
Hari Senin pun tiba. Pagi-pagi Reza sudah siap dengan setelan jasnya Hari ini dia akan dilantik menjadi Wakil Direktur di Perusahaan tempat dia bekerja.
Ilmu komunikasi yanh dia pelajari memang sangat berguna dalam kariernya. Dia sangat pintar bernegosiasi dan meyakinkan client untuk menjalin kerjasama dengan perusahaannya.
Prestasinya meningkat terus sampai dengan jabatannya yang sekarang. Reza sadar dia tidak bisa bermain main lagi. Semakin tinggi jabatan yang dia duduki semakin besar tanggung jawab yang harus dipikulnya.
Dia harus lebih bekerja keras untuk memajukan perusahaannya. Setelah pelantikannya menjadi Wadir dia akan segera menjalankan proyek pertamanya sebagai Wadir dan rencananya dia akan menjalin kerjasama dengan perusahaan ADS Corp milik Aditya dan teman-temannya.
Sebenarnya ini peluang besar, dia sangat yakin kerjasamanya akan berhasil karena dia kenal dengan Aditya. Aditya pasti mau menerima proposal yang dia buat dan bekerjasama dengan perusahaannya.
Hp Reza bergetar tanda pesan masuk.
Alexandra
Goodluck My Friend. I know you will success
Reza
Thanks San
Reza memasukkan hpnya kedalam saku jasnya, kemudian mengambil tasnya dan berjalan keluar apartemen. Hari ini dia sangat gagah penuh percaya diri.
Sesampainya dikantor, acara pelantikan dimulai jam 8 pagi. Acaranya berlangsung dengan singkat dan padat. Setelah itu Reza langsung bekerja sesuai dengan jabatan yang dia pikul saat ini.
Siang harinya dengan membawa proposal kerjasama dengan ADS Corp dia melangkah keluar menuju kantor Alexa.
Satu jam perjalanan akhirnya sampailah Reza di ADS Corp. Sebelumnya sekretarisnya sudah meminta jadwal pertemuan dengan pihak ADS Corp. Dan sesuai dengan jadwal yang diberikan Reza datang tepat waktu tak ingin terlambat.
Sekretaris perusahaan ADS Corp membawanya masuk keruangan rapat. Di dalam pihak perwakilan dari ADS Corp sudah menunggu. Orang itu tak lain adalah Aditya
"Selamat siang Pak Aditya" Sapa Reza.
Mereka saling berjabat tangan.
"Walau ini masalah kantor aku tak ingin kita seperti orang yang tidak kenal Za, mending kita santai aja seperti berdiskusi panggil aku seperti biasanya saja jangan kaku seperti ini" ucap Aditya.
"Baiklah Kak Adit. Aku sangat senang Kak Adit mau meluangkan waktu untuk bertemu denganku membahas tentang proposal kerjasama perusahaan kita" sambut Reza.
"Ini proposal yang aku tawarkan, bisa Kakak baca dan pelajari dulu" Reza menyerahkan berkas kerjasama merek pada Aditya.
Aditya membacanya perlahan dan segera mempelajarinya. Setelah dua jam mereka berdiskusi akhirnya pertemuan selesai.
"Aku tertarik dengan kerjasama yang kamu tawarkan, mari kita menjalin kerjasama dalam proyek ini" Aditya menandatangani proposal yang ada ditangannya.
Reza bernafas lega, semua berjalan sesuai dengan rencananya. Hari ini adalah hari bahagia. Dia tidak sabar untuk merayakannya bersama Alexa dan teman-temannya.
__ADS_1
Sebelum mereka keluar dari ruang rapat, Dimas dan Sandy masuk dan ikut mengobrol.
"Bagaimana kerjasamanya, apakah kamu terima?" tanya Sandy.
"Iya, aku sangat tertarik dengan proposal yang Reza tawarkan" jawab Aditya.
"Santai aja Za, kita kan sudah saling kenal. Anggap aja kami juga teman kamu. Semoga kerjasama perusahaan kita berjalan lancar ya" sambut Dimas.
"Makan siang diluar yuk, sekalian merayakan kerjasama kita ini. Aku juga pengen ngobrol santai sama kamu. Sudah lama kita gak ketemu. Teman sekampung yang sama sama merantau di kota orang harus saling menolong dan menyapa" ucap Aditya ramah.
"Boleh kak, aku senang sekali berteman dengan kalian semua" sambut Reza.
Mereka memesan Restourant yang dekat dengan kantor ADS Corp karena waktu makan siang sudah tiba.
Dimas menjalankan misinya. Dia tidak mau menganggap Reza sebagai rival sebelum semuanya jelas. Dia harus bisa mencari tau hubungan antara Reza dan Alexa sebenarnya. Atas nama pertemanan Dimas mencoba untuk mendekati Reza agar misinya berjalan lancar.
"Katanya kamu sudah lama sahabatan dengan Sandra, Za?" tanya Dimas saat mereka sedang menunggu hidangan.
"Iya Kak sejak SD sampai sekarang" jawab Reza.
"Selama itu kalian berteman, kamu yakin hanya sebatas sahabat?" tanya Dimas memancing pembicaraan.
"Yakin kak, karena saya dan Sandra sama-sama menyukai orang lain. Kami sudah seperti saudara kak. Bukan hanya kami saja yang bersahabat, kedua orangtua kami juga sudah kenal dekat" Reza menjelaskan.
"Kamu bilang tadi, kamu dan Sandra sama-sama menyukai orang lain. Maksud kamu kamu dan Sandra sama-sama sudah punya pacar?" Dimas semakin penasaran.
"Kami berdua belum ada yang pacaran. Saya sudah punya calon yang InsyaAllah dalam waktu dekat ini akan saya lamar. Dan Sandra juga sudah ada seseorang yang dia suka" Reza melirik kearah Aditya. Dia ingin melihat reaksi Aditya mendengar cerita tentang Alexa.
Tapi Aditya tidak melihat lirikan Reza. Dia sibuk memainkan hpnya.
"Berarti Sandra belum punya pacar juga maksud kamu?" tanya Dimas to the point.
Reza menjawab dengan anggukan.
Yes.. aku masih punya peluang. Sorak Dimas dalam hati.
Aditya yang mengetahui bahwa Alexa masih jomblo tanpa sadar tersenyum tipis.
Tanpa mereka sadari jauh dimeja yang lain ada sepasang mata yang menatap kearah mereka.
Dia sudah kembali, ternyata hanya dua tahun saja dia menghilang, tak kusangka secepat ini dia kembali ke Jakarta. Tunggu serangan dariku, aku tidak akan membiarkanmu dapat tidur dengan tenang. Umpatnya dalam hati
*****
Sore hari saat hendak pulang ke apartemen. Reza mengirim pesan ke Group tiga bidadari. Reza yang menamai group itu dan dia juga yang memaksa masuk kedalam group, alasannya dia harus melindungi tiga bidadari kapan saja.
__ADS_1
Reza
Hai Girls entar kita makan malam bareng ya, cepat pulang!π
Alexa
Weis ada yang mau neraktir π€
Sisil
Makan enak π
Lidya
Tumben, dalam rangka apa? π
Alexa
Ada yang baru di promosiin jadi Wadirπ€
Sisil
Waow... Selamat ya Za π
Lidya
Selamat Za, semoga sukses terus
Reza
Aamiin... Makasig Girls π
Reza
Aku udah jalan pulang, kalian juga cepetan pulang, jangan telatπ€
Alexa, Lidya dan Sisil yang baru menerima undangan makan malam langsung menyelesaikan kerjaannya dan buru-buru pulang.
Jam 6 sore mereka semua sudah sampai di apartemen. Tiba-tiba saja apartemen jadi riweh karena tiga bidadari ini sibuk berdandan. Maklum pangeran kodok gak suka dengan kata telat. Kalau mereka terlambat bisa panjang ngomelnya atau lebih parahnya lagi dia bisa saja membatalkan undangan makan malamnya.
Mereka yang mendapat undangan makan malam sontak jiwa anak kosnya meronta ronta, walau mereka sebenarnya bukan anak kos lagi bahkan sudah bekerja dan punya gaji. Tapi tetap saja mereka senang jika mendapat undangan makan malam.
Jam 8 teng bel apartemen berbunyi. Mereka sepakat untuk membatasi privasi wanita. Reza tidak boleh tiba-tiba nongol di apartemen mereka karena mereka semua memakai jilbab. Dan Reza sangat menghargai privasi mereka dia juga tidak memaksa mereka meminta nomor sandi masuk ke apartemen Alexa.
Tiga wanita itu segera berlari menuju pintu sebelum pria yang diluar marah.
__ADS_1
Dasar Reza π€£π€£