Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Papa Sadar


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Alexa dan Mamanya sudah bersiap-siap hendak berangkat ke Rumah Sakit. mereka sudah tidak sabar ingin melihat dan mengetahui perkembangan Papanya.


Sebelum berangkat Mamanya sudah menyiapkan semua kebutuhan yang nanti dibutuhkan di rumah sakit termasuk baju ganti mereka saat menginap di Ramah Sakit untuk menjaga Papanya.


Alexa dan Mamanya sudah duduk di meja makan untuk sarapan pagi sebelum berangkat.


"Sebenarnya gimana Ma kejadiannya sampai Papa bisa tabrakan dan luka parah begitu?" tanya Alexa. Kemarin karena panik dan tegang dia belum sempat menanyakan kejadian kecelakan mobil Papanya.


"Papa kamu lagi memantau lokasi diluar kota. Papa berangkat menggunakan mobil kantor dan Pak Tatang yang menyetirnya. Saat di jalan Tol mobil di depan mobil yang dinaiki Papa bannya pecah Pak Tatang tidak bisa mengelakkan lagi. Terjadilah tabrakan dan kepala Papa kamu terbentur mengakibatkan pendarahan di kepalanya" jelas Mama Alexa.


"Trus Pak Tatang gimana keadaannya Ma?" Alexa bertanya keadaan supir Papanya.


"Alhamdulillah tidak ada luka serius tapi Pak Tatang mengalami patah tulang kaki dan tangannya. Kemarin katanya operasi pasang pen nya sudah berhasil" jawab Mama Alexa.


"Syukurlah Pak Tatang selamat Ma" Alexa bersyukur setidaknya tidak ada korban jiwa dan dia berharap Papanya segera bisa melewati masa kritisnya.


"Yuk Xa kita berangkat ke Rumah Sakit, Mama sudah gak sabar ingin melihat Papa" ajak Mama Alexa.


"Iya Ma" jawab Alexa. Alexa kemudian mengambil kunci mobil dan membawa tas yang berisi pakaian untuk baju ganti mereka di Rumah Sakit.


Alexa menyetir mobil perlahan menuju Rumah Sakit.


"Kita pelan-pelan aja ya Xa, Mama masih trauma atas kejadian tabrakan Papa" ucap Mamanya khawatir.


"Iya Ma, InsyaAllah kita gak apa-apa" jawab Alexa lemah lembut kepada Mamanya.


Tiga puluh menit kemudian mereka sudah sampai di Rumah Sakit.


Alexa dan Mamanya bergantian masuk keruang ICU untuk melihat dan mendengar kabar terbaru Papanya. Pak Wiratama masih belum sadar dan belum keluar dari masa kritisnya.


Siangnya Alexa dan Mamanya mencari makan siang di Rumah Makan yang persis terletak di depan Rumah Sakit. Setelah makan siang mereka singgah ke musholla Rumah Sakit untuk shalat dzuhur kemudian kembali duduk diruang tunggun yang ada didepan ruang ICU.


Waktu jenguk siang sudah tiba, kembali Mama dan Alexa bergantian masuk melihat kondisi Papanya yang ada di dalam.


Saat Alexa menghampiri Papanya, Alexa menggenggam tangan Papanya dan mengusapnya lembut penuh kasih sayang.


"Pa, bangun Pa. Lexa udah datang lihat Papa. Alexa kangen dengar suara Papa" Alexa meneteskan airmatanya dan mencium tangan Papanya.

__ADS_1


Tiba-tiba genggaman tangan Alexa berbalas. Papanya merespon dengan menggenggam erat tangan Alexa. Alexa terkejut dan segera memanggil dokter.


Dokter dan beberapa perawat datang memeriksa keadaan Pak Wiratama. Mama Alexa tanpa sadar masuk kembali keruang ICU. Dia sudah tidak sabar ingin mengetahui perkembangan suaminya.


Perlahan mata Papa Alexa berkedip dan terdengar suara erangan yang sangat pelan pertanda bahwa dia sudah sadar.


"Alhamdulillah Pak Wiratama sudah sadar bu, berarti beliau telah berhasil melewati masa kritisnya" ucap Dokter.


Alexa dan Mamanya saling berpelukan dan menangia terharu, tak henti-hentinya mereka mengucapkan syukur atas perkembangan kesehatan suaminya.


"Ibu tunggu diluar dulu ya, kami akan memeriksa keadaan Pak Wiratama. Setelah itu kita akan bersiap-siap untuk memindahkan Bapak Wiratama keruangan rawat inap" dokter kembali menjelaskan.


"Alhamdulillah, baik dokter" jawab Mama Alexa.


Alexa dan Mamanya kemudiam keluar dari ruang ICU dan bersiap untuk keruangan administrasi mengurus ruangan rawat inap yang akan ditempatinya.


"Mama tunggu Papa keluar dari ruang ICU ya, Lexa mau ambil tas kita dulu di mobil. Nanti kabari Lexa, Papa dipindah keruangan mana" ucap Alexa lembut.


"Iya sayang" jawab Mamanya.


Alexa berjalan menuju parkiran mobil dan mengambil tas dan beberapa perlengkapan yang mereka butuhkan untuk selama menjaga Papanya di Rumah Sakit.


Saat masuk kedalam Alexa melihat Papanya masih terlihat sangat lemah. Alexa segera mengambil kursi dan meletakkannya disamping tempat tidur Papanya.


Alexa duduk dan menggenggam tangan Papanya.


"Pa, terimakasih Papa udah kuat demi kami. Terimakasih Papa sudah berjuang untuk sadar demi kami. Alexa sayang Papa" Airmata Alexa kembali mengalir.


Papa hanya mengangguk lemah.


"Sekarang Papa jangan berfikir yang lain-lain dulu ya. Kita fokus aja sama kesehatan Papa, agar Papa cepat pulih dan kita bisa pulang kerumah secepatnya" Alexa tersenyum menatap Papanya.


Mama Alexa sudah mengabarkan berita sadarnya Papa Alexa kepada semua keluarga besarnya. Banyak pesan masuk mengucapkan doa untuk kesehatan Pak Wiratama.


Alexa dan Mamanya bisa bernafas lega karena sekarang Papa Alexa sudah melewati masa kritisnya. Kini hanya tinggal pemulihan saja.


Perkembangan kesehatan Papa Alexa setiap hari semakin membaik. Papanya sudah mulai bisa berjalan walau hanya ke kamar mandi dan jalannya juga harus di papah pelan-pelan.

__ADS_1


Kata dokter memang harus secara perlahan. Syukurlah pendarahan di kepala Papa Alexa tidak begitu parah dan juga letaknya tidak mengganggu alat vital dikepala Papa Alexa sehingga perkembangan kesehatan Papa Alexa sangat pesat.


Alexa setiap hari mengabarkan perkembangan kesehatan Papanya kepada para sahabatnya di Jakarta. Mereka sangat senang mendapat kabar Papa Alexa dan sesekali melakukan video call karena kangen melihat wajah Alexa.


Papa dan Mama Alexa sangat senang teman-teman Alexa di Jakarta baik-baik. Reza juga beberapa kali video call pada orangtua Alexa. Baginya Papa dan Mama Alexa sudah seperti orangtuanya sendiri karena persahabatan mereka yang sudah lama.


"Sayang Mama perhatikan selama beberapa minggu ini, kamu mengalami banyak perubahan" ucap Mama Lexa.


"Perubahan gimana Ma?" tanya Alexa.


"Kamu terlihat lebih anggun dan semakin cantik" jawab Mamanya tersenyum.


"Ah perasaan Mama aja kali tuh" ucap Alexa.


"Iya lho Xa, kamu sekarang lebih memperhatikan penampilan dan Mama lihat sudah pinter berdandan walaupun hanya dandan yang tipis tapi wajah kamu makin cantik" tutur Mamanya.


Alexa tersenyum malu, Alexa mengakui perlahan dia memang sudah mulai berubah dan ini semua berkat jasa sahabatnya Lidya dan Sisil.


"Tuh lihat Pa sekarang Lexa kalau malu wajahnya merah, dulu kalau dia merasa malu pasti marah-marah untuk menutupinya" Mama Alexa menatap wajah suaminya meminta dukungan.


"Iya sayang anak gadis tangguh Papa sekarang sepertinya sudah berbah menjadi princess" ucap Papanya tersenyum menggoda.


"Iiih Papa, bisanya godain Lexa" Alexa semakin malu diledek Papa dan Mamanya.


"Cie... yang malu-malu. Sepertinya anak gadis Papa sudah dewasa, sudah kenal cinta nih kayaknya Ma. Makanya anak Mama ini udah pinter bergaya" Papa Alexa membelai lembut kepala Alexa.


"Apa sih Papa ini. Lexa masih jomblo lho" jawab Alexa mengelak.


"Papa kan cuma bilang kamu sudah kenal cinta bukan bilang kamu sudah punya pacar" Papa dan Mama Alexa tertawa bersama. Mereka sangat bahagia melihat anak gadis mereka yang tersipu malu.


"Sekarang Papa rela sayang, Papa sadar kodrat kamu sebagai wanita. Papa gak bisa memaksa kehendak Papa pada kamu yang menginginkan anak laki-laki. Kamu itu seorang perempuan, pada akhirnya kamu akan menikah dan mempunyai keluarga. Kamu harus berubah jadi wanita yang lemah lembut agar bisa membangun dan mengurus rumah tangga kamu dengan kasih sayang" Papa Alexa sekarang sadar atas sikapnya selama ini yanh selalu mendidik anaknya keras seperti anak laki-laki.


"Kamu kejar masa depan kamu, kejar cinta kamu. Tapi kamu harus bisa jaga diri. Jakarta itu kota yang besar kehidupan disana sangat keras. Papa rasa kamu sudah punya bekal yang cukup untuk melindungi diri kamu. Jangan gampang tergoda bujuk rayu laki-laki ya" ucap Papa Alexa menasehati.


"Tidak akan ada orang yang akan menghargai kamu kalau kamu sendiri tidak menghargai diri kamu. Kecantikan itu tak selamanya dinilai dari penampilan tapi ada juga orang yang menilai kecantikan itu dari hati. Papa rasa anak Papa ini sudah cantik wajahnya tinggal kamu mempercantik hati kamu ya sayang" ujar Papanya.


Alexa terharu mendengar kata-kata yang terucap dari bibir orangtuanya. Rasanya dukungan keluarga sangat penting untuk masa depannya.

__ADS_1


"Iya Pa, InsyaAllah Lexa akan berusaha menjadi wanita yang lebih baik lagi dan bisa membuat Papa dan Mama bangga memiliki anak seperti Lexa" Alexa seperti mendapatkan semangat baru.


"Aamiin sayang" Mama Alexa memeluknya dari belakang.


__ADS_2