADS_1


Idris dan Nanda sudah terbiasa menggunakan bahasa Belanda jika meeting bersama dengan klien luar negri. Banyak dari perusahaan Belanda yang ingin bekerja sama dengan perusahaan RESA Group dan juga perusahaan Firma Group. Maka dari itu sudah tak asing lagi bagi Idris jika harus berkomunikasi menggunakan bahasa Belanda.


Keduanya segera masuk ke dalam kamar yang mewah dan besar itu. Pemandangan dari lantai sepuluh begitu indah ketika memandang ke arah jalanan kota. Fasilitas yang disediakan benar-benar mewah dan lengkap. Untuk masalah uang, tak Idris pikirkan karena jarang-jarang mereka berlibur bersama dengan seluruh keluarga. Hanya untuk tahun baru kali ini saja.


"Mas mandi dulu baru tidur..." ucap Nanda sembari menimang Ainin.


"Aku ngantuk..." balas Idris dengan mata yang sudah tertutup akibat lelah.


"Mas... Ayo mandi dulu... Baru kita tidur..." ucap Nanda lagi. Ia menidurkan Ainin tepat disamping Idris yang sudah terlelap.


"Mas..." lirih Nanda tepat di telinga Idris.


Nanda mencium pipi Idris agar ia bangun. Mendapat ciuman itu Idris segera bangkit dan berjalan ke kamar mandi. Selesai dengan mandinya, sekarang tinggal Nanda yang membersihkan badannya. Lalu mereka tidur bersama satu ranjang dengan Ainin yang sudah sedari tadi terlelap.


✨Gaess👋✨


Lanjut? Tambah seru?. Jangan lupa tinggal kenangan donk. Like and vote sebanyak-banyaknya yah. Biar Author tambah semangat nih nulisnya. Hehehe. Jangan lupa baca juga karya baru Author yang ngga kalah seru.


Pluto's Eight Companions.


Dan


Garis Cinta Sena.

__ADS_1


Semoga terhibur 😊


✨Sampai ketemu lagi 👋✨


__ADS_2