Istriku Seorang CEO

Istriku Seorang CEO
Episode 43


__ADS_3

✨Mahkota Kehormatan✨


"Paham?" tanya Idris ketika ia sudah selesai menerangkan isi dari kitab Fathul Idzar. Walau belum sepenuhnya akan dijelaskan, tapi Idris akan berusaha dengan perlahan-lahan agar Nanda paham.


"Lumayan si..." jawab Nanda dengan malu-malu setelah mendengar penjelasan tentang isi dari kitab Fathul Idzar.


"Mau praktek?" tanya Idris yang membuat pipi Nanda berubah menjadi merah bersemu.


"Eh..." ucap Nanda terkejut dengan pertanyaan dari Idris.


"Kalau kamu masih belum siap aku bakal nunggu kok... Aku ngga mau buat kamu menyesal..." ucap Idris yang membuat Nanda tak enak hati.


Lalu Idris bangkit dari sofa yang dulu ditempatinya untuk kasur tidur. Langkah itu terhenti ketika ada tangan yang menahannya.


"Mas!" panggil Nanda.


Badan Idris berbalik dan menatap wanita yang tengah duduk disofa dengan kitab yang terbuka didepannya.


"Aku udah siap kok..." ucap Nanda dengan menatap mata Idris yang meneduhkan.


"Bener?" tanya Idris memastikan.


"He'em..." jawab Nanda dengan anggukan kepala.


Kembali duduk disamping Nanda untuk memastikan. Mata itu saling bertatap untuk beberapa saat.


"Kamu tau kan arti dari semua ini?" tanya Idris dengan mode serius.


"Iya aku tau..." jawab Nanda tak kalah serius.


"Sebagai wanita kamu punya mahkota kehormatan yang wajib dijaga... Dan sekarang kamu harus berani untuk menyerahkan mahkota yang selama ini kamu jaga itu kepada orang yang tepat... Dan itu adalah suami kamu... Yang paling berhak atas diri kamu... Tapi... Semua itu harus didasari dengan cinta... Bukan hanya sekedar kata-kata..." ucap Idris dengan lembut berusaha menjelaskan pada istrinya bahwa itu adalah keputusan yang terbaik.

__ADS_1


"Mas... Aku tau semua itu... Maaf jika dulu kamu harus menahannya... Tapi sekarang keputusan itu udah yang terbaik menurut ku... Mahkota ini cuman untuk kamu... Kamu mas... Aku siap... Tapi... Aku cuman belum berani karena semua itu pasti sakit..." ucap Nanda dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kalau itu keputusan kamu... Aku bakal pelan-pelan... Karena kita sama-sama belajar... Berawal dari sakit akan menjadi nikmat... Bahkan kamu ngga akan pernah bisa mengatakan seberapa nikmatnya itu... Kamu percaya kan sama aku?" tanya Idris meyakinkan istrinya dengan menggenggam tangannya dengan erat sebelum air mata yang sedari tadi menggenang itu mengalir.


"Aku percaya..." jawab Nanda dengan senyum yang mengembang dibibir merahnya.


Perlahan Idris mendekatkan wajahnya. Hanya beberapa senti saja. Napas keduanya begitu terasa. Mata yang saling bertemu menunjukkan keinginan keduanya untuk melakukan hal yang sama.


"Kamu tau kan sekarang malam Jumat?" tanya Idris.


Nanda mengangguk karena tak dapat berkata apa-apa saat ini. Malu. Ya tentu saja.


"Jika kita melakukan hal itu dimalam Jumat... Insya Allah anak kita bakal menjadi hafidz Qur'an..." beritahu Idris pada Nanda.


"Aku juga mau keturunanku hafidz Qur'an..." balas Nanda yang artinya setuju.


Tangan Nanda bergetar ketika bibir Idris menempel dibibirnya. Perlahan tapi pasti keduanya saling melengkapi. Hingga berujung dengan kasur putih yang sudah siap menjadi kendaraan kemana dua manusia itu akan mencapai surganya kenikmatan.


"Insya Allah aku siap..." jawab Nanda dengan seulas senyum.


"Bismillah..." ucap Idris ketika hasyafahnya mulai memasuki farji.


Sungguh sakit yang luar biasa. Tapi tak bisa ia ungkapkan. Hanya air mata yang bisa bercerita tentang rasa sakit yang ia alami saat ini. Mahkota kehormatan yang selama ini ia jaga sudah ia berikan pada orang yang tepat. Yaitu suaminya.


"Terima kasih karena sudah menjaganya dengan baik..." ucap Idris mencium kening Nanda agar membuat sakit yang hingga itu perlahan hilang.


"Aku mencintaimu mas..." ucap Nanda dengan yakin.


"Aku sangat mencintaimu... Aku menitipkan benih suci ini dirahim kamu... Semoga doa kita cepat dikabulkan oleh Allah..." ucap Idris dengan sangat lembut.


Rasa sakit itu perlahan hilang berganti dengan kenikmatan yang tak bisa diungkapkan oleh Nanda. Sungguh dia merasa bahagia dimalam Jumat ini.

__ADS_1


Keduanya saling belajar tentang Sunnah Nabi. Salah satu bukti ketaatan pada suaminya. Dan tentunya Idris yang tak henti bersyukur.


"Kamu capek?" tanya Nanda ketika tubuh Idris terlentang disebelahnya dengan napas yang sama-sama memburu.


"Bukannya capek... Aku cuman ngga kuat liat kamu nahan sakit kaya tadi..." jawab Idris sembari memandang wajah istrinya dengan lekat.


"Itu cuman diawal kok mas... Sekarang udah nggak sakit lagi... Kamu tenang aja..." balas Nanda sembari memeluk tubuh Idris yang tak berpenghalang.


"Kamu yakin?" tanya Idris yang tak yakin.


"Yakin..." jawab Nanda.


"Udah kita tidur aja... Lanjut besok lagi..." ucap Idris mendekap tubuh wanita yang sekarang sudah menjadi miliknya seutuhnya.


"Ngga papa?" tanya Nanda mendongak.


"Iya sayang..." jawab Idris yang membuat pipi Nanda kembali bersemu.


Sebenarnya Nanda tak ingin mengecewakan suaminya. Tapi ia juga tak bisa membantah perkataan Idris untuk tidak melanjutkannya lagi.


Ditariknya selimut putih nan tebal itu untuk menutupi tubuh polos keduanya. Karena malam sudah semakin dingin. Ditambah dengan AC yang membuat udara semakin bertambah dingin pula. Membuat dua manusia itu semakin mempererat pelukannya untuk saling memberikan kehangatan.


Kecupan didapat Nanda sebelum memasuki dunia mimpi. Balasan yang sama Idris dapatkan dipipinya. Benda kenyal itu menempel beberapa saat disana.


Dengan ucapan Bismillah keduanya memasuki dunia mimpi untuk menyambut esok hari. Dimana hari itu adalah hari yang akan membuat mereka berdua semakin terikat hingga ajal mendekat. Insya Allah. Semua tergantung kehendak Sang Pencipta. Tidak akan tahu bagaimana akhir dari kisah cinta mereka berdua. Akankah terus bersama hingga ajal mendekat?. Atau ajal terlebih dahulu yang akan menjemput?.


✨Hallo gaes 👋✨


Ketemu lagi nih... Alhamdulillah yah bisa upload 2 episode dalam sehari nih... Gimana nih respon dari kalian? Yang setia yah nunggu kelanjutan ceritanya... Jangan bosan-bosan deh... Masih ada banyak berita yang akan kalian baca di episode-episode selanjutnya... Jangan lupa deh kalian buat semangatin Author lho... Dengan cara like, koment dan Vote yah... Sampai ketemu di episode selanjutnya...


✨See you💙 Dahhhh👋✨

__ADS_1


__ADS_2