Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Aku Jatuh Hati


__ADS_3

Satu jam Alexa menjalani pemeriksaan lengkap, scanning seluruh badannya takut ada pendarahan di dalam tubuhnya.


Karena sudah larut malam Aditya menyuruh Reza pulang dan membawa istrinya. Pasti Lidya lelah butuh istirahat dan menenangkan diri setelah di culik tadi.


"Za kamu dan Lidya pulang saja biar aku yang menunggu Alex disini" pinta Aditya.


"Tapi kak Alexa belum keluar dari ruang pemeriksaan" jawab Reza.


"Nanti aku akan kabari hasilnya pada kalian. Kasihan istri kamu pasti masih shock karena diculik tadi" ucap Aditya


"Lid maafkan saya membuat kamu terlibat dalam situasi ini. Gara-gara saya kamu jadi culik" ujar Aditya


"Iya Pak, tidak apa-apa yang penting sekarang keadaan Sandra. Semoga dia baik-baik saja" doa Lidya.


"Aamiin. Aku yakin dia akan baik-baik saja karena Alex adalah wanita yang kuat" Sambung Aditya.


"Kalau ada berita apapun segera kabari ya Kak?" pinta Reza.


"Iya aku segera mengabari kamu" jawab Aditya.


"Ya udah kak kami pulang dulu, besok kami akan kemari lagi" pamit Reza.


"Baiklah. Oh iya Lidya saya minta tolong kalau kalian kemari tolong sekalian bawakan baju dan perlengkalan Alexa yang lainnya ya" ucap Aditya.


"Iya Pak, nanti akan saya bawakan" jawab Lidya.


Kemudian Reza dan Lidya berjalan meninggalkan rumah sakit.


"Kalian juga San, Dim. Pulang sana" perintah Aditya.


"Aku ingin melihat dan menjaga Sandra Dit" jawab Dimas.


"Biar aku saja. Semua ini kan gara-gara aku. Kalian pulang dan istirahatlah. San, tolong lacak dimana keberadaan Satria, aku yakin dia dalang semua ini. Dia sudah bertindak terlalu jauh. Aku tidak akan main-main lagi" Aditya berang.

__ADS_1


"Baik Dit. Kalai begitu kami balik dulu ya" Sandy menepuk bahu Aditya kemudian mereka pun pulang juga.


Kini tinggal Aditya yang menunggu di rumah sakit. Tak lama kemudian perawat datang memanggil Aditya untuk menemui dokter diruangannya.


Aditya segera berjalan mengikuti perawat yang memanggilnya.


"Selamat malam dokter" sapa Aditya.


"Selamat malam, Bapak keluarga dari pasien yang bernama Alexandra Nur Wiratama?" tanya dokter tersebut.


"Iya dok, bagaimana keadaannya?" tanya Aditya lagi.


"Alhamdulillah tidak ada luka dalam yang serius seperti yang kita takutkan. Pasien hanya mengalami retak tulang ringan dibagian lengan dan kaki kanannya jadi tidak perlu di operasi nanti hanya kita gips saja. Mungkin itu terjadi karena posisi jatuhnya pasien" jawab dokter yang menangani Alexa.


"Alhamdulillah, Syukurlah. Jadi sekarang Alexa gimana dok?" Aditya bertanya lagi.


"Pasien tadi sudah sadar tapi kami beri obat penenang dan pereda rasa sakit. Jadi saat ini dia sedang tidur. Mudah-mudahan besok sudah lebih baik" jawab Dokter.


"Baiklah, kalau begitu saya akan melihatnya diruangan rawat inap. Terimakasih Dokter" Aditya menjabat tangan dokter kemudian keluar meninggalkan ruangannya.


Aditya masuk kedalam ruangan Alexa dimana Alexa sudah terbaring dan tertidur diatas tempat tidur. Aditya memeriksa keadaan Alexa dan menatap wajah Alexa yang sedang tertidur.


"Syukurlah kamu tidak apa-apa Alexa. Aku sangat mengkhawatirkan kamu tadi. Rasanya jantungku mau copot melihat kamu terjatuh dan tidak sadarkan diri" ucap Aditya sambil merapikan letak selimut yang menutupi Alexa.


Malam ini dia akan menjaga Alexa di rumah sakit. Aditya baru tersadar ternyata dia masih memakai pakaian taekwondo. Dia segera mengirim pesan ke Sandy.


Aditya


San, besok tolong bawakan baju dan kelengkapanku lainnya ya.


Sandy


Ok Dit, besok akan aku bawakan.

__ADS_1


Aditya menutup dan menyimpan hpnya. Walau gerah terpaksa dia tetap memakai pakaianan ini. Mobilnya tadi dibawa Reza jadi Aditya tidak bisa berganti baju.


Aditya berjalan mendekati Alexa ditatapnya wajah tenang Alexa yang sedang tertidur.


Kembali dia teringat perasaannya saat dia menemani Alexa di ambulance. Dia sudah jatuh hati pada wanita yang ada di hadapannya ini. Bahkan dari dulu sebenarnya rasa itu sudah ada hanya saja ego menutupinya dan dia hadirkan rasa benci untuk melindungi hatinya.


Dikenangnya kembali awal pertemuan mereka, kejahilan Alexa dan tawa bahagianya saat melihat Aditya ketakutan. Baru kali ini Aditya merasa hal yang terjadi dimasa lalu itu lucu, dia tersenyum mengingat tingkah laku Alexa dulu.


Kamu memang berbeda Xa, kamu berbeda dari wanita lain. Saat remaja dimana semua wanita berlomba-lomba untuk cantik agar para pria menatap dan tertarik padanya tapi kamu lebih memilih tertarik dengan taekwondo. Kamu menyembunyikan kecantikan kamu dibalik sikap kamu yang tomboy.


Kembali Aditya mengenang saat-saat mereka belajar bersama untuk mempersiapkan diri menghadapi olimpiade matematika. Aditya tersenyum kembali.


Kamu sangat manis saat serius belajar. Semua kejahilan dan keusilan kamu hilang seketika. Kamu pintar, cepat mengerti rumus-rumus yang aku ajarkan.


Kemudian Aditya ingat kembali saat Alexa hampir setiap malam bermain gitar di teras rumahnya. Kadang sendiri dan terkadang bersama Reza. Alexa sangat pintar memetik gitar dan suaranya sangat merdu saat bernyanyi.


Lagi-lagi dia tersenyum. Betapa bodohnya dia baru menyadarinya sekarang. Dulu tanpa dia sadari setiap pulang dari mesjid selesai shalat Isya dia selalu melirik kearah Alexa yang sedang bernyanyi. Bahkan momment itu sangat dia nanti-nantikan. Kalau Alexa tidak ada di teras dia selalu mencari-cari melirik kedalam rumah Alexa.


Dan setelah tujuh tahun tidak bertemu, Aditya sangat terkejut melihat perubahan pada Alexa. Dia tampil lebih feminim dan tertutup. Kini dia sudah memakai jilbab, cantik. Sangat cantik sekali.


Aditya tertawa mengingat sikap ceroboh Alexa yang tidak pernah hilang. Targedi air minum tumpah, kabel mic yang copot karena tersenggol tubuh Alexa saat terjatuh dan terakhir tragedi salah parkir yang dulu dia anggap mengganggu dan merepotkan bahkan dia sering mengatakan sial setiap bertemu dengan Alexa sekarang malah menjadi kenangan yang indah dan lucu.


Mungkin nyanyianmu kemarin memang benar Alexa. Benci telah berubah jadi cinta. Tapi apakah kau merasakan hal yang sama Lexa? Kata Reza kau menyukai orang lain. Siapa lelaki yang sudah bertahta hatimu? Bagaimana aku bisa mendapatkan hatimu? tanya Aditya dalam hati.


Besok saat kau terbangun, apa yang harus aku lakukan. Bagaimana aku harus bersikap? Dapatkah aku menyembunyikan rasa ini? Segala fikiran kusut bergelut didalam kepala Aditya.


Aku harus memastikan terlebih dahulu siapa pria yang kau suka itu. Setelah itu aku akan bersaing secara gentlemen padanya.


Tapi Dimas bagaimana? Dia sahabatku Lex, dia juga menyukaimu. Akh.... mengapa banyak sekali laki-laki yang menyukaimu. Mengapa bukan hanya aku saja?


Aditya mengacak-acak rambutnya karena bingung melanda. Akhirnya Aditya merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang ada di sebelah Alexa tidur.


Kamar yang dipesan Aditya adalah kamar super VIP yang terdiri dari dua tempat tidur dan satu set sofa. Ruangannya luas dengan fasilitas terlengkap. Kamar mandi, AC, TV dan kulkas beserta isinya. Sangat memberikan kenyamanan bagi pasien dan yang menajaga.

__ADS_1


Aditya berbaring sambil menatap kearah Alexa, hari ini dia sangat lelah karena kegiatannya dikantor full, latihan taekwondo dan pertaruangan dengan para penculik membuat seluruh tubuhnya membutuhkan istirahat.


Perlahan Aditya menutup matanya dan tertidur.


__ADS_2