Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Bertemu denganmu


__ADS_3

Malam pesta HUT ADS Corp sudah selesai. Para karyawan satu persatu sudah mulai bubar dan pulang kerumahnya.


Alexa dan teman-temannya juga hendak pergi meninggalkan lokasi pesta. Tapi sebelumnya Alexa mengajak teman-temannya menghampiri atasannya untuk pamit pulang.


"Permisi Pak, saya pulang duluan" ucap Alexa.


"Eh kenalkan San, ini Aditya salah satu pendiri ADS Corp. Walaupun telat yang penting dia datang" Dimas mengenalkan Aditya kepada Alexa.


"Saya Sandra Pak, Manager Keuangan, senang bertemu dengan Bapak" Alexa memberi salam hormat.


"Aditya" jawab Aditya


Setelah selesai berpamitan Alexa dan para sahabatnya meninggalkan ruangan pesta kemudian menuju parkiran mobil. Mereka pulang menuju apartemen.


"Gila San tiga cowok tadi itu pendiri ADS Corp?" tanya Sisil antusian.


Alexa hanya menjawab dengan anggukan.


"Masih muda ya?" Lidya menimpali.


"Bukan hanya muda, aku yakin pasti tampang mereja juga keren-keren. Gayanya aja gagah gitu" potong Sisil.


"Kamu itu ya pantang lihat cowok gagah dikit langsung deh mata kamu berbinar binar" ledek Alexa.


Sisil tersenyum malu-malu.


"Kayak gak kenal Sisil aja San" ucap Lidya.


"Tapi San kenapa kamu hanya bersalaman sama salah satu pria itu?" tanya Sisil curiga.


"Pertama kali aku bertemu dengan pria itu ya tadi saat di pesta. Kalau yang lainnya hampir tiap hari aku bertemu" jawab Alexa santai.


"Emangnya dia kemana aja selama ini, kamu kan udah setahun kerja disitu kenapa baru sekarang ketemunya?" tanya Lidya tak mengerti.


"Dia baru pulang dari Papua, selama ini dia tugas luar kota terus, muter-muter meriksa kantor cabang yang ada di luar kota bahkan luar pulau jawa" jawab Alexa menjelaskan.


"Ooo... Pantesan" ucap Lidya.


"Sayang ya San aku gak bisa lihat wajah mereka" ucap Sisil sedih.


"Sil...Sil.. masih ada hari esok. Kapan-kapan aku ajak main ke kantorku ya buat ketemu mereka. Udah jangan sedih lagi" hibur Alexa.

__ADS_1


"Makasih San" Sisil kembali ceria.


Buset.. secepat itu dia tersenyum kembali. Sisil.. Sisil... ucap Alexa dalam hati.


******


Senin pagi di ADS Corp.


Alexa sampai di area parkiran kantor tiga puluh menit sebelum jam kerja dimulai. Alexa melihat ada tempat parkir yang kosong tanpa sadar dibelakangnya ada mobil lain yang terkejut karena Alexa tiba-tiba berhenti dan memarkirkan mobilnya.


Sial siapa sih pengemudi di depan ini, tiba-tiba aja ngerem mendadak tanpa kasih aba-aba. Umpat pengemudi yang ada dibelakang mobil Alexa.


Pengemudi itu tak lain adalah Aditya. Aditya berputar di lokasi parkir tapi penuh, mobil bergerak dan berkeliling lagi dia melihat ada tempat kosong persis disebelah kiri mobil biru yang tadi ngerem mendadak.


Sekilas sambil memarkirkan mobilnya Aditya melihat seorang wanita keluar dari mobil yang ada disebelah kanan mobilnya tapi dia tidak sempat melihat wajahnya.


Setelah selesai menempatkan mobilnya tepat di garis parkir Aditya keluar dari mobilnya tapi dia tidak bisa keluar. Jarak antara mobilnya dengan mobil yang ada disebelah kanan sangat tipis sehingga Aditya tidak bisa membuka pintu mobilnya.


Tapi karena sulitnya mencari parkiran yang kosong pagi-pagi begini, akhirnya Aditya membatalkan rencananya untuk memindahkan mobilnya ke tempat lain. Aditya pindah ke tempat duduk disebelahnya dan dia keluar dari pintu sebelah kiri mobilnya.


Huh... Pagi-pagi udah sial begini. Mimpi apa aku tadi malam. Siapa sih yang punya mobil ini, baru belajar nyetir kali. Parkir aja gak pinter, lewat batas gitu. Lagi-lagi Aditya mengumpat dalam hati.


Aditya mengambil hpnya dari saku celana kemudian memotret plat kendaraan tersebut. Setelah itu dia berjalan meninggalkan parkiran masuk kedalam perusahaannya.


Alexa ditemani asistennya Desi berjalan menuju ruang rapat.


"Apa kira-kira yang akan dibahas ya Mbak?" tanya Desi.


"Saya gak tau Des, tadi perintahnya kita cuma disuruh ngumpul diruang rapat" jawab Alexa.


Mereka masuk kedalam ruang rapat yang sudah penuh dengan para manager lain beserta para asistennya.


Alexa dan Desi mengambil posisi duduk disudut dan sedikit terlindung dari depan, habisnya gak ada lagi kursi yang kosong.


"Duh saya lupa bawa kacamata Des" ucap Alexa.


Mata Alexa sebenarnya sudah rabun tapi dia malas memakai kacamata setiap hari, paling kalau saat kerja atau rapat saja baru dia pakai. Tapi tadi dia lupa memakainya karena terburu buru mendapat kabar untuk berkumpul di ruang rapat.


"Mudah-mudahan gak ada pembahasan penting Mbak" jawan Desi.


3 Pendiri ADS Corp masuk kedalam ruangan rapat.

__ADS_1


"Mamp** kita Mbak" Celetuk Desi.


"Kenapa Des?" tanya Alexa penasaran.


"Itu tu Bos kejam datang, dia ikut rapat hari ini" tunjuk Desi sambil berbisik.


Tapi Alexa tidak bisa melihat jelas wajah pria yang ditunjuk Desi. Kalau soal pria yang dimaksud Desi sebenarnya dia sudah tau dari malam pesta HUT perusahaan kemarin karena dia sempat berkenalan dengan pria itu hanya saja dia tidak tau wajahnya karena tertutup topeng.


"Kamu tenang aja. Keadaan kita sama kog seperti yang lain, mereka juga tidak ada persiapan" jawab Alexa menenangkan asistennya.


Aditya mulai memimpin rapat.


"Selamat pagi semua. Seperti biasa saya tidak suka bertele tele. Saya sengaja mengumpulkan kalian semua diruangan ini karena ada sedikit yang ingin saya sampaikan. Mulai hari ini saya akan kembali aktif bekerja di sini sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Jadi saya harap kalian dapat bekerja sama dengan baik, terimakasih" ucap Aditya singkat.


Seketika ruangan jadi ramai. Mungkin mereka sedikit resah dengan kehadiran Bos mereka satu ini yang terkenal dingin dan kejam.


"Ada yang ingin kalian pertanyakan?" tanya Aditya.


Sontak semuanya diam karena merasa takut dengan pimpinan mereka. Aditya memang sangat diakui pintar dan cerdas oleh para karyawannya bahkan dia yang paling pintar dari pendiri perusahaan yang lain. Tapi Aditya memiliki fikiran yang sangat sulit untuk ditebak. Disamping itu dia juga sangat tegas dalam memutuskan suatu hal.


Ini yang membuat para karyawannya takut bahkan para saingan bisnis perusahaan mereka juga banyak yang takut dengan Aditya. Aditya adalah kekuatan di ADS Corp.


"Cukup sampai disini rapat kita terimakasih" tutup Aditya.


Satu persatu peserta rapat meninggalkan ruangan rapat tapi sebelum pergi mereka terlebih dahulu menyapa Aditya bersalaman dan mengucapkan selamat datang kembali pada Aditya.


Tiba giliran Alexa. Alexa berjalan semakin dekat dan sekarang dia bisa melihat wajah Aditya yang sebenarnya. Alangkah terkejutnya Alexa melihat pria yang ada di hadapannya ini.


Ini kan kak Adit, ternyata memang dia salah satu pendiri ADS Corp. Aduh aku harus bagaimana. Alexa panik sendiri didalam hati.


"Selamat datang Pak" ucap Alexa.


Aditya memandangnya lama merasa heran dan menatap kearah teman-temannya meminta penjelasan.


"Sandra Dit, yang kemarin pas saat malam pesta Ulang Tahun Kantor memperkenalkan diri" Dimas yang mengerti tatapan penuh tanya dari Aditya segera menjawab.


"Iya Pak saya Sandra manager keuangan" jawab Alexa.


Mereka lama berjabat tangan. Aditya sepertinya berusaha keras mengingat wanita yang ada didepannya ini. Dia seperti mengenalnya, wajah fan suaranya seperti tidak asing tapi siapa? tanya Aditya dalam hati.


"Ehm.... saya permisi dulu Pak" Alexa menarik tangannya yang sedang digenggam Aditya.

__ADS_1


Sepertinya Kak Adit tidak mengenalku. Lebih baik aku diam saja pura-pura tidak mengenalnya juga, itu lebih baik dari pada dia membenciku. Lagian di perusahaan ini dia terkenal dingin dan kejam Aku tidak mau semua orang mengetahui masa lalu kami. Batin Alexa...


Alexa meninggalkan ruangan rapat diikuti Desi sang asisten.


__ADS_2