
✨Kisah cinta kita✨
Nanda dan Idris akhirnya mendapat restu dari kedua orang tua mereka. Masalah perusahaan Firma Group akan diambil alih oleh Alex. Sedangkan perusahaan RESA Group kembali diambil alih oleh pak Anton.
Setelah liburan tahun baru selesai, mereka kembali ke tanah air. Sebulan kemudian, Nanda dan Idris pamit untuk terbang ke negara kincir angin guna menempuh pendidikan disana. Bayi mungil mereka pun ikut bersama Nanda dan Idris. Mereka berdua sepakat untuk menjaga Ainin tanpa ada baby sister ataupun pembantu.
"Bunda, ayah, Naya, Nanda sayang kalian..." ucap Nanda dengan air mata berlinang.
"Jaga diri kamu baik-baik, sayang... Kami pasti akan merindukan kamu disana... Dan tentunya kami juga merindukan Ainin..." ucap ayah Rama ketika mereka berpelukan.
Setelah Nanda berpamitan, sekarang giliran Idris. Ia memeluk dan mencium tangan kedua orang tuanya terlebih dahulu lalu adiknya dan yang terakhir keluarga dari istrinya (Nanda).
"Selamat berjuang disana, nak... Kami pasti merindukan kalian... Hati-hati dijalan... Semoga Allah selalu melindungi kalian sekeluarga..." ucap pak Anton sembari menepuk pundak anak pertamanya.
"Amin pah..." balas Idris.
Nanda dan Idris bersiap menaiki pesawat setelah mendengar pengumuman. Semua orang mencium pipi dan kening Ainin secara bergantian. Air mata pun tak lagi dapat dibendung. Perpisahan yang entah kapan mereka akan mengakhirinya. Hanya doa yang mampu mereka semua panjatkan sekarang.
"Kami pamit semuanya... Assalamualaikum..." ucap Nanda dan Idris bersamaan.
Lambaian tangan menyertai kepergian keluarga kecil Idris. Mereka segera menaiki pesawat karena sebenar lagi akan mengudara. Nanda duduk didekat jendela dengan Ainin yang ada di gendongannya. Sekilas Nanda melihat ke luar jendela. Ia melihat dua keluarga yang tengah memandang ke arah pesawat dengan air mata yang mengalir.
"Bismillah... Kita harus siap memulai semuanya... Semoga Allah merestui jalan yang kita ambil..." lirih Idris sembari menggenggam tangan Nanda.
Nanda menatap suaminya dengan mata yang basah. Idris dengan lembut mengusap air mata yang mengalir di pipi Nanda menggunakan ibu jarinya. Senyum keduanya pun terlihat begitu indah.
"Aku percaya apa yang kita ambil sekarang adalah jalan yang tepat... Bismillah..." ucap Nanda.
"Bismillah..." balas Idris lalu mengecup kening Nanda dan Ainin.
Pesawat mulai bergerak perlahan lalu semakin cepat dan akhirnya mengudara. Meninggalkan tanah air sekaligus tanah kelahiran mereka. Semua kenangan tersimpan rapi didalam hati mereka masing-masing.
Nanda dan Idris melanjutkan pendidikan di salah satu universitas terkenal di Belanda. Mereka berdua masuk ke dalam universitas yang bernama University of Amsterdam. Keduanya mengambil jurusan Bisnis dan Manajemen.
Keduanya kompak dalam membagi waktu bersama dengan Ainin. Kesibukan kuliah membuat mereka semakin dekat. Walau tidak satu kelas, tetapi rasa cinta keduanya semakin bertambah.
"Mas, kamu jadwal jaga Ainin... Aku berangkat kuliah dulu ya..." ucap Nanda lalu mencium tangan Idris. Setelah itu Nanda mencium kening Ainin yang tengah asik bermain dengan mainannya.
__ADS_1
"Hati-hati dijalan... Semangat kuliah..." ucap Idris yang dibalas anggukan oleh Nanda.
Mereka berdua membeli mobil khusus dari Belanda. Sedangkan dua mobil di Indonesia dijual untuk biaya masuk kuliah. Mobil satu dipakai secara bergantian oleh Nanda dan Idris.
✨✨✨✨✨
Lima tahun kemudian, Nanda dan Idris dianugerahi dua kebahagiaan sekaligus. Mereka sudah selesai dengan S1 nya. Dan satu kebahagiaan lagi yaitu Nanda dikabarkan hamil. Tentunya keduanya sangat bahagia mendapati hal tersebut.
Ainin tumbuh menjadi gadis cantik. Ia lebih sering bersama dengan Idris. Tetapi juga sering bersama dengan Nanda. Kehamilan anak kedua, membuat Idris tambah menyayangi keluarga kecilnya itu.
"Ayah, Ai mau makan es krim..." ucap Ainin dengan wajah imutnya.
"Tunggu bunda dulu ya... Sebentar lagi..." ucap Idris pada Ainin.
Tak berapa lama, Nanda keluar dengan gamis berbentuk bunga-bunga. Ia terlihat semakin cantik ketika memakai hijab. Nanda menghampiri Idris dan Ainin yang sedang berdiri didepan rumah. Seketika Ainin berlari lalu memeluk Nanda.
"Bunda, Ai mau es krim..." ucap Ainin dengan bergelanyut manja.
"Yuk kita makan sama-sama..." balas Nanda yang membuat senyum Ainin langsung terukir.
Mereka berdua berjalan bersama menyusuri jalan yang tak terlalu ramai. Mereka berjalan menuju toko yang tak terlalu jauh dari rumah. Sesampainya disana, Ainin langsung berlari. Lalu mengambil dua bungkus es krim coklat ditangannya. Membuat Nanda dan Idris tersenyum.
"Aku pengen yang ini ayah..." ucap Ainin menunjukkan es krim yang ada ditangannya.
"Ayah juga punya... Coba liat?" ucap Idris sembari menunjukkan es krim coklat yang sama dengan Ainin.
"Bunda juga..." balas Nanda yang ikut mengambil es krim coklat yang sama.
Idris segera membayar es krim yang telah mereka ambil. Setelah itu mereka berjalan menuju taman. Disana banyak anak yang tengah bermain-main. Ainin duduk sembari memakan es krim kesukaannya itu. Ia duduk di tengah Nanda dan Idris.
Setelah dua bungkus es krim habis, Ainin berlari ke arah taman bermain. Ia langsung bergabung dengan teman sebayanya disana. Terlihat raut kebahagiaan terpancar dari wajah Nanda dan Idris. Melihat putri mereka tengah tertawa bersama dengan teman-temannya.
"Mas, aku bahagia banget sekarang..." ucap Nanda dengan kepala bersandar di pundak Idris.
"Kenapa?" tanya Idris.
"Aku bahagia bisa kumpul bareng kamu, Ainin dan calon anak kita..." jawab Nanda dengan tangan mengusap perutnya yang mulai membesar.
__ADS_1
Idris melirik ke arah istrinya yang tengah melihat putri kecil mereka. Ia mengecup puncak kepala Nanda.
"Alhamdulillah kita masih bisa bersama... Semoga Allah selalu melindungi keluarga kecil kita..." ucap Idris.
"Amin..." ucap Nanda.
Akhir kisah cinta Nanda dan Idris dengan hadirnya anak kedua mereka. Kebahagiaan semakin bertambah ketika mereka tau jika anak kedua yang sedang dikandung oleh Nanda adalah anak kembar.
Pendidikan yang sudah dilalui dengan banyak perjuangan dan rintangan bersama. Membuat Nanda dan Idris belajar apa itu arti kesabaran. Kesabaran dalam membagi waktu untuk bersama, menjaga putri kecil mereka, dan mengajarkan yang terbaik bagi Ainin.
Kebahagiaan bisa kita dapatkan jika kita berusaha dan ikhtiar pada Yang Maha Kuasa. Kita lebih baik berharap pada yang menciptakan bukan yang diciptakan. Allah SWT maka berkuasa. Tidak ada yang tidak baginya (Allah SWT).
✨ Assalamualaikum semuanya👋✨
Alhamdulillah kisah cinta Nanda dan Idris sudah tamat. Untuk season 2 nya masih rahasia yah. Yang penting kalian semua setia. Jangan lupa like and vote sebanyak-banyaknya yah. Terima kasih buat kalian yang udah bantu like, vote dan beri dukungan terbaik bagi novel ini. Tanpa kalian novel ini tak berarti apa-apa. Dan yang terakhir, terima kasih juga yang udah mengingatkan saya lewat komentar. Saya tahu bahwa novel Istriku Seorang CEO masih banyak yang kurang. Saya meminta maaf sebesar-besarnya. Saya juga manusia yang pasti banyak kekurangan. Kesempurnaan hanya milik Allah semata.
Jangan lupa juga bantu like, vote untuk karya baru Author yah.
Pluto's Eight Companions.
Dan
Ada Aku Disini
Semoga kebaikan kalian terbalas oleh Allah SWT.
Terima kasih untuk semuanya. Nantikan terus season 2 dari Istriku Seorang CEO ya. Sampai ketemu di season 2.
Semoga terhibur.
Salam hangat dari Author 😊.
Follow ig nya juga ya :
@Zulfazul
✨Dahhh👋 Wassalamu'alaikum.🤗✨
__ADS_1