
✨ Jalan-jalan✨
Waktu berjalan begitu cepat dari hari ke hari. Banyak peristiwa yang dilalui Nanda dan Idris bersama. Keduanya tak pernah melewatkan satu moment penting di hidupnya. Apalagi tentang si bayi yang selalu Idris usap-usap di malam hari walau belum nyata.
"Tujuh bulan lagi baby akan ketemu sama kita mas..." ucap Nanda menikmati setiap usapan yang Idris berikan.
"Iya... Aku udah ngga sabar..." balas Idris.
"Aku juga..." ucap Nanda.
Hari demi hari terlihat perut Nanda yang semakin membuncit sesuai perkembangan si bayi. Seluruh keluarga Firma menjaga Nanda dengan baik, dari makanan, kebersihan dan berbagai kegiatan di rumah. Untuk sementara ini perusahaan di ambil alih oleh ayah Rama dan Alex yang ikut membantu. Ayah Rama tak ingin anaknya dan cucunya terjadi apa-apa ketika kelelahan karena mengurus perusahaan yang semakin pesat.
"Mas, aku boleh ngga ke kantor lagi?" tanya Nanda mendongak menatap wajah suaminya.
"Kamu itu ngga boleh kelelahan... Untuk sementara waktu kamu dirumah dulu aja..." jawab Idris menasehati.
"Tapi aku bosan seharian di rumah terus mas..." ucap Nanda dengan bibir yang dimajukan.
Mengingat setiap hari Nanda terus berada di dalam rumah yang besar, membuatnya merasa bosan. Nanda ingin pergi ke kantor seperti biasa. Tetapi semua itu dilarang oleh suami dan ayahnya. Mereka semua terlalu mengkhawatirkan Nanda dan bayinya yang baru berusia dua bulan.
"Iya udah mumpung besok aku libur, kamu mau jalan-jalan?" tawar Idris yang membuat senyum Nanda langsung terukir.
"Beneran mas?" tanya Nanda dengan mata berbinar.
"Bener donk... Demi kamu aku bakal ngelakuin apapun... Asalkan kamu bahagia..." jawab Idris dengan mantap.
"Aku pengen pergi ke mall dan nonton bioskop disana mas..." ucap Nanda dengan semangat.
"Ayo... Aku juga pengen refreshing..." balas Idris dengan semangat juga.
"Makasih mas..." ucap Nanda memeluk Idris dengan erat.
"Sama-sama..." balas Idris mencium puncak kepala istrinya.
Kemudian keduanya beranjak dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih-bersih terlebih dahulu sebelum tidur. Menggosok gigi, mencuci muka dan diakhiri dengan berwudhu. Itu adalah kebiasaan yang Nanda tiru dari suaminya semenjak keduanya hidup bersama.
"Selamat malam sayang... Semoga Allah melindungi keluarga kecil kita..." ucap Nanda sambil memeluk tubuh yang selalu ia rindukan setiap saat.
"Malam juga... Semoga Allah mengijinkan kita untuk selalu bersama..." balas Idris mencium kening Nanda lalu tertidur.
Di pagi yang dingin, Nanda terbangun ketika mendengar alarm di hpnya berbunyi. Terlihat dilayar ponselnya menunjukkan pukul empat pagi dini hari. Dengan segera Nanda bangun. Takut kalau nanti ia akan tertidur karena matanya terasa berat untuk membuka.
__ADS_1
Idris masih tertidur lelap, membuat Nanda tersenyum. Dipandanginya wajah tampan sang suami sambil tak henti-hentinya mengucapkan syukur pada Sang Pencipta. Yang telah menciptakan suami yang tampan dan sholeh dan ditakdirkan menjadi suaminya.
"Mas... Ayo bangun..." ucap Nanda sambil memegang pipi Idris.
"Mas.." ucap Nanda lagi.
Mata Idris perlahan terbuka. Senyum pun langsung terukir manis dibibir Idris. Ia bahagia ketika membuka mata dan mendapati istri cantiknya ada dihadapannya saat ini.
"Ayo bangun..." ucap Nanda.
"Cium..." pinta Idris.
Cup.
Setelah mendapatkan apa yang ia mau, Idris segera beranjak dan masuk ke dalam kamar mandi. Mengambil air wudhu dan berganti baju lalu melaksanakan sholat shubuh berjamaah. Selepas itu keduanya duduk bersama sambil menanti dengan ditemani dua gelas susu berwarna putih dan coklat.
"Mas... Sebenarnya aku pengen tanya sama bunda..." ucap Nanda.
"Tanya apa?" tanya Idris.
"Soal ayah kandung aku... Apa dia masih hidup atau udah meninggal..." jawab Nanda menunduk.
"Lebih baik kamu tanya daripada harus dipendam sendiri... Sudah seharusnya kamu tanya itu waktu pertama kali... Biar lebih jelas semuanya..." saran Idris.
Didalam hatinya ia ingin sekali menanyakan dimana ayah yang tega menjual dirinya. Apakah ia masih hidup? Atau sudah meninggal?. Pikir Nanda. Walau bagaimanapun ayahnya tetap menjadi ayah. Tanpa dia mungkin Nanda tak akan ada di dunia ini.
Pukul sembilan, Nanda dan Idris sudah siap di dalam kamar. Tak lupa pula Nanda memakai make up yang tak terlalu tebal karena wajahnya sedikit pucat. Idris pun sudah siap juga. Kemudian mereka keluar dari kamar bersamaan.
"Kalian mau kemana?" tanya bu Maryam yang sedang berbincang hangat dengan Omah diruang tamu.
"Aku sama mas Idris mau jalan-jalan bunda..." jawab Nanda sambil mengaitkan tangannya ke lengan Idris.
"Hati-hati dijalan..." ucap bu Maryam.
"Iya bunda... Kami pamit..." ucap Nanda lalu mencium tangan kanan bundanya kemudian Omah.
Setelah berpamitan, keduanya keluar dari rumah. Terlihat mobil baru yang sebulan lalu Idris beli untuk istrinya, terparkir tepat di depan teras. Alex menunggu kedatangan calon kakak iparnya dengan setia di depan mobil. Lalu memberikan kunci mobil tersebut pada Idris.
"Terima kasih..." ucap Idris lalu masuk ke dalam mobil dan diikuti oleh Nanda.
"Sama-sama..." balas Alex.
__ADS_1
Suara deru mesin mobil mulai terdengar. Perlahan mobil mulai bergerak keluar dari kediaman menuju jalan raya yang ramai dengan berbagai kendaraan. Mobil baru dengan warna silver berjejer rapi dengan mobil-mobil yang lainnya.
Setengah jam berlalu, akhirnya mobil mulai memasuki area parkiran yang berada di belakang mall. Kemudian Nanda dan Idris keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam mall. Terlihat begitu ramainya mall terbesar di kota Semarang.
"Mas ayo kita ke nonton bioskop..." ajak Nanda sembari menaiki eskalator menuju lantai tiga.
"Ayo..." balas Idris.
Sesampainya dilantai tiga, Nanda dan Idris langsung masuk ke dalam ruangan. Sebelum masuk, Idris terlebih dahulu membeli tiket sesuai film yang dijadwalkan. Beruntungnya film yang didapat Nanda dan Idris adalah film horor. Film yang disukai oleh Nanda dan Idris tentunya.
"Kamu ngga takut?" tanya Idris ketika mereka berdua duduk di kursi bioskop.
"Ngga donk..." jawab Nanda yang sebenarnya sedikit takut.
"Aku tantang nih..." ucap Idris.
"Oke..." ucap Nanda.
Kursi bioskop mulai ramai oleh orang-orang. Tak berapa lama film pun dimulai. Dua jam berlalu dengan santai oleh keduanya. Walau terkadang Nanda sedikit takut, terlihat dari wajahnya yang mulai berkeringat dan genggaman tangannya pun mulai erat.
"Hahaha..." tawa Idris terdengar ketika keduanya keluar dari ruangan.
"Kok kamu ketawa si?" tanya Nanda dengan heran.
"Sebenarnya kamu itu takut kan nonton film horor?" tanya Idris menebak.
"Sedikit si... Tapi itu juga film kesukaan aku kok..." jawab Nanda yang tak ingin kalah.
"Bener kan, tebakan aku?" tanya Idris lagi.
"Hmm..." balas Nanda.
Kemudian keduanya melanjutkan dengan makan siang di restoran yang ada di mall. Tiga puluh menit sudah Nanda dan Idris menghabiskan waktu untuk makan bersama. Setelah itu Nanda dan Idris berjalan bersama menuju toko-toko yang berjejer rapi didalam mall.
Keduanya membeli pakaian couple berwarna biru muda. Hingga pukul dua siang, Nanda dan Idris memutuskan untuk pulang ke rumah karena belanjaan pun sudah banyak di kantong plastik. Dua kantong plastik besar dibawa oleh Idris dan selebihnya dibawa oleh Nanda.
"Tunggu!" panggil seseorang yang membuat langkah Nanda dan Idris terhenti.
Nanda dan Idris menoleh ke arah sumber suara. Ternyata yang memanggil keduanya adalah seorang wanita dengan perut yang membesar. Atau bisa disebut sedang hamil. Nanda dan Idris pun bertanya-tanya siapakah wanita yang memanggil mereka tadi?.
✨Malam semuanya 👋✨
__ADS_1
Alhamdulillah hari ini Author bisa up. Jangan lupa tinggalkan jejak. Like dan Vote sebanyak-banyaknya biar Author tambah semangat okey. Dan jangan lupa masuk ke grup Author yah. Ayo donk ramaikan. Sampai ketemu di episode selanjutnya.
✨Babay👋✨