
"Sil persediaan makanan kita habis, belanja yuk" Ajak Lidya.
"Aku sih iyesss... kamu tanya tuh si Sandra" ucap Sisil.
"Acem San, kamu mau gak belanja bulanan?" ajak Lidya.
"Ayok, aku gak masalah. Kalian siap-siap ya lima menit lagi kita turun" ucap Alexa.
Alexa menelpon sahabatnya satu lagi.
"Halo Za kami mau belanja bulanan, kamu mau ikut gak?" tanyanya pada Reza.
"Nggal San, aku ada sedikit kerjaan hari senin harus aki serahin ke Bos. Aku nitip aja boleh gak?" jawab Reza.
"Ya udah kami kirimkan aja daftar belanjaan kamu ya" ucap Alexa kemudian menutup hpnya.
Alexa ganti baju dan siap pergi belanja dangan Lidya dan Sisil ke supermarket. Mereka mengendarai mobil Alexa dan dia sendiri yang mengendarainya.
Ditengah perjalanan tiba-tiba hp Alexa bergetar tanda pesan masuk dan Alexa membukanya.
"Lid, Sil nanti kita dua troly aja ya. Si Reza ni bangak banget titipannya" Alexa menunjukkan daftar belanjaan Reza.
"Dasar Si Reza males banget belanja sendiri" ucap Sisil.
Lidya hanya diam dan tersenyum tipis tapi Alexa sempat melihat senyuman di wajah Lidya.
Sampailah mereka di supermarket. Alexa memarkirkan mobilnya. Kemudian mereka masuk kedalam supermarket dengan membawa dua troly.
Lidya dan Sisil membawa troly untuk belanjaan mereka, sedangkan Alexa membawa troly untuk pesanan Reza.
Karena barang yang dicari berdeka mereka memutuskan untuk berpencar agar menghemat waktu. Alexa berjalan sambil melihat rak tempat barang disusun kemudian melirik hpnya tak sadar trolynya menabrak troly orang yang ada di depannya.
"Eh Maaf.. maaf Pak" ucap Alexa tak sadar.
"Kamu lagi? Selalu saja" suara seorang pria yang sepertinya dia kenal.
"Pak Adit, duh maaf Pak saya gak sengaja" Alexa merasa bersalah.
__ADS_1
"Itu selalu alasan kamu" Ucap Aditya dingin.
"Benar Pak saya gak sengaja tadi lagi asik lihat daftar belanjaan di hp saya" Alexa mencoba membela diri.
"Sudah..sudah... sana pergi jauh, jangan dekat-dekat saya" Aditya mengusir Alexa kasar.
Alexa langsung ngacir sebelum persoalan tambah ribet. Lidya dan Sisil melihat adegan itu dari jauh.
"Kenapa Tuh Sil, Si Sandra?" tanya Lidya.
Sisil hanya menggoyangkan bahunya tanda tak tau.
Alexa berjalan kearah lain mencari barang lain yang dipesan Reza.
Huuh selalu saja, kenapa ya aku ceroboh setiap ketemu Kak Adit dan selalu saja terjadi tragedi tak terduga seperti ini. Untung dia langsur mengusirku, kalau tadi amarahnya panjang bisa malu aku diliatin orang. Batin Alexa.
Aditya melihat dari jauh Alexa mendorong trolynya. Kali ini tampilan Alexa lebih santai dari pada biasanya di kantor. Mungkin karena ini hari libur dan bukan dikantor kali ya. Fikir Reza.
Entah mengapa mata Aditya selalu mencari keberadaan Alexa. Diam-diam dia selalu melirik ke arah Alexa.
Tanpa sengaja Aditya tersenyum melihatnya. Baru kali ini dia benar-benar memperhatikan wajah Alexa setelah sekian lama mereka tidak bertemu.
Alexa sudah selesai mencari barang belanjaan Reza, dia sedang mencari-cari keberadaan Lidya dan Sisil.
"Kalian sudah selesai?" tanya Alexa.
"Udah, kamu?" Lidya balik bertanya.
"Udah, kita pulang yuk" ajak Alexa.
Mereka bertiga jalan menuju kasir. Aditya melihat Alexa beserta teman-temannya sedang berbicara dan bercanda sesekali mereka tertawa lepas.
Manis, senyumnya manis. Tawanya renyah dan lepas. Puji Aditya dalam hati.
Duh ada apa denganku hari ini, sepertinya ada yang tak sehat sama otakku hari ini. Aditya memukul kepalanya pelan.
Setelah membayar semua belanjaan, mereka keluar supermarket dan berjalan menuju mobil. Mereka saling bantu mengangkat belanjaannya keatas mobil. Setelah semua masuk dan dipastikan tidak ada yang tertinggal. Alexa melajukan mobilnya meninggalkan supermarket.
__ADS_1
Sejak mereka bekerja dan tinggal bersama mereka selalu bersama sama membeli semua kebutuhan sehari-hari. Setiap bulan mereka menyiapkan dana dan memberikannya kepada Lidya sebagai bendahara untuk biaya kebutuhan mereka di apartemen. Mulai dari listrik, air, loundry, belanja bulanan dan kebutuhan rumah. Untuk memasak juga mereka saling bantu. Siapa yang pulang cepat tidak akan keberatan untuk memasak atau kalau mereka lelah dan capek biasanya mereka pesan makanan secara online.
Persahabatan mereka sudah terjalin erat seperti keluarga. Baik Sisil atau Lidya menerima keberadaan Reza dari awal mereka berteman dengan Alexa. Mereka tidak mempermasalahkan lagi kalau Reza sering mampir ke aprtemen mereka bahkan sering menggangu istirahat mereka.
Seperti saat ini untuk berbelanja saja Reza selalu merepotkan mereka. Selalu memesan dan menitip ini itu untuk kebutuhannya sendiri. Walau uangnya diganti lebih banyak dari daftar belanjaannya.
Reza juga sering membawa oleh-oleh buat mereka setiap dia dinas keluar kota. Bahkan Lidya dan Sisil juga sudah sangat kenal dan dekat dengan orangtua Reza. Mereka bisa menerima keadaan kalau Reza tak bisa berpisah dengan Alexa. Padahal bukan cuma dengan Alexa saja, Reza juga tidak bisa berpisah dengan Lidya belahan jiwanya yang sudah lama dia sembunyikan. Lidya juga memendam rasa yang sama dan mereka saling tidak mengetahuinya.
Mobil sampai di basement apartemen. Mereka naik ke atas melalui lift.
"Kalian duluan ya, aku singgah dulu ke apartemen Reza ngantar belanjaannya" ucap Alexa.
Alexa berhenti satu lantai dibawah apartemennya berada. Dia membawa semua belanjaan Reza. Kemudian masuk ke dalam setelah menekan tombol sandi apartemen.
Alexa tau Reza pasti sekarang sedang ada diruang kerjanya dan dia tidak mau mengganggu. Alexa menyusun semua belanjaan Reza pada tempat yang biasa Reza letakkan.
Setelah selesai memasukkan bahan makanan kedalam kulkas Alexa berjalan keruang kerja Reza dan menyapanya.
"Sibuk amat, sampai gak sadar kalau aku datang" ucal Alexa.
"Eh San, udah selesai belanjanya, pesananku ada semua kan?" tanya Reza tanpa melirik Alexa. Dia masih sibuk menatap layar laptopnya.
"Kamu ngapain sih sibuk banget?" tanya Alexa.
"Ini San, aku harus siapkan laporan. InsyaAllah hari senin aku akan dilantik jadi waki direktur dan proyek pertamaku akan bekerjasama dengan perusahaan kamu. Aki harus menyiapkan semuanya agar yang lain mengakui prestasiku dan tidak menyesal memilihku menjadi wakil direktur" jawab Reza.
"Waaaah selamat Za atas jabatan baru kamu. Aku senang mendengarnya. Kapan kita akan merayakannya?" tanya Alexa.
"Setelah pelantikan ya San" jawab Reza.
"Kamu makin sukses aja. Kapan lagi lamar Lidya?" tanya Alexa lagi.
"InsyaAllah setelah pelantikan San, setelah aku menjabat wadir mungkin dinas luar kota tidak sering lagi. Jadi aku bisa fokus memikirkan lamaranku pada Lidya" jawab Reza yakin.
"Mantap... Reza emang ejempolooooololol" Alexa mengangkat jari jempolnya.
"Aku siap membantu kamu" kemudian Alexa menepuk bahu Reza.
__ADS_1