Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Lamaran Reza


__ADS_3

Hari yang dinanti sudah tiba. Alexa dan Reza sibuk merencanakan dan menghiasi ruangan yang akan menjadi tempat makan malam sekaligus lamaran Reza. Mereka mendekor ruangan menjadi indah dan romantis.


Sementara Lidya yang juga mempunyai misi yang sama dengan Alexa dari pagi sibuk menenangkan diri. Jantungnya tak henti-hentinya berdebar sejak dari pagi.


Ya Allah bantu aku untuk berusaha mendapatkan jodohku. Gak apa-apa kali ya kalau cewek ungkapin perasaannya duluan pada cowok? sekarang kan zaman emansipasi wanita. Ucap Lidya dalam hati.


Lidya mempersiapkan diri melakukan perawatan wajah dan tubuh hari ini dikamarnya. Dia memakai masker wajah setelah itu lulur badan biar tampil maksimal malam ini. Kemudian memilih gaun yang cantik untuk dia pakai nanti malam.


Malam harinya Alexa sengaja mengajak Sisil keluar apartemennya untuk berbelanja agar Reza bisa pergi berdua dengan Lidya.


Jam 7 malam Reza sudah memencet bel apartemen Alexa.


"Kamu sudah siap? Alexa bilang nanti dia akan menyusul" ucap Reza.


Malam ini Reza juga gak kalah tampan. Dengan kemeja lengan panjang yang dia gulung sampai siku membuat tubuhnya terlihat gagah.


Lidya yang melihat penampilan Reza malam ini sontak nyalinya menciut. Apakah aku bisa mengungkapkan perasaanku malam ini? tanyanya dalam hati. Tapi keadaan membuatnya tidak bisa mundur lagi. Dengan menguatkan niat Lidya pergi bersama Reza.


Reza juga memperhatikan penampilan Lidya malam ini. Cantik sekali dia malam ini? Semoga rencanaku berhasil. Batin Reza.


Sementara di tempat lain Alexa dan Sisil berangkat dengan mobilnya menuju lokasi lamaran Reza. Sisil yang lemot dan bocor bingung kemana Alexa akan mengajaknya malam ini.


"Kita mau kemana San?" tanya Sisil.


"Kesuatu tempat. Tapi kamu janji ya nanti disana kamu diam saja apapun yang terjadi dan apapun yang kamu lihat" jawab Alexa.


"Kenapa janjinya berat gitu San, kamu kan tau aku gak bisa diam kalau melihat sesuatu" ucap Sisil.


"Atau kamu aku tinggal aja nih?" ancam Alexa.


"Oke... oke... aku ikut. Aku penasaran apa yang akan aku lihat disana" ujar Sisil.


Sampailah Reza disebuah Cafe. Reza sudah memesan tempat privat untuk makan malam spesialnya hari ini.


Lidya yang memperhatikan ruangan tersebut semakin merasa resah dalam hati.


Aduuh.. Alexa sudah mempersiapkan semuanya seperti ini. Apa tidak terlalu berlebihan. Kalau aku ditolak bagaimana. Aku harus bagaimana ini? batinnya semakin resah.


Mereka duduk di meja yang telah disiapkan. Pelayam datang menawarkan menu yang akan mereka pesan untuk menu makan malam. Setelah Reza dan Lidya memesannya pelayan tersebut kembali ke dapur.


Saat mereka sedang menunggu makanan datang dan menunggu kedatangan Alexa tiba-tiba hp Reza berdering.


"Ya San. Apa kamu gak bisa datang? Baiklah aku jadinya makan berdua aja ni sama Lidya? Oke... oke... hati-hati ya, jangan terlalu malam pulangnya" ucap Reza kemudian mematikan layar hpnya dan menyimpannya di saku celana.


"Barusan Sandra telepon katanya dia gak bisa datang, kejebak macet didepannya ada kecelakaan beruntun jadi macet total" ucap Reza.


Pinter banget Alexa cari alasan. aku jadi panas dingin nih San. Teriak Lidya dalam hati.


"Kita makan berdua saja kamu gak keberatan?" tanya Reza pada Lidya.


"Mm... gak apa-apa Za" jawab Lidya.


Sementara diluar ruangan privat Alexa dan Sisil mengintip ke dalam. Melihat keadaan didalam ruangan tersebut apakah mereka aman di dalam.


"Ngapain kita ngintip gini San, masuk aja yuk gabung sama Reza dan Lidya di dalam" ajak Sisil.


"Ssst... kamu diam aja. Tadi kan udah janji gak banyak tanya" ucap Alexa.


"Masalahnya kamu ini aneh ngintip Reza dan Lidya didalam" potong Sisil.


"Udah lihat aja apa yang terjadi di dalam. Jangan ribut" perintah Alexa.

__ADS_1


Suasan didalam ruangan privat mendadak jadi canggung. Reza dan Lidya saling diam.


Reza melihat gitar disudut ruangan (padahal udah sengaja di setting seperti itu).


"Sambil menunggu makanan kita datang mending aku main gitar ya Lid, biar gak sepi" ucap Reza.


Lidya hanya menganggukkan wajahnya.


"Tapi aku mau menyanyikan lagu spesial buat kamu. Kamu dengar isi lagunya ya" Reza mulai menjalankan rencananya.


Reza duduk di depan Lidya kemudian mulai memetik gitar menyanyikan sebuah lagu.


Di ujung cerita ini


Di ujung kegelisahanmu


Kupandang tajam bola matamu


Cantik, dengarkanlah aku


Aku tak setampan Don Juan


Tak ada yang lebih dari cintaku


Tapi saat ini 'ku tak ragu


'Ku sungguh memintamu


Jadilah pasangan hidupku


Jadilah ibu dari anak-anakku


Membuka mata dan tertidur di sampingku


Aku tak main-main


Seperti lelaki yang lain


Satu yang kutahu


Aku tak setampan Don Juan


Tak ada yang lebih dari cintaku


Tapi saat ini 'ku tak ragu


'Ku sungguh memintamu


Jadilah pasangan hidupku


Jadilah ibu dari anak-anakku


Membuka mata dan tertidur di sampingku


Aku tak main-main


Seperti lelaki yang lain


Satu yang kutahu


Jadilah pasangan hidupku

__ADS_1


Jadilah ibu dari anak-anakku


Membuka mata dan tertidur di sampingku (di sampingku)


Aku tak main-main (main-main)


Seperti lelaki yang lain


Satu yang kutahu


Oh, satu yang kumau


Lidya yang sebelumnya mendapat pesan dari Reza untuk mendengarkan isi lagu yang akan dia nyanyikan sontak terkejut. Apa maksud Reza? apakah dia mengungkapkan perasaannya padaku dan ingin melamarku. Bukannya kebalik? Malam ini kan aku yang akan mengungkapkan perasaanku pada Reza. Batin Lidya yang merasa bingung.


Reza selesai menyanyikan sebuah lagu khusus untuk Lidya.


"Sudah lama aku menyimpan rasa pada kamu Lid, tapi Sandra bilang kamu tidak mau pacaran. Kamu punya keinginan untuk tamat kuliah dapat kerja setelah itu menikah. Jadi aku mengurungkan niatku. Sekarangkan kamu sudah bekerja jadi..." Reza memberi jeda kemudian menarik nafasnya panjang.


"Lidya Dwi Darmawan, maukah kamu menikah denganku, menjadi pasangan hidupku dan menjadi Ibu dari anak-anakku?" tanya Reza pada Lidya.


Lidya yang mendengar kata-kata yang diucapkan Reza seketika menangis haru. Dia tidak menyangka malam ini akan sebahagia ini. Padahal rencana awalnya dia yang akan mengungkapkan perasaannya pada Reza tapi malah dia yang dilamar malam ini.


Reza masih menunggu jawaban Lidya.


Dua pasang mata yang mengintip dibalik pintu sudah mulai berisik.


"Gila San, Reza melamar Lidya? Aku gak percaya. OMG Reza kamu romantis sekali" Sisil hampir berteriak.


Alexa langsung membekap mulut Sisil.


"Udah aku bilang kamu diam aja, iih... ribut banget, nanti ketauan kita ngintip disini. Dengerin aja, ceritanya belum berakhir. Lidya belum jawab lamaran Reza" ucap Alexa sambil terus menutup mulut Sisil.


Sisil memukul tangan Alexa kuat dan Alexa melepaskannya.


"Sakit banget San, aku gak bisa nafas" jawab Sisil pelan.


"Bisa diam gak? kalau nggak aku sumpal mulut kamu pakai kaos kaki, mau?" ancam Alexa.


"iiih Sandra sadis banget, jorok ah San, kaos kaki kamu kan bau" ucap Sisil.


"Makanya diam, dengar dan lihat baik-baik. Gak boleh komentar" ujar Alexa tegas.


Sisil mengangguk. Alexa dan Sisil kembali mengintip kedalam ruangan.


"Lid... Lidya..." panggil Reza.


"Iya Za... aku mau" jawab Lidya pelan tapi sangat jelas didengar Reza.


"Alhamdulillah.... Terimakasih Lid" ucap Reza.


"Yessss.... Horeeeeee" Teriak Alexa dan Sisil bersama.


Mereka berdua berlari masuk kedalam ruangan privat.


"Ih kalian ini mengganggu makan malam romantis kami saja" ucap Reza kesal.


"Berita bahagia harus dirayakan gak boleh didiamin aja. Lagian kalian gak boleh berdua duaan dalam ruangan entar yang ketiganya setan" jawab Alexa.


"Iya ada dua lagi setannya kamu sama Sisil" celetuk Reza.


Lidya tertawa melihat dua sahabatnya plus calon suaminya.

__ADS_1


Cie...cie... calon suami nih ye..


__ADS_2