Istriku Seorang CEO

Istriku Seorang CEO
Episode 53


__ADS_3

✨ Keluarga✨


Sinar matahari menembus jendela kamar hingga membuat ruangan terasa begitu nyaman. Pagi itu Nanda dan Idris bersiap pergi ke kantor. Tak lupa pula Nanda merias wajahnya dengan polesan yang tak terlalu tebal.


"Aku udah cantik belum?" tanya Nanda sembari tersenyum di kaca riasnya.


"Hmmm" jawab Idris.


"Kok cuma hmm aja si?" tanya Nanda lalu mendongak menatap wajah laki-laki yang sekarang sedang serius menyisir rambutnya.


"Aku nggak suka kalau kamu terlalu cantik..." jawab Idris dengan santainya.


"Kenapa?" tanya Nanda heran.


"Karena cantik kamu itu buat suami kamu... Bukan buat orang lain..." jawab Idris yang membuat Nanda mengangguk tanda mengerti.


"Jadi begitu yah?" tanya Nanda lagi.


"Iya..." jawab Idris lalu berbalik dan duduk disofa.


Setelah selesai bersiap Nanda dan Idris turun menuju ruang makan. Tak seperti biasa Naya dan Alex tak ada. Atau lebih tepatnya tidak ikut sarapan pagi.


"Naya sama Alex mana, Yah?" tanya Nanda sambil duduk dikursi sebelah Idris.


"Katanya ada jam kuliah pagi..." jawab ayah Rama memakan nasi dan juga lauk.


"Kuliah pagi? Bukannya ini baru jam setengah 6 yah?" tanya Nanda lagi.


"Adik kamu itu lagi pengen berdua... Makanya mereka pergi keluar bersama..." jawab Omah yang diangguki oleh ayah Rama.


Nanda hanya membalas dengan anggukan tak ingin melanjutkan pembicaraannya lagi. Semua orang menikmati hidangan pagi dengan sayur jamur dan juga ayam goreng.


Kemudian Nanda dan Idris kembali ke kamar untuk mengambil tas kerjanya. Lalu turun dan keluar bersama. Mobil kesayangan Nanda telah siap didepan teras seperti biasa. Nanda dan Idris pun masuk ke dalam mobil dan pergi ke kantor.


"Mas mampir dulu bisa nggak?" tanya Nanda ketika mobil melaju dijalan raya.


"Mampir kemana?" tanya Idris balik.


"Ke Mall deket sini..." jawab Nanda.


"Tumben..." ucap Idris.


"Aku lagi pengen buah soalnya..." balas Nanda jujur.


"Oke deh kalau begitu..." balas Idris.


Tak berapa lama mereka berdua pun sampai ke Mall yang dimaksud oleh Nanda. Setelah mobil terparkir Nanda dan Idris turun. Mereka berdua berjalan sembari bergandengan tangan memasuki Mall yang terkenal di kota.


Bruk


Tiba-tiba seorang wanita tua menabrak tubuh Nanda. Membuatnya terlihat semakin ketakutan. Dibelakang wanita itu ada beberapa penjaga yang mengejarnya.


"Ibu kenapa?" tanya Nanda membuat wanita tua itu hanya menggeleng takut.


"Hei! Kembalikan buahnya!" ucap penjaga 1 menghampiri.


"Sebenarnya ada apa pak?" tanya Idris.


"Ibu itu telah mencuri buah... Dia harus diberi pelajaran..." jawab satpam 2.

__ADS_1


"Sudah-sudah... Akan saya bayar..." ucap Idris sembari mengeluarkan dompetnya dan mengambil uang berwarna biru.


Setelah membayar buahnya akhirnya kedua penjaga itu pergi. Meninggalkan Nanda, Idris dan wanita tua yang memegang buah apel ditangannya.


Idris pun mengajak wanita itu untuk duduk dikursi yang tersedia. Wajah wanita tua itu hanya menunduk. Tak ingin menatap Nanda maupun Idris. Mungkin karena masih takut.


"Ibu nggak papa?" tanya Nanda dengan lembut.


"Nggak papa..." jawab wanita itu dengan gelengan kepala.


Seketika Nanda tersadar jika wanita yang ada disampingnya saat ini adalah wanita yang ia temui kemarin. Idris pun berpikiran sama.


"Ibu bukannya ibu yang kemarin yah?" tanya Nanda membuat wanita tua itu mendongak.


Mata Nanda saling berpandangan satu sama lain selama beberapa saat. Sorot mata yang begitu meneduhkan dan membuat hati terasa damai. Itu yang Nanda rasakan.


"Ibu beneran yang kemarin kan?" tanya Nanda ulang.


"Iya..." jawab wanita itu lirih.


"Mas..." panggil Nanda mencari kepastian.


Idris mengangguk tanda iya.


"Maaf sebelumnya... Ibu namanya siapa yah?" tanya Idris bergantian.


"Maryam..." jawab wanita itu yang bernama Maryam.


"Ibu punya anak?" tanya Nanda.


"Punya..." jawab bu Maryam.


"Perempuan..." jawab bu Maryam.


"Dimana anak ibu sekarang?" tanya Idris.


"Dia..." ucap bu Maryam terhenti dibarengi dengan lelehan air mata.


"Dimana Bu?" tanya Nanda.


"Saya tidak tau dimana dia sekarang..." jawab bu Maryam lirih.


Rasa sedih sekaligus bahagia hinggap di diri Nanda. Tapi Nanda pun tak bisa langsung percaya jika didepannya saat ini adalah bunda nya. Salah satu cara untuk memastikan adalah dengan tes DNA.


"Apa ibu mau ikut bersama saya dan suami saya?" tanya Nanda.


Bu Maryam hanya terdiam tak membalas. Ia merasa itu akan merepotkan bagi wanita didepannya saat ini. Pikir bu Maryam.


"Maaf sebelumnya bu... Saya Idris dan itu istri saya, Nanda..." ucap Idris memperkenalkan.


"Apa ibu mau ikut bersama kami?" tanya Idris.


"Tidak... Itu akan merepotkan kalian..." jawab bu Maryam.


Mata Nanda mulai berkaca-kaca. Rasa yang tidak pernah ada didalam dirinya hadir ketika berdekatan dengan bu Maryam.


"Ibu... Mau ya ikut bersama kami? Ibu nggak akan merepotkan... Justru kami senang ibu mau ikut bersama kami..." ucap Nanda sambil memegang tangan bu Maryam.


"Iya itu benar bu..." ucap Idris.

__ADS_1


Bu Maryam tampak berpikir sebelum menjawab ucapan dari Nanda dan Idris. Sebenarnya bu Maryam pun merasa bahagia. Karena selama 22 tahun ia menyendiri, tak mempunyai keluarga. Dan sekarang ada yang ingin mengajaknya sebagai keluarga.


Setelah berpikir cukup lama, bu Maryam pun menjawab dengan anggukan kepala. Membuat senyum Nanda dan Idris terukir dengan jelas dibibir masing-masing. Air mata kebahagiaan Nanda mengalir begitu saja.


Dret...dret...dret...


Dering ponsel yang cukup nyaring terdengar ditelinga Nanda. Membuatnya segera merogoh tas dan mengambil benda pipih tersebut. Lalu menekan tombol berwarna hijau agar terhubung.


"Hallo?" ucap Nanda.


"Iya hallo nyonya... Apa sekarang nyonya tidak berangkat ke kantor?" tanya Santi.


"Maaf Santi... Aku tidak berangkat hari ini... Tolong batalkan semua jadwal meeting hari ini yah..." jawab Nanda sambil melihat ke arah jam tangan yang sekarang menunjukkan pukul 8 siang.


"Baik nyonya..." balas Santi.


Tak berapa lama telepon pun terputus dari salah satu pihak. Dengan segera Nanda memasukan kembali ponselnya ke dalam tas.


"Kamu ijin nggak masuk?" tanya Idris.


"Iya... Aku mau pulang aja sama bu Maryam..." jawab Nanda.


"Oke deh aku ikut..." ucap Idris yang langsung membuat Nanda menatap tajam ke arahnya.


"Kenapa?" tanya Nanda.


"Aku pengen nemenin kamu lah..." jawab Idris yang membuat pipi Nanda bersemu.


"Udah lah... Yuk kita pulang sekarang..." ajak Nanda.


Nanda menggandeng tangan bu Maryam dan mengajaknya untuk berjalan ke arah parkiran. Tiba-tiba langkah Nanda terhenti ketika ada tangan yang mencekal lengannya.


"Katanya kamu pengen buah?" tanya Idris yang baru ingat tujuan mereka ke Mall untuk apa.


"Oh iya, aku lupa... Ayuk bu ikut kami beli buah..." jawab Nanda sekaligus mengajak.


Sedari tadi bu Maryam hanya diam. Dia mengamati setiap gerak gerik Nanda yang membuatnya merasa penasaran. Ada rasa yang begitu berbeda dari diri Nanda.


Setelah dirasa cukup, Nanda dan Idris membayar buah-buahan yang ada di troli. Tangan Nanda tak lepas dari tangan bu Maryam.


"Ibu kenapa sedari tadi diam aja?" tanya Nanda ketika mereka sudah didalam mobil.


"Tidak apa-apa..." jawab bu Maryam.


Dari dalam lubuk hati Nanda ingin rasanya memeluk orang yang ada disampingnya saat ini juga. Tetapi Nanda tahan karena takut membuat bu Maryam akan menjauhinya.


Idris melajukan mobil keluar dari parkiran menuju jalan raya. Disepanjang jalan raya Idris terus mendengarkan percakapan dari Nanda dan bu Maryam.


"Nama panjang ibu siapa?" tanya Nanda.


"Ananda Maryam..." jawab bu Maryam yang membuat Nanda dan Idris terkejut.


Pasalnya nama Nanda dan bu Maryam mempunyai kesamaan. Entah itu kebetulan atau memang takdir. Bu Maryam menjawab dengan jujur setiap pertanyaan dari Nanda. Tidak ada yang ingin ia sembunyikan sekarang. Tak tau kenapa rasanya begitu nyaman berada didekat Nanda.


Apakah bu Maryam adalah bunda nya Nanda?. Apa bu Maryam akan menerima Nanda sebagai anaknya setelah 22 tahun berpisah?. Dan apakah keluarga Firma akan percaya dan menerima kehadiran anggota baru dalam keluarganya?.


✨Hallo gaes👋✨


Ketemu lagi nih... Jangan lupa tinggalkan kenangan yah... Oke deh... Sabar tunggu kelanjutan ceritanya... Bakal seru pokonya... Hehehe... Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya... Yang setia yah... Like dan Vote donk... Babay🤗

__ADS_1


✨See you ✨


__ADS_2