Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Menolongnya


__ADS_3

"Jambreeeet" teriak Cinta.


Tas Cinta yang tadi dia sandang dibahunya tiba-tiba ditarik oleh jambret, terjadilah tarik menarik antara Cinta dan pencopet dan akhirnya Cinta kalah, tasnya terlempar. Pencopet segera mengambil tas Cinta tiba-tiba Alexa menendang pencopet itu daru belakang.


Terjadi perkelahian sengit antara pencopet dan Alexa. Sisil dan Cinta hanya bisa menyaksikan perkelahian mereka.


Hampir saja Alexa menang, tiba-tiba pencopet itu mengeluarkan pisau dari balik celananya. Alexa mengambil kuda-kuda dan lebih berhati-hati. Kini pencopet sudah bersenjata sedangkan Alexa berkelahi dengan tangan kosong.


Sisil baru ingat kalau tadi Alexa bilang Aditya sudah sampai di Mall. Sisil segera menghubungi Aditya.


"Halo Kak Adit, kak cepetan datang ke sisi kanan Mall dekat Cafe, Alexa sedang berkelahi dengan pencopet" teriak Sisil ditelepon.


"Apa Sil, baik. Aku akan segera kesana" jawab Aditya.


"Ada apa Dit?" tanya Dimas yang saat ini sedang bersama Aditya di Mall XX. Mereka tadi baru saja selesai meeting dengan client di dekat Mall ini dan rencananya tadi mau makam bareng dengan Alexa dan Sisil yang juga sedang berbelanja di Mall ini.


"Alexa lagi berkelahi dengan pencopet di samping Mall ini" jawab Aditya.


"Ya sudah Dit, kita segera kesana" ajak Dimas.


Aditya dan Dimas segera berlari menuju tempat yang disebutkan Sisil tadi.


Aditya berteriak melihat Alexa sedang berkelahi, konsentrasi Alexa sedikit terganggu karena kedatangan Aditya.


Tiba-tiba tangan Alexa tersabit pisau pencopet. Aditya yang melihat kejadian itu segera menendang pencopet dan pencopet itu melarikan diri.


"Akh..." rintih Alexa.


Aditya segera menghampiri Alexa dan memeriksa lukanya.


"Kamu gak apa-apa yank?" tanya Aditya.


"Gak apa-apa Kak, cuma tergores sedikit" jawab Alexa.


"Tapi kamu berdarah?" tanya Aditya khawatir.

__ADS_1


"Cuma dikit kog, luka goresan aja" tegas Alexa.


"Dim, semuanya aku tinggal dulu ya. Aku mau obati luka Alexa" ucap Aditya.


"Kak Dimas, Sisil juga pamit ya takut kemalaman" ucap Sisil segera berjalan ke basement menuju mobilnya.


Kini tinggal Dimas dan Cinta berdua di lokasi kejadian. Dimas mengambil tas Cinta yang tergeletak di tanah dan memberikannya kepada Cinta.


"Kamu gak apa-apa Cinta?" tanya Dimas.


"Aku baik-baik saja Dim" jawab Cinta.


Mereka duduk sebentar di taman Mall menenangkan Cinta yang tadi sempat shock.


"Dim boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Cinta.


"Kamu mau tanya apa Cinta?" Dimas balik bertanya.


"Tentang Sandra. Apa betul Sandra dan Aditya di jodohkan dan dipaksa orangtuanya menikah?" tanya Cinta penasaran.


"Kog bisa? kan mereka baru ketemu. Aditya kan baru balik ke Jakarta setelah beberap tahun ini diluar kota?" tanya Cinta.


"Sepertinya kamu mengikuti perkembangan kehidupan Aditya ya?" Dimas balik bertanya.


Cinta hanya diam saja.


"Sebenarnya mereka itu sudah lama kenal Cin, sejak kelas dua SMU. Mereka dulu satu sekolah dan rumah orangtua mereka bertetangga. Tapi dulu hubungan mereka tidak baik, mereka musuhan lebih tepatnya Aditya yang membenci Sandra. Dulu Sandra itu anak yang tomboy dia pintar beladiri. Kamu ingat gak dulu Aditya selalu semangat belajar taekwondo waktu kuliah karena terobsesi ingin mengalahkan seorang wanita. Wanita itu ya Sandra. Sebenarnya Aditya sudah menyukainya dari dulu. Kalau kamu perhatikan panggilan Aditya berbeda kan seperti yang lainnya. Semua orang memanggil Sandra hanya Aditya yang masih memanggil Alexa. Karena baginya Sandra itu adalah Alexa wanita yang dia sukai dari dulu tidak pernah berubah. Walau Sandra sekarang sudah berubah menjadi wanita yang feminim dan berganti nama menjadi Sandra tapi bagi Aditya dia tetap Alexa" ungkap Dimas.


Cinta mendengarkan cerita Dimas dengan hati hancur. Ternyata dia sudah kalah, jauh sebelum Sandra muncul dihadapan mereka. Sejak dulu dia sudah kalah jauh. Pantesan selama ini Aditya selalu bersikap dingin padanya. Berbeda dengan sikap Aditya pada Sandra yang terlihat hangat. Batin Cinta.


"Aku sudah mendengar dari Aditya kalau kamu meminta maaf dan menyesali apa yang kamu lakukan dulu padanya" ucap Dimas.


"Sudahlah Cin, kalian sudah mempunyai jalan masing-masing. Kalian sudah sama-sama menikah. Aditya mencintai Alexa dan kamu setau aku Satria juga sudah dari sejak dulu mencintai kamu. Terimalah jalan hidup kalian. Allah sudah memberikan jodoh terbaik buat kalian" sambung Dimas.


Cinta menangis mendengar kata-kata Dimas. Dia tidak menyangka akan mendengar cerita seperti ini tentang Aditya dan Alexa.

__ADS_1


"Kalau kamu mau mendengar nasehatku sebagai teman. Sambutlah cinta Satria. Wanita akan lebih baik kalau dicintai bukan mencintai. Pasti akan lebih bahagia. Lebih baik kamu menerima cinta Satria yang besar untuk kamu dari pada kamu harus mengejar cinta Aditya yang hanya untuk Sandra dan kamu pasti bisa merasa perbedaan sikap Aditya pada kamu dengan sikap Aditya pada Sandra" ucap Dimas.


Kata-kata Dimas barusan benar-benar sangat mengena dihati Cinta. Airmatanya semakin deras mengalir.


"Kamu sudah mengambil jalan hidup kamu menikah dengan Satria. Teruskanlah berjalan di jalur itu jangan kembali pada jalan yang lalu nanti kamu akan tersesat" nasehat Dimas.


"Iya Dim, aku akan ingat semua nasehat kamu. Terimakasih Dim kamu masih menganggap aku sebagai teman walau aku sudah menyakiti hati sahabat kamu" ucap Cinta.


"Aditya saja yang kamu sakiti sudah memaafkan kamu apalagi kami yang hanya sebagai penonton. Kami tidak bisa menghakimi hidup orang lain. Kamu memilih Satria tentu kamu punya alasan tersendiri kan? aku harap kamu tetap yakin dengan keputusan kamu dulu untuk tetap memilih Satria" tegas Dimas.


"Aku akan memikirkan kembali alasanku bersama dengan Satria" ucap Cinta.


"Sekarang sudah malam Cinta, pulanglah. Jangan sampai Satria kecarian kamu dan sangat berbahaya kalau pulang larut malam" suruh Dimas.


"Baiklah Dim, aku pulang dulu ya. Sekali lagi terimakasih atas semua nasehat kamu" ucap Cinta.


"Hati-hati Cin" ujar Dimas melepas kepergian Cinta.


Cinta beranjak meninggalkan Dimas dan berjalan menuju parkiran mobilnya setelah itu melanjutkan perjalanan pulang kerumahnya.


*****


Di apartemen Aditya.


"Sayang coba aku lihat luka kamu" pinta Aditya.


"Cuma luka gores aja Kak, dibalur betadi** udah baikan kog" jawab Alexa.


"Kalau aku melarang kamu berkelahi itu pasti sangat mustahil karena aku tau kalau kamu berada di posisi tadi kamu pasti tetap akan menghadapi perampok itu sendirian. Aku cuma bisa berpesan kamu harus lebih hati-hati ya sayang. Aku tidak sanggup kalau harus kehilangan kamu" ucap Aditya sambil memeluk Alexa.


"Iya Kak, terimakasih Kakak sudah mengerti. Aku usahakan hal ini tidak terjadi lagi" jawab Alexa


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2