
✨ Pinguin✨
Tak seperti biasa dua pasangan itu terbangun pada pukul empat pagi. Mungkin saja karena kelelahan dengan aktivitas tadi malam.
"Mas Idris! Bangun!" panggil Nanda sambil menggoyangkan lengan suaminya.
Mata Idris perlahan terbuka. Padahal rasanya baru beberapa menit ia tidur sudah dibangunkan. Apalagi pagi ini rasanya lebih dingin dari biasanya. Membuat selimut putih yang menutupi tubuh polos mereka semakin melekat kuat.
"Jam berapa?" tanya Idris dengan mata yang terpejam-pejam.
"Jam 4..." jawab Nanda yang tadi melihat jam beker diatas meja kecil menunjukkan pukul 4 dini hari.
"Serius?" tanya Idris lagi.
"Iya... Masa aku bohong..." jawab Nanda kemudian bangkit dari tidurnya.
Ditatapnya wajah suaminya yang kembali memejamkan mata. Nanda baru menyadari jika Idris sangatlah tampan. Apalagi dengan jarak sedekat ini. Nikmat mana yang kau dustakan?.
"Ayo bangun..." ucap Nanda kembali menggoyangkan lengan Idris.
Alhasil mata itu tetap terpejam. Karena lelah akhirnya Nanda turun dari kasur untuk memunguti pakaiannya yang tergeletak dilantai.
"Awww!" ucap Nanda saat merasakan sakit di bagian pusat tubuhnya. Suara Nanda yang cukup keras membuat mata Idris terbuka lebar.
"Kamu ngga papa?" tanya Idris dengan khawatir.
"Sakit..." jawab Nanda dengan kepala tertunduk.
"Iya udah sini aku bantuin... Bentar yah..." ucap Idris yang langsung turun dari kasur dan memakai pakaiannya yang tergeletak dilantai.
Lalu menghampiri Nanda yang terdiam dipinggiran kasur. Diangkatnya tubuh polos Nanda dan membawanya ke kamar mandi. Mereka berdua mandi bersama sekaligus mandi janabah (junub / mandi besar).
Selesai dengan mandinya yang membutuhkan waktu dua kali lipat dari biasanya. Lalu keduanya melaksanakan sholat shubuh berjamaah. Selesai dengan kewajibannya, Idris duduk disofa sambil membuka laptopnya.
"Apa masih sakit?" tanya Idris ketika melihat Nanda berjalan seperti pinguin.
"Lumayan si..." jawab Nanda lalu duduk dimeja rias.
__ADS_1
"Kamu lucu yah..." ucap Idris sambil menahan tawa.
"Kenapa?" tanya Nanda penasaran.
"Jalannya kayak pinguin tau..." jawab Idris yang membuat Nanda memanyunkan bibirnya.
"Kamu yang buat aku kaya pinguin..." balas Nanda.
"Iya iya maaf..." ucap Idris yang tak jadi tertawa. Karena merasa kasihan.
Dengan lincah tangan Nanda merias wajah cantiknya dengan make up yang tak terlalu tebal. Cukup Natural. Tak lupa pula hijab pashmina yang beberapa hari Nanda beli itu ia pakai.
Cantik.
Kata hati Idris ketika melihat Nanda selesai merias wajah cantiknya. Apalagi dengan hijab keluaran terbaru yang ikut membuat Nanda terlihat semakin cantik.
"Kamu mau kopi atau susu?" tanya Nanda sembari berjalan ke arah lemari untuk menyiapkan baju kerja suaminya.
"Susu hangat aja..." jawab Idris yang tak berkedip melihat Nanda.
"Hari ini aku jadwal kontrol... Kamu bisa antar aku kan?" beritahu Nanda sambil menaruh baju kerja Idris diatas kasur.
"Emm... Iya..." ucap Nanda dengan anggukan kepala.
Setelah menyiapkan baju kerja Idris lantas Nanda keluar kamar. Menuruni anak tangan hingga sampai di ruangan yang sudah ada beberapa pelayan disana.
"Pagi nyonya..." sapa pelayan 1.
"Pagi... Dimana Mak Ijah?" tanya Nanda sembari menghampiri beberapa pelayan yang tengah sibuk memotong sayuran.
"Ada dikamar belakang nyonya..." jawab pelayan 2.
Mendengar hal itu Nanda mengangguk paham. Kemudian tangan Nanda terulur untuk mengambil gelas dan memasak air hangat. Tak lupa ia tuangkan susu putih ke dalam gelas. Tak butuh waktu lama air hangat pun telah masak.
"Jangan lupa pergi ke pasar yah... Kebutuhan harian sama bulanan udah habis... Uangnya masih kan? Kalau kurang tinggal bilang aja yah..." ucap Nanda sambil mengaduk susu hangat untuk Idris.
"Masih nyonya..." balas pelayan 3 yang bertugas berbelanja.
__ADS_1
"Iya sudah... Saya kembali ke kamar dulu yah..." ucap Nanda sambil membawa nampan kecil yang diatasnya terdapat gelas berisi susu hangat.
"Iya nyonya..." balas seluruh pelayan kompak.
Nanda berjalan dengan hati-hati karena masih terasa sakit. Sesampainya dikamar ia meletakkan gelas berisi susu hangat itu didepan suaminya. Lalu duduk disebelahnya untuk menemaninya.
"Kamu beneran mau berangkat ke kantor?" tanya Idris tak yakin.
"Beneran... Ini udah mendingan kok..." jawab Nanda sambil melihat ke layar laptop.
Idris mengangguk lalu mengambil gelas yang berada disamping laptopnya dengan hati-hati. Meminum susu hangat buatan Nanda sampai tak tersisa sedikitpun. Nikmat. Kemudian meletakkan gelasnya ke tempat semula.
"Makasih yah..." ucap Idris sambil menutup laptopnya.
"Sama-sama..." balas Nanda dengan senyuman yang ikut menyertai nya.
Idris bersiap selama 15 menit. Kemudian turun bersama Nanda menuju meja makan. Terlihat semua orang sudah berkumpul disana. Termasuk Alex yang ikut duduk disamping kekasihnya.
"Yah... Nanti Nanda mau kontrol ke rumah sakit terus sekalian ke makam mamah..." beritahu Nanda setelah menelan makanannya.
"Ayah nitip bunga yah... Jangan lupa sampaikan salam ayah sama mamah..." balas ayah Rama yang langsung teringat dengan mendiang mantan istrinya.
"Iya yah... Pasti... Nanda ngga bakal lupa kok..." ucap Nanda dengan seulas senyuman.
"Kakak kesana sama kak Idris?" tanya Naya.
"Iya dek..." jawab Nanda.
"Oh oke deh... Nanti aku nyusul sama Alex... Kebetulan bisa bareng..." ucap Naya sambil memandang ke arah kekasihnya.
"Oke..." balas Nanda.
Ayah Rama tersenyum melihat keakraban kedua putrinya. Yang sudah lama ia rindukan. Tapi tetap saja semua itu ada yang kurang. Mamah bagi Nanda dan ibu bagi Naya. Ya. Dia adalah Rini. Sosok yang merelakan nyawanya demi mantan suaminya.
Dan disitu Idris dapat melihat bagaimana keluarga besar Firma mendapatkan sebuah kehangatan. Dari hal-hal kecil hingga besar. Semua menjadi pelajaran tersendiri bagi Idris dan terutama bagi Nanda. Melewati kesedihan bersama. Hingga kebahagiaan yang akhirnya mereka dapatkan.
✨Hallo semuanya👋✨
__ADS_1
Mampir lagi nih... Jangan lupa donk buat Vote, Like dan Koment... Biar Author lebih semangat lagi... Oke deh... Sabar yah buat kalian yang lagi nunggu kelanjutannya... Cukup setia aja... Sampai jumpa di episode selanjutnya yah... Babay😃
✨Dahhh👋🤗✨