
✨Kembar✨
Setelah berjalan mengelilingi pesisir pulau, Nanda dan Idris memutuskan untuk pulang ke hotel. Tepatnya, karena hari sudah semakin sore. Sebelum pulang Idris dan Nanda sempat berfoto di sunset yang begitu indah. Banyak para pengunjung yang berfoto dipesisir dengan gaya yang bermacam-macam.
Pak Hendi selaku sekretaris hanya mengikuti kemana bos barunya itu pergi. Menjadi orang kepercayaan tidaklah mudah. Memang terlihat begitu menyenangkan, tetapi ada perjuangan dibalik sebuah kepercayaan itu.
"Terima kasih banyak pak... Telah mengantar kami pergi jalan-jalan..." ucap Idris ketika sedang berjalan ke parkiran.
"Sama-sama... Itu sudah menjadi tugas saya sebagai sekretaris bapak..." balas pak Hendi.
Nanda dan Idris masuk ke dalam mobil. Disusul oleh pak Hendi selaku sopir yang akan mengantar keduanya pulang ke hotel. Desir angin yang terus menerpa, membuat Nanda ingin berlama-lama di pulau. Tetapi karena hari sudah sore jadi tidak mungkin mereka akan melanjutkannya lagi. Mungkin suatu saat nanti bisa pergi ke pulau Dewata kembali, entah itu bersama dengan siapa.
"Semoga kita bisa kesini lagi yah mas..." ucap Nanda sembari melihat ke luar kaca mobil. Memandang jalan yang disekitarnya ada rumah, resto dan masih banyak lagi.
"Amin... Doakan saja..." balas Idris yang ikut melihat ke luar kaca.
Tepat saat mereka sampai di hotel, jam menunjukkan pukul enam sore. Dengan segera Nanda dan Idris kembali ke kamar setelah mengucapkan banyak terima kasih kepada pak Hendi. Setibanya dikamar, keduanya langsung masuk ke dalam kamar mandi. Mungkin waktu saat ini lebih tepat untuk selalu bersama bagi keduanya.
"Dingin yah mas..." ucap Nanda ketika dirinya terkena air dari shower.
"Kamu pengen aku peluk?" tanya Idris yang sukses membuat Nanda bersemu.
"Ngga jadi... Keburu habis waktu sholatnya buruan..." ucap Nanda sambil meraih handuk yang tak jauh dari tempatnya berada.
"Nanti malam ya?" ucap Idris.
"Ngapain?" tanya Nanda yang tak paham.
"Honeymoon..." jawab Idris dengan menampilkan senyum manis disana.
Dengan cepat Nanda langsung melilitkan tubuhnya dengan handuk. Lalu segera keluar dari kamar mandi dengan pipi yang bersemu. Seperti kepiting rebus.
Didalam kamar mandi rasanya Idris ingin tertawa melihat tingkah lucu istrinya. Keyakinan yang begitu kuat didalam diri Idris akhirnya membuahkan hasil. Dimana sosok Nanda perlahan berubah seiring dengan berjalannya waktu. Mengingat hal itu membuat Idris tersenyum.
"Udah selesai?" tanya Nanda yang melihat Idris keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit dipinggangnya.
__ADS_1
"Udah..." jawab Idris.
"Iya udah aku siapin bajunya..." ucap Nanda menunjuk ranjang.
"Makasih sayang..." ucap Idris yang membuat Nanda kembali bersemu.
"Sama-sama..." balas Nanda lirih.
Idris berjalan ke arah ranjang dimana bajunya sudah siap disana. Kemudian Idris kembali masuk ke kamar mandi untuk berganti baju. Setalah itu Nanda dan Idris melaksanakan sholat Maghrib berjamaah.
Allahuakbar...
Sholat Maghrib berjamaah pun berjalan dengan khusyuk. Seperti biasa Nanda akan mencium tangan Idris setelah berdoa. Tak berapa lama bel pun terdengar. Membuat Nanda segera bangkit dan berjalan ke arah pintu masih dengan memakai mukena.
"Selamat malam... Silahkan dinikmati makan malamnya... Terimakasih..." ucap seorang petugas dengan membawa dua porsi makanan dan juga minuman diatasnya. Lengkap.
"Terimakasih..." ucap Nanda lalu menutup pintu setelah menerima makanan tersebut.
"Siapa?" tanya Idris.
"Itu petugas hotel... Biasa nganter makan malam..." jawab Nanda sambil menaruh makanan tadi di meja depan sofa.
Makan malam pun selesai. Dilanjut dengan sholat Isya berjamaah seperti biasa. Waktu begitu cepat bagi Nanda dan Idris. Sekarang jam menunjukkan pukul delapan malam.
"Kalau aku hamil, kamu pengen punya anak laki-laki atau perempuan, mas?" tanya Nanda ketika keduanya merebahkan tubuh bersama di atas ranjang.
"Mau laki-laki atau perempuan aku bakal menerima kok... Apalagi kalau kembar..." jawab Idris yang membuat Nanda tersenyum.
"Kamu pengen banget punya anak kembar yah?" tanya Nanda lagi.
"Nggak juga si... Cuman kelihatan lebih asik aja punya anak kembar..." jawab Idris.
Nanda mengangguk paham akan semua perkataan Idris. Tiada tuntutan disana. Membuat Nanda tersenyum ketika membayangkan dimana dia mempunyai bayi kembar. Menimang, menyusui, mengurus bersama ketika keduanya menangis. Sungguh Nanda ingin merasakan semua itu. Tetapi ia paham jika hal itu membutuhkan proses yang lama. Pikir Nanda.
"Nda..." panggil Idris.
__ADS_1
"Hmm?" balas Nanda sambil melihat ke arah Idris.
"Ayolah..." ajak Idris.
"Kemana?" tanya Nanda.
"Honeymoon..." jawab Idris.
"Hmm..." tampak Nanda berpikir. Sesaat kemudian Nanda mengangguk membuat Idris tersenyum senang.
Keduanya bangkit dari ranjang. Saling menanggalkan pakaiannya masing-masing. Hingga tersisa tubuh polos keduanya tanpa ada penghalang sedikit pun. Setelah itu Nanda kembali berbaring diatas kasur. Idris menghampiri kemudian mencium kening Nanda selama beberapa saat.
Lalu terjadilah penyatuan tubuh. Mereka berdua menikmati setiap sensasi dan kenikmatan yang didapat di malam itu. Malam yang begitu indah bagi keduanya. Bahkan bagi Nanda adalah malam yang sangat indah. Bisa selalu berdua bersama suami adalah kenikmatan yang tiada banding dari apapun.
"Terima kasih yah..." ucap Idris lalu merebahkan tubuhnya disamping Nanda.
"Sama-sama..." balas Nanda.
"Kamu nggak capek?" tanya Idris sambil menyelipkan anak rambut ditelinga Nanda.
"Aku nggak akan pernah capek asal kamu bahagia..." jawab Nanda.
"Kamu memang yang terbaik..." ucap Idris sambil memeluk Nanda.
"Kamu juga yang terbaik buat aku..." balas Nanda.
Lantas keduanya tidur sambil berpelukan. Tangan Idris meraih selimut agar menutupi tubuh polos keduanya. Angin malam tak begitu terasa. Justru dingin AC lah yang memenuhi ruangan.
Dibalik tirai yang menutupi kaca jendela kamar, terlihat bulan bersinar dengan indahnya. Seluruh kota terlihat lebih terang dari biasanya. Gemerlap lampu berwarna-warni menghiasi kota dikegelapan malam.
"Aku bangga bisa jadi istri kamu mas... Maaf dulu aku belum menyadari semua tentang kamu... Dan sekarang semua itu sudah berlalu dengan cepat... Ketulusan... Kesabaran... Dan juga cinta yang kamu berikan setiap hari membuat ku sadar... Jika orang yang selalu ada disamping kita adalah orang yang paling terpenting didalam hidup kita... Kamu termasuk orang yang paling penting didalam hidupku setelah bunda dan ayah... Selamat malam sayang... Semoga mimpi indah..." ucap Nanda ketika Idris sudah terlelap.
Dibelainya wajah tampan Idris. Kemudian mencium pipinya selama beberapa saat. Air mata kebahagiaan lolos seketika. Senyum manis pun ikut terukir dibibir merah Nanda saat itu. Ya. Nanda tersenyum bahagia lalu ikut terlelap menyusul sang suami.
✨ Assalamualaikum para pembaca setia ku👋✨
__ADS_1
Kembali lagi nih😊. Masih semangat nggak nih buat baca episode selanjutnya?. Tambah seru nggak?. Tenang deh buat kalian yang setia dengan novel ini. Perjalanan masih panjang. Oh iya. Author mau kasih tau nih. Novel ini itu nggak semuanya nyata lho yah. Ada juga hasil halu nya Author. Hehehe. Jadi harap memaklumi yah. Disini juga Author lagi belajar. Belum benar-benar bisa begitu. Jadi mohon pengertiannya donk. Oke. Terima kasih buat yang udah setia baca. Jangan lupa tinggalkan kenangan. Like dan Vote yang sebanyak-banyaknya. Biar Author lebih semangat lagi buat ngetik ide-idenya. Sampai bertemu di episode selanjutnya. Babay👋
✨ Wassalamu'alaikum semuanya😊✨