
Satu minggu berlalu, hubungan Alexa dengan Aditya tidak ada perubahan. Kembali seperti dulu Aditya mencoba menjauhi Alexa untuk menghindari hal-hal memalukan yang menurutnya adalah kesialannya karena bertemu dengan Alexa.
Alexa mengerti dan memakluminya karena dulu seperti itulah cara Aditya menghindarinya. Setelah kejadian usai olimpiade matematika, hubungan mereka yang sempat dekat kembali renggang bahkan memanas sampai saat ini.
Semua terjadi begitu saja diluar rencana Alexa. Dia bahkan sering merasa menyesal dulu sering berbuat usil pada Aditya sehingga membuat Aditya seperti trauma berada dekat dengannya.
Sabtu siang ini rencananya Aditya, Dimas dan Sandy berencana untuk makan bareng disebuah Restourant favourite mereka.
Mereka sudah duduk dimeja disudut agak tersembunyi dan bebas memandang suasana di restourant ini. Setiap makan disini mereka pasti selalu mencari meja ini apakah kosong atau tidak.
"Gimana perkembangan rencana kamu memdekati Alexa?" tanya Sandy pada Dimas.
"Belum jalan Bro, tuh anak sulit sekali didekati. Dia seperti menjaga jarak dan selalu menolak dengan halus setiap aku mengajaknya keluar" curhat Dimas.
Aditya hanya diam mendengarkan.
"Atau jangan-jangan dia udah punya pacar kali?" tanya Sandy membuat Dimas terkejut dan sedikit kesal.
Aditya jadi kepo pengen tau apakah memang Alexa sudah mempunyai pacara. Bisa juga tuh preman pasar pacaran. Ucapnya dalam hati
"Mudah-mudahan belumlah San, kalau aku perhatikan dia sepertinya memang suka menjaga jarak dengan setiap laki-laki. Dikantor aku perhatikan seperti itu padahal aku tau ada beberapa manager kita yang suka cari-cari perhatiannya. Tapi dengan manisnya dia menolak perhatian mereka" jawab Dimas.
Cih kamu belum tau aja, dari dulu dia memang gaulnya sama laki-laki, namanya juga preman pasar ya temannya semua sudah pasti laki-laki. batin Aditya
"Alexa bukan tipe cewek genit pecicilan. Dia sangat santun menjaga sikapnya" Dimas memuji Alexa.
Hahaha... kamu gak tau Dim gimana sifat aslinya. Tuh anak gak bisa diam kayak ulat nangka. Tawa Aditya dalam hati.
"Eeh.. itu bukannya Sandra Dim" tunjuk Sandy kearah Alexa yang sedang berjalan dengan seorang pria hendak masuk kedalam restourant.
"Iya benar, siapa pria yang datang bersamanya" tanya Dimas penasaran.
"Pacarnya kali" jawab Aditya memotong.
"Aku gak terima, aku harus memastikannya sekarang juga" ucap Dimas.
Alexa dan Reza berjalan menuju meja yang tidaj jauh dari meja Aditya dan teman-temannya.
Dimas yang melihat mereka semakin mendekat langsung menyapa tanpa malu-malu.
"Sandra makan disini juga?" tanya Dimas.
Sontak Alexa menoleh kearah suara berasal.
"Eh Pak Dimas, Pak Sandy, Pak Adit. Makan disini juga?" Alexa balik bertanya.
Reza yang mendengar nama Aditya disebut sontak melirik kearah suara yang tadi memanggail nama Alexa.
"Kak Adit?" Sapa Reza.
__ADS_1
Aditya terkejut ternyata pria yang bersama Alexa mengenal dirinya. Dimas dan Sandy menatap heran pada Aditya dan Reza.
"Reza kak, masih ingat? Lama gak ketemu" Reza mendekat ke meja Aditya dan mengulurkan tangannya.
Aditya menyambut uluran tangan Reza.
"Kamu rupanya Za, hampir aku tidak mengenali kamu" jawab Aditya.
"Sudah lama ya kita gak ketemu, 7 tahun kali ya. Mari Za gabung sama kami" ajak Aditya ramah pada Reza.
Aditya merasa tidak enak tidak menyapa Reza dengan ramah karena dari dulu hubungan mereka kan baik beda dengan Alexa.
"Kalian saling kenal?" tanya Dimas dan Sandy bersamaan.
Aditya menganggukkan kepalanya.
"Reza ini adik kelasku SMU" ucap Aditya.
"Trus hubungan kamu sama Sandra?" Dimas bertanya pada Reza kemudian menatap Sandra.
"Sandra sahabat aku dari kecil sampai sekarang" jawab Reza.
"Berarti kamu dan Sandra saling kenal?" tanya Dimas lagi penasaran menatap Aditya, menuntut jawaban.
"Iya, Alexa juga adik kelasku di SMU" jawab Aditya.
"Plus tetangga sebelah rumah kan Kak?" timpa Reza.
"Iya" jawab Aditya dingin.
Alexa hanya terdiam dia tidak mau terlalu berharap Aditya akan sangat senang menceritakan hubungan antara mereka.
"Berarti sejak awal kamu udah kenal sama Sandra tapi kamu pura-pura di depan kami?" Dimas semakin ngotot menuntut penjelasan.
"Tenang bro" Bisik Sandy.
"Nggak.. aku tidak mengenalnya di pertemuan pertama" jawab Aditya singkat membuat Dimas semakin penasaran.
Sial nih si Dimas nanya terus, nanti preman pasar ini bisa besar kepala. Ucapnya dalam hati.
"Mana mungkin kamu tidak kenal sama adik kelas kamu di SMU apalagi dia juga tetangga sebelah rumah kamu Dit? jawaban macam apa itu?" tanya Dimas kesal.
"Dulu Alex eh Sandra gak seperti ini dan hubungan kami juga tidak sedekat yang kalian fikirkan" jawab Aditya.
Ada rasa kecewa dihati Alexa saat Aditya mengatakan itu.
"Sudah.. sudah... sekarang kita makan dulu yuk" Ajak Sandy dan kemudian dia memanggil pelayan.
Siang itu makan siang mereka sedikit tidak nyaman karena situasi yang rumit ini. Dimas sangat penasaran dengan apa yang dia lihat.
__ADS_1
Setelah makan siang ini selesai aku akan bertanya secara jelas tentang Sandra Dit. Ucapnya dalam hati.
Setelah selesai makan Reza dan Alexa pamit undur diri, lebih dulu meninggalkan Aditya dan teman-temannya.
Dimas yang sudah tidak sabar memendam rasa penasarannya langsung bertanya tanpa bertele-tele.
"Sekarang kamu ceritakan dari awal Dit" ucap Dimas memulai pembicaraan.
"Cerita apa lagi sih Dim?" tanya Aditya sedikit kesal.
"Kisah kamu dan Sandra?" tanya Dimas dengan nada memaksa.
"Aku gak ada kisah sedikitpun dengannya" jawab Aditya.
"Tapi aku merasa ada yang aneh dengan sikap kamu dan Sandra?" tanya Dimas penasaran.
"Aneh gimana? aku biasa aja" jawab Aditya.
"Kamu tidak seperti biasanya seperti setiap kamu bertemu dengan wanita. Rasanya beda Dit, ada yang kamu sembunyikan?" tanya Dimas.
"Gak ada lho Dim, gak percaya banget" ucap Aditya.
"Kalau gitu kamu ceritain semua tentang Alexa padaku, agar aku bisa lebih mengenalnya" ucap Dimas.
"Gak ada yang istimewa, bahkan malah cerita buruk tentang dia" jawab Aditya kesal.
"Nah ini dia, benar kan aku mencium sesuatu yang mencurigakan antara kamu dan Sandra, ayolah Dit cerita. Aku pengen tau cerita Sandra dulu waktu remaja" Dimas memohon pada Aditya.
"Sepertinya kamu mulai suka beneran Dim sana Sandra" ucap Sandy.
"Biasanya kamu tidak sesemangat gini mengorek data seorang wanita" tutur Sandy.
"Biasanya wanita itu sendiri yang dengan suka hati menceritakan tentang dirinya tanpa aku pinta. Sandra berbeda San" ungkap Dimas.
Sandy tertawa melihat tingkah sahabatnya ini, dasar playboy cap ayam jago, umpat Sandy dalam hati.
"Kamu mau tau cerita mulai dari mana?" tanya Aditya akhirnya mengalah, kasihan melihat sahabatnya ini semakin frustasi kalau dia tolak.
"Semua Dit, mulai dari kamu mengenalnya, semua lah pokoknya" jawab Dimas.
Dimas mencari posisi nyaman untuk duduk sambil mendengarkan Aditya yang akan berbicara. Udah seperti anak kecil yang sedang menunggu kisah dongeng yang akan diceritakan.
Ada-ada saja Si Dimas ini 😁😁😁
******
Hai teman-teman, semakin seru kan ceritanya.
Mudah-mudahan gak bosanin dan kalian suka ya.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya...
Terimakasih