
Pagi-pagi Alexa merasa ada yang tidak beres dengan dirinya. Saat bangun pagi Alexa berat sekali membuka matanya. Kepalanya sangat pusing, rasanya seperti berputar-putar.
Alexa mencoba membangunkan suaminya. Dirabanya wajah suaminya sambil berusaha memejamkan matanya untuk mengurangi pusing di kepalanya.
"Kak.. bangun kak.." ucapnya berkali-kali. Keringatnya sudah mengucur di wajahnya.
"Kaaaak" panggilnya semakin lemah.
Aditya terbangun karena sentuhan tangan istrinya di wajahnya.
"Mmm... sudah subuh ya yank?" tanya Aditya.
"Iyaaa" Alexa menjawab sangat lemah.
Aditya menyadari sikap istrinya yang berbeda pagi ini. Biasanya istrinya sudah bangun dan duduk ditepi ranjang untuk membangunkannya.
"Yank... kamu kenapa?" Aditya memegang wajah istrinya, dia terkejut dan langsung bangkit dari tidurnya. Aditya duduk disamping istrinya dan memegang kening istrinya.
"Kamu sakit yank? badan kamu tidak panas tapi keringat kamu kenapa banyak sekali begini?" ucapnya panik.
"Kaaak kepalaku pusing sekali" ucap Alexa pelan.
"Sebentar aku ambilkan air hangat dan obat pusing ya" ucap Aditya.
Aditya keluar kamar dan menuju dapur untuk mengambil air hangat serta mencari kotak obat dan menyerahkannya pada Alexa.
"Sekarang kamu kakak bantu duduk di dinding ranjang ya" ucapnya lembut.
Aditya menarik tubuh istrinya kemudian mendudukkannya di dinding kepala ranjang mereka. Kemudian dia memberikan obat dan minum kepada Alexa.
"Kamu mau wudhu di kamar mandi atau tayamum aja?" tanya Aditya.
"Aku mau wudhu di kamar mandi aja Kak" pinta Alexa.
"Baiklah, kakak bantu ya sayang" Aditya menggendong tubuh istrinya lalu membawanya ke kamar mandi. Alexa didudukkan di pinggir bathup kemudian Aditya membantunya mengambil wudhu. Setelah selesai dia mengangkat tubuh istrinya kembali ke temlat tidur dan memasangkan mukena Alexa agar Alexa bisa mengerjakan shalat subuh.
"Kamu shalatnya duduk di tempat tidur aja ya" ucap Aditya.
Alexa hanya mengangguk pelan kemudian mulai shalat.
__ADS_1
Aditya segera masuk kedalam kamar mandi, membersihkan tubuhnya dan mengambil wudhu. Setelah itu dia mengerjakan shalat subuh sendiri. Karena Alexa sedang sakit biarlah pagi ini mereka tidak shalat berjamaah.
Setelah selesai shalat Alexa kembali tiduran di tempat tidur. Aditya yang melihat Alexa tidur kembali membiarkannya saja dan tidak mau mengganggunya.
Aditya menuju dapur memasak bubur untuk dimakan Alexa. Tiga puluh menit kemudian bubur sudah masal, Aditya membawanya ke kamar.
"Sayang... bangun. Kakak udah masak bubur, kamu makan dulu ya biar perut kamu terisi dan pusingnya berkurang" Aditya membantu Alexa duduk kemudian menyuapkan bubur ke mulut Alexa.
Perlahan lahan akhirnya bubur di piring habia juga.
"Hari ini kamu gak usah masuk ya, biar nanti aku bilang sama asisten kamu untuk menghandle semua kerjaan kamu hari ini" pinta Aditya.
Alexa yang masih lemah tidak bisa menolak perintah suaminya, lagian memang tubuhnya masih lemah dia tidak sanggup untuk bangkit dan turun dari tempat tidur.
"Kakak mau kemana?" tanya Alexa.
"Kakak mau beresin dapur" jawab Aditya.
"Biarin aja kak, sebentat lagi Bi Leha juga datang. Kakak bersiap aja ke kantor" ucap Alexa.
"Kakak disini aja jaga kamu, hari ini kakak gak masuk. Kalau sampai siang kamu gak sembuh juga kita ke rumah sakit ya" tegas Aditya.
"Aku gak apa-apa, cuma pusing. Masuk angin kali Kak. Kan udah makan, minum obat dan istirahat pasti nanti sembuh. Kakak berangkat ke kantor aja" jawab Alexa.
"Gak apa-apa, kan ada Bi Leha yang temani di sini. Kalau aku butuh sesuatu aku bisa panggil dia" jawab Alexa.
"Ya udah, kakak mandi dan bersiap dulu ya. Kamu tiduran aja" perintah Aditya.
Alexa kembali berbaring di ranjang dan tidur.
Setelah selesai mandi dan berpakaian Aditya keluar kamar menuju dapur. Bi Leha sudah datang dari tadi dan sedang menyiapkan sarapan pagi
"Ibu mana Pak?" tanya Bi Leha heran melihat majikan wanitanya belum keluar dari kamar, gak biasanya seperti ini.
"Alexa sakit Bi, saya pergi kerja dulu. Titip Alex, tolong perhatikan dan siapkan semua yang dia butuhkan. Kalau ada apa-apa kabari saya ya" perintah Aditya.
"Iya Pak" jawab Bi Leha singkat.
Setelah sarapan pagi Aditya kembali ke kamar dan memeriksa keadaan istrinya yang sedang tidur. Dia tidak tega untuk membangunkan istrinya yang sedang tidur, Aditya hanya mengecup pelan kening istrinya kemudian meninggalkan apartemen menuju kantornya.
__ADS_1
Sesampainya dikantor Aditya tetap gelisah, walaupun dia meninggalkan Alexa bersama Bi Leha tapi dia selalu kefikiran istrinya. Setiap jam dia mengecek keadaan istrinya melalui Bi Leha.
Para sahabatnya memperhatikan keadaan Aditya yang gundah gulana itu.
"Kamu kenapa Dit, dari tadi gak konsentrasi?" tanya Sandy.
"Alexa sakit di apartemen. Tadi pagi dia tidak sanggup bangun karena kepalanya pusing dan kondisinya sangat lemah" jawab Aditya.
"Kamu gak bawa dia ke rumah sakit?" tanya Dimas.
"Dia gak mau katanya cuma masuk angin saja" jawab Aditya lagi.
"Yah mudah-mudah cuma masuk angin biasa" doa Sandy.
Jam satu siang Bi Leha menelpon.
"Halo Bi" sapa Aditya
"Halo, Pak Ibu sepertinya kondisinya semakin parah. Tadi saya kasi makan siang dan Ibu memakannya pelan-pelan tapi setelah makan ibu malah muntah-muntah pak" lapor Bi Leha.
"Ibu Bibi kasi makan apa tadi?" tanya Aditya.
"Bubur yang Bapak masak tadi pagi" jawab Bi Leha.
"Sekarang gimana kondisi Ibu?" tanya Aditya semakin gelisah.
"Ibu semakin lemas Pak karena bulak balik muntah, Ibu bilang kepalanya masih pusing dan Ibu keringat dingin Pak, wajahnya pucat" ucap Bi Leha.
"Ya sudah kalau begitu saya balik ke apartemen. Bibi jaga Alexa ya, jangan tinggalkan dia sendiri. Nanti kalau dia mau muntah bisa jatuh di kamar mandi kalau tidak ada yang memegangnya" perintah Aditya.
"Iya Pak, saya akan jaga Ibu di kamar" jawab Bi Leha.
"Ada apa Dit?" tanya Sandy khawatir.
"Bi Leha baru telepon katanya kondisi Alexa semakin parah, habis makan siang dia muntah-muntah. Kondisinya semakin lemah dan dia semakin pucat kata Bi Leha. Aku jadi khawatir dengan keadaannya" jawab Aditya.
"Ya udah kamu pulang aja, bawa Sandra berobat kerumah sakit biar jelas apa penyakitnya. Lebih cepat lebih baik Dit, biar penanganannya semakin baik" ucap Dimas.
"Iya soal kerjaan biar kami handle. Kamu tak perlu khawatir. Fokus ke kesehatan Sandra aja" sambung Sandy.
__ADS_1
Aditya segera membereskan berkas-berkas yang ada di mejanya. Kemudian dia meraih tasnya dan segera berjalan keluar dari ruangannya menuju basement kantor masuk ke mobilnya setelah itu melajukannya menuju ke arah pulang ke apartemennya.
Kamu kenapa sayang? Mengapa bisa sakit seperti ini. Biasanya kamu sangat kuat. Jangan buat aku khawatir seperti ini. Ucapnya dalam hati.