
✨Lembaran baru✨
Tiga hari sudah Nanda lewati dengan banyak belajar bersama mertuanya. Membuat beberapa masakan kesukaan Idris tentunya. Hingga akhirnya tiba dimana Nanda akan memberikan sebuah kejutan bersama dengan permintaan maaf.
Dan jangan lupa Idris pun masih bersikap dingin terhadap Nanda. Idris pun tak tau jika tiga hari ini istrinya sering berkunjung ke rumahnya yang dulu.
"Kamu pulang jam berapa nanti mas?" tanya Nanda sembari memakaikan dasi dikerah baju Idris.
"Aku lembur... Pulang jam 9 malam..." jawab Idris dingin.
"Oke deh kalau gitu... Jangan lupa makan yah..." ucap Nanda dengan lembut dan berusaha menampilkan senyum terbaiknya.
Walau didalam hatinya merasa sakit ketika sang suami bersikap dingin beberapa hari ini.
"Hmmm" balas Idris.
Selepas bersiap Nanda dan Idris turun untuk sarapan pagi. Lalu mereka berdua berangkat kekantor seperti biasa. Hari ini Nanda sudah mempersiapkan dengan matang kejutan bersama sang mertua dan keluarganya.
Walau didalam lubuk hati Nanda ingin rasanya ia segera mengakhiri ini semua. Tapi tetap saja, tidak ada kebahagiaan tanpa perjuangan. Biarlah untuk saat ini Nanda yang akan berjuang dan mendapatkan apa yang ia inginkan.
Pintu ruangan Nanda perlahan terbuka dan menampilkan seorang wanita dengan tablet besar ditangannya. Wanita itu tersenyum manis lalu melangkahkan kakinya memasuki ruangan dengan anggun.
"Pagi Nyonya..." sapa Santi.
"Pagi juga Santi..." balas Nanda.
"Ada yang ingin menemui Nyonya... Katanya ada urusan yang sangat penting..." ucap Santi to the point.
"Persilahkan dia masuk..." perintah Nanda.
Santi berbalik dan keluar untuk memanggil orang yang dimaksud. Sesaat kemudian pintu kembali terbuka. Mata Nanda terbuka lebar ketika mendapati orang yang berdiri dibelakang sebelah kiri Santi.
"Silahkan masuk tuan..." ucap Santi.
"Terima kasih..." balas pria itu dengan anggukan kepala.
Kemudian Santi keluar dari ruangan, menyisakan dua insan manusia disana. Mereka berdua saling bertatap satu sama lain selama beberapa saat. Perlahan kaki si pria melangkah dengan santainya menuju tempat dimana Nanda duduk.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Nanda cuek.
"Aku cuma ingin bertemu dengan kekasihku yang cantik..." jawab si pria yang tak lain adalah Rio.
"Apa kamu gila? Kekasih? Itu semua sudah menjadi masa lalu kita Rio..." ucap Nanda dengan sorot mata yang tajam.
"Oh aku memang sudah gila... Aku mencintai seorang wanita sedingin dirimu... Dulu kamu begitu mencintai ku tapi sekarang... Gara-gara pria cunguk itu kamu lebih memilih berpisah dengan ku..." balas Rio yang membuat amarah Nanda berkobar.
"Kamu harus ingat Rio, kita sudah tidak ada hubungan lagi... Dan ku mohon jauhi aku dan keluargaku..." ucap Nanda mengingatkan jika Rio sudah beristri dan akan menjadi seorang ayah dalam waktu dekat.
"Tidak akan!" balas Rio.
"Ingat Rio! Kamu sudah beristri dan akan menjadi seorang ayah!" ucap Nanda dengan emosi.
__ADS_1
"Aku tak peduli... Yang aku inginkan hanya kamu... Menikah dengan ku Nanda..." ucap Rio yang langsung mendapat tamparan dari Nanda.
"Jaga ucapan mu Rio... Aku sudah menikah dan kamu pun sama..." ucap Nanda.
"Aku ingin poligami.. " ucap Rio dengan tangan masih memegang pipinya yang berwarna merah akibat tamparan.
"Keluar!!!" teriak Nanda yang sudah muak dengan mantannya itu.
"Keluar sekarang!!!" ucap Nanda lagi.
Karena kesal akhirnya Nanda memencet tombol disisi meja nya. Tak berapa lama pintu ruangan terbuka dan menampilkan dua bodyguard berbaju serba hitam disana.
"Ayo pak ikut saya..." ucap bodyguard 1 sambil memegang lengan Rio.
"Aku bisa jalan sendiri..." ucap Rio melepas tangan bodyguard dengan kasar lalu keluar ruangan sambil mengumpat didalam hatinya.
Sedangkan Idris tengah fokus didepan laptopnya seperti biasa. Pekerjaan yang semakin bertambah membuat Idris tak ingat jika hari ini adalah hari dimana umurnya bertambah.
Seharian dilewati Idris dengan banyak-banyak bersyukur. Terpaksa Idris mengatakan jika ia lembur hari ini karena ingin sendiri. Memikirkan apakah ia setega itu pada kesalahan istrinya?. Sungguh semua itu membuat Idris frustasi.
21.00
Tiba-tiba ponsel Idris berbunyi. Getaran itu membuat Idris tersadar. Dengan segera Idris meraih ponselnya lalu menekan tombol hijau.
"Assalamualaikum nak..." ucap seseorang dari seberang yang membuat senyum Idris langsung mengembang.
"Waalaikum salam mah..." balas Idris.
"Tau apa mah? Mamah terdengar senang sekali..." tanya balik Idris penasaran.
"Beberapa hari ini menantu mamah datang ke rumah... Dia belajar banyak hal pada mamah... Mulai dari memasak dan cara merawat rumah..." jawab bu Irma.
"Menantu mamah? Maksud mamah Nanda?" tanya Idris terkejut.
"Iya nak... Bersyukur mamah punya menantu seperti dia... Dia juga berjuang supaya bisa memasak masakan kesukaan kamu..." jawab bu Irma.
Mendengar hal tersebut tentu saja membuat Idris terkejut sekaligus bahagia. Dia tak menyangka jika Nanda menyempatkan untuk berkunjung ke rumahnya hanya sekedar belajar.
"Nak?" panggil bu Irma yang membuat Idris tersadar.
"Oh iya mah? Aku turut bahagia mendengar hal itu..." balas Idris.
"Oke kalau begitu... Sudah dulu yah... Kamu cepat pulang ini sudah malam..." ucap bu Irma menasihati.
"Iya mah, Idris habis ini langsung pulang kok..." balas Idris.
"Iya sudah... Wassalamu'alaikum..." ucap bu Irma.
"Waalaikum salam..." balas Idris.
Lalu sambungan pun berakhir dari salah satu pihak. Idris bangkit dari kursi lalu meraih jas nya. Tak lupa pula membawa tas kerjanya keluar dari ruangan.
__ADS_1
Langkah kaki Idris akhirnya sampai pada lift yang terbuka lebar. Tak butuh waktu lama Idris pun sampai dilantai dasar yang sudah sepi, hanya beberapa karyawan yang lembur saja.
"Malam pak Zafran..." sapa karyawan dengan membungkukkan tubuhnya.
"Malam juga..." balas Idris sambil berlalu dari lantai satu menuju parkiran.
Kediaman Firma...
Sesampainya dirumah, Idris bertanya-tanya dalam hatinya. Pasalnya ketika ia masuk kedalam rumah, seluruh ruangan sangat gelap. Seperti tak ada orang didalamnya.
Ceklek
Ruangan dengan hiasan sederhana membuat Idris terkejut. Seluruh keluarga ada diruang tamu dengan senyuman yang mengembang dibibir masing-masing.
"Mabruk Alfa mabruk suamiku..." ucap Nanda dengan tangan membawa kue bertuliskan I Love My Husband ZI.
Tubuh Idris tak dapat bergerak karena terkejut dengan semua yang ada dihadapannya saat ini. Pada dasarnya Idris pun mempunyai sebuah kejutan. Dan ia akan tunjukkan kejutan itu didepan keluarganya.
Kaki Idris melangkah memasuki rumah. Tak menghiraukan Nanda yang berdiri diambang pintu dengan kue yang diatasnya ada nyala lilin. Lalu Idris memeluk bu Irma dengan erat yang membuat semua orang terkejut.
"Nak..." ucap bu Irma yang ikut terkejut.
"l Love you mamah..." ucap Idris berbisik ditelinga bu Irma.
Air mata Nanda mengalir membasahi wajah putihnya. Tak menyangka jika ini yang akan ia dapatkan. Bahkan suaminya pun masih mengacuhkannya.
Nanda menunduk memandang kue ultah berbentuk hati dengan lilin yang masih menyala. Sungguh ini semua adalah rasa sakit yang teramat sangat.
Tetapi semua itu hilang ketika telapak tangan seseorang berada dibawah dagunya. Tepat ketika air mata Nanda akan menetes ke atas kue, justru menetes ke telapak tangan seseorang yang sudah sangat Nanda kenal.
"Mas..." ucap Nanda dengan lelehan air mata. Mendongak dan menatap pria yang sekarang sedang tersenyum disana.
Idris meniup lilin yang bertuliskan angka 26. Diambilnya kue tersebut lalu diberikan pada pelayan yang berdiri tak jauh dari ambang pintu.
Tangan kekar itu mendekap tubuh Nanda. Dan mengelusnya dengan selembut mungkin. Kini sudah waktunya bagi Idris melupakan masa lalu. Dan menggantinya dengan lembaran baru bersama dengan wanita yang ia cintai.
"Mas aku minta maaf atas semua kesalahanku kemarin... Aku rela kok sujud di kaki kamu supaya kamu percaya..." ucap Nanda disela tangisnya.
"Udah... Aku udah maafin kok... Janji sama aku bahwa kamu nggak akan pernah berbohong lagi..." balas Idris.
"Aku janji mas... Aku cinta sama kamu..." ucap Nanda mempererat pelukannya.
"Aku juga sayang..." balas Idris sambil mengecup puncak kepala Nanda.
Seluruh keluarga yang menyaksikan itu ikut menitikkan air mata haru. Apalagi Naya dan Alex mereka saling mengaitkan tangannya. Ingin sekali seperti kakaknya yang berpeluk mesra didepan semua orang. Dengan ikatan yang sah baik oleh agama maupun negara.
✨Hallo gaess👋✨
Balik lagi nih... Jangan bosan-bosan donk yah... Pokoknya perjalanan kisah cinta Nanda dan Idris itu masih panjang... Bagi kalian yang ngerasa itu sedikit cuman perasaan aja... Author udah capek-capek ngetik lebih dari 1000 kata lho... Dan buat kalian semua jangan lupa tinggalkan jejak yah... Like dan Vote donk... Semoga kalian suka... Babay 🤗
✨Sampai ketemu di episode selanjutnya 👋✨
__ADS_1