Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Perjalanan ke Semarang


__ADS_3

Dua bulan berikutnya..


Kehamilan Alexa sudah memasuki empat bulan. Rasa mual dan muntahnya sudah hilang. Kondisi kehamilannya semakin baik setiap harinya.


Setelah konsultasi dengan dokter kandungan akhirnya mereka berangkat ke Semarang bersama Reza, Lidya, Sandy dan Mitha untuk menghadiri pesta pernikahan Dimas dan Sisil.


Kehamilan Lidya juga sudah masuk bulan ke tujuh. Tapi besar perut Alexa sudah hampir menyamai Lidya mungkin karena Alexa hamil anak kembar.


Sisil adalah sahabat mereka dan Dimas adalah sahabat suami mereka sehingga rasanya tidak enak kalau mereka tidak hadir dalam hari bahagia Dimas dan Sisil.


Mereka berangkat Jumat sore dengan menggunakan pesawat terbang, alasannya agar para wanita hamil tidak kelelahan kalau harus melalui jalan darat.


Malam harinya jam 8 malam mereka sudah sampai di hotel yang telah disediakan untuk para sahabat dan keluarga Dimas.


Aditya, Reza, Sandy beserta istri mereka sedang menikmati hidangan makan malam disebuah restourant yang terkenal di Semarang.


"Wah aku gak menyangka akan ketemu kalian disini?" sapa Candra.


"Lho kalian juga sudah sampai disini" jawab Sandy.


Terlihat Candra, Satria beserta istri mereka juga baru masuk kedalam restourant itu hendak makan malam juga.


"Iya, besok kita kan akan menghadiri pesta pernikahan Dimas" jawab Candra.


Huh... mengapa selalu bertemu mereka. Umpat Satria.


"Selamat ya Sandra atas kehamilan kamu dan maaf saat pertemuan kita kemarin aku belum sempat mengucapkan terimakasih atas bantuan kamu" tegur Cinta ramah sambil berjabat tangan dengan Alexa.


"Terimakasih Cin, gak masalah kog. Aku juga senang membantu kamu" jawab Alexa tersenyum.


"Emangnya ada apa Sayang?" tanya Satria bingung.


"Dulu aku pernah ketemu sama Alexa pada saat itu tas aku dijambret Mas, untung Sandra ada disitu dan ternyata dia pintar beladiri. Dia membantuku sehingga tas ku tidak sampai dibawa lari pencopet itu" jawab Cinta.


"Oh ya, kalau begitu terimakasih Ny. Aditya sudah membantu istri saya" ucap Satria.


"Ah sudah selayaknya Kak namanya kalian itu teman Kak Adit berarti teman saya juga" jawab Alexa ramah.


"Sudah berapa bulan usia kandungannya?" tanya Cinta ramah.

__ADS_1


"Hampir masuk empat bulan" jawab Alexa.


"Sudah kelihatan banget ya perut kamu besarnya" ucap Cinta.


Entah mengapa ucapan Cinta itu seperti sindiran di telinga Aditya. Dia tidak suka dengan nada bicara Cinta yang bertanya seperti itu pada istrinya.


"Anak kami kembar makanya perut Alexa lebih besar dari wanita hamil lainnya" jawab Aditya ketus.


Alexa memahami kalau suaminya sedang tidak nyaman dia kemudian menggenggam tangan suaminya untuk menenangkan.


"Oh ya, senangnya gitu hamil langsung dapat anak kembar. Sekali lagi selamat ya San, Adit" ucap Cinta berusaha ramah.


"Kami cari tempat duduk dulu ya teman-teman. Silahkan kalian lanjutkan makan kalian" Pamit Satria. Kemudian mereka berlalu dan memesan meja untuk mereka.


Tatapan Cinta belum juga beranjak dari arah meja Aditya dan istrinya.


"Sayang kamu kenapa lihatin mereka terus?" bisik Satria ditelinga Cinta.


"Nggak Mas, aku cuma iri melihat Sandra bisa langsung hamil begitu pesta pernikahannya" jawab Cinta.


"Bukan sedang melihat pria yang disebelahnya?" tembak Satria langsung pada istrinya.


Aku tau Cin mata kamu tidak pernah bisa membohongiku, kamu sedang menatap Aditya kan? Selalu saja seperti itu kalau kita sedang bertemu dengannya. Kapan kamu bisa melupakannya Cinta. Bukannya kita yang meninggalkan Aditya mengapa kamu yang terluka. Kamu sudah memilih bersamaku kan dari pada Aditya? Lupakan dia, tatap hanya kearahku. Aku mencintaimu. Batin Satria.


"Sayang kamu mau makan apa lagi?" tanya Aditya yang sangat memahami kalau tidak akan cukup satu porsi makanan untuk istrinya. Sejak hamil anak kembar mereka, nafsu makan Alexa meningkat pesat.


"Kak aku pengen makanan ini?" tunjuk Alexa pada daftar menu makanan. Gambar makanannya terlihat sangat menggiurkan, sehingga Alexa sangat berselera.


"Ya udah kita pesan lagi ya" jawab Aditya penuh kelembutan.


"Kamu mau gak Lid? kamu juga pasti gak cukup juga kan satu porsi?" tanya Alexa pada Lidya.


"Iya San, aku juga mau pesan makanan lain" jawab Lidya melirik Reza.


"Udah sayang kamu jangan lirik abang malu-malu gitu. Kalau memang masih lapar pesan saja. Jangankan satu, sepuluh porsi sekalipun kalau kamu sanggup menghabiskannya akan abang pesan" jawab Reza.


"Makasih abang sayang" jawab Lidya.


"Enak banget ya kalau lagi hamil. Aku kapan ya bisa seperti Sandra dan Lidya" ucap Mitha.

__ADS_1


"Sabar sayang.. asal kita terus berusaha setiap malam pasti kita bisa segera menyusul mereka" jawab Sandy.


"Kamu nanti seperti mereka juga ya Mas, jadi suami yang siaga" pinta Mitha.


"Weiiis siap banget sayang. Apa yang kamu pinta pasti Mas beri" jawab Sandy.


"Haaaalaaah nanti akan kamu rasakan San saat-saat dimana sedang enak-enaknya tidur dibanguni harus cari sate atau bakso jam 12 malam. Siap-siap aja kamu menghadapi wanita yang sedang ngidam" jawab Aditya.


"Betul itu Kak. Kata Dilan rindu yang berat. Menurutku meladeni keinginan wanita ngidam lebih berat" sambung Reza.


"Jadi ceritanya kalian gak ikhlas ni memenuhi permintaan istri yang sedang ngidam?" amuk Alexa.


"Eh enggak sayang, aku ikhlas kog" jawab Aditya cepat.


"Jadi kenapa kalian saling curhat. Kamu juga Za" Alexa melotot kepada Reza.


"Hahaha... ibu hamil lebih seram kalau sudah marah dari pada amukan Bos dikantor" jawab Reza.


"Abang ini bisa aja" Lidya menyubit pinggang suaminya.


"Awww... sakit sayang. Cubitnya dikamar aja nanti tapi yang mesra ya" Reza mengedipkan sebelah matanya.


Sontak mereka yang ada di meja itu langsung tertawa dengan obrolan dewasa mereka. Untung semuanya sudah menikah coba kalau ada yang belum, kasihan kan gigit jari mendengar obrolan rumah tangga.


Lagi-lagi Cinta yang melihat dari mejanya merasa sedih.


Enaknya mereka bisa tertawa lepas seperti itu. Coba kalau aku yang ada di samping Aditya sudah pasti aku yang akan tertawa bahagia di sampingnya. Lirih batin Cinta.


Cinta lagi-lagi kamu menatap kearahnya. Mengapa kamu tidak bisa mengalihkan pandangan kamu dari Aditya. Harus sampai kapan seperti ini. Bagaimana pun aku hanya manusia biasa yang punya batas kesabaran. Kalau terus-terusan seperti ini aku juga bisa marah dibakar api cemburu Cinta, mengapa kamu tidak menghargai aku sebagai suami kamu? Amuk Satria dalam hati.


Dia sudah menggenggam sendok yang ada di tangannya dengan kuat menahan emosi dalam hatinya melihat kelakuan istrinya yang tidak pernah berubah. Tetap saja melihat kearah masa lalunya yang sudah lama dia tinggalkan.


***********


Hai teman-teman masih setia kan baca novel aku???


Jangan lupa like and commentnya ya...


Selesai baca tinggalkan jejak kalian.

__ADS_1


Terimakasih.....


__ADS_2