Istriku Seorang CEO

Istriku Seorang CEO
Episode 29


__ADS_3

✨Pengintai✨


Idris...


Beberapa hari setelah pernikahan berlangsung. Sore berganti dengan malam yang gelap namun masih terlihat terang dengan sinar bulan dan juga bintang yang tertata cantik di langit-langit malam.


Ditatapnya langit malam yang membuat hati merasa tenang dan damai. Tak berapa lama seseorang berdiri disebelah ku dengan baju tidur yang sudah melekat cantik ditubuhnya.


"Sudah malam... Tidurlah..." ucap ku sambil melirik Nanda sekilas.


"Aku menunggumu..." balas Nanda yang membuat ku heran.


"Kenapa?" tanya ku penasaran.


"Tidak apa-apa... Aku hanya ingin ditemani..." jawab Nanda tak seperti biasa. Sekarang Nanda bersikap lebih terbuka pada ku daripada sebelum kami menikah.


"Aku tau kamu ingin sekali menceritakan segala beban pikiran mu kan?" tanya ku memandang ke arah langit.


"Kenapa kamu bisa tau?" tanya Nanda balik.


Aku dan Nanda saling bertatap untuk melihat dan merasakan apa yang sedang dialaminya sekarang.


"Aku bisa merasakannya melalui tatapan dari mu..." jawab ku memandang Nanda dengan lekat.


"Aku tidak tau harus berkata apa... Tapi pada intinya aku merasa takut jika semua yang aku takuti akan menjadi kenyataan..." ucap Nanda menunduk.


Sungguh aku merasa khawatir dengan Nanda ketika mendengar penuturan nya tadi. Ku pegang kedua pundaknya dengan lembut lalu membalikkan tubuhnya menghadap ke arahku.


Mata kami kembali bertemu. Terlihat di mata hitamnya menyiratkan akan banyak beban yang ia tanggung. Hingga rasa takut itu bisa ku rasakan sekarang.


"Kamu punya tempat sujud untuk mencurahkan semua isi hatimu Nda... Jangan pernah ragu akan kuasa Allah... Percayalah semua akan baik-baik saja..." ucap ku dengan lembut.


"Aku tidak tahu harus bagaimana menyikapi semua ini..." balas Nanda yang masih menunduk.


"Tatap mataku Nda..." ucap ku sambil menangkup wajah cantiknya.


Sangat jelas. Beban tersebut membuat Nanda terlihat berbeda dari biasanya. Bagaimana tidak?. Nanda selalu membuat senyum palsu didepan Rama dan juga pada orang disekitarnya termasuk aku.

__ADS_1


Tapi aku bisa merasakan semua yang sedang dialaminya sekarang. Walaupun kami terikat dengan pernikahan yang dilandasi oleh hutang, justru membuat ku merasa jika Yang Kuasa akan segera membuat Nanda menerima ku sebagai suami sahnya.


"Walaupun kita menikah dengan alasan hutang, tapi aku tetaplah suami mu Nda... Ku mohon jika kamu butuh tempat untuk mengurangi beban mu aku akan selalu siap... Ini janjiku padamu Nda... Janji seorang Zafran Idris..." ucap ku dengan mantap.


Jikalau aku ditakdirkan menjadi bagian dari hidup mu yang sesungguhnya tentunya aku akan selalu berusaha membuatmu bahagia. Entah apa yang akan kita lalui bersama, percayalah semua akan baik-baik saja walau pada kenyataannya akan ada waktu yang tidak baik-baik saja.


"Terima kasih atas janjimu Idris... Mari kita masuk... Hari sudah malam..." ucap Nanda tanpa memandang ke arah ku.


Tangan ku terlepas ketika Nanda berjalan kamar dengan wajah yang masih tertunduk. Ku hembuskan napas lalu menghirup udara malam yang semakin bertambah dingin.


Ketika sampai dikamar terlihat Nanda yang sudah terlelap dalam mimpi indahnya. Walau nyatanya Nanda sama sekali tidak bisa memejamkan matanya karena terus terngiang dengan perkataan orang kepercayaan nya tempo lalu.


Keesokan harinya...


Setelah selesai sholat shubuh berjamaah, aku dan Nanda langsung membersihkan badan untuk menyegarkan tubuh sebelum pergi ke kantor nanti.


06.00


Seperti biasa keluarga Firma berkumpul di ruang makan untuk sarapan pagi. Hidangan pun sudah siap diatas meja yang membuat perut kami semakin bersemangat untuk menerima asupan energi.


"Iya ayah ada banyak pekerjaan yang telah menanti kami disana..." balas ku yang lalu ditatap Nanda sekilas.


"Iya ayah... Aku juga akan meeting jam 8 jadi berangkat lebih awal itu bukannya lebih bagus?" ucap Nanda yang juga disertai pertanyaan.


"Kamu benar... Sebagai seorang CEO perusahaan kalian juga harus belajar disiplin agar bawahan kalian bisa mencontoh..."


Aku dan Nanda mengangguki semua perkataan dari Rama. Selesai dengan sarapan pagi kami bersiap untuk pergi ke perusahaan.


"Aku pamit ayah... Jaga diri ayah baik-baik..." ucap Nanda lalu mencium tangan kanan Rama.


"Iya ayah aku pamit... Assalamualaikum..." ucap ku ikut mencium tangan Rama lalu berjalan masuk ke dalam mobil.


Mobil pun mulai bergerak meninggalkan rumah megah menuju jalan raya yang terlihat lumayan ramai. Tak disangka sebuah mobil berwarna hitam mengikuti mobil yang ku kemudikan. Hingga akhirnya kami sampai diperusahaan Firma Group setelah 30 menit perjalanan.


"Hati-hati..." ucap Nanda lalu keluar ketika pintu mobil dibuka oleh bodyguard perusahaan Firma Group.


"Iya..." balas ku lalu menancap gas meninggalkan perusahaan Firma menuju RESA Group.

__ADS_1


Didalam hatiku masih bertanya-tanya kenapa mobil hitam tadi berhenti tak jauh dari Firma Group. Ada apa sebenarnya?. Hingga tak terasa aku sudah sampai diparkiran perusahaan RESA Group yang sudah mulai dipenuhi oleh kendaraan para karyawan.


Disisi lain...


"Halo nyonya..." ucap seorang laki-laki dengan kaca mata hitam yang membuat orang tak mudah mengenali nya.


"Bagaimana perkembangan nya? Apa kamu menemukan anakku?" tanya wanita diseberang.


"Dia ada dikediaman Firma bersama dengan tuan Rama..." jawab Noval sambil menyelipkan sebatang rokok lalu menyalakan nya hingga asap pun mulai keluar dan menyebar didalam mobil.


"Bagus kalau gitu terus intai perkembangan selanjutnya... Aku tunggu..." ucap Rini memerintah.


"Baik nyonya... Jangan lupa untuk DP nya..." ucap Noval dengan senyum miring.


"Oke akan ku kirim jika aku sudah bertemu dengan Naya..." ucap Rini.


"Ku tunggu nyonya..." balas Noval dengan semangat.


Sambungan pun berakhir dengan satu ketukan ditombol berwarna merah dilayar ponsel Noval. Senyuman miring pun terukir ketika ia melihat Nanda yang masuk ke dalam perusahaan Firma Group.


Nanda...


Setibanya di ruang kerja, Nanda mendudukkan tubuhnya di kursi kebesaran. Dipandanginya berkas-berkas yang menumpuk di meja kerjanya. Tentunya semua menyangkut perusahaan Firma Group yang sedang ia pimpin sekarang.


Sambil menunggu meeting dimulai Nanda menyuruh Santi untuk membuatkan susu hangat untuk dirinya. Sebagai sekretaris pribadi dengan sigap Santi membuatkan susu hangat kesukaan Nanda.


"Selamat pagi semuanya... Mari kita mulai meeting hari ini dengan doa sesuai dengan kepercayaan masing-masing..." ucap Nanda ketika ia sudah duduk untuk memimpin meeting dengan beberapa CEO perusahaan.


Semua orang tampak serius memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh Nanda. Semenjak berhijab Nanda semakin dihormati oleh banyak orang. Tak banyak para CEO yang berusaha mendekatinya tapi justru Nanda lebih memilih untuk bersikap cuek dan dingin.


"Nyonya Nanda terlihat semakin bertambah cantik dengan hijabnya..." ucap salah satu klien sambil berbisik.


"Iya yah... Udah jadi COE cantik pula pasti banyak yang deketin..." balas klien disebelah nya.


Nanda yang mendengar hal tersebut berusaha bersikap biasa saja. Karena ia tahu semua ini hikmah dari pernikahannya dengan Idris dan lebih tepatnya ketika Idris memintanya untuk memakai hijab. Sebelum memakai hijab Nanda tak pernah mendengar hal tersebut dari klien-klien nya. Dan sekarang semua berubah seiring dengan berjalannya waktu.


✨Halo semuanya... Maaf yah udah bikin kalian semua nunggu... Terima kasih juga buat kalian yang udah setia membaca kisah Idris dan Nanda... Jangan lupa Like and Vote yah... Buat Author lebih semangat lagi...Tunggu kelanjutannya terus... Semangat✨🤗

__ADS_1


__ADS_2