Istriku Seorang CEO

Istriku Seorang CEO
Episode 85


__ADS_3

✨Kotak Kiriman✨


Keesokan harinya, Idris bersiap ke kantor. Sedangkan Nanda duduk di depan cermin seperti biasanya. Ia juga membantu memasangkan dasi di kerah baju suaminya. Agar lebih cepat selesai.


"Nanti kita ke rumah sakit jam dua, yah?" ucap Idris ketika Nanda sedang memakaikan dasi di kerah bajunya.


"Iya... Kamu kerja dulu aja... Aku tunggu di rumah..." balas Nanda dengan menampilkan senyum manisnya.


"Oke bos... Yuk turun... Kita sarapan bareng..." ajak Idris sambil melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul setengah enam pagi.


"Yuk... Aku udah masakin kesukaan kamu tadi..." balas Nanda sembari berjalan di samping Idris.


"Masak apa emang?" tanya Idris menggandeng tangan Nanda ketika ia berjalan melewati tangga.


"Masak sayur kentang balado ditambah telor puyuh... Kata mamah kamu suka itu... Jadi aku masakin deh..." jawab Nanda.


"Makasih yah udah buat makanan kesukaan aku..." ucap Idris duduk di salah satu bangku terdepan.


"Sama-sama..." balas Nanda.


Nanda pun menyiapkan makan untuk sarapan Idris. Tak berapa lama, Omah datang dari kamarnya menuju meja makan. Omah duduk di berhadapan dengan cucunya seperti biasa. Tak lupa Nanda pun memanggil Mak Ijah dan Bi Anik agar ikut bergabung.


"Bismillahirrahmanirrahim..." ucap semuanya setelah berdoa.


Sarapan pagi itu terasa begitu enak. Idris memuji masakan kesukaannya yang dibuat oleh Nanda. Setelah sarapan selesai, Idris pun bersiap pergi ke kantor. Tak lupa ia juga mengingatkan pada Nanda agar meminum susu ibu hamil. Karena bisanya Nanda sering lupa jika tidak diingatkan.


"Aku berangkat dulu, yah. Jangan lupa minum susunya..." ucap Idris ketika Nanda mencium tangannya.


"Iya aku ngga bakal lupa..." balas Nanda.


Idris mencium kening Nanda lalu meraih jas kantornya dan keluar dari rumah. Ada dua mobil terparkir didepan garasi. Satu mobil Idris berwarna putih dan satu mobil untuk Nanda berwarna silver.


"Hati-hati dijalan mas... Jangan lupa nanti..." ucap Nanda melambaikan tangannya pada Idris ketika mobil perlahan keluar dari gerbang.


"Assalamualaikum..." ucap Idris.


"Waalaikum salam..." balas Nanda.

__ADS_1


Nanda masuk ke dalam rumah. Mak Ijah sudah menyiapkan susu yang harus diminum oleh Nanda di meja makan. Karena setiap pagi, Idris selalu mengingatkan Mak Ijah agar membuatkan susu tersebut agar Nanda tidak lupa meminumnya.


Jam menunjukkan pukul sebelas siang. Nanda tengah asik menonton TV di ruang tamu yang tak sebesar dan seluas di kediaman Firma. Tetapi Nanda merasa begitu nyaman dengan kesederhanaan yang sekarang ia jalani.


Tingtong... Tingtong...


Suara bel berbunyi membuat Nanda segera bangkit dan berjalan menuju pintu utama. Dibukanya pintu utama dengan perlahan. Terlihat ada kurir dengan tangan memegang sebuah kotak yang dibungkus dengan rapat.


"Maaf bu, apa ini rumah pak Idris?" tanya pak kurir.


"Iya betul... Ada apa yah?" jawab Nanda sekaligus bertanya.


"Ini ada paketan atas nama Idris..." jawab pak kurir sembari menyodorkan kotak tersebut pada Nanda.


Nanda bertanya-tanya dalam hatinya ketika menerima kotak tersebut.


"Tumben mas Idris pesan online..." gumam Nanda.


"Silakan tanda tangan, bu..." ucap pak kurir tersebut agar Nanda tanda tangan di hp.


"Atas nama siapa, bu?" tanya pak kurir setelah mendapat tanda tangan Nanda.


"Terima kasih bu... Selamat siang..." ucap pak kurir setelah mencatat nama Nanda di bawah tanda tangannya lalu pergi.


"Sama-sama.." balas Nanda.


Nanda bergegas masuk ke dalam rumah dengan tangan memegang kotak. Ia duduk di sofa seperti saat sedang menonton TV tadi. Rasanya Nanda begitu penasaran dengan kotak yang ada ditangannya saat ini. Setelah dipikir-pikir, akhirnya Nanda membuka kotak tersebut.


Setelah pembungkus kotak tersebut Nanda robek, sekarang tinggal menyisakan kotak berukuran sedang. Sedikit lebih kecil dari sebelum Nanda robek.


"Kira-kira apa yah isinya?" tanya Nanda lalu membuka kotak tersebut.


Nanda terkejut melihat isi dari kotak yang baru saja ia buka. Ada testpack dan juga surat didalamnya. Dengan segera Nanda mengambil testpack tersebut dan melihatnya. Ada dua garis biru disana. Seketika air mata Nanda mengalir. Surat yang berada di dalam kotak tersebut pun segera Nanda buka.


"Ngga mungkin... Mas Idris ngga mungkin melakukan semua ini..." air mata Nanda mengalir dengan deras.


Ia segera bangkit dan berlari ke kamarnya. Lalu menangis sejadi-jadinya. Ia tak menyangka jika suaminya akan berbuat seperti itu pada dirinya. Ia merasa kecewa dengan semua ini.

__ADS_1


"Tega kamu mas..." ucap Nanda disela-sela tangisnya.


Jam dua siang...


Tepat saat itu, Idris pulang ke rumah barunya. Ia merasa bahagia sekarang. Karena tak lama lagi ia akan menjadi seorang ayah. Idris masuk ke dalam rumah dan bergegas ke kamarnya yang berada di lantai dua.


Idris perlahan membuka pintu kamarnya yang tak pernah di kunci oleh Nanda. Ketika pintu terbuka, Idris terkejut melihat Nanda yang tengah meringkuk di pojok kamar. Idris segera mendekat dan memeluk istrinya itu.


"Jahat kamu mas! Tega kamu! Pergi kamu!" ucap Nanda lalu melepas pelukan dari Idris dan menamparnya dengan keras. Idris yang tak tau apa-apa seketika hatinya hancur.


"Kamu kenapa, sayang?" tanya Idris menahan perih dipipinya.


"Kamu ngga usah bohong sama aku... Aku udah tau semuanya... Kamu tega mas... Kamu jahat... Aku ngga mau liat muka kamu lagi... Pergi kamu mas!!!" jawab Nanda dengan memukul tubuh Idris.


"Sayang, sebenarnya ada apa? Aku ngga tau apa-apa?" tanya Idris lagi.


"Kamu masih berani bilang sayang? Setelah kamu mengkhianati aku?" tanya Nanda balik.


"Nanda, aku benar-benar ngga tau apapun... Aku baru pulang dari kantor..." jawab Idris.


Nanda mengusap air matanya dengan cepat. Ia bangkit dan berjalan keluar dari kamar. Idris pun mengikuti dari belakangnya hingga keduanya sampai di sofa yang tadi Nanda duduki.


"Apa ini mas?" tanya Nanda sambil menyodorkan testpack yang berada di dalam kotak.


"Aku ngga tau apapun, Nanda... Ini salah... Aku benar-benar ngga melakukan hal yang kamu pikirkan..." jawab Idris yang tak tau soal apapun.


Omah yang melihat hal tersebut hanya memantau dari jauh. Ia tak ingin mencampuri urusan rumah tangga cucunya.


✨Gaes👋✨


Ketemu lagi nih. Alhamdulillah bisa up untuk hari ini. Jangan pernah bosen yah. Dan jangan lupa juga donk like dan Vote sebanyak-banyaknya. Biar Author tambah semangat deh nulisnya yah. Hehehe.


Jangan lupa baca karya baru Author.


Pluto's Eight Companions.


Ngga kalah seru juga lho.

__ADS_1


✨Semoga terhibur 😊. Dahhh👋✨


__ADS_2