Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Kesal


__ADS_3

"Kamu....." Ucap Aditya setengah berteriak. Wajahnya terlihat sangat marah.


"Ternyata kamu pemilik mobil ini. Pintar nyetir gak sih, markirkan mobil aja gak becus. Lihat itu mobil kamu melewati batas parkir" tunjuk Aditya kesal.


"I... iya Pak, Maaf" ucap Alexa merasa bersalah.


"Selalu saja sial ketemu kamu" umpat Aditya.


Alexa terkejut mendengar kata-kata yang diucapkan Aditya.


"Ba.. bapak mengenal saya?" tanya Alexa.


"Iya.. Kamu Alex kan preman pasar itu. Walau tampilan kamu sudah berubah ya tetap aja kamu itu preman pasar. Lihat mobil kamu itu, parkir sembarangan" Aditya masih mengumpat marah.


"I...iya Kak eh Pak, saya akan pindahkan mobil saya. Maaf" ucap Alexa.


Alexa segera memindahkan mobilnya dan memarkirkannya kembali sesuai dengan jalur dan garis parkir. Tadi pagi dia memang tidak begitu memperhatikan situasi.


Apes banget aku hari ini, ucapnya. Alexa menepuk jidatnya sendiri.


Aditya masuk kedalam mobilnya kemudian berlalu meninggalkan Alexa tanpa berkata-kata. Alexa menatap kepergian mobil Aditya yang semakin menjauh.


Huuuh... padahal ini pertemuan pertama kami setelah 7 tahun tidak ketemu, mengapa selalu saja terjadi hal seperti ini ya. Padahal aku tidak sengaja melakukannya. Dan sepertinya dia masih kesal padaku. Alexa merasa sedih menyebut nama Aditya.


Alexa tidak semangat lagi kembali keruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya padahal tadi dia berencana pulang lebih lama tapi sekarang moodnya sudah hilang. Alexa menjalankan mobilnya menuju arah pulang ke apartemennya.


Diperjalanan Alexa mencoba menelpon Reza. Dia harus mengeluarkan semua unek-unek dalam hatinya agar tidak mengganjal dan membuat dadanya sesak karena menahannya.


"Za kamu dimana?" tanya Alexa


"Aku udah dirumah San, baru aja nyampe" jawab Reza.


"Oke aku kesana ya" ucap Alexa menutup teleponnya.


Satu jam kemudian Alexa sudah sampai di gedung apartemennya tapi tujuannya bukan pulang ke apartemennya melainkan singgah ke apartemen Reza.


Alexa menekan tombol sandi masuk ke apartemen Reza. Alexa memang mengetahui kode sandinya karena tidak ada rahasia antara dia dan Reza.


"Tumben kamu cepat pulang Za?" tanya Alexa.


"Aku baru pulang kemarin dari luar kota. Rasanya badanku pegal banget pengen istirahat" jawab Reza.


"Kamu juga kenapa pulang cepat? biasanya jam 8 malam baru pulang" tanya Reza.

__ADS_1


"Aku kesal banget hari ini Za" Alexa kembali teringat kejadian tadi di kantor.


"Kenapa?" tanya Reza.


"Kamu tau hari ini aku bertemu Kak Adit"


"Dimana?"


"Dikantor"


"Kog bisa?"


"Ternyata dia salah satu pendiri perusahaan ADS Corp. Aditya, Dimas, Sandy. Mereka bertiga berteman sejak kuliah membangun perusahaan ini dari awal sampai sekarang menjadi besar dan maju berkembang" jawab Alexa.


"Kenapa kamu baru bertemu dengan dia hari ini, bukannya kamu sudah satu tahun bekerja di ADS Corp?" tanya Reza.


"Sudah dua tahun dia berkeliling keluar kota, blusukan ke kantor cabang yang ada di Indonesia ini dan hari ini dia kembali" ucap Alexa.


"Trus kenapa kamu kesal, harusnya kan kamu senang bertemu dia lagi. Bukannya hal ini udah lama kamu nanti-nantikan?" ucap Reza sambil tersenyum menatap wajah sahabatnya itu.


"Masalahnya Za seperti yang dulu-dulu setiap bertemu dengannya pasti ada aja yang terjadi padanya padahal aku tidak sengaja melakukannya" Alexa sedih campur kesal menceritakannya.


"Kali ini apa lagi yang terjadi San?" tanya Reza, dia turut prihatin pada Alexa.


"San... San... kamu memang gak berubah selalu saja ceroboh" celetuk Reza.


"Awalnya saat rapat tadi pagi aku menyapanya dan sepertinya dia tidak mengenaliku. Aku juga pura-pura tidak mengenalnya tapi tadi saat dia mau pulang, dia menelpon security agar menghubungiku untuk menggeser mobilku. Saat aku ada di TKP wajahnya udah merah Za, marah banget" Alexa terlihat sedih mengingatnya.


"Trus dia bilang apa sama kamu?" tanya Reza penasaran.


"Sama seperti dulu, dia selalu sial setiap bertemu denganku. Aku preman pasar" Alexa menghela nafasnya pasrah.


Reza tersenyum lucu membayangkan wajah Alexa saat dimarahin Kak Aditya pasti jelek banget wajahnya. Ujarnya dalam hati.


"Ish... kamu kog malah senyum-senyum, senang ya aku dimarahin Kak Adit?" tanya Alexa kesal.


"Hahaha... pasti wajah kamu jelek banget ya Sa saat Kak Adit marah-marah" tanya Reza.


Alexa semakin kesal.


"Sudah... sudah... sabaaaar. Harusnya kamu bersyukur dia gak mecat kamu" ucap Reza.


"Itu namanya dia gak profesional Za, mencampurkan urusan pribadi dengan urusan kantor. Sembarangan aja mecat aku secara aku ini pintar, pekerja keras dan kerja aku selalu bagus. Masak gara-gara parkir mobil aku dipecat gitu aja. Kulaporkan sama Mamanya baru tau rasa" cerocos panjang Alexa.

__ADS_1


"Hahahahaha..... Aku kangen kamu yang seperti ini. Udah lama banget ya kamu gak membara begini setiap membicarakan Kak Adit. Udaaah 7 tahun kali ga San sejak kita kelas 2 SMU" Reza menghitung hitung.


"Ye... tertawa diatas penderitaan orang lain. Asem lo" umpat Alexa.


"Mending kita latihan ke Dojang yuk, biar kamu bisa menyalurkan rasa kesal kamu" ajak Reza.


"Tapi kamu lagi capek baru pulang dari luar kota?" tanya Alexa.


"Demi kamu gak papa deh" jawab Reza.


Mereka bergerak menuju dojang dan bertarung. Reza melakukan perlawanan yang seimbang agar Alexa merasa lebih semangat bertarung.


tiga puluh menit mereka bertarung akhirnya sama-sama kelelahan. Mereka terbaring dilantai sambil mengatur nafas.


"Sepertinya kita udah tua ya Za baru bertarung gini aja udah lelah dan kehabisan nafas" ucap Alexa.


"Itu karena kita jarang latihan San" jawab Reza.


"Pulang yuk, udah gerah ni keringatan. Aku pengen cepat-cepat mandi dan istirahat" ajak Alexa.


"Okey" sambut Reza.


"Makasih ya Za kamu udah mau dengarin curhatan aku" ucap Alexa.


"Itulah gunanya sahabat San, ada saat dibutuhkan, dari pada kamu lari ke bahu pria lain. Sakit hatiku" ucap Reza sambil pura-pura terluka memegang dadanya.


"Lebay" Mereka tertawa bersama.


Reza dan Alexa pulang kembali ke apartemen. Diperjalanan mereka sempat ngobrol tentang niat Reza yang ingin mengutarakan hatinya pada Lidya.


"Kapan kamu ngungkapin perasaan kamu pada Lidya. Sudah satu tahun berlalu saat kamu berniat ingin melamar Lidya?" tanya Alexa.


"Satu tahun ini aku sibuk banget San, bulak balik tugas luar kota. Aku belum bisa fokus untuk merencanakan sebuah lamaran romantis pada Lidya" jawab Reza.


"Jangan lama-lama, ntar keburu Lidya disamber orang baru kamu gigit jari" celetuk Alexa.


"Iya... aku akan memikirkannya lagi. Aku juga sebenarnya udah gak sabar San, tapi mau gimana lagi keadaannya masih seperti ini. Di sabarin ajalah dulu" ucap Reza.


Mobil meluncur menuju arah apartemen mereka. Ditengah perjalanan Alexa meminta Reza masuk ke area parkir pizza ***.


Mereka memesan pizza dari drive thru agar gak turun lagi dari mobil.


Setelah pizza selesai di pesan mereka melanjutkan perjalanan pulang ke apartemen. Malam sudah beranjak larut, jalanan sudah mulai sepi dan lengang.

__ADS_1


Hari ini perasaan hati Alexa campur aduk kesal sekaligus senang. Orang yang telah lama dia rindukan kini bisa bertemu lagi bahkan bisa bertemu setiap hari seperti dulu lagi.


__ADS_2