Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Pengantin Baru Pulang


__ADS_3

Sabtu Pagi Reza dan Lidya sudah sampai di Jakarta. Mereka baru pulang dari perjalanan luar kota untuk honeymoon.


Sesuai dengan rencana mereka sebelum menikah, baik Reza ataupun Lidya tidak mau pindah dari gedung apartemen mereka alasannya agar bisa dekat dan bisa selalu bertemu dengan Alexa dan Sisil sahabat mereka.


Hari ini Alexa dan Sisil akan membantu Lidya pindah ke apartemen Reza satu lantai dibawah apartemen mereka.


Karena semua perlengkapan di apartemen Reza sudah lengkap Lidya hanya tinggal membawa perlengkapan pribadi saja. Mereka hanya memindahkan isi kamar Lidya ke apartemen Reza.


Lidya sedang menyusun baju dan pernak pernik lainnya ke dalam cover dan box penyimpanan dibantu oleh Alexa dan Sisil.


"Gimana rasanya menikah Lid?" tanya Alexa.


"Indah San, menikah itu adalah ibadah, dengan kita menikah kita sudah menyempurnakan setengah agama" jawab Lidya.


"Trus.. trus... gimana honeymoonnya?" tanya Sisil antusias.


"Ada deeeh, mau tau aja atau mau tau banget?" goda Lidya.


"iiih Lidyaaaa" ucap Sisil kesal.


Lidya dan Alexa tertawa melihat teman mereka yang satu ini.


"Yang pasti menikah itu indah maka untuk kalian segeralah menikah" ucap Lidya sambil tersenyum.


Tiba-tiba Reza muncul di depan pintu kamar Lidya.


"Yank udah selesai ngepack barangnya biar aku bawa turun?" tanya Reza.


"Duuuh so sweetnya Reza. Padahal dulu gak pernag romantis" ucap Sisil yang melihat perhatian Reza pada Lidya sahabat mereka.


"Bedalah Sil, dulu kan belum menikah" potong Alexa.


"Udah bang, ni box terakhir" jawab Lidya pada suaminya.


"Aku bantu ya" ujar Alexa.


Mereka mulai mengangkat koper, kotak dan barang lainnya punya Lidya membawanya ke lantai bawah apartemen Reza.


Setelah selesai beres-beres Lidya memesan makanan secara online. Kasihan suami dan sahabatnya sudah kelaperan dan capek angkat barang.


Tidak begitu lama makanan yang mereka pesan datang dan mereka makan siang bersama.


Makan siang pertama di apartemen Reza dengan status Reza sudah menjadi suami Lidya. Lidya menghidangkan dan menyiapkan makanan suaminya.


"Enak ya kalau sudah nikah, ada yang melayanin" sindir Alexa pada Reza.


"Iri bilang aja. Makanya kamu cepetan nyusul. Nikah sana biar bisa melayanin dan menemani suami makan. Dapat pahala lho" ucap Reza.

__ADS_1


Alexa menggeramkan wajahnya karena kesal disindir balik sama Reza.


"Eh Za kemarin waktu kami pulang dari Bandung sebelum sampai pintu tol kami dihadang mobil trus keluar dua pria berbadan tegap memaksa Pak Adit keluar. Terjadilah perkelahian dan karena Pak Adit hampir kalah karena di kroyok akhirnya Sandra keluar membantunya. Baru kemarin aku lihat langsung Sandra berkelahi. Uh seru banget udah kayak wonder woman. Dua pria itu kalah dan melarikan diri naik mobiknya" adu Sisil.


Reza sangat terkejut mendengar cerita Sisil.


"Benar San?" tanya Reza.


"Iya" jawab Alexa singkat


"Kamu kog gak ngabari aku? aku kan bisa datang" ucap Reza sedikit panik.


"Udahlah Za, dah selesai kog. Kan udah dibilang Sisil tadi, kami yang menang" jawab Alexa.


"Kamu gak kenapa-kenapa?" tanya Reza khawatir.


"Aku gak papa" jawab Alexa santai.


"Apa yang gak apa-apa. Perut Alexa di tendang dan wajah kena pukulan dibilang gak papa" celetuk Sisil.


"iiih Sisil ngadu aja kerjanya. Udah selesai juga kan. Sudah berlalu dan aku baik-baik aja" jawab Alexa kesal karena mulut bocor Sisil.


"Lain kali kalau terjadi seperti itu kabari ya San" ucap Lidya lembut.


"Iya Lid, kemarin aku gak enak ganggu kalian. Kalian kan mau bersiap-siap berangkat honeymoon" jawab Alexa.


"Iya" jawab Alexa, dia tidak mau membuat sahabatnya ini khawatir.


"Btw kata Sisil Kak Adit bisa berantem San, kog bisa? dulu kan dia cuma taunya belajar aja?" tanya Reza.


"Iya. Waktu kuliah katanya Kak Adit ikut belajar taekwondo" jawab Alexa.


"Kak Adit? kamu gak manggil dia bapak lagi?" tanya Reza terkejut.


"Dia yang minta begitu" jawab Alexa cuek.


"Serius San, Kak Adit yang minta. Bukannya dia benci sama kamu?" tanya Reza tak percaya.


"Dia ngajak berdamai dan berteman jadi dia bilang kalau ngomong sama dia gak usah kaku lagi. Santai aja kayak sama kamu" jawab Alexa menjelaskan.


"Waaah sudah ada kemajuan nih" Reza tersenyum melirik istrinya.


"Apa yang maju?" tanya Sisil lemot


"Bibir kamu ini yang maju" ledek Alexa.


"Habisnya sambelnya pedas banget San. Huuuu...waa.... sampai keluar ingusku" ucapnya.

__ADS_1


"Ih jorok, lap sana pakai tisu" perintah Alexa.


Lidya tertawa melihat dua temannya ini yang selalu berdebat dalam hal apapun.


"Sepertinya jurus kamu merubah sikapnya sudah berhasil San. Maju terus, aku mendukungmu" Reza berbisik agar Sisil yang bocor gak dengar.


"Hahahaha.... semoga saja" jawab Alexa pura-pura tertawa agar Sisil tidak curiga.


"Btw San, kalian tau siapa yang menyerang kalian?" tanya Lidya.


"Sepertinya kenalan Kak Adit, Pak Dimas dan Pak Sandy. Saingan bisnis kali" jawab Alexa.


"Ngeri juga ya sampai pakai kekerasan gitu" ucap Lidya.


"Yang penting kamu harus waspada San, jangan sampai kamu terbawa bawa karena kemarin kan kamu ikut menyerang mereka" Reza mengingatkan.


"Wokeh... Oh iya Za, kemarin Kak Adit nanya dojang yang dekat di Jakarta ini. Aku bilang, kita punya dojang langganan. Kapan-kapan dia minta diajak ikut latihan. Pengen bertarung kali sama kita" ucap Alexa.


"Seep... entar kita atur waktunya. Seru ni ada tandingan baru. Bosan aku bertanding sama kamu melulu" jawab Reza.


"Yank isi kulkas dan kebutuhan kita sehari-hari pada habis, kita belanja yuk" ajak Lidya.


"Kalau kamu belanjanya sama Alexa dan Sisil aja gimana Yank, aku mau cek kerjaan, kan udah cuti sepuluh hari. Banyak informasi yang aku lewatkan" ucap Reza.


"Gimana San, Sil? tanya Lidya.


"Aku sih iyeees" jawab Sisil.


"Yaudah Lid, kita jalan yuk" Ajak Alexa.


Selesai makan mereka segera bersiap untuk belanja bulanan.


Saat mereka sudah ada di basment apartemen tiba-tiba Sisil menjerit panik.


"Eh tunggu... dompet aku ketinggalan. Kalian duluan ya, nanti aku nyusul.Aku keatas dulu ambil dompet" ucap Sisil kemudian dia berlari kearah lift dan naik ke lantai apartemen mereka.


Alexa dan Lidya jalan bersama menuju mobil. Tanpa mereka sadari di sudut parkir mobil ada sepasang mata yang memantau mereka dari jauh.


Cekrek... cekrek...


"Halo, bagaimana?" tanya suara diseberang


"Halo Bos, saya sudah mendapatkan fotonya dan alamat apartemennya" lapor pria tersebut lewat telepom genggamnya.


"Bagus. Kirimkan segera setelah itu kamu boleh pergi" perintah orang yang diseberang sana.


Alexa dan Lidya masuk ke dalam mobil sambil menunggu Sisil datang. Tak lama terlihat Sisil sedang berlari menuju mobil Alexa.

__ADS_1


Mereka bergerak menuju supermarket biasa mereka kunjungi untuk belanja bulanan.


__ADS_2