Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Bertemunya dua keluarga


__ADS_3

Sekitar jam 10 pagi orangtua Alexa dan orangtua Aditya sudah sampai di Rumah Sakit. Cica yang dari tadi sudah tidak sabaran untuk bertemu Alexa segera berlari menuju kamar tempat Alexa dirawat.


"Kak Aleeeeex..... Cica kangen" teriak Cica sambil memeluk Alexa.


Alexa tersenyum menatap adik kesayangan Aditya.


"Cica ikut juga rupanya" sapa Alexa lembut.


Sisil yang melihat adegan itu merasa bingung, karena baru kali ini dial melihat gadis remaja ini.


"Za siapa gadis ini?" tanya Sisil sambil berbisik kepada Reza dan Lidya mendengarnya.


"Adiknya Kak Adit" jawab Reza.


"Mereka sedekat itu?" tanya Sisil penasaran.


"Fans berat Alexa" jawab Reza sambil tersenyum


"Hebat banget Sandra sudah kayak artis punya fans" Sisil menatap dengan wajah polosnya.


Lidya tidak kuat menahan senyumnya melihat tingkaj Sisil.


"Aku dengar pembicaraan Papa sama Mama tadi malam kalau Mbak Alex cidera karena bertarung membantu Kak Adit" jawab Cica.


"Cica jangan lama pelukannya, Alexa masih sakit" ucap Aditya tegas pada Cica.


"ih Kak Adit, aku kan kangen Mbak Alex, udah lama gak ketemu" Cica ngambek mendengar perkataan Aditya.


"Sayang... Mbak Lexa tangannya masih sakit kamu jangan peluk-peluk dia dulu" Mama Aditya memberi pengertian pada putrinya.


Mama dan Papa Alexa bergantian menghampiri dan memeluk bergantian putri tunggalnya.


"Gimana keadaan kamu sekarang sayang?" tanya Mama Alexa.


"Seperti yang Mama lihat Lexa memakai gips, kata dokter tulang tangan dan kaki Lexa retak" jawab Alexa.


"Tidak ada yang serius kan Dit?" tanya Papa Alexa.


"Alhamdulillah tidak om, kata dokter istirajat 1,5 - 2 bulan insyaAllah Lexa bisa sembuh" jawab Aditya.


"Lexa kan jagoan pasti kuat. Dulu aja pernah lebih parah dari sini" ucap Papa Alexa.


"Tapi kan dia wanita Mas, tetap aja kasian" sambut Mama Aditya.

__ADS_1


"Kamu belum tau anakku Mbak Dewi, dia punya banyak nyawa. Lihat aja nanti pasti dia cepat sembuhnya" potong Mama Alexa.


Semua tertawa mendengar perkataan Mama Alexa.


Alexa tersenyum malu, wajahnya jadi memerah dan Aditya melihatnya.


Duh kamu manis sekali Xa saat tersenyum malu seperti ini. Puji Aditya dalam hati.


Reza melirik wajah Aditya yang tersenyum.


Lihat Kak Adit, aku semakin yakin kamu pasti sudah mulai menyukai Sandra. Bisiknya dalam hati.


Mereka semua ngobrol dengan penuh canda, susana kamar Alexa jadi riuh dan ramai.


Aditya mendekati Sandy.


"San mana bajuku?" tanya nya.


"Ini Dit" jawab Sandy sambil menyerahkan tas yang berisi pakaian Aditya.


Aditya segera masuk ke kamar mandi, dia merasa sudah sangat bauk dan tidak percaya diri dekat-dekat dengan orang lain. Aditya mandi dan berganti baju.


Lima belas menit berlalu Aditya sudah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi. Ternyata Sandy dan Dimas sudah pulang tinggal Reza dan para sahabat Alexa dan orangtua Reza dan Alexa.


"Terimakasih Za, kalian pulang naik apa?" tanya Aditya.


"Kami naik mobilku. Tadi kami masing-masing bawa mobil kesini" jawab Reza.


"Oh iya, baiklah. Hati-hati ya Za" ucap Aditya.


Reza, Lidya dan Sisil permisi pada keluarga Aditya dan Alexa. Mereka kembali ke apartemen.


Kini diruangan itu hanya tinggal dua keluarga Aditya dan Alexa.


"Om, Tante nginap di apartemenku aja. Letaknya gak jauh dari sini. Jadi gampang kalau mau bulak balik Rumah Sakit" ucap Aditya.


"Iya Mas kita nginap di Apartemen Adit saja. Kamarnya cukup kog untuk kita semua. Letaknya juga dekat"


"Gimana Pa?" tanya Mama Alexa.


"Ya udah selama Alexa di Rumah Sakit kita tidur di apertemen Aditya nanti kalau Alexa sudah pulang baru balik ke apartemen Alexa" jawab Papa Alexa.


"Kalau gitu saya antar ke apartemen yuk Om, Tante. Biar Om dan Tante bisa istirahat dulu, kan baru perjalanan jauh. Lagian Alexa baik-baik saja jadi bisa ditinggal sebentar" ucap Aditya.

__ADS_1


"Aku disini ya Kak, jaga Mbak Alexa. Kasihan dia sendirian, nanti kalau butuh sesuatu gak ada yang nemani" rengek Cica.


"Ya udah kamu disini, tapi ingat jaga Alexa. Jangan malah kamu ganggu dia istirahat" perintah Aditya.


"Iya, takut amat sih. Lagian Mbak Alexa juga cuma gak bisa bergerak bukan gak bisa ngomong. Kami kami kan cuma mau ngobrol aja" jawab Cica.


Alexa tersenyum melihat perdebatan kakak dan adik ini. Dia pengen punya saudara dan berantem seperti ini.


Aditya mengajak orangtuanya dan orangtua Alexa ke apartemennya. Papa Alexa membawa mobil Alexa sedangkan Aditya membawa mobilnya bersama kedua orantuanya.


Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di apartemen Aditya. Aditya mempersilahkan kedua orangtua Alexa masuk ke dalam kamar tamu.


Apartemen Alexa memang sangat besar. Terdiri dari tiga kamar yang didalamnya masing-masing ada kamar mandi dan 1 kerja. Ada ruang tv sekaligus ruang tamu dan dapur dengan alat masak yang lengkap dan disudut dapur juga ada kamar mandi dan ruang cuci pakaian.


Aditya memesan makanan via online karena dirumahnya tidak ada bahan makanan untuk dimasak.


Kedua orang tua Alexa sudah masuk ke kamar untuk istirahat hanya tinggal Aditya dan orantuanya duduk diruang TV.


"Sekarang kamu ceritakan Dit, gimana ceritanya Alexa bisa cidera seperti itu. Kamu bilang permasalahan ini terjadi karena kamu?" tanya Papa Aditya.


"Begini Pa, sebulan yang lalu di Bandung kami menghadiri pesta pernikahan Reza sahabat Alexa. Saat hendak balik ke Jakarta mobil kami dihadang dua orang pria tidak dikenal, Adit dan Alexa terlibat dalam perkelahian dengan mereka. Saat itu kami yang menang. Nah setelah kembali ke Jakarta Adit, Sandy dan Dimas cari tau siapa dalang dari semua ini. Fakta yang kami temukan adalah Satria suaminya Cinta" jawab Aditya.


Mama Aditya sontak kaget mendengar nama Cinta disebut lagi.


"Cinta? Kamu berhubungan lagi dengan dia?" tanya Mama Aditya.


"Tidak Ma, Adit tidak pernah lagi berhubungan dengan dia. Semua sudah berakhir" jawab Aditya.


"Jadi kenapa suaminya mengejar kamu Dit?" tanya Mama lagi.


"Untuk alasan jelasnya Adit belum tau pasti Ma. Tapi dugaan Adit sementara ini ada hubungannya dengan kepulangan Aditya ke Jakarta. Selama dua tahun ini kan Adit menghilang. Mungkin Satria masih mempunyai dendam pada Adit" ucap Adit.


"Dendam apa lagi dia sama kamu Dit, dia sudah merebut Cinta dari kamu. Dan dia sudah berhasil menikahi Cinta. Untuk apa lagi dia mengganggu kamu. Dia kan sudah mendapatkan apa yang dia mau" Mama Aditya terlihat berang.


"Ma... tenang dulu" pinta Papa Aditya.


"Yang jelas kamu harus hati-hati Dit. Kamu bilang mereka salah culik. Harusnya targetnya Alexa tapi malah sahabatnya yang mereka culik. Itu artinya kamu harus benar-benad menjaga Alexa Dit. Jangan sampai mereka berbuat sesuatu pada Alexa" nasehat Papanya.


"Iya Pa. Aditya akan lebih berhati-hati lagi dan memperketat penjagaan Alexa apalagi saat ini dia sedang cidera" jawab Aditya.


Tak lama makanan yang Adit pesan sudah sampai.


Adit mempersilahkan Papa Mamanya untuk makan bersama Papa Mama Alexa. Sementara dia membawa makanan untuk dia, Alexa dan Cica kerumah sakit.

__ADS_1


Aditya permisi pada kedua orangtua Alexa untuk kembali menjaga Alexa di rumah sakit.


__ADS_2