
"Aku menang, berarti aku jadi juri. Kalian yang bertanding" ucap Reza girang.
Gawat aku belum siap kalau harus bertanding dengan Kak Adit. Aku harus gimana ni? Mana tega aku banting, tendang dan pukul dia. ucap Alexa dalam hati.
Yes, ni dia yang selama tujuh tahun aku impikan. Akhirnya aku bisa bertanding juga sama preman pasar ini. Lihat saja aku tidak akan kalah. Sorak Aditya dalam hati.
"Kalian siap?" tanya Reza.
"Siap" jawab Aditya dan Alexa bersamaan.
"Oke... Satu... dua... Mulai" ucap Reza memulai pertandingan.
Aditya dan Alexa mengeluarkan jurus mereka, saling pukul, tendang dan banting. Alexa tidak bisa konsentrasi. Terlihat gerakannya masih ragu-ragu dan Aditya dapat merasakan kalau Alexa masih menahan gerakannya.
"Ayo Lex, keluarkan semua kekuatanmu. Jangan takut atau ragu. Tunjukkan kalau julukan aku tidak salah kamu adalah preman pasar" ucap Aditya memanas-manasi Alexa.
Cih sial masih dendam dia rupanya. Belum tau dia siapa aku? aku tidak akan main-main walau itu adalah kamu. Batin Alexa.
"Siap-siap kak, aku tidak akan main-main lagi" ucap Alexa.
"Oke kita lihat siapa yang menang" jawab Aditya.
Reza yang melihat Aditya dan Alexa sedang bertarung romantis, tersenyum penuh arti.
Lihatlah tidak ada satu pun dari kalian yang benar-benar melakukan serangan. Kalian takut untuk saling menyakiti. Andai aku bisa merekam pertarungan ini pasti seru. Kekeh Reza dalam hati.
Alexa dan Aditya mulai mengambil kuda-kuda. Saat Alexa melakukan pukulan samping, Aditya menangkisnya. Membalasnya dengan tendangan depan yang menggunakan kaki depan. Alexa mengelak mundur.
Aditya dan Alexa melakukan kuda-kuda kembali untuk menetralkan nafas mereka. Giliran Aditya yang mulai menyerang, dia melakukan pukulan ketengah arah ulu hati, langsung disambut Alexa dengan tangkisan kearah lengan bawah.
Lalu Aditya melakukan pukulan Eolgol Jirugi yaitu Pukulan ke Atas (Pukulan Mengarah ke Kepala) dan Alexa memakai jurus Eolgol Makki yaitu tangkisan ke arah kepala.
Hampir setengah jam berjalan akhirnya Alexa memakai jurus Twieo Ap Chagi yaitu tendangan depan yang dilakukan sambil melompat langsung tepat sasaran mengenai dada Aditya akhirnya Aditya tersungkur dan jatu.
Teng...teng...teng...
Yang menang adalaaaah Alexa...
Aditya bangkit dengan bantuan uluran tangan dari Reza. Saat dia mencoba berdiri Reza berkata..
__ADS_1
"Bener kan Kak aku bilang Alexa itu sulit untuk ditaklukkan. Dia sangat pintar dan kuat. Apalagi hari ini dia terlihat lagi bersemangat terbukti dia yang sampai duluan di Dojang dari pada kita. Kalau sudah seperti itu dia tidak terkalahkan" ucap Reza.
"Iya aku salut padanya" jawab Aditya.
Aditya dan Alexa saling memberi hormat untuk mengakhiri pertandingan.
"Hebat kamu Lex bisa menang dari aku. Kali ini aku kalah karena memang udah lama banget gak latihan. Ke depannya lihat aja aku tidak akan kalah dari kamu lagi" ucap Aditya berjabat tangan selesai memberi hormat tanda pertandingan berakhir.
Tidak ada dendam usai kalah bertanding. Ini kan hanya permainan dan pertandingan. Harus berjiwa besar jika kalah bertanding. Itu lah sifat seorang petarung.
"Baik kak akan saya tunggu hari itu tiba. Saya siao bertarung dengan kakak lagi" jawab Alexa.
Mereka segera bersih-bersih, mandi dan berganti baju di ruang ganti. Baju mereka sudah sangat basah karena berlatih dan bertarung tadi. Rasanya badan lengket karena keringat.
Usai mandi Aditya, Reza dan Alexa shalat Maghrib berjamaah di mushalla Dojang. Kali ini Aditya yang jadi Imam Shalat.
Suaranya sangat merdu saat melantunkan bacaan-bacaam shalat. Ada haru di hati Alexa.
Usai shalat Alexa berdoa semoga kelak Aditya bisa menjadi imamnya dalam shalat dan kehidupan ini. Kabulkan ya Allah..
Setelah shalat maghrib mereka memutuskan untuk makan malam bersama sebelum pulang ke apartemen.
Sampailah mereka di warteg pinggir jalan dekat Dojang. Warteg ini adalah warteg langganan Reza da Alexa sejak kuliah dulu. Sampai sekarang mereka sering makan disini setiap selesai latihan.
Warteg ini terkenal dengan masakannya yang enak dan murah. Pas untuk kantong anak kos saat mereka kuliah dulu. Walau sekarang mereka sudah bekerja dan mempunyai penghasilan besar, mereka tidak malu dsn tak bosan makan di warteg ini.
Reza, Alexa dan Aditya duduk di bangku sudut dalam warteg itu. Menikmati suasana malam kota Jakarta sambil bercerita.
"Sejak kapan kamu berubah dan memakai jilbab Lex? tanya Aditya.
"Sejak aku kuliah masuk semester dua Kak" jawab Alexa.
"Kalau boleh tau apa alasan kamu berubah seperti sekarang ini?" Tanya Aditya lagi.
Aditya sudah memutuskan untuk berdamai dan berteman dengan Alexa, jadi tidak ada salahnya dia mulai mengenal Alexa secara dekat. Agar tidak ada lagi jarak atau permusuhan antara mereka berdua.
"Waktu itu Papa kecelakaan dan tak sadarkan diri selama dua hari. Papa menjalani operasi di kepalanya karena ada pendarahan di kepalanya akibat benturan. Saat itu aku sadar bahwa ajal bisa datang kapan saja. Dan Papa hanya punya anak satu yaitu aku. Aku sadar kelak aku akan memberatkan beban Papa di akhirat karena tidak menutup aurat. Setelah Papa baikan dan aku kembali ke Jakarta aku memutuskan berubah dan berjilbab" jawab Alexa menjelaskan.
"Siapa yang mengajari atau menuntun kamu serta mengenalkan kamu pada jilbab dan maaf berubah seperti sekarang ini?" Aditya bertanya lagi.
__ADS_1
"Nih istrinya si Reza. Saat awal kuliah aku sudah satu kos sama Lidya dan Sisil. Mereka yang mengajariku berubah jadi lebih feminim. Bahkan mereka merubah nama panggilanku menjadi Sandra alasannya biar terdengar seperti nama cewek. Bukan Alex yang seperti nama laki-laki. Reza aja ikut-ikutan mereka memanggilku Sandra" ujar Alexa panjang.
"Keren kan istriku bisa merubah seorang Alex menjadi Sandra" puji Reza untuk istrinya.
"Ishh dasar.... Cuma kakak aja nih yang masih setia memanggilku Lex... Alex... Lexa..." Celoteh Alexa kesal.
"Karena bagiku kamu masih seorang Alex. Nanti kalau aku benar-benar melihat kamu berubah baru aku ganti panggilan nama kamu" ucap Aditya tersenyum.
Reza memperhatikan interaksi antara Aditya dan Alexa. Sudah ada kemajuan, mereka sudah semakin akrab dan lebih dekat sekarang. Awal yang baik, mudah-mudahan jelan di depan lebih baik. Mereka bisa bersatu. Aamiin. Doa Reza.
"Udah jam setengah delapan. Pulang yuk. Kasian istriku menunggu dirumah" ucap Reza.
"yuk badanku juga udah pegal nih pengen cepat-cepat istirahat. Gara-gara si Alex ni kuat banget pukulan dan tendangannya" sambung Aditya.
Reza tertawa melihat wajah Aditya yang berpura-pura kesakitan.
"Iya.. iya... maaf kak. Namanya lagi semangat. Siapa suruh tadi manas-manasin aku preman pasar. Ya ku libas lah" jawab Alexa dengan gaya dan logat Medan.
Aditya dan Reza tertawa bersama mendengar gaya bicara Alexa. Jadi kangen kampung halaman di Medan.
Mereka berpisah di Dojang. Berjalan dari warteg kembali ke Dojang untuk mengambil mobil mereka. Setelah itu mereka kembali ke apartemen dengan mengendarai mobil mereka masing-masing.
Alexa dan Reza ke arah yang sama karena mereka tinggal di gedung apartemen yang sama, sedangkan Aditya kembali ke apartemennya yang berbeda arahnya.
Diperjalanan menuju arah pulang Aditya tak henti-hentinya tersenyum mengingat interaksi dia dan Alexa tadi. Juga tingkah Alexa yang semakin lucu berbicara dengan logat Medan nya.
Semakin lebih sering ketemu kog aku merasa Alexa semakin cantik ya?? Duh rasa apa ini?? tanya Aditya dalam hati.
******
Hai teman-teman mana suaranyaaaa...
Masih setia baca kan???
Jangan lupa like dan comment ya.
Tinggalkan jejak kalian.
Aku akan sangat berterimakasih.
__ADS_1
Kalau orang Medan bilang Mauliate Godang!!!