Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Ketemu juga akhirnya


__ADS_3

Dimas dan Sisil saat ini sedang makan malam disebuah restourant mewah di Mall XX. Mereka duduk sambil menikmati menu makanan yang mereka pilih.


"Sil, kalau aku meminta bantuan pada kamu. Kamu mau kan membantuku?" tanya Dimas.


"Seperti yang aku bilang tadi Kak. Asal Kakak tidak berbuat macam-macam. Akan aku pertimbangkan" jawab Sisil.


"Begini Sil, hari Sabtu nanti ada undangan reuni akbar kampusku di Bandung. Undangannya tertulis harus membawa pasangannya masing-masing." ucap Dimas.


"Nah terus hubungannya sama aku apa?" tanya Sisil bingung.


"Aku mau ngajak kamu datang ke acara tersebut" ucap Dimas.


"Kenapa aku yang kakak ajak. Aku kan bukan pasangan Kak Dimas?" tanya Sisil.


"Iya... tapi aku gak punya pasangan saat ini. Kamu mau kan menjadi pasanganku di acara itu?" pinta Dimas.


"Kak Dimas kan bisa cari yang lain Kak, mengapa harus aku?" tanya Sisil lagi.


"Udah aku bilang Sisiiiiiiil... saat ini aku tidak punya pasangan lain" Dimas mulai kesal.


Nih cewek ngerti apa gak sih aku udah bilang kan dari tadi, lemot amat nih jadi cewek.


"Aku gak bisa Kak" jawab Sisil singkat.


Sial, bisa-bisanya dia nolak aku. Kalau gak terpaksa aku juga gak mau ajak dia. Mending aku cari wanita lain yang lebih cantik. Umpat Dimas dalam hati.


"Tolong aku Sil, kali ini saja. Aku tidak sempat lagi cari pendamping lain. Waktunya mepet Sil" pinta Dimas.


"Kak Dimas gak tulus akh... bisanya cuma maksa doank" jawab Sisil.


"Jadi aku harus bagaimana Sil agar kamu mau menerima ajakanku?" tanya Dimas.


Sisil melihat ke manik mata Dimas, ada kejujuran disana. Memang benar kalau saat ini Dimas sedang memerlukan bantuannya.


"Acaranya kapan Kak dan kapan waktunya?" tanga Sisil.


"Acaranya di Bandung dan jam 8 malam mulai acaranya Sil?" jawab Dimas.


"Berarti kita akan menginap kan disana? Aku gak mau ah pergi berdua dengan Kak Dimaa" ucap Sisil menolak.


"Sil nanti kita menginap di kamar terpisah. Aku pesan kamar dua" jawab Dimas.


"Tapi tetap saja kita berdua. Aku kan gak kenal siapapun disana?" tanya Sisil lagi.

__ADS_1


"Disana kamu akan ketemu Sandra dan Mitha pacarnya Sandy" jawab Dimas menjelaskan.


"Oh iya ada Sandra ya. Aku lupa" Mata Sisil berbinar mendengar nama Sandra disebut.


"Baiklah Kak, aku mau. Kapan kita berangkat?" tanya Sisil.


"Besok pagi ya kita berangkatnya biar kita gak buru-buru. Nanti sesampainya di Bandung aku akan kabari Aditya dan Sandy. Kita cari hotel yang sama untuk kita menginap" jawab Dimas.


"Kalau begitu sekarang urusan kita selesai kan Kak?" tanya Sisil.


"Udah Sil. Terimakasih ya kamu udah mau menerima ajakanku" ucap Dimas.


"Gak masalah kak. Yang penting hutang aku sudah lunas kan? Aku gak mau berhutang lagi sama Kakak. Oh iya terimakasih atas gaun yang kakak belikan. Aku suka. Anggap ini imbalas dari tugasku besok ya" Jawab Sisil.


"Oke" sambut Dimas.


"Sekarang aku boleh pulang kan Kak? udah malam lho. Aku takut kemalaman pulang ke apartemen" ucap Sisil.


"Sekali lagi terimakasih ya Sil. Apa perlu aku anatr kamu?" Dimas menawarkan bantuannya.


"Gak perlu kak, aku bisa pulang sendiri. Lagian aku tidak mau berhutang lagi karena kakak mengantarkanku pulang" jawab Sisil.


Dimas tertawa mendengar jawaban Sisil. Dimas menatap kepergian Sisil dan berjalan semakin menjauh dari Dimas.


*****


Sementata di Raja Ampat.


Aditya dan Alexa sedang menikmati malam terakhir mereka di Raja Ampat. Aditya memeluk tubuh istrinya di atas tempat tidur.


"Yank.. besok kita pulang tapi kita singgah ke Bandung dulu ya" ucap Aditya sambil mencium bahu milik istrinya dengan lembut dan penuh kehangatan.


"Ngapain kita singgah ke Bandung lagi Kak?" tanya Alexa.


"Besok malam ada acara reuni akbar di kampusku" jawab Aditya.


"Tapi aku gak bawa gaun yang pantas aku pakai ke cara formal seperti itu Kak" ucap Alexa.


"Kamu gak perlu khawatir sayang, besok kita bisa cari gaun yang cantik untuk kamu di Bandung" jawab Aditya.


"Oh iya besok mungkin Sisil juga akan datang" ucap Aditya.


"Kog bisa Kak, ngapain Sisil ikut ke acara itu?" tanya Alexa heran.

__ADS_1


"Acaranya harus membawa pasangan sayang. Dan Dimas tidak mempunyai pasangan, akhirnya dia mengajak Sisil datang keacara tersebut" jawab Aditya.


"Wah dua orang itu ya.. walaupun berantem tapi semakin dekat saja" Alexa tersenyum mengingat kejadian gladi resik acara pernikahan mereka. Dimana Dimas dan Sisil selalu berdebat hanya karena masalah kecil dan spele.


"Aku rasa kali ini Dimas akan kena batunya" kekeh Aditya.


"Maksud kakak?" tanya Alexa.


"Mudah-mudahan Sisil bisa menaklukkan hati si Playboy cap ayam jago itu" Aditya tertawa.


"Semoga mereka berjodoh ya.. Sisil itu tipe wanita yang gigih kog Kak. Dia tidak gampang menyerah dan seorang petarung. Walau ceriwis dan sedikit lemot dan bocor hahaha" sambung Alexa sambil tertawa.


"Menghadapi Dimas harus seperti itu. Selama ini wanita yang selalu mengejar-ngejarnya dan terkesam takut kehilangan Dimas. Kali ini biarkan saja Dimas yang lebih banyak berperan mengejar Sisil" ucap Aditya.


"Kalau di ingat-ingat mereka seperti kita dulu ya Kak, tiap ketemu pasti berantem" Alexa tersenyum mengingat kembali bagaimana mereka bertemu.


"Iya dan akhirnya aku kan yang tidak bisa lepas dari kamu?" tanya Aditya.


"Hahaha... seperti malam ini kan. Kakak sedetikpun tidak memberi celah antara kita. Lihatlah dari tadi kakak memelukku erat" Alexa meledek suaminya.


"Habis kamu itu ngangeni sayang. Membuat aku ketagihan untuk terus berada didekatmu" Aditya semakin mempererat pelukannya.


"Ya udah kita tidur ya, besok kan kita mau ke bandung" ucap Alexa.


"Tapi ini kan malam terakhir kita di sini" jawab Aditya.


"Trus kalau ini malam terakhir kakak mau ngapain lagi?" tanya Alexa.


"Ya seperti malam-malam sebelumnya donk" jawab Aditya dengan senyum liciknya.


"Kita bertempur malam ini sayang" ucap Aditya lanjut mengecup bibir Alexa dalam.


Alexa hanya bisa pasrah dan menerima aksi suaminya itu. Karena menolak ajakan suami adalah dosa.


Malam itu kembali terjadi pertempuran diatas ranjang seperti yang mereka lakukan setiap malam selama di Raja Ampat. Kalau kata Aditya tidak akan sempurna honeymoon mereka setiap harinya jika malam hari tidak ditutup dengan satu ronde bahkan lebih pertempuran diatas ranjang.


Ada saja alasan Aditya agar istrinya mau diajak bertempur dan sudah pasti dia yang akan menjadi pemenangnya seperti malam-malam sebelumnya. Malam ini dia juga yang menjadi pemenangnya.


Dibelainya rambut indah istrinya yang sedang terlelap, kemudian Aditya pun segera menyusul Alexa terbang ke dalam mimpi indahnya.


...................


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2