Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Dunia Serasa Milik Berdua Part 1


__ADS_3

Pagi yang indah, mereka terbangun dengan saling berpelukan. Aditya lebih dahulu membuka mata.


Ditatapnya lekat wajah istrinya, kali ini dia benar-benar memperhatikan setiap inci wajah istrinya. Alis yang tersusun rapi, hidung yang macung dan bibir yang tipis. Wajah putih, mulus dan bersih. Rambut lurue lembut, hitam dan panjang. Kamu pintar merawat diri kamu sayang... ucapnya. Kemudian Aditya membelai rambut dan mencium kening istrinya penuh kasih sayang.


Kegiatannya itu membuat Alexa terbangun dan membuka mata.


"Kakak udah bangun?" tanya Alexa


"Sudah dari tadi" jawab Aditya.


"Kenapa gak bangunkan aku. Sudah jam berapa ini? Kita harus shalat subuh" ucap Alexa. Alexa hendak bangkit melihat jam tapi Aditya menahannya agar tetap dalam pelukannya.


"Belum, sebentar lagi. Aku masih ingin memeluk kamu seperti ini, rasanya hangat sekali" jawab Aditya. Alexa membalas pelukan Aditya.


Aditya merasakan kembali gejolak itu datang lagi.


Dia mengecup lama bibir istrinya sampai mereka kehabisan nafas.


"Kamu tau sayang, dua bulan ini kamu sudah berhasil menyiksaku. Setiap hari, setiap malam aku harus melihat tubuh indahmu dan menyentuhnya. Disini... disini dan disini... semua membuatku terbakar gairah" Aditya menyentuh bagian-bagian favouritenya.


Membuat Alexa kembali melayang tinggi dan pagi itu mereka melakukannya lagi, penyatuan yang sedikit lebih cepat karena hari sudah hampir subuh.


Setelah itu Aditya menggendong tubuh istrinya ke kamar mandi, mereka saling membersihkan tubuh dengan penuh lembut dan kasih sayang.


Setelah selesai mandi mereka melaksankan shalat subuh berjamaah.


Pagi ini Alexa akan mulai menjalankan tugasnya sebagai seorang istri. Dia keluar kamar dan menuju dapur.


Melihat isi kulkas hanya tinggal stock telur. Akhirnya dengan bahan secukupnya Alexa memasak nasi goreng spesial untuk suaminya.


Wangi masakan Alexa memenuhi semua ruangan di apartemen bahkan sampai ke kamar. Aditya keluar mencari tau apa yang sedang dilakukan istrinya di dapur.

__ADS_1


Ini pemandangan pertama yang dia lihat selama mereka berstatus suami istri. Memang sudah dua bulan mereka menikah tapi selama itu juga Alexa sakit karena cidera tangan dan kakinya akibat tragedi penyelamatan Lidya dari tangan penculik.


Sekarang penculiknya sudah di tahan dan dalang dari penculikan itu sedang dalam penyelidikan.


" Hemmmmm... wangi sekali sayang. Kamu masak apa?" Aditya memeluk dari belakang istrinya yang sedang memasak.


"Nasi goreng kak, ternyata semua bahan makanan kita sudah habis. Nanti kita belanja ya" ajak Alexa.


"Oke... wangi masakan kamu menggugah selera sama seperti wangi kamu membuat aku selalu lapar ingin memakan kamu" Aditya mengecup tengkuk istrinya dari belakang.


"Kak aku sedang memasak, nanti makanannya gosong" ucap Alexa.


Alexa mematikan api kompornya. Kemudian memindahkan nasi goreng yang telah selesai dia masak ke atas piring makan setelah itu menatanya di meja makan.


"Kakak mau aku buatin teh atau kopi?" tanya Alexa.


"No... sayang aku tidak suka keduanya. Kalau pagi aku suka susu coklat hangat. Sini aku tunjukkan tempat penyimpanannya" Aditya membuka laci atas kitchen set yang terletak di dapur.


"Setiap orang kan punya kebiasaan dan selera masing-masing. Tidak bisa disamakan donk. Kalau semua sama hidup tidak akan indah, tidak akan ada warna warni kehidupan" ujar Aditya.


"Iya ya.. Aku saja sukanya coklat panas. Lidya dan Sisil sukanya susu" sambut Alexa.


Alexa menerima susu coklat yang diberi suaminya kemudian mengambilnya dan menuangkannya kedalam gelas. Susu coklat suaminya sudah selesai dibuat.


"Nah itu dia, manusia diciptakan berbeda-beda agar bisa saling mengisi. Seperti kita, aku dan kamu jadi satu. Kita bersatu dalam ikatan pernikahan saling mencintai dan kelak akan lahir putra putri kesayangan kita berdua" goda Aditya.


"Ih kakak mikirnya udah jauh kesitu" ucap Alexa malu mengingat apa yang mereka lakukan tadi malam dan tadi pagi menjelang subuh.


"Lho harus sayang, itu masa depan. Dari sekarang sudah harus direncanakan. Emangnya kamu gak mau punya anak?" tanya Aditya.


"Maulaaah.." Alexa menjawab cepat.

__ADS_1


"Kalau begitu kita harus rajin-rajin membuatnya dari sekarang" bisik Aditya ditelinga Alexa, membuat badan Alexa merinding.


"Kak Adiiiiit" Alexa memukul lembut lengan Aditya karena malu.


"Preman pasarku bisa juga malu-malu begini ya" Aditya mencubit gemas pipi istrinya.


"Kak Adit senang sekali menyebutku preman pasar, kenapa sih?" tanya Alexa.


"Itu memang julukanku untukmu, karena kamu dulu sangat nakal. Dulu mengapa ya aku menganggapnya sebagai suatu hal yang menjengkelkan padahal kalau aku ingat-ingat sekarang semuanya jadi lucu dan indah. Jarang-jarangkan pasangan suami istri memiliki kenangan unik seperti kita. Bagiku kau tetap preman pasar yang telah berhasil memporak-porandakan hatiku hahahaha" Aditya tertawa mengingat perlakuan istrinya dulu padanya.


"Kaaaak... aku kan malu" wajah Alexa memerah.


"Aku sangat senang sayang... disini masih tersimpan semua memory kenangan kita. Setiap hari kejadian itu selalu berputar dikepalaku. Walau awalnya karena kesal dan dendam tapi tanpa aku sadari kenangan itu sudah aku simpan tersendiri dalam memory di kapalaku dan semuanya kini menjadi kenangan indah yang tidak akan pernah aku lupakan" Aditya menunjuk kepalanya.


"Aku juga menyimpannya dalam memory yang kuberi nama penyesalan. Setiap hari aku berharap bertemu kamu untuk meminta maaf atas kenakalanku dulu dan Allah telah menghukumku membuatku jatuh cinta padamu dan tidak bisa melupakanmu" jawab Alexa.


"Allah Maha Baik sayang... buktinya dia menyatukan kita dalam ikatan pernikahan. Menggabungkan rasa benci juga penyesalan menjadi satu kata yang dinamakan cinta. Indah bukan?" ucap Aditya.


Aditya memandang lembut wajah istrinya.


"Iya Kak sangat indah. Kamu ingat saat Papa dan Mama memaksa kita menikah, saat itu aku menangis. Aku menangis karena bahagia akan menikah dengan pria yang selama ini sudah mencuri hatiku walau saat itu aku belum tau isi hati kamu" ungkap Alexa.


"Aku juga pada saat itu sangat bahagia, menikah dengan wanita yang telah lama aku cintai, tapi aku sedih melihat kamu menangis. Aku kira kamu menangis karena terpaksa menikah denganku. Aku bahkan hampir saja ingin menolak rencana orangtua kita karena aku takut kamu akan tersiksa dalam pernikahan ini. Akhirnya semua sudah jelas sekarang. Yang penting kita sudah saling mengetahui perasaan kita masing-masing. Mari kita jaga dan rawat rasa ini agar tetap ada sampai maut memisahkan kita" ucap Aditya.


Mereka saling berpelukan ada rasa haru dan beribu rasa syukur dihati mereka telah dipersatukan dalam hubungan yang halal dengan nama rumah tangga.


Pagi itu mereka sarapan pagi dengan penuh bahagia. Saling bercanda dan terkadang saling menyuapi.


Menyambut masa depan dengan suka cita, menjalaninya bersama.


Uh Mesranya... dunia serasa milik berdua yang lain pada ngontrak 😂😂

__ADS_1


__ADS_2