Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Perjalanan menuju Bandung


__ADS_3

Pagi hari jam 5.30 Pagi setelah selesai mandi dan shalat subuh. Aditya dan Alexa sedang sibuk membereskan dam menyusun barang-barang mereka.


Jam 6 pagi feri akan menjemput mereka dari resort menuju pelabuhan. Rencananya pagi ini mereka menikmati sarapan pagi terakhir di Raja Ampat diatas kapal feri yang akan mereka naiki.


Salah satu pelayan Resort sudah menunggu mereka di depan pintu kamar yang akan membawa semua barang-barang mereka dan membawanya naik ke feri.


Aditya dan Alexa bergandengan tangan berjalan menuju feri. Dimana di atasnya sudah tersedia menu sarapa pagi mereka.


Sambil menikmati sarapan paginya mereka sekalian menikmati pagi hari matahari terbit di Raja Ampat. Sungguh pemandangan yang indah dan romantis.


"Terimakasih Kak... Kakak sudah mengajakku ke sini. Ini adalah honeymoon yang sangat sempurna" ucap Alexa.


"Aku yang harusnya berterimakasih pada kamu sayang. Terimakasih karena kamu mau aku ajak ke sini dan terimakasih kamu selalu ada bersamaku. Kelak tetaplah selalu disampingku menjalani hidup rumah tangga kita. Walau apapun rintangan yang ada di depan, mari kita sama-sama menghadapinya" pinta Aditya.


"Iya Kak, aku akan selalu ada disampingmu" jawab Alexa.


Sesampainya di pelabuhan mereka melanjutkan perjalanan menuju Bandara Domine Eduark Osok, Sorong. Setelah itu dilanjutkan perjalanan dengan pesawat terbang menuju Bandara Husein Sastra negara.


*******


Pagi -pagi sekali Dimas sudah meluncur menuju apartemen Alexa yang sekarang ditempati Sisil seorang diri.


Sesampainya di parkiran bawah depan gedung apartemen, Dimas segera menghubungi Sisil.


Tuuut...tuut..


"Ya Hallo..." sapa Sisil.


"Aku sudah di bawah, kamu segera turun ya Sil" ucap Dimas.


"Iya Kak, aku sudah siap. Aku segera turun" jawab Sisil.


Sisil keluar apartemen dan mengunci apartemen dengan kode sandi setelah itu berjalan menuju loft dan turun ke lantak bawah.


Dimas sudah menunggu di depan pintu masuk apartemen.


"Maaf ya Kak, Kakak jadi menunggu" ucap Sisil.


"Gak apa-apa Sil, lagian aku baru sampai juga" jawab Dimas.


Dimas segera mengambil koper Sisil dan memasukkannya ke bagasi mobilnya. Setelah itu mobil melaju menuju Tol Jakarta-Bandung.


"Sesampainya di Bandung kita langsung jemput Aditya dan Alexa di Bandara ya Sil" ucap Dimas memulai pembicaraan.


"Mereka juga sampai siang ini Kak di Bandung?" tanya Sisil.

__ADS_1


"Iya. Aditya meminta kita menemani mereka berbelanja. Karena mereka tidak membawa kostum untuk dipakai diacara reuni nanti malam" jawab Dimas.


"Kak Sandy dan Mitha udah jalan Kak?" tanya Sisil.


"Mereka agak siangan ke Bandungnya, mungkin sore baru nyampai di Bandung" jawab Dimas.


"Kak mm... nanti kalau disana ada yang nanya aku siapa. Aku harus jawab apa?" tanya Sisil.


"Jawab aja aku pasangan kamu" jawab Dimas singkat.


"Pasangan gimana Kak?" tanya Sisil lagi.


"Pacar lah mau ala lagi" ucap Dimas.


"Ya kan bisa saja aku jawab kita hanya pasangan dalam acara nanti malam saja" jawab Sisil mulai kesal.


"Jangan... jangan.. bilang kamu itu pacar aku" ralat Dimas.


"Makanya tadi aku tanya Kak Dimas. Trus kalau ada yang tanya sudah berapa lama pacarannya aku harus jawab apa?" tanya Sisil.


Ish.. ni cewek banyak banget pertanyaannya. Batin Dimas.


"Kamu jawab aja sesuka hati kamu" jawab Dimaa ikutan kesal.


"Iya juga tumben kamu cepat nyambungnya" jawab Dimas.


"Ye Kak Dimas, aku ini pintar tauk. Gini-gini aku juga tamatan UI lho Kak" ucap Sisil mengingatkan.


"Eh iya aku lupa" Dimas tersenyum lucu melihat wajah kesal Sisil.


Lucu juga nih anak kalau sudah ngambek, bisik hati Dimas.


"Mmmm... bilang aja kita sudah kenal dan berhubungan selama 6 bulan. Bukannya memang kita sudah kenal selama itu. Sejak kita bertemu pertama kali di restourant bersama Sandra, Reza dan Lidya 6 bulan yang lalu kan" Dimas mencoba mengingat ingat.


"Iya.. benar.. benar" jawab Sisil singkat.


"Ada lagi yang mau kamu tanyakan Tuan Putri?" tanya Dimas.


"Mmm... gak ada kak, itu aja. Oh iya nama lengkap Kakak Siapa?" tanya Sisil.


"Namaku Dimas Anggara, lahir di Jakarta. Umur 26 tahun dan masih singel. Sekalian sama biodata lengkap aku siapa tau kamu butuhkan" ledek Dimas.


Namanya Sisil yang rada lemot dia selalu menanggapi serius perkataan Dimas dan dia segera menghapal biodata Dimas yang baru saja Dimas sebutkan.


"Namaku Sisilia Anggaini Putri, kelahiran Semarang, umur 25 tahun Kak. Siapa tau kakak juga butuh biodata lengkapku" ucap Sisil serius.

__ADS_1


Sontak Dimas tertawa mendengar perkataan Sisil.


"Hahahah... Sil.. Sil.. mana ada yang akan menanyakan biodata kamu disana" ucap Dimas sambil tertawa.


"Ih Kak Dimas, dengerin aja dan ingat napa sih. Gak usah segitunya nanggapin kata-kataku. Aku kan jadi malu" ucap Sisil sambil memukul lengan Dimas tanpa sadar.


"Oke...oke... sudah aku ingat. Sisilia Anggraini Putri, kelahiran Semarang 25tahun yang lalu. Kamu alumni UI Fakultas ekonomi dan saat ini bekerja di PT. XXX. Benar kan?" tanya Dimas.


"Eh Kak Dimas masih ingat ya kantor tempat aku bekerja" jawab Sisil malu-malu.


"Ya ingatlah Sil. Aku harus tau semua informasi cewek yang jalan bersamaku" jawab Dimas menyombongkan diri.


"Waah berarti banyak donk yang Kak Dimas ingat, apa gak takut ketukar Kak informasinya? Soalnya pacar Kak Dimas kan banyak?" tanya Sisil polos.


Semprul nih cewek tanyanya gak pakai sensor semua di keluarin. Aku kan jadi malu ketahuan play boynya. umpat Dimas dalam hati.


"Hei... aku sudah tobat Sil. Saat ini aku sedang tidak punya pacar. Jadi semua memory ku tentang wanita sudah kuhapus dalam ingatanku" jawab Dimas.


"Waaah berarti hanya tinggal data tentang Sisil donk yanh Kakak ingat. Hebat yah Sisil" Sisil teriak kesenangan.


Dimas hanya diam memanggapi perkataan Sisil.


Ini anak ABG atau gadis labil yah. Kog gini amat tingkahnya di depan cowok. Apa urat malunya udah putus ya tanpa sadar segitunya dia bersorak bahagia. Batin Dimas.


"Kak nanti di hotel kamar kita terpisah kan?" tiba-tiba Sisil mengalihkan pembicaraan.


"Yaiyalah Sil. Kamu jangan baper ya. Kamu cuma bantu aku nemani ke acara reuni bukan beneran jadi pacara aku dan nginap bersama di hotel" jawab Dimas.


"Ye siapa juga yang baper. Aku cuma mau mastiin kalau posisiku aman. Aku gak mau Kak Dimas mengambil kesempatan dalam kesempitan" ucap Sisil.


"Mana berani aku Sil, bisa-bisa di sate Sandra aku kalau berbuat begitu. Lagian nanti disana ada Sandra dan Aditya. Kita menginap di hotel yang sama" jawab Dimas.


"Syukurlah aku lega sekarang. Kak aku tidur dulu ya, ngantuk. Nanti kalau sudah sampai Bandung bangunkan ya" pinta Sisil tanpa rasa bersalah.


Dasar semprul nih cewek.. emangnya aku ini supir. Aku nyetir dia enak-enakan tidur. Kalau tidak karena terpaksa gak bakalan aku ajak kamu kesini. Cewek gila. Umpat Dimas dalam hati.


*********


Hai teman-teman semua... masih setia kan membaca novel ini.


Yang baca mana suaranya???? jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.


Selamat Membaca!


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2