Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Pernikahan Dimas dan Sisil


__ADS_3

Di hotel Satria menginap.


"Kamu kenapa Mas dari tadi diam saja?" tanya Cinta.


"Baru sadar kamu?" Satria balik bertanya.


Cinta bingung melihat sikap suaminya.


"Aku bosan melihat tingkah kamu setiap bertemu Aditya pandangan kamu tidak bisa beralih darinya. Apa kamu tidak sadar kamu yang sudah meninggalkannya dan memilih menikah bersamaku. Dulu bukannya kamu bilang dia itu pendiam dan berhati dingin sehingga kamu memilih aku?" tanya Satria.


"Mmaa... as" jawab Cinta lirih.


"Kamu kira aku tidak memperhatikan sikap kamu? kamu fikir aku tidak tau apa yang kamu lakukan dibelakangku, hah?" kali ini Satria benar-benar sangat marah.


"Kamu masih mau mengemis cintanya. Meminta maaf dan menyesal telah meninggalkannya. Kamu mau kembali padanya, begitu?" teriak Satria.


Cinta benar-benar ketakutan melihat suaminya semurka ini, selama tiga tahun mereka menikah tidak pernah ia melihat Satria marah seperti ini.


"Bu...kan seperti itu Mas?" jawab Cinta terbata-bata.


"Jadi apa? aku bosan Cinta, aku hanya manusia biasa punya batas kesabaran. Tiga tahun lebih aku mencintai kamu dengan tulus tapi apa, apa yang aku dapatkan. Rumah tangga kita selalu dibayang -bayangi dengan Aditya. Selalu dia yang kamu fikirkan kan?" desak Satria.


"Aku kira dua tahun dia menghilang dari Jakarta bisa membuat kamu melupakannya, tapi saat dia kembali dan kita bertemu lagi kamu tetap tidak berubah. Tatapan kamu selalu menuju kearahnya walaupun aku ada disisi kamu. Sakit Cinta.. Sakit" Satria memukul dinding kamar sangkin kesalnya.


Cinta mulai menangis terisak.


"Maaf Mas... Maaf.." ucapnya.


"Sudah dua tahun ini kita berjuang untuk mendapatkan momongan, percuma Cinta, percuma... kalau hati kamu tidak ikhlas menerima aku sebagai suami kamu. Dokter aja bilang kalau kita berdua subur tapi sampai sekarang kamu belum juga hamil. Aku tau jawabnya. Hati kamu tidak menerimaku" Satria mulai melemah jika mengingat tentang momongan.


Cinta masih menangis kencang.


"Sampai kapan Cin.. Sampai kapan kamu bisa melupakan dia. Aditya juga sudah menikah, sudah mempunyai keluarga dan mereka kelihatannya bahagia. Kamu mau mengganggu kebahagiaan mereka?" tanya Satria.


"Nggak Mas, aku tidak mau.. Maafkan aku" Cinta masih terisak.


"Kamu mau membuat aku jadi penjahat Cinta? Aku tidak masalah. Aku sanggup melenyapkan Aditya agar kamu tidak pernah bisa menatapnya lagi" tegas Satria.


"Jangan Mas.. kumohon jangan. Jangan kamu lakukan, itu tindakan kriminal Mas" pinta Cinta.


"Jika itu bisa menghentikan Cinta kamu padanya, aku tidak perduli" ancam Satria.


"Nggak Mas... aku janji. Aku akan melupakannya. Kita bangun rumah tangga kita dari awal lagi" pinta Cinta.


"Baik.. tapi sekali lagi aku melihat kamu menatapnya atau bertemu dengannya lagi jangan salahkan aku kalau aku harus melakukan kekerasan" Kali ini kata-kata Satria tidak main-main lagi.


"Iya Mas, aku janji" ucap Cinta meyakinkan suaminya.

__ADS_1


"Sekarang lebih baik kamu hapus air mata kamu dan tidur. Aku tidak mau besok mata kami bengkak karena kebanyakan nangis. Aku tidak ingin orang-orang melihat keadaan rumah tangga kita yang sebenarnya" tegas Satria.


Satria beranjak naik keatas tempat tidur disusul Cinta dan mereka berusaha menutup mata melupakan semua yang baru saja terjadi.


Semoga kali ini kamh menepati janji kamh Cinta. Semoga kamu benar-benar bisa melupakan Aditya. Doa Satria.


*******


Esok harinya


"Bagaimana saksi?"...


"Sah.."


"Sah.."..


"Barakallahu"..


Semua keluarga dan para sahabat yang menyaksikan ijab kabul pernikahan Dimas dan Sisil turut bahagia dan mendoakan pernikahan mereka.


"Selamat ya bro, akhirnya status kamu berubah juga jadi seorang suami bukan playboy lagi" bisik Sandy.


Dimas tersenyum bahagia mengingat setatus barunya.


Mereka segera disandingkan diatas pelaminan. Seluruh keluarga dan para sahabat bergantian mengucapkan selamat atas pernikahan mereka.


"Terimakasih ya San" jawab Sisil


"Selamat bro.. selamat berjuang" ucap Aditya.


"Doakan kami secepatnya mengikuti jejak kalian, setidaknya biarlah aku lebih dulu menang dari Sandy kali ini" jawab Dimas.


"Eits.. kamu nantang aku nih?" ucap Sandy.


"Yoi bro, aku udah tidak sabar mau cetak gol sebanyak banyaknya" jawab Dimas.


"Dasar..." ucap Aditya dan Sandy.


Mereka pun tertawa bersama.


"Kak Adit nanti malam Sisilnya jangan diajak perang mulut ya" ucap Reza.


"So pasti Za, ngapain perang mulut mending perang panas diatas ranjang" jawab Dimas.


"Jangan terlalu kelihatan udah ngebetnya Kak" jawab Alexa.


"Gak apa-apalah yank, toh mereka juga udah sah. Kamu kayak gak pernah aja ngerasain malam pertama" celetuk Aditya.

__ADS_1


"Emang gak pernah, kan kita nikahnya waktu itu aku cidera selama dua bulan" Alexa mengingatkan Aditya.


"Iya juga ya yank, sekarang aku baru sadar ternyata aku hebat bisa menahan hasrat itu selama dua bulan. Gak seperti Dimas yang udah ngebet banget hahaha" ledek Aditya.


Wajah Dimas dan Sisil sudah merah karena malu diledekin teman-temannya.


Siang harinya dilanjutkan dengan acara resepsi pernikahan Dimas dan Sisil. Para kerabat, saudara dan teman-teman sudah banyak yang datang.


Beberapa client ADS Corp juga ada yang menyempatkan jauh-jauh datang ke Semarang demi menghadiri pernikahan Dimas. Begitu juga dengan para karyawan dan pejabat ADS Corp mereka sengaja datang dari Jakarta ke Semarang untuk datang ke pesta pernikahan salah satu pemilik perusahaan mereka. Pesta berjalan sangat meriah dan megah.


Teman-teman kuliah Dimas juga sudah mulai datang satu persatu.


Candra, Satria dan Budi sudah datang bersama pasangan mereka masing-masing. Dan mereka bertemu lagi di pesta itu.


Kali ini Cinta tidak berani menatap wajah Aditya karena dia sudah berjanji dengan suaminya untuk berhenti mencintai dan mengharap Aditya lagi.


Bagaimana pun mereka lah yang lebih dahulu menyakiti Aditya rasanya tidak pantas kalau mereka kembali mengusik dan mengganggu kehidupan Aditya lagi. Apalagi sekarang Aditya sudah melupakan semuanya dan sudah menutup rapat-rapat kisah masa lalunya.


Adtiya menggenggam tangan istrinya mesra dan sering sekali terlihat mengelus perut istrinya penuh kasih sayang. Membuat karyawan dan para kenalan Aditya iri dengan sikap perhatian Aditya kepada istrinya.


Pengantin baru juga terlihat sangat bahagia dengan pernikahan mereka. Terlihat keduanya tak henti-hentinya tersenyum setiap bersalaman dengan para tamu dan mereka selalu saling pandang penuh bahagia.


"Mas terimakasih ya, kamu sudah mewujudkan impian pernikahan idamanku" ucap Sisil.


"Iya sayang... apapun akan aku lakukan untuk membuat kamu bahagia" jawab Dimas sambil mengecup kening istrinya.


"Cieee... mesranya" ledek Sandy.


"Sirik lo, kayak gak pernah aja ngerasain" jawab Dimas.


"Iya..iya.." sambung Sandy.


"Gimana Dim, legakan kalau sudah nikah. Semua sudah halal dari pada lo terusin dulu julukan lo sebagai playboy cap ayam jago. Yang ada numpuk dosa lo" ucap Aditya.


"Iya Dit, kalau aku tau indahnya menikah kenapa gak dari dulu ya aku nikahnya" jawab Dimas.


"Dulu kamu belum ketemu Sisil. Ketemu juga awalnya musuhan melulu" ledek Sandy.


"Tapi seru San, kenangannya jadi lebih indah seperti aku dan Alexa" jawab Aditya.


"Benar kamu bilang Dit..." ucap Dimas


"BENCI BISA BERUBAH JADI CINTA" jawab Aditya dan Dimas bersamaan dan mereka tertawa mengingat kisah cinta mereka.


.......


..................

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2