Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Misi untuk sahabat


__ADS_3

Mobil Reza bergerak menuju apartemen, jalanan sudah lengang dan lalu lintas lancar.


"San, aku pernah lihat Pak Aditya itu marah sama kamu pas kita belanja bulanan di supermarket kemarin" ucap Lidya.


"Benar... Benar... aku juga dari tadi ingat-ingat wajahnya seperti pernah ngeliat tapi dimana? Ternyata dia pria yang di supermarket itu ya" timpa Sisil.


"Kenapa dia marah sama kamu San?" tanya Lidya.


"Kemarin itu aku gak sengaja nabrak trolynya" jawab Alexa.


Reza melirik ke arah Alexa.


"Kebiasaan kamu San, setiap bertemu dia pasti ada saja yang terjadi" Reza menggeleng gelengkan kepalanya.


"Sepertinya dia Bos yang galak ya, dingin lagi. Ih Seram" Sisil ketakutan.


"Kak Adit itu emang pendiam tapi aslinya baik kog. Mungkin karena dia tidak banyak cakap orang menganggap dia dingin dan kejam" jawab Reza.


"Bener lho Za waktu dia marah sama Sandra di supermarket wajahnya kejam banget, aku dan Lidya gak berani nyamperin Sandra. Untung Sandra cepat-cepat pergi menjauhinya" potong Sisil.


"Itu karena Sandra punya kebiasaan buruk setiap bertemu dia. Makanya dia marah sama Sandra" Reza tertawa membayangkan tingkah laku Alexa.


Alexa hanya bisa diam merutuki diri. Iya benar aku selalu apes setiap ketemu Kak Adit. Aku Alexa dalam hati.


Mereka sampai ke gedung apartemen dan segera masuk ke lift.


"Makasih ya Za atas traktirannya, semoga amanah di tempat yang baru" ucap Lidya.


"Makasih Za semoga makin sukses" sambung Sisil.


"Makasih ya Za semoga cepat sapat jodoh" celetuk Alexa sambil melirik kearah Reza dan Lidya.


"Aaamiiiin... Semoga doa kalian semua terkabul" Reza mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya seperti selesai berdoa.


Reza duluan keluar dari Lift karena apartemennya berada dibawah apartemen Alexa.


Alexa dan teman-temannya sudah sampai di lantai apartemen mereka. Sisil buru-buru masuk karena ingin segera ke toilet.


Tinggal Lidya dan Alexa yang terakhir masuk.


"San boleh aku tanya sesuatu?" ucap Lidya.


"Boleh, kamu mau tanya apa?" Alexa balik bertanya.


"Pak Aditya itu pria yang kamu maksud dulu?" Lidya bertanya serius.


Alexa menjawab pertanyaan Lidya dengan anggukan.


Mereka berjalan menuju kamar Alexa.


"Aku jadi mengerti cerita kamu dulu setelah melihat kejadian di supermarket. Sepertinya benar ya San, kamu sering melakukan kesalahan yang tak sengaja saat bersamanya?" ucap Lidya.


"Aku harus bagaimana Lid padahal aku tidak sengaja. Pasti ada saja yang terjadi kalau sedang ketemu dia" Alexa menjawab pasrah.

__ADS_1


"Jodoh kali San. Terkadang benci bisa berubah jadi cinta. Menurutku Pak Aditya punya perhatian khusus pada kamu yang sebenarnya tidak dia sadari" tutur Lidya.


" Maksud kamu?" tanya Alexa.


"Tanpa dia sadari dia selalu memberikan reaksi yang berlebihan saat bertemu dengan kamu. Coba kamu bayangkan kalau seandainya kejadian di supermarket itu bukan kamu pelakunya aku rasa sikapnya biasa saja karena hal itu lumrah saja terjadi saat berbelanja. Aku juga sering tidak sengaja menabrak troly orang saat belanja. Tapi karena yang nabrak itu kamu dia lebih bereaksi dan perhatiannya itu dia keluarkan dengan amarah. Sebenarnya dia tidak sadar ada sesuatu antara dia dan kamu" ucap Lidya menjelaskan.


"Aku tidak berani berharap Lid, semakin sakit nanti" jawab Alexa.


"Kamu tau gak saat kita makan tadi dia sering diam-diam curi pandang pada kamu dan memperhatikan kamu" goda Lidya.


"Ah bercanda kamu" potong Alexa.


"Sadarkan dia San, buat dia jatuh cinta pada kamu. Dia itu belum tau kalau dalam hatinya selalu ada kamu. Saat ini perasaanya rasa benci, aku yakin dia bisa jatuh cinta sama kamu. Ayo semangat donk, buat dia jatuh cinta pada kamu" Lidya memberi semangat.


"Yang kamu katakan sama saja seperti yang Reza ucapkan. Oh iya gimana perasaan kamu sama dia. Apakah masih ada atau sudah hilang?" tanya Alexa mengalihkan pembicaraan.


Lidya menarik nafas panjang dan menganggukkan kepalanya.


"Usiaku sudah pantas untuk menikah tapi calonnya cuma dia dan dia tidak tau perasaanku. Kalau difikir-fikir sebenarnya kita sama ya San, sama-sama memendam rasa" Mereka tertawa bersama.


Bedalah Lid, Reza emang suka juga sama kamu tapi kalau aku kan hanya suka sendiri Kak Aditnya nggak. Ucap Alexa dalam hati.


"Kamu mau aku bantu?" Alexa menawarkan diri.


"Aku malu San" jawab Lidya.


"Tenang saja Lid, kita main cantik. Reza itu kan pinpinbo (pintar-pintar bodoh 😂). Kalau soal hati dia suka lemot" ujar Alexa.


"Dia pernah cerita gak San, suka atau pacaran sama seseorang?" tanya Lidya.


Yang ditunggunya ya kamu. Batin Alexa.


"Kalau begitu berat donk aku bisa mendapatkannya" Lidya terlihat kecewa.


"Tenang aja kalau aku yang pinta dia pasti gak akan nolak. Nah tinggal kamu yang berusaha mendapatkan hatinya" ujar Alexa.


"Tapi jangan terlalu kentara ya San atau kamu jangan terlalu memaksanya. Aku malu ah" wajah Lidya memerah karena malu.


"Selooow... Sandra yang atur, anda tinggal terima beres" jawab Alexa.


Kalau sudah begini gampang ngaturnya, cinta kalian sudah lama bersambut. Aku selaku sahabat kalian sangat senang sekali. Ucap Alexa dalam hati.


"Aku balik ke kamar ya San udah malam belum bersih-bersih dulu sebelum tidur. Ingat ya pesan aku jangan terlalu kentara aku gak mau dikira cewek agresif" Lidya kembali mengingatkan.


"Sep... tenang sis" Alexa mengacungkan jempolnya.


*****


Beberapa hari kemudian di apartemen Reza.


"Za kamu ada waktu Sabtu ini?" tanya Alexa.


"Nggak" jawab Reza.

__ADS_1


"Ya udah mulai donk bergerak" desak Alexa.


"Bergerak kemana San?" tanya Reza bingung.


"Woi... melamar... melamar....Ih ganteng ganteng lemot" umpat Alexa.


"Eh iya aku lupa. Benar juga kamu bilang. Thanks ya Sob kamu emang the best udah ingatin aku" Reza melakukan gaya pelukan dari jauh. Sejak Alexa memakai jilbab dia gak bisa lagi main peluk Alexa seenaknya, dia menghargai keputusan Alexa untuk memakai jilbab secara benar.


"Kamu atur tempatnya ya biar aku atur Lidya, jangan lupa lho harus di hias yang romantis ruangannya. Kamu bisa kan?" Tanya Alexa tidak yakin.


"Bisa donk, aku tinggal pesan tempat dan suruh mereka urus dan hias ruangannya seperti yang aku inginkan. Gitu aja kog repot" Reza menjawab dengan percaya diri.


"Sombong amat" ujar Alexa sambil tertawa.


"Ya udah entar aku bilang sama Lidya. Aku ajak dia makan dimana gitu sama kamu trus kau batal datang jadi tinggal kalian berdua yang makan bersama, gimana?" tanya Alexa.


"Seep.. seep.. keren ide kamu" puji Reza


"Alexandraaaa gitu loh"


"Sombong amat" potong Reza.


Mereka berdua pun tertawa.


.......


Diapartemen Alexa


"Lid Sabtu ini kamu ada acara gak?" tanya Alexa.


"Gak ada San" jawab Lidya.


"Mantap" ucap Alexa.


"Kenapa San?" tanya Lidya penasaran.


"Reza sekarang udah jadi Wadir banyam cewek yang ngejar-ngejar. Kita harus garcep ( gerak cepat)" ucap Alexa.


"Duh apa aku bisa ya San?" Lidya merasa kurang percaya diri.


"Kamu pasti bisa. Kamu kan cantik. Usaha donk biar berhasil. Kalau dia gak mau kamu ancam dia. Bilang kamu akan bunuh diri karena patah hati" Alexa menggoda Lidya.


"Iiih kamu ada-ada saja" Lidya memukul lengan Alexa tanpa sadar.


"Entar aku bilang aku ajak kamu dan dia makan bersamaku ya, trus aku pura-pura gak datang jadi kalian hanya tinggal berdua makan bersama. Setelah itu tinggal kamu yang usaha" Alexa memberi ide.


"Aku ragu San" Lidya masih takut.


"Reza itu punya kelemahan. Kamu ancam saja dia, pasti beres hahahaha" Alexa tertawa melihat wajah serius Lidya.


Misiku kali ini pasti berhasil. Lihat saja aku akan sukses menyatukan kalian.


Apa betul ya kalau berhasil menjodohkan seseorang pahalanya seperti membangun sebuah mesjid di surga?

__ADS_1


Mitos apa fakta?????


__ADS_2