Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Menikmati Kehamilan


__ADS_3

Tepat jam 10 pagi kedua Papa Alexa dan Aditya sudah sampai di Rumah Sakit dengan membawa Bika Ambon yang diminta Alexa tadi malam.


"Assalamu'alaikum sayang" sapa Papa Alexa. Papa Alexa dan Aditya masuk keruangan Alexa dirawat secara bersamaan.


"Papa... kalian datang" teriak Alexa terkejut, dia tidak menyangka Papa dan Papa mertuanya langsung datang membawa permintaannya tadi malam.


Papa Alexa segera memeluk putri tersayangnya.


"Iya donk sayang, Papa kan kangen sama kamu dan pengen jenguk calon cucu-cucu Papa" jawab Papa Alexa sambil mengelua perut anaknya yang masih datar.


"Iya, biar mereka melihat perjuangan para opanya memenuhi permintaan mereka" sambung Papa Aditya sambil menyerahkan dua kotak Bika Ambon yang mereka bawa dari Medan.


"Aku gak menyangka kalian sangat sayang padaku hik..hik.. hanya karena aku minta Bika Ambon Papa dan Papa Gunadi terbang ke Jakarta" Alexa mulai terisak.


"Lho kamu kog nangis sayang?" tanya Aditya panik.


"Biasa itu Dit hormonnya Ibu hamil lebih sensitif. Kamu harus lebih peka ya" nasehat Mama Aditya.


Kedua orangtua mereka yang sudah berpengalaman tersenyum melihat kepanikan Alexa.


"Kak aku mual, mau muntaaah" pinta Alexa.


Aditya segera menggendong Alexa dan membawanya ke kamar mandi tapi belum sempat Aditya mendudukkan Alexa di atas toilet Alexa sudah muntah di baju Aditya.


"Hueeeek.... huuueeeek..." Alexa mengeluarkan semua isi perutnya.


Aditya memijit tengkuk belakang Alexa tanpa perasaan jijik.


Setelah selesai mengeluarkan semua isi perutnya baru Alexa merasa lega.


"Kak maaf ya, baju kakak jadi kena" ucap Alexa.


"Gak apa-apa sayang, cuma kena muntahan saja kog. Kamu yang lebih kasihan tersiksa begitu sampai lemas habis muntah" jawab Aditya lembut. Kasihan melihat istrinya yang sudah lemas setelah muntah.


"Dinikmati aja ya Kak, ini bukan siksaan tapi anugerah. Diluar sana banyak orang yang ingin merasakannya tapi belum dikasi Allah. Kita yang langsung dikasi amanah kog mengeluh. Malu sama Allah kak" ucap Alexa.


Hati Aditya langsung dingin mendengar jawaban istrinya seperti itu. Padahal Aditya bisa melihat betapa tersiksanya istrinya hamil muda begini tapi dia sabar dan ikhlas menerimanya.


Aditya membelai lembut kepala istrinya dan mencoba membersihkan wajah istrinya.


"Kamu tunggu sebentar ya, Kakak ganti baju dulu. Nanti kalau kakak gendong kamu, baju kamu jadi kena" ucap Aditya.

__ADS_1


"Iya Kak" jawab Alexa.


"Ma tolong ambilkan baju ganti Adit Ma, baju Adit kena muntahan Alexa" pinta Aditya pada Mamanya.


Mama Aditya segera membuka koper baju Alexa dan Aditya kemudian mengambil baju yang Aditya minta.


Tak lama Aditya menerima bajunya dan dia langsung membersihkan tubuhnya dan berganti baju. Setelah itu baru menggendong Alexa kembali ke tempat tidur.


"Berat juga mual kamu ya Xa. Padahal dulu Mama kamu tidak begitu" ucap Papa Alexa sambil membelai kepala anaknya, dia kasihan melihat anaknya seperti itu.


"Mama Aditya yang seperti itu hamilnya Mas. Apalagi waktu hamil Aditya persis seperti Alexa itu" jawab Papa Aditya.


"Wah ternyata anaknya niru Papanya ya persis sama saat di dalam kandungan" jawab Mama Alexa.


Aditya yang mendengar perkataan Papanya jadi merasa bersalah pada Mamanya. Ternyata waktu Aditya didalam perut, Mamanya juga tersiksa seperti ini.


"Maaf ya Ma, pasti Mama juga tersiksa seperti Alexa ini ya" ucap Aditya.


"Tidak apa-apa sayang semua akan terbayar begitu anaknya lahir ke dunia ini. Segala kesusahan dan rasa sakit hilang begitu melihat wajah anak kita. Nanti kalian juga akan merasakan hal seperti itu" jawab Mama Aditya mengelus punggung Aditya.


"Sekarang aku baru mengerti makanya perbandingan Ibu dan Ayah itu tiga banding satu ya. Perjuangan Ibu lebih banyak, saat hamil, melahirkan dan membesarkan anak-anaknya" ucap Aditya sambil menggenggam tangan istrinya.


"Makanya kita sebagai laki-laki harus menghargai wanita. Tidak boleh menyakiti mereka. Bukan hanya Ibu kepada istri juga sama" sambung Papa Aditya.


"Kak aku lapar boleh makan bika ambon yang dibawa papa?" pinta Alexa.


"Boleh sayang siapa tau karena permintaan dari dalam kamu gak mual lagi. Kasihan perut kamu kosong" jawab Aditya.


Segera Aditya membuka kotak kue yang tadi dibawa Papa dan Papa mertuanya dari Medan.


Berita kehamilan anak kembar Alexa sudah sampai kepada para sahabatnya. Mereka datang bergantian menjenguk ke Rumah Sakit dan turut bahagia atas kabar gembira Aditya dan Alexa.


Lidya yang perutnya sudah mulai besar dengan usia kehamilan memasuki lima bulan datang bersama Reza. Dimas datang bersama Sisil dan Sandy datang bersama istrinya Mitha.


Suasana kamar Alexa jadi rame. Untung saja Aditya memilih ruangan super VIP jadi ruangannya cukup untuk menampung mereka semua.


"Katanya sebentar lagi kamu mau lamaran ya Dim?" tanya Papa Aditya.


"Iya Om" jawab Dimas.


"Sama siapa?" tanya Papa Alexa.

__ADS_1


"Masak Papa gak perhatiin dari tadi Dimas datang sama siapa Pa?" tanya Mama Alexa.


"Sisil?" tanya Papa Alexa terkejut.


"Iya Om" jawab Sisil malu-malu.


"Wah akhirnya semuanya sold out ya" ucap Papa Alexa.


Semua tertawa mendengar perkataan Papa Alexa.


"Ayo dimakan bika ambonnya" ucap Mama Alexa.


"Siapa yang bawa tante?" tanya Dimas.


"Ini nih para opa, gitu calon cucu-cucunya di dalam perut mintanya bika ambon para opa langsung terbang ke Jakarta" jawab Mama Alexa.


"Namanya juga anak Raja Minyak dari Medan. Anak Sultan mah kalah" celetuk Reza.


Semua tertawa lagi dengar candaan Reza.


"Benar juga ya Bang, Perusahaan Kak Adit kan pengeboran Minyak, Alexa dan Kak Adit asalnya dari Medan. Benar juga sebutan Abang begitu" sambung Lidya.


"Makanya tadi abang bilang anak Raja Minyak dari Medan haha" jawab Reza.


"Ada-ada saja kamu Za" ucap Aditya.


*******


Ditempat lain..


Sialan kamu Dit, mengapa aku kalah lagi sama kamu. Sekarang istri kamu sudah hamil sementara aku sudah dua setengah tahun menikah, sampai sekarang Cinta belum hamil-hamil. Padahal kami sudah bulak balik berobat ke dokter kandungan.


Buk...buk..buk...


Satria memukul meja yang ada dihadapannya. Hatinya sangat panas mendengar berita kalau istri Aditya saat ini sedang hamil.


Mengapa kamu terus membayangi rumah tangga kami. Padahal aku sudah berhasil menikahi Cinta.


Cinta juga sepertinya masih menyimpan perasaan padamu. Mengapa kamu belum menyintaiku Cinta. Padahal perasaanku tulus padamu. Aku harus bagaimana lagi agar kamu mencintaiku?


Aditya juga sudah menikah, kita sudah mempunyai jalan hidup kita masing-masing tapi mengapa kamu selalu berpaling pada Aditya setiap kamu melihatnya.

__ADS_1


Mengapa kamu tidak bisa tetap menatap ke arahku? Mengapa... Mengapa??


Satria sangat marah dengan apa yang terjadi pada rumah tangganya.


__ADS_2