Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Pernikahan Sandy


__ADS_3

"Tuh kan Kak Dimaaaas salah terus deh" ucap Sisil.


"Maaf.. Maaf... Kali ini aku serius. Aku tidak akan salah lagi" jawab Dimas saat mereka gladi resik acara resepsi pernikahan Sandy.


Kali ini yang akan jadi groomsmen di pernikahan Sandy adalah Aditya, Reza, Dimas dan Erwin dan bridesmaid nya Alexa, Lidya, Sisil dan Jelita.


Seperti janji Erwin kali ini mereka meluangkan waktu lebih banyak untuk teman-temannya. Dua hari sebelum acara mereka sudah sampai di Jakarta. Dan saat ini mereka sudah bergabung dengan temannya yang lain menjadi pendamping pernikahan Sandy dan Mitha.


Akad nikah sudah berlangsung dengan hikmad dan lancar, Sandy sudah sah menikah hanya tinggal Dimas yang masih jomblo.


Sandy dan Mitha sudah duduk diatas pelaminan sebagai sepasang pengantin. Acara resepsi pernikahan Sandy dan Mitha sedang berlangsung.


Para undangan sudah mulai ramai berdatangan.


"Hai Sisil kita ketemu lagi di sini. Senang bertemu kamu lagi" sapa Ridho.


"Eh hai Rido, apa kabar?" tanya Sisil.


"Aku baik. Kamu kenapa sendirian Dimas mana?" Ridho balik bertanya.


"Kak Dimaaaas, mungkin lagi bertemu dengan teman-temannya yang lain" jawab Sisil sambil mencari sosok Dimas.


"Hati-hati lho, kalau Dimas melihat kita berdua ngobrol dia pasti cemburu. Dari dulu kami emang selalu menjadi rival dalam mengejar wanita. Kamu mau aku bantu agar Dimas cemburu?" ajak Ridho.


"Emangnya kamu gak bawa pasangan ke sini?" tanya Sisil.


"Nggak, kemarin waktu reuni aku cuma bawa teman wanita. Habis di undangan syaratnya harus bawa pasangan padahal aku masih jomblo jadi aku bawa teman aja ke sana" jawab Ridho.


"Sama donk, Kak Dimas juga gitu dan dia ngajak aku kesana hanya sebagai pasangan reuni" aku Sisil.


"Jadi kamu bukan pacarnya Dimas?" tanya Ridho.


"Bukan" Jawab Sisil singkat.


"Wah ketepatan sekali, jadi aku gak perlu takut donk ngobrol dengan kamu. Kita kan masih bebas sama-sama belum punya pacar" ucap Ridho tertawa.


Sisil pun ikut tertawa mendengar perkataan Ridho. Ini kan bukan di acara reuni jadi dia bebas sekarang dari Dimas. Dimas tidak berhak melarangnya berkenalan atau berbicara dengan pria mana pun.


"Jadi kalau kamu bukan pacarnya Dimas kenapa kamu ikutan jadi pendamping pengantin?" tanya Ridho.


"Aku sahabatnya Sandra istrinya Kak Aditya" jawab Sisil.


"Ooh aku ngerti sekarang, Aditya kan sahabatan sama Dimas dan Sandy makanya kamu kenal mereka semua ya" ucap Ridho.


"Iya. Maaf kalau kamu teman kuliahnya Kak Dimas berarti aku panggil kakak juga donk" jawab Sisil singkat.


"Panggil Ridho aja, biar lebih akrab" ucap Ridho.


"Baiklah Ridho silahkan du..." Kata-kata Sisil terputus.


"Ehm... Kamu sudah lama datang Dho, sama siapa?" tanya Dimas


"Iya baru saja, aku datang sendiri" Ridho menjabat tangan Dimas dan mereka saling rangkul.


"Ridho aku tinggal dulu ya, aku mau cari Sandra" Sisil pamit pada Ridho.


Apa, Sisil cuma manggil Ridho hanya namanya saja? Sepertinya mereka sudah akrab, batin Dimas.


"Yuk duduk Dho" Dimas mengajak Ridho duduk di depan meja yang kosong.


"Dim, kenalkan aku dengan Sisil donk, katanya dia bukan pacar kamu. Jadi aku boleh kan kenal dia lebih dekat lagi?" tanya Ridho.


"Sisil bilang gitu ke kamu?" Dimas balik bertanya.


"Iya katanya dia hanya menemani kamu ke acara reuni karena undangannya mengharuskan membawa pasangan, sama seperti aku. Aku kemarin juga cuma bawa teman dan aku masih jomblo" ucap Ridho.

__ADS_1


"Sisil itu udah punya pacar, jadi maaf aku gak bisa bantu kamu" jawab Dimas tegas.


"Lho tapi katanya kalian bukan pacaran?" tanya Ridho bingung.


"Iya kami memang belum pacaran, tapi dia sudah punya pacar" jawab Dimas.


"Sudahlah kamu kan punya banyak kenalan cewek, pilih yang lain saja, Sisil itu cerewet kayak nenek lampir" ucap Dimas.


"Asik donk ada tantangannya. Anaknya juga imut dan cantik. Aku jadi merasa tertantang untuk menaklukkannya" jawab Ridho.


Duh gimana ni caranya agar Ridho berhenti membahas nenek lampir itu. Bisa kesenangan dia ada cowok yang naksir sama dia. Umpat Dimas


"Dia sudah punya pacar Dho, aku gak mau ah dimarahin Aditya karena gangguin sahabat istrinya" elak Dimas


"Oh iya dia sahabat istrinya Aditya kan? aku minta bantuan Aditya dan istrinya aja ah. Mudah-mudahan mereka mau bantu" ucap Ridho.


"Terserah kamu, tapi aku gak jamin ya mereka mau. Kan tadi udah aku bilang Sisil sudah punya pacar" cegah Dimas.


Ridho dan Dimas sibuk ngobrol tentang Sisil dan teman mereka lainnya.


Dilain meja terlihat Cinta duduk bersama Satria suaminya bersama teman-teman mereka lainnya, Candra dan Budi beserta pasangan mereka.


Cinta dari tadi sibuk mencari sosok Aditya dan istrinya. Saat pandangannya menemukan keberadaan mereka hatinya kembali teriris. Dia melihat Aditya begitu bahagia dan mesra bersama istrinya. Belum pernah Cinta melihat wajah Aditya yang seperti itu.


Benarkah kamu memang mencintainya Dit? Benarkah semua yang diceritakan Dimas padaku kemarin? Kamu tidak dipaksa menikah dengannya seperti informasi yang aku dapatkan. Batin Cinta.


Kemudian terdengar pembawa acara meminta untuk pasangan Aditya dan istrinya untuk mempersembahkan sebuah pertunjukan sesuai dengan permintaan pengantin baru di acara pernikahan mereka.


Sontak seluruh tamu undangan yang kebanyakan memang mengenal Aditya bersorak memberi semangat.


Aditya dan Alexa naik ke atas panggung untuk memberikan sebuah pertunjukan di resepsi pernikahan sahabatnya.


"Karena ini permintaan dari sahabat saya Sandy dihari bahagianya, saya akan berusaha memenuhi permintaannya. Maaf kalau mungkin kurang maksimal karena saya masih dalam tahap belajar bersama istri saya" Aditya tersenyum lembut kearah Alexa.


"Boleh saya meminjam gitar?" pinta Aditya pada pemain musik yang menghibur diacara tersebut.


Alexa mengambil posisi duduk dan mulai memetik gitar dan Aditya bernyanyi diiringi irama gitar.


Waktu pertama kali


Kulihat dirimu hadir


Rasa hati ini inginkan dirimu


Hati tenang mendengar


Suara indah menyapa


Geloranya hati ini tak kusangka


Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untukmu


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia

__ADS_1


Tulus padamu


Hari-hari berganti


Kini cinta pun hadir


Melihatmu, memandangmu bagai bidadari


Lentik indah matamu


Manis senyum bibirmu


Hitam panjang rambutmu anggun terikat


Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untukmu


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Tulus padamuu


O-o-o-oh ...


Terimalah lagu ini


Hmm ...


Dari orang biasa


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Terimalah cintaku yang luar biasa


Tulus padamu


Begitu Aditya dan Alexa selesai sontak semua undangan bertepuk tangan. Mereka sangat takjub dengan penampilan Aditya. Tidak pernah Aditya seperti ini tetapi sejak menikah banyak perubahan dari Aditya dan semua yang mengenal Aditya sangat senang dengan perubahan Aditya itu.


Cinta yang melihat penampilan Aditya dan Alexa tanpa sadar meneteskan airmata dan Satria dapat melihat jelas airmata yang mengalir di pipi istrinya.


Awas kamu Aditya.....


..............

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2