Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Reuni Akbar Part.2


__ADS_3

"Kapan kau menikah Win, mengapa tidak mengundang kami?" tanya Aditya.


"Maaf teman-teman pernikahan kami mendadak karena orang tua Jelita sedang sakit keras dan kami menikah sudah sebulan" jawab Erwin.


"Waaah ternyata aku kalah sama kamu dan Aditya Win?" ucap Dimas.


"Dan sebentar lagi aku juga akan mengalahkanmu" sambut Sandy sambil mengeluarkan undangan pernikahannya.


Dimandang undangan pernikahan Sandy dengan kesal.


"Sial" umpat Dimas.


"Makanya bro cepatin nikah, lagian nona Sisil ini sangat cantik. Ngapain kamu berlama-lama lagi" ucap Erwin.


Sisil yang terkejut mendengar perkataan Erwin temannya Dimas berusaha menutupi kegugupannya.


Sandy, Mitha, Alexa dan Aditya yang mengetahui rahasia Dimas sontak menertawakan nasib Dimas.


Dimas ingin sekali berontak tapi rahasia dia malam ini bisa ketahuan. Apa kata dunia seorang casanova malaj tidak punya pacar dan saat ini membawa pasangan yang dipaksakan.


"Tenang aja bro tunggu aja kabar dan undangan pernikahanku. Secepatnya aku akan menikah" jawab Dimas tidak mau kalah.


"Aku tunggu undangannya ya dan kupastikan aku akan datang" ucap Erwin.


Sementara yang lain di meja itu masih tertawa melihat wajah Dimas.


"Sayang, kenapa tampilan teman kamu yang satu ini sedikit berantakan. Emangnya dia kerja apa sih?" tanya Alexa berbisik karena penasaran.

__ADS_1


"Dia ilmuan sayang dan sukanya berlama-lama dihutan. Jadi yah tampangnya seperti itu seperti tarzan baru keluar hutan" kekeh Aditya.


"Ooo.." jawab Alexa mengerti.


Tak lama acara pun dimulai. Pembawa acara membacakan susunan acara reuni akbar malam ini. Dan ternyata Aditya, Dimas dan Sandy diberi kesempatan sebagai perwakilan alumni yang sudah sukses untuk memberikan kata sambutannya sebagai motivasi untuk yang lain agar lebih sukses lagi meraih mimpi dan cita-cita mereka.


Aditya, Dimas dan Sandy naik keatas pentas untuk memberikan pidato mereka. Dimas dan Sandy yang tidak terlalu suka suasanya formal berbisik kepada Aditya untuk merubah pidato mereka sebagai obrolan sesama teman, kalau Aditya memang terkenal pendiam dikalangan teman-temannya jadi dia tidak terlalu mempermasalahkan dan menerima usulan dari teman-temannya.


"Terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami bertiga sebagai perwakilan dari para alumni. Saya mewakili teman-teman saya dari ADS Corp ingin menyampaikan beberapa hal, tapi rasanya tidak asik kalau acara ini kita jalani dengan formal. Acara ini dibuat dari kita untuk kita kan? Dan banyak diantara kita yang sudah lama tidak saling bertemu. Malam ini mari kita jadikan sebagai malam keakraban bukan ajang untuk sombong diri menampilkan kesuksesan masing-masing. Tapi lebih tepatnya malam kenangan. Lebih baik kita tertawa lepas dan berbincang-bincang dengan nyamannya karena kita ini sama. Sama-sama alumni teknik elektro ITB, mempunyai ilmu yang sama tentang bidang itu hanya saja beda keberuntungan. Kami hanya merasa apa yang kami raih adalah berkat kerja keras dan keberuntungan. Kalau soal ilmu kami yakin teman -teman disini banyak yang lebih pintar dari kami. Kami bertiga hanya mempunyai visi dan misi yang sama menjalankan perusahaan dengan saling bekerjasama dan berusaha membagi tugas secara adil. Tidak ada kelebihan yang menonjol dari kami semua adalah anugerah Allah. Mari kita mempererat silaturahmi antara kita dan melalui acara ini kita memberikan sumbangsih kepada kampus kita tercinta. Saya rasa cukup sekian kata sambutan dari kami. Terimakasih" Aditya mengakhiri kata sambutannya, tidak ada keinginan ingin menyombongkan diri dalam pidatonya itu yang disukai teman-temannya dari sosok Aditya.


Seluruh tamu undangan yang hadir di acara tersebut bertepuk tangan menyambut mereka. Sambil berjalan dari pentas ke meja mereka beberapa temannya menghampiri mengucapkan selamat dan saling berpelukan.


Ada mata yang tulus mengucapkan selamat, ada mata iri dengan keberhasilan mereka dan ada juga mata yang membenci mereka.


Seperti dua pasang mata yang duduk di depan meja mereka, Satria dan Candra. Candra sebenarnya tidak mempunyai masalah pribadi dengan ADS tapi karena dia teman dekat Satria yang mempunyai masalah pribadi dengan salah satu pemilik ADS Corp otomatis ikut-ikutan membenci mereka.


Sementara pandangan wanita yang disebelah Satria menatap Aditya dengan rasa menyesal dan perasaan bersalah. Seandainya waktu dapat diputar dia tidak ingin meninggalkan Satria. Mungkin jika dia mau bersabar sedikit lagi mungkin saat ini dia yang akan duduk disamping Aditya malam ini. Bukan wanita itu, fikir Cinta dalam hati.


Aditya menggenggam jemari istrinya penuh cinta dan kasih sayang, senyumnya tak pernah lepas setiap menatap wajah istrinya. Cinta yang dari jauh memperhatikannya merasa sangat sedih. Dia tidak percaya Aditya bisa bersikap seperti itu karena saat bersamanya dulu sikap Aditya selalu saja dingin. Itu yang membuatnya tidak sabar dan berusaha mencari pelarian dan kehangatan dari yang lain.


Saat itu Satria yang menawarkan kehangatan dan perlindungan padanya dan dia terhanyut pada bujuk rayu Satria, melupakan cintanya pada Aditya dan akhirnya meninggalkannya.


Aditya mencium tangan istrinya penuh kelembutan.


"Terimakasih sayang sudah bersamaku dan menemaniku malam ini disini" ucapnya.


"Itu sudah menjadi tugasku kan Kak sebagai seorang istri dan aku sangat bahagia berada disampingmu" Alexa menyambut tangan Aditya dan menggenggamnya erat.

__ADS_1


Acara berlanjut suasana semakin ramai dan santai. Para undangan saling berbaur dan bercengkrama dengan yang lainnya. Para dosen yang datang juga ikut bergabung dengan para mantan mahasiswanya.


"Sayang, aku ke toilet sebentar ya" ucap Aditya pada istrinya.


Aditya beranjak dari kursinya dan berjalan menuju kr kamar mandi di luar ruangan acara berlangsung. Cinta yanhmg melihat kepergian Aditya tidak tinggal diam. Dia ingin mengambil kesempatan ini untuk berbicara dengan Aditya setelah sekian lama tidak bertemu.


"Mas, aku ke toilet sebentar ya" ucap Cinta pada Satria. Cinta kemudian berjalan menyusul Aditya kearah kamar mandi.


Cinta menunggu Aditya keluar dari kamar mandi, dan saat dia melihat Aditya berjalan sendiri di lorong yang sepi Cinta menarik tangan Aditya dan membawanya ketempat yang lebih tertutup dan sepi.


"Apa-apaan ini Cinta?" ucap Aditya.


"Dit maaf, aku hanya ingin berbicara dengan kamu sebentar" jawab Cinta.


"Sudah tidak ada lagi yang harus kita bicarakan. Semua telah selesai dan berakhir" ucap Aditya dingin.


"Dit, aku hanya ingin meminta maaf padamu atas kesalaham aku dimasa lalu. Sungguh Dit, aku sangat menyesalinya" pinta Cinta.


"Tidak ada artinya lagi Cinta, kita sama-sama sudah menikah dan aku sangat mencintai istriku jadi jangan harap aku menerima penyesalan kamu itu. Aku sudah memaafkan semua kesalahan kamu karena bagiku masa lalu sudah tidak ada artinya lagi sekarang. Aku sudah bahagia sekarang dengan apa yang sudah aku miliki. Jadi aku harap kamu juga sama. Kamu meninggalkanku dan menikah dengan Satria untuk itu kan? Untuk mencari kebahagian kamu yang tidak pernah kamu dapatkan dariku. Sekarang berbahagialah dengan apa yang kamu raih" tegas Aditya.


Cinta mulai meneteskan air matanya.


"Aku menyesal Dit, aku.. aku masih..." isak Cinta


"Cukup Cinta jangan kamu teruskan, semua tidak ada artinya lagi. Aku sangat menghormati dan mencintai istriku Alexa. Dan setelah kepergian kamu dan aku bertemu dengan Alexa kembali menyadarkan aku bahwa ternyata aku sudah mencintainya jauh sebelum aku bertemu dengan kamu. Dan aku mensyukuri perpisahan kita, kalau kita tidak berpisah mungkin aku tidak bisa bertemu Alexa dan menyadari kalau aku mencintainya" ucap Aditya.


Cinta terkejut dengan kata-kata yang baru saja keluar dari mulut Aditya. Apa maksud dari perkataannya.

__ADS_1


...........


BERSAMBUNG..


__ADS_2