Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Resepsi Pernikahan Part. 2


__ADS_3

Resepsi pernikahan Aditya dan Alexa berlangsung sangat mewah. Seluruh keluarga menyambutnya dengan suka cita.


Rombongan keluarga Medan tidak kalah hebohnya dengan keluarga Reza saat pesta pernikahan Reza empat bulan yang lalu.


Kalau kata orang Medan disebut dengan istilah "GEROBAK PASIR" GEROmbolan BAtaK PAyah diuSIR.


(Maaf pembaca yang orang Batak jangan marah ya.. Karena saya juga orang Batak. Peace.....).


Kehebohan selalu saja terjadi di setiap acara yang pastinya menambah kemeriahan pesta malam itu.


Banyak lagu-lagu Batak yang diperdendangkan malam itu karena kedua mempelai berasal dari Medan.


Ada sepasang anak manusia yang juga tak kalah hebohnya malam ini, mereka adalah Dimas dan Sisil.


"Kak Dimaaaas" teriak Sisil marah karena Dimas menutup wajah Sisil dengan tangannya saat mereka sedang berfoto. Alhasil dalam foto itu wajah Sisil tidak kelihatan.


"Fotonya akan terlihat jelek kalau ada wajah kamu terlihat disana" Kekeh Dimas meledek Sisil.


Sisil terlihat cemberut dan kesal.


"Awas ya Kak Dimas" Sisil melepaskan selendang biru yang menghias baju kebayanya kemudian melilitkannya ke leher Dimas sehingga Dimas berteriak kesakitan.


"Ampuun Sil... Ampuuun. Aku gak akan ganggu kamu" ucap Dimas


Sisil melepas selendangnya.


"Janji ya Kak?" tanya Sisil.


"Janji... tapi bohooooong hahaha" Dimas lari menjauhi Sisil.


"Kak Dimaaaas" teriak Sisil.


"Aku yakin Kak, Kak Dimas nanti pasti jatuh cinta sama Sisil" ucap Reza pada Sandy


"Aku rasa juga begitu. Dia pasti kena batunya. Dasar playboy cap ayam jago" kekeh Sandy.


"Kakak lihat mereka itu. Dulu Alexa lebih parah lagi mengerjain Kak Adit hahahah" ucap Reza.


"Aku gak bisa bayangkan wajah Aditya. Dia pasti marah sekali dijahili seorang wanita" Sandy menggelengkan kepalanya.


Di pelaminan yang terletak diatas pentas.


"Kamu capek sayang?" tanya Aditya.


"Nggak kak. Aku malah sangat bahagia" jawab Alexa.


"Terimakasih ya Kak, Kakak sudah merencanakan pesta pernikahan yang sangat meriah malam ini" sambung Alexa.

__ADS_1


Alexa mengecup pipi Aditya dengan mesra meninggalkan noda lipstik di pipi Aditya. Alexa tertawa melihat tanda berbentuk bibir yang tercetak di pipi Aditya.



"Semua untuk kamu sayang, jiwa ragaku" jawab Aditya. Kemudian dia mencium kening istrinya.


Mereka sangat-sangat bahagia malam itu.


Waktu berlalu tanpa terasa, tepat jam 10 malam acarapun selesai. Semua para undangan, sahabat dan keluarga juga sudah pulang dari hotel itu.


Aditya dan Alexa masuk kedalam kamar pengantin yang disediakan untuk mereka malam ini. Kamar pengantin yang sangat romantis.


Team WO sengaja memberikan kejutan untuk mereka. Kamar dihias dengan sangat indah dengan suasana romantis agar pengantin baru dapat menghabiskan malam mereka dengan penuh cinta.


Kamar yang dihias dengan taburan bungan dan lilin-lilin kecil.



"Owh... Kak ini semua kamu yang merencanakan?" tanya Alexa.


"Tidak sayang, ini kejutan dari WO. Kamu tau kan suamimu ini tidak romantis. Maaf mungkin itu kekuranganku. Aku tidak pintar merayu wanita" ungkap Aditya.


"Aku tau, untuk mengucapkan cinta saja kamu harus cemburu dulu. Itupun kalau tidak aku paksa, kamu tidak akan mengungkapkan perasaanmu" jawab Alexa.


"Terimakasih sayang kamu sudah mengerti diriku" ucap Aditya.


"Belajar Kak, kita sama-sama belajar untuk mempelajari kekurangan dan kelebihan pasangan kita. Manusia tidak ada yang sempurna, jika mencintai seseorang kita harus menerimanya sepaket. Kelebihan juga kekurangannya, itu harus" jawab Alexa.


Setelah Alexa selesai, Aditya yang gantian masuk ke dalam kamar mandi. Alexa menyiapkan baju ganti untuk suaminya. Setelah itu mereka melaksanakan shalat Isya berjamaah.


Aditya mengucapkan doa untuk malam pengantin mereka, berdoa untuk rumah tangga mereka.


Setelah selesai shalat mereka berbaring diatas tempat tidur, menikmati keromantisan kamar itu.


"Seperti baru menikah pertama kali ya Kak?" tanya Alexa.


"Padahal kita sudah tiga bulan menikahnya" sambung Alexa tak percaya.


"Iya.. jadi anggap ini malam pertama kita ya" Goda Aditya.


Aditya mulai mengecup bibir istrinya dengan penuh hasrat. Memperbaiki kisah malam pengantin mereka yang dilalui Aditya penuh dengan perjuangan dikarenakan Alexa sedang cidera.


Malam ini biarlah mereka menganggap ini adalah malam pengantin mereka. Malam yang mereka lalui penuh dengan percintaan yang panas.


Dan akhirnya mereka tertidur karena kelelahan setelah penyatuan mereka tadi. Mereka tertidur dengan saling berpelukan


*******

__ADS_1


Ditempat lain.


"Kak Dimas kamu yang antarin Sisil ke apartemen ya" pinta Reza.


"Kog aku Za? Apartemen kalian kan terletak di gedung yang sama" ucap Dimas.


"Kami masih mau bertemu dengan keluarga dari Medan Kak. Besok Papa dan Mamaku pulang ke Medan, jadi kami masih mau ngobrol di kamar mereka di hotel ini" jawab Reza.


"Baiklah" ucap Dimas sedikit kesal.


"Yuk Sil aku antar" ajak Dimas.


"Baik Kak, tapi kamu jangan berbuat macam-macam padaku ya?" tanya Sisil.


"Kalau dia ngapain kamu, aku dan Sandra yang akan menghajarnya" kali ini Reza membelanya, agar Dimas tidak mempermainkan Sisil lagi.


Dimas yang mengetahui kalau Reza dan Alexa sangat jago beladiri langsung bergidik ketakutan.


"Tenang Sil, aku tidak akan berbuat macam-macam padamu. Karena kamu bukan tipeku" ejek Dimas


"Aku sumpahin jatuh cinta padaku baru tau Kak Dimas. Sombong amat" ucap Sisil kesal.


"Sumpah kamu tidak akan terkabul. Karena aku bukan anak durhaka dan kamu bukan seorang ibu yang mempunyai anak nakal" jawab Dimas asal.


Sandy yang mendengar ocehan Dimas segera tertawa. Perumpamaan yang sangat aneh. Seperti interaksi antara Malin Kundang dan Ibunya. Pikir Sandy.


Dimas dan Sisil segara masuk kedalam mobil Dimas. Mobil bergerak menuju apartemen mereka. Karena sudah lelah menghadiri acara pesta pernikahan Aditya dan Alexa membuat Dimas dan Sisil tidak mempunyai kekuatan lagi untuk melakukan peperangan dan perdebatan.


Mereka hanya sama-sama terdiam di dalam mobil, hingga mobil sudah sampai di depan pintu masuk apartemen Sisil. Sisil turun dari mobil Dimas.


"Terimakasih ya Kak atas tumpangannya" ucap Sisil.


"Aku tidak memberikan tumpangan secara gratis gadis kecil. Kamu mempunyai hutang padaku. Suatu saat kamu harus membayarnya" ucap Dimas.


"Tau gitu tadi lebih baik aku menolak ajakan kakak mengantarku pulang. Lebih baik aku naik taxi online" jawab Sisil.


"Hei nona ini sudah larut malam. Apa kamu tidak takut pada lelaksi asing?" tanya Dimas.


"Aku lebih takut pada lelaki hidung belang seperti Kak Dimas" jawab Sisil tegas.


"Dasar gadis tidak tau terimakasih" umpat Dimas.


"Biarin" jawab Sisil singkat.


Sisil meninggalkan mobil Dimas dan bergegas masuk kedalam gedung apartemennya. Kemudian masuk ke Lift dan menekan tombol lantai apartemen Alexa yang masih dia tempati.


Dimas melajukan mobilnya menuju apartemennya. Dengan kecepatan penuh dia menembus malam agar segera sampai diperaduan. Malam ini dia sangat lelah sekali.

__ADS_1


*******


BERSAMBUNG


__ADS_2