
✨Tak seharusnya ✨
Idris yang melihat pemandangan seperti itu langsung mengepalkan tangannya. Entah kenapa amarah dalam dirinya langsung berkobar. Langkah kakinya begitu cepat hingga sampai pada dua orang yang sedang berpelukan.
"Lepas!" ucap Idris dengan amarah yang menggebu-gebu.
Bukannya melepas justru Rio membawa Nanda ke belakang tubuhnya.
"Maksudnya apa?" tanya Rio yang tak terima.
"Aku yang harusnya tanya! Siapa kamu berani sentuh Nanda?" jawaban dari Idris membuat Rio mengernyit.
"Aku pacarnya Nanda! Kenapa?" balas Rio dengan sombongnya.
"Dan aku suaminya!" ucap Idris sinis ditambah dengan sorot mata mematikan.
Para pasien yang ada dirumah sakit terus berbisik-bisik. Ada pula yang memotret adegan itu. Layaknya sinetron Indosiar.
"Nda..." panggil Idris.
Tak ada sahutan dari balik tubuh pria bertopi.
"Nanda..." panggil Idris lagi.
Tetap saja tak ada sahutan. Amarah yang tadi Idris pendam sekarang kembali berkobar.
"Nanda!" panggil Idris yang sudah tak sabar.
Nanda muncul dari balik tubuh Rio dengan kepala tertunduk takut. Tak berani memandang mata yang setiap hari meneduhkan hatinya. Yang sekarang berubah menjadi sorot mata yang mematikan.
"Nda tolong jelaskan semua ini... Apa benar dia pacar kamu?" ucap Idris dengan lembut agar Nanda tidak ketakutan.
Hiks... Hiks...
Suara tangis Nanda pecah. Bibirnya bergetar hebat tak mampu menjawab pertanyaan dari suaminya. Nanda ingat betul tujuan awal ia dan Idris menikah, tetapi dengan seiring berjalannya waktu rasa cinta itu mulai tumbuh. Ya. Nanda mencintai Idris. Tapi dia masih mempunyai hubungan dengan Rio. Kekasihnya. Bodoh. Pikir Nanda.
"Nda tolong jawab pertanyaan ku..." ucap Idris dengan memegang bahu Nanda.
__ADS_1
"Nda..." panggil Idris lagi.
Satu anggukan kepala membuat hati Idris hancur lebur. Wanita yang ia cintai telah menipu dirinya. Apa rasanya sesakit ini?. Tanya Idris didalam hatinya.
"Kamu lihat sendirikan? Aku itu pacarnya Nanda!" ucap Rio dengan penuh penekanan.
"Aku tanya sama kamu... Kamu lebih milih aku atau dia?" tanya Idris tak menghiraukannya ucapan Rio.
Tak ada jawaban dari wanita yang tengah menunduk didepannya saat ini. Hati Idris kembali hancur ketika Nanda tak menjawab pertanyaannya. Bukankah seharusnya Nanda langsung menjawab. Kenapa tidak?.
"Asal kamu tahu yah! Nanda itu lebih milih aku! Dia nikah sama kamu itu cuman pura-pura!" ucap Rio sambil menunjuk ke arah Idris.
"Oke kalau itu yang kamu mau Nda... Aku bakal pergi... Dan ingat jangan cari aku jika hati kamu masih milik orang lain..." ucap Idris sambil merogoh saku celananya.
Kata-kata yang keluar dari mulut Idris begitu menusuk ke relung hati Nanda. Sakit sekali.
"Ini kunci mobil dan obat Nanda... Aku pamit... Assalamualaikum..." lanjut Idris sambil memberikan kunci mobil dan juga kresek berwarna putih pada Rio.
"Waalaikum salam..." balas Rio menerima kresek dan kunci mobil dengan cepat.
Idris segera melangkahkan kakinya dari keluar rumah sakit. Mengambil ponsel yang berada di saku jas hitamnya untuk memesan taksi online. Tapi belum sempat Idris memesan taksi ada suara yang sangat ia kenal memanggilnya dari belakang.
"Mas maaf... Tolong jangan pergi..." ucap Nanda dengan mata yang sembab.
"Lepas Nda..." ucap Idris tanpa melihat ke arah Nanda.
"Mas aku mohon... Jangan pergi... Aku cinta sama kamu..." ucap Nanda yang membuat tubuh lelakinya berbalik.
"Cinta kamu bilang?" tanya Idris datar.
"Aku cinta sama kamu... Dia udah jadi mantan aku..." jawab Nanda mendongak menatap mata yang tadi memancarkan kekecewaan.
"Kalau kamu cinta sama aku... Maka lepas! Aku ingin sendiri... Sebelum hati kamu benar-benar hanya untuk aku, tak seharusnya kamu mengatakan cinta..." ucap Idris melepas tangan Nanda dengan terpaksa.
Nanda baru menyadari jika luka yang ia berikan pada suaminya begitu dalam. Ya. Idris ingin sendiri. Ingin menenangkan hati dan pikirannya yang sedang kacau.
"Oke tapi tolong pulang ke rumah yah... Aku takut ayah bakal tanya soal kamu..." ucap Nanda.
__ADS_1
Tanpa membalas perkataan Nanda, Idris melangkahkan kakinya menuju parkiran. Nanda mengikuti langkah kaki itu hingga berhenti tepat di mobil kesayangannya.
"Kamu pulang sendiri... Aku naik taksi..." ucap Idris yang membuat air mata Nanda lolos kembali.
"Tapi mas..." ucap Nanda.
"Kamu pulang sama aku Nda..." ucap Rio yang membuat Nanda terkejut.
"Pulang sama mantan kamu biar ayah tau..." ucap Idris kemudian pergi dari parkiran. Meninggalkan Nanda bersama dengan Rio.
"Ayo kita pulang..." ucap Rio sambil memegang tangan Nanda.
"Nggak mau! Aku mau pulang sama suami aku! Dan mulai sekarang kita putus! Jangan pernah ganggu aku lagi!" ucap Nanda menghempas tangan Rio dengan kasar.
"Cuman gara-gara laki-laki itu kamu mutusin aku?" tanya Rio yang tak terima.
"Aku udah tau semuanya!!!" jawab Nanda dengan napas yang terengah-engah.
"Tau apa?" tanya Rio lagi.
"Kamu hamilin anak orang!!!" jawab Nanda.
Mata Rio terbelalak tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Nanda tau semuanya.
"Mulai detik jangan pernah nemuin aku lagi!!!" ucap Nanda sambil merampas kresek berisi obat dan kunci mobil dari tangan Rio. Lalu masuk ke dalam mobil untuk menyusul Idris yang sudah pulang terlebih dahulu.
Sedangkan Idris sudah naik taksi yang baru ia pesan. Walau bagaimanapun Idris tak akan lari dari masalah. Ia hanya butuh ketenangan. Mungkin itu satu-satunya cara agar dia bisa tau seberapa cintanya Nanda terhadap dirinya.
Disaat yang bersamaan Alex dan Naya sudah sampai di makam Rini. Mereka berdua menunggu kedatangan Nanda dan Idris. Tetapi sudah setengah jam tak kunjung muncul juga.
"Sayang kok kak Nanda sama kakak ipar belum datang juga yah?" tanya Naya pada kekasihnya.
"Mungkin macet..." jawab Alex santai.
"Kamu tuh yah kalau macet ngga mungkin sampai setengah jam..." ucap Naya kesal dengan perkataan Alex.
"Iya iya maaf... Sebentar lagi juga mereka sampai..." ucap Alex.
__ADS_1
✨Hallo gaes... Jangan lupa yah Like dan Vote donk... Author mau ngingetin nih... Revisi nya udah Author mulai jadi kalau lumayan ngga nyambung yang bab awal karena proses revisi yah... Jadi jangan koment yang ngga".... Namnya juga lagi revisi kan? Author udah berusaha merubah yang salah dan kurang di novel ini.... Jadi harus sabar... Dan Author minta tolong deh sama kalian... Hargai karya orang lain... Semua itu butuh kerja keras dan butuh proses... Okey... Makasih yang udah mau ngertiin perasaan Author... Semoga dimasa pandemi ini kita semua selalu diberikan perlindungan sama Allah SWT... Babay😊👋✨