Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Balas Dendam


__ADS_3

"Bos target baru saja keluar dari jalan XX sekarang menuju arah pulang" lapor si penelepon.


"Bagus aku akan menunggunya di sini" jawab sang lelaki.


"Sekitar sepuluh menit lagi akan tepat lewat di posisi bos berada" ucap suara pria diseberanf.


"Baik" sang lelaki menutup teleponnya.


Sepuluh menit kemudian.


Kali ini aku kau tidak akan bisa mengelak lagi Aditya. Aku akan menghabisimu. Pergilah jauh dari istriku. Ucap sang lelaki.


Mobil melaju dengan kencang melewati jalan yang sepi tapi naas jalanan licin, sang lelaki yang awalnya hanya ingin menakuti mobil yang ada dihadapannya dengan harapan mobil tersebut akan kehilangan keseimbangan tapi ternyata akibat jalanan licin sang lelaki tak bisa mengerem dengan tepat dan akhirnya terjadilah tabrakan yang tidak terelakkan. Dan mobilnya menghantam mobil Aditya dengan sangat keras.


Benturan tidak bisa dielakkan lagi mengakibatkan dua pengemudi mobil tersebut tidak sadarkan diri.


Seketika jalanan menjadi ramai dan mobil ambulance sudah datang dilokasi kejadian terjadinya tabrakan.


.....


Diapartemen Aditya.


Alexa mendengar hpnya terus berdering, saat dia melihat layar hp nya dia melihat nomor yang tidak dikenal. Awalnya Alexa enggan menerimanya telepon tersebut tapi karena rasa penasaran hp nya terus berdering akhirnya Alexa mengangkat telepon tersebut.


"Halo dengan istri dari Bapak Aditya Satria Gunadi?" tanya si penelepon.


"Iya dengan saya sendiri" jawab Alexa.


"Kami dari kepolisian ingin mengabarkan bahwa baru saja suami Ibu mengalami kecelakaan lalu lintas, saat ini sedang dibawa menuju Rumas Sakit Harapan Kita" lapor si penelepon.


"Apa Pak?" Alexa bertanya lagi dan dia sangat terkejut. Seketika hpnya terjatuh dan Alexa menangis.


Dimas yang melihat ada yang tidak beres dengan Alexa segera menyambar hp nya.


"Halo dengan siapa ini?" tanya Dimas.


"Saya dari kepolisian ingin mengabarkan bahwa baru saja Bapak Aditya mengalami kecelakaan lalu lintas, saat ini sedang dibawa menuju Rumas Sakit Harapan Kita. Maaf Pak dengan siapa saya berbicara?" tanya si penelepon kembali.


"Saya Dimas teman dekatnya Aditya. Bagaimana keadaan Aditya Pak? " tanya Dimas kembali.


"Saat ini Pak Aditya tidak sadarkan diri Pak. Saya harap Bapak beserta istri beliau segera menuju ke rumah sakit untuk melihat langsung keadaan Bapak Aditya" perintah Pak Polisi.


"Baik Pak. Kami akan segera menuju kesana" jawab Dimas. Kemudian Dimas menutup teleponnya.


"Bagaimana keadaan Kak Adit, Kak Dimas?" tanya Alexa sudah mulai bisa mengatasi kegalauannya.


"Tadi Pak Polisi bilang Aditya tidak sadarkan diri. Yuk San kita segera menuju rumah sakit. Kamu kuat kan?" tanya Dimas khawatir.


"InsyaAllah aku kuat Kak, Allah tidak akan memberi cobaan pada kita jika kita tidak sanggup menghadapinya" jawab Alexa tegas.


"Baiklah. Ayo kita berangkat. Sayang kamu bantu pegang Sandra ya, hati-hati" perintah Dimas pada istrinya.


"Iya Mas. Yuk San kita berangkat" ajak Sisil.

__ADS_1


Alexa, Dimas dan Sisil berangkat menuju Rumah Sakit Harapan Kita sesuai informasi Pak Polisi yang memberi kabar tadi.


Diperjalanan Alexa segera menelepon Reza.


"Assalamu'alaikum Za" sapa Alexa.


"Wa'alaikumsalam San. Ada apa kamu menelepon? kenapa suara kamu, seperti sedang menangis?" tanya Reza.


"Aku baru dapat kabar kalau Kak Adit kecelakaan Za" jawab Alexa.


"Ya Allah, baru saja kami berpisah. Aku juga sedang di jalan arah pulang ini. Jadi sekarang gimana keadaan Kak Adit?" tanya Reza.


"Kata Pak Polisi yang memberi kabar tadi, saat ini Kak Adit masih tidak sadarkan diri Za. Dia dibawa ke RS. Harapan Kita" lapor Alexa.


"Baik aku akan menyusul kesana San. Kamu yang tenang ya" jawab Reza.


Tiga puluh menit kemudian Alexa, Dimas dan Sisil sudah sampai di Rumah Sakit tak lama menyusul Reza dibelakang mereka.


Alexa menuju ruang UGD untuk mencari keberadaan suaminya. Saat dia melihat suaminya sedang berbaring di tempat tidur dengan perban di kepalanya, jantungnya berdetak kencang. Setengah berlari dia menghampiri suaminya disusul dengan teman-teman mereka.


"Kamu sudah sadar Dit?" tanya Dimas lebih dulu.


"Alhamdulillah sudah. Hati-hati sayang jalannya, kamu jangan lari-lari nanti jatuh" perintah Aditya pada istrinya, Alexa.


"Kakak gak apa-apa, apa yang sakit?" tanya Alexa cemas.


"Kakak gak apa-apa sayang cuma luka dikepala. Tadi baru selesai dijahit" jawab Aditya.


"Alhamdulillah ya Allah. Aku takut sekali tadi Kak" jawab Alexa sambil memeluk suaminya.


"Gimana kejadiannya Kak, kog bisa seperti ini?" tanya Reza.


"Aku juga tidak tau gimana pastinya, tiba-tiba saja di depanku datang mobil dan aku hanya bisa mengelak ke kiri sehingga mobilku menghantam pohon dan bagian belakang sebelah kanan mobil yang ditabrak" ungkap Aditya.


"Kamu tahu siapa yang nabrak kamu Dit?" tanya Dimas.


"Tadi dokter bilang penabrak itu juga dibawa kesini" jawab Aditya.


Tiba-tiba seorang perawat datang.


"Suster kalau boleh tau siapa penabrak teman saya ini? katanya orang tersebut juga sedang dirawat di sini?" tanya Dimas.


Perawat menunjuk kearah tempat tidur yang paling sudut di ruang UGD rumah sakit. Terlihat seorang wanita sedang menangis memeluk suaminya.


"Mas kamu tidak apa-apa? aku terkejut sekali ketika mendapat kabar kamu kecelakaan" ucap wanita tersebut.


"Cinta? Jadi Satria yang menabrak Aditya?" tanya Dimas.


Reza yang melihat wajah Satria kembali teringat akan peristiwa di Cafe dua minggu yang lalu. Reza terlihat sangat emosi dan langsung mendatangi tempat tidur Satria.


"Kamu lagi dalangnya. Kamu sengaja kan menabrak Kak Aditya?" tanya Reza penuh emosi. Reza menarik kemeja Satria yang sedang duduk diatas tempat tidur.


Terlihat banyak luka-luka di tubuh dan wajah Satria.

__ADS_1


"Cih... masih selamat rupanya dia" jawab Satria tanpa penyesalan.


"Apa kamu bilang?" ucap Reza semakin emosi. Satu pukulan berhasil melayang tepat ke wajah Satria.


Suasana ruang UGD jadi terlihat ramai dan riuh.


"Za jangan za. Sudah Za biar saja Polisi yang menanganinya" ucap Aditya.


Dimas berusaha menahan tubuh Reza yang ingin menyerang Satria lagi.


Cinta terduduk di depan tempat tidur Aditya. Tepat di hadapan Aditya dan Alexa.


"Aku minta maaf Dit, Sandra. Semua ini karena salahku" ucap Cinta sambil terisak.


Semua yang ada diruangan itu terdiam menyaksikan dan mendengar kata-kata Cinta.


"Mas.. aku tidak punya hubungan apa-apa lagi dengan Aditya. Semua sudah berakhir sejak kita menikah dan saat aku kembali bertemu Aditya lagi sekalipun dia tidak pernah meladenin ucapanku" ungkap Cinta dan menatap ke arah suaminya.


"Apa kamu bilang? bukannya tadi siang kamu baru saja menemuinya hah?" tanya Satria penuh emosi.


"Iya itu benar. Aku memang menemui Aditya tapi tidak terjadi apa-apa Mas, kami hanya berbincang-bincang saja" jawab Cinta.


"Apa kamu bilang. Aku melihat jelas wajah kamu sangat bahagia dan tersenyum senang saat keluar dari kantornya" ucap Satria penuh dengan emosi.


Satria bangkit dari tempat tidurnya kemudian memegang kasar tangan istrinya.


"Sat kamu jangan menyakiti Cinta" ucap Aditya dan ingin melerai tindakan kekerasan yang dilakukan Satria.


"Kamu masih perduli dengannya?" Satria bertanya pada Aditya dengan amarah.


"Aku hanya tidak ingin kamu salah paham. Cinta menemuiku hanya sebagai seorang teman lama. Itu saja tidak ada hal lain. Lagian saat itu di kantor Sat dan kamu tau kan Alexa juga bekerja di sana mana mungkin kami melakukan tindakan yang kamu maksud" bela Aditya.


"Kamu takut ketahuan istri kamu?" senyum kemarahan terbit di wajah Satria.


"Tidak aku dan Alexa tidak punya rahasia apapun jadi aku tidak akan takut dia marah padaku karena tidak ada yang aku sembunyikan" jawab Aditya.


"Kamu menyindir kami?" ucap Satria yang merasa tersinggung dengan kata-kata Aditya.


Satria melepas tangannya dan menantang Aditya.


"Mas... sudah Mas. Jangan kamu lakukan itu" pinta Cinta.


"Sekarang kamu senang kan atas semua ini?" tanya Satria pada Cinta.


"Kamu begitu bahagia bertemu dia tadi siang Cinta. Aku tidak pernah melihat wajah kamu seperti itu saat bersamaku" Ungkap Satria masih dengan penuh amarah.


"Aku bahagia karena..." Kata-kata Cinta terputus


"Karena apa?" desak Satria sambil berteriak.


Tiba-tiba tubuh Cinta lemas dan dia terjatuh pingsan di lantai UGD rumah sakit.


"Cinta......" teriak Satria dan menangkap tubuh istrinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2