
Sang penculik tiba di lokasi tempat persembunyian mereka yang merupakan ruko kosong berlantai dua dan terlihat bangunan ini belum selesai pembangunannya.
Lelaki itu naik ke atas dimana tempat Lidya disembunyikan. Dia melihat seseorang wanita sedang duduk dengar keadaan menangis, tangan dan kakinya terikat.
Lelaki itu mendekat dan menatap wajah Lidya.
"Bodoh... kalian bodoh semua. Kerja kalian apa saja hah selama ini?" ucapnya marah sambil menggebrak meja yang ada diruangan tersebut.
"Bagaimana kalian bisa salah menculik orang. Bukan wanita ini yang ku maksud tapi wanita yang satunya lagi" teriaknya penuh dengan emosi.
Sebelumnya dia memang mengirimkan foto pada penculik. Di dalam foto tersebut terlihat dua wanita yang sedang berjalan menuju mobil di basement apartemen. Lelaki itu mengintruksikan untuk memantau keadaan wanita yang akan mereka culik. Begitu ada waktu lengang mereka segera melakukan aksinya.
Tapi siapa sangka penculiknya salah menargetkan orang yang akan mereka culik. Bukan Alexa yang mereka sekap melainkan Lidya. Wanita yang tidak ada hubungannya dengan Aditya.
"Maaf Bos, kami sudah salah orang" ucap sang penculik.
"Aku tidak mau tau, kalian selesaikan semua urusan ini. Aku akan mengirim pesan pada Aditya agar dia segera datang kesini sendirian. Sesampainya dia di sini segera kalian habisi dia" perintah lelaki tersebut.
Lelaki tersebut melangkah pergi dengan kekesalan dan segera meninggalkan lokasi tempat penyekapan
Lidya yang mendengar semua perkataan lelaki itu, terkejut mengetahui kebenarannya. Ternyata target mereka bukan aku tapi Sandra. Karena tadi lelaki itu menyebut nama Pak Aditya. Duh bagaimana nasibku, apakah suamiku tau kalau saat ini aku sedang di culik? tanya Lidya dalam hati.
Tak lama kemudian mobil Aditya sudah sampai di area parkir ruko sesuai dengan alamat yang dikirimkan nomor tak dikenal ke hpnya.
Aditya keluar dari mobil kemudian mendekati bangun ruko berlantai dua. Dia berjalan dan mulai masuk ke dalam bangunan ruko tersebut.
Disana dia melihat ada beberapa pria berbadan tegap sedang menunggu kedatangannya.
Tanpa rasa takut Aditya berjalan dan naik ke atas sesuai intruksi dari seorang pria yang terlihat seperti pimpinannya tapi Aditya tidak mengenalnya sama sekali.
"Katakan apa mau kalian?" tanya Aditya saat sudah berada di lantai dua diruangan tempat Lidya di sekap.
"Kami mau kamu" ucap lelaki itu tertawa.
"Kalian salah culik, aku tidak mengenal wanita itu. Lepaskan dulu dia, setelah itu kalian bebas melakukan apapun padaku" jawab Aditya.
"Baiklah kami akan membebaskannya tapi setelah kami menghajar kamu dulu" ucap lelaki itu.
__ADS_1
Kemudian beberapa pria berbadan tegap berdiri menghadang Aditya. Mereka mulai menyerang Aditya.
Reza dan Alexa yang sudah keluar dari mobil dan berhasil masuk ke dalam ruko, mendengar suara perkelahian dilantai dua. Mereka segara naik dan ikut bertarung membantu Aditya.
Beberapa orang pria berhasil mereka taklukkan. Hanya tinggal tiga orang tersisa. Mereka bertarung satu lawan satu.
Alexa posisinya semakin terpojok. Dia terdesak sampai ke tangga dan untuk mengelakkan serangan tanpa sadar dia mundur dan turun perlahan satu demi satu anak tangga.
Sampai di tengah tangga dengan ketinggian tiga meter Alexa tidak bisa menjaga keseimbangannya dia terjatuh dari tangga.
"Aaaakh..." teriak Alexa.
Bruuuukkkk.... /@^@$#%€£*
Alexa tergeletak di lantai satu dengan kondisi cidera.
Aditya yang mendengar dan melihat bagaimana Alexa terjatuh segera berlari menolong Alexa.
Bersamaan dengan itu polisi datang karena telepon dari Sandy yang melaporkan adanya penculikan di TKP. Para penjahat sudah diamankan polisi dan dibawa ke kantor polisi.
Reza segera mendekati istrinya dan melepaskan ikatan pada tangan dan kaki Lidya. Kemudian mereka segera berlari melihat keadaan Alexa di bawah.
"Lex bangun Lex..." ucap Aditya.
Lidya dan Reza juga segera mendekati Alexa.
Lidya menangis melihat keadaan sahabatnya itu.
"Gimana keadaannya kak?" tanya Reza.
"Dia pingsan Za, mudah-mudahan tidak ada cidera serius. Tapi aku tidak bisa memastikan luka dalam yang diterjadi" jawab Aditya.
"Ya Allah San kenapa kamu bisa jatuh" umpat Reza kesal karena tadi tidak melihat keadaan Alexa yang terdesak ke tangga.
Tak lama kemudian ambulance datang. Alexa segera dibawa masuk kedalam ambulance dan ditemani Aditya. Sedangkan Reza menyusul bersama istrinya menaiki mobil Aditya dan Sandy juga bergerak naik mobil bersama Dimas.
Saat dalam di dalam ambulance Aditya tak henti-hentinya memegang tangan Alexa.
__ADS_1
"Lex...sadar Lex. Aku tau kamu kuat, kamu bukan wanita lemah Lex..." ucap Aditya, tanpa terasa airmatanya keluar dari sela-sela matanya dan mengalir ke pipi.
Aditya tidak ingin kehilangan Alexa dan dia menyadari isi hatinya dan mengakui bahwa dia telah jatuh cinta pada Alexa.
Sesampainya di rumah sakit Alexa segera ditangani dan menjalani semua pemeriksaan lengkap.
Aditya teringat untuk mengabari orangtua Alexa tapi dia tidak punya nomor hp mereka. Akhirnya Aditya menelepon ke hp Papanya.
"Assalamu'alaikum Pa" Aditya mengucapkan salam.
"Wa'alaikumsalam, ada apa Dit kamu telepon malam-malam begini, tak seperti biasanya. Ada yang penting?" tanya Papanya.
Aditya menceritakan kronologis kejadian penculikan Lidya. Sampai upaya penyelamatan Lidya dari penculikan dan bercerita kalau saat ini Alexa tidak sadarkan diri karena terjatuh dari lantai dua saat sedang bertarung dengan para penculik.
Orangtua Aditya sudah mendengar cerita dari orangtua Alexa bahwa ternyata Alexa bekerja di perusahaan Aditya di Jakarta. Jadi dia tidak terkejut lagi mengapa Aditya bisa bersama dengan Alexa.
"Jadi gimana keadaan Alexa sekarang?" tanya Papa Aditya.
"Dia masih menjalani pemeriksaan Pa, mudah-mudahan tidak ada luka dalam. Tolong kabari Orangtua Alexa Pa, Adit tidak punya nomor mereka" pinta Aditya.
"Iya.. Iya... papa akan segera kerumah mereka mengabarkan berita ini" jawab Papanya.
Setelah telepon ditutup segera Papa Aditya bergegas menuju rumah Alexa.
"Assalamu'alaikum Mas Wiratama" Papa Aditya mengetuk pintu rumah Alexa.
"Wa'alaikumsalam Mas Gunadi. Ada apa datang larut malam begini. Ada yang bisa saya bantu?" Papa Alexa terkejut melihat kedatangan Papa Aditya yang terlihat panik.
Papa Aditya menceritakan kejadian persis seperti yang Aditya katakan di telepon tadi.
"Baik Mas besok kami akan berangkat ke Jakarta naik pesawat pertama" ucap Papa Alexa.
"Kami juga ikut Mas, secara tidak langsung anak kami yang menyebabkan tragedi ini" sambut Papa Aditya.
Kemudian Papa Aditya balik pulang kerumah dan memerintahkan istrinya untuk mempersiapkan semua keperluan yang mereka butuhkan di Jakarta. Selain melihat keadaan Alexa yang sedang terluka karena membela Aditya mereka juga ingin bertemu dengan putra sulungnya. Sudah lama mereka tidak bertemu.
Cica yang mendengar cerita Papanya terus merengek minta ikut. Dia adalah fans berat Alexa dan ingin sekali menjenguk Alexa ke Jakarta.
__ADS_1
Karena Cica saat ini sedang liburan akhirnya Papanya memberi izin dan besok mereka akan segera berangkat ke Jakarta naik pesawat pertama jam 6 pagi bareng dengan kedua orangtua Alexa.